WPC : Gulali dan Arum Manis

23
194
pembuat gulali

Pembuatan Gulali "Cotton Candy" Arum Manis

In response to Weekly Photo Challenge : Faces

This is a gulali stall in a food  festival.   Gulali was  made by heating and liquefying sugar  and then formed  into various shapes such as  flowers and animals. In the backgroud you can see  cotton candies. In Indonesia we call it Arum Manis means  sweet  and fragrant.  

Jadi, saat datang ke Festival Kuliner Banjar  (di latar belakang tampak rumah gaya Banjar – Kalimantan Selatan) di Summarecon Bekasi  tahun lalu ada pedagang gulali sedang beraksi. Si bapak kasih ijin foto aktivitasnya, tetapi bapaknya nunduk terus dan tak banyak komentar. Pun ekspresi wajahnya tak  begitu jelas, tertutupi oleh topinya.

pembuat gulali

Waktu kecil nggak pernah makan gulali jenis yang ini sih, jadi penuh perhatian banget melihat cara kerja si bapak. Gulali tipe ini  dibuat dari gula dan pewarna. Cara membuat gulali  yaitu dengan memanaskan gula pasir dalam wajan  sampai mencair lalu dibentuk dengan tangan tanpa bantuan alat lain. Mungkin sudah lama berdagang gulali, bapak ini sangat terampil merubah adonan menjadi bentuk bunga dan hewan lucu.

Di sebelah si bapak tadi ada  meja penjual arum manis. Berbeda dengan gulali   di atas, arum manis dibuat dengan mesin khusus. Di tengah mesin ini ada sebuah wadah kecil tempat memasukkan gula.  Dengan pemanasan gula menjadi cairan dan keluar melalui lubang kecil.  Si pedagang  memutar-mutar sepotong kayu kecil  sekeliling tepian wadah besar  untuk  menangkap helaian gulali dan mengumpulkannya. Arum manis yang tercipta bisa berukuran besar, tetapi begitu masuk mulut langsung kempes hi..hi.. Iseng ngecek harga mesin pembuat arum manis, ternyata harganya cukup mahal berkisar 4 jutaan rupiah.

 

Menurut Wikipedia,   arum manis pertama kali dikenalkan di St. Louis World’s Fair pada 1904. Arum manis di sana dikenal dengan nama Fairy Floss.

Permen gulali  ada jenis lain yang disebut rambut nenek, sayang di festival ini tak ada penjualnya. Rambut nenek dibuat dari campuran gula pasir dan tepung.  Gulali ini dinamakan  rambut nenek karena bentuknya kusut dan acak-acakan seperti   rambut seorang nenek.

Gulali tradisional pun ada yaitu terbuat dari gula merah.  Gulali berwarna  coklat dan biasanya  dicampur dengan kacang tanah mirip permen ting ting kacang.

 

23 COMMENTS

  1. Mbaaaaak,…
    Anak2 juga pada suka makan arum manis, dan ternyata harga mesinnya kok mahal banget yaaah ckckck…

    Dan ada beberapa adegan monumental di drama Korea yang melibatkan arum manis juga lho mbaaak hehehe…kapan2 diposting ah…

  2. oh ternyata bukan makanan asli Indonesia ya hahahaha kukira asli Indonesia loh kaaak. Aku lebih suka rambut nenek dan aruma manis daripada gulali, dulu kalo beli gulali yang bentuk periwitan buat ditiup tiup ahahaha.

  3. wah udh lama gk makan bgituan… sering beli ketika masih kecil… sekarang ternyata masih ada yang jualan ya mbak… kapan2 beli lah… hehe… biar inget jaman dulu…

    • masih banyak yang jual kok, pernah ketemu yag pikulan..tapi jualnya rambut nenek sama gulali aja, arum manisnya nggak ada

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda… wah di sana banyak sekali bentuknya ya. kalau di tempat saya hanya berbentuk kapas sahaja mbak. Anak-anak sangat suka tapi saya menghadkan agar menjadi kesihatan gigi mereka. Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

  5. Woh…
    Mahal juga ya mesin arum manis, abis kayak cuma gitu doang mesinnya, hahaha.
    Aku lebih suka rambut nenek, kalo arum manis piye gitu… kecuali yang Koala-La

  6. Kalau lihat yang begini di jalan, jadi langsung pengen beli.. Tapi jadi takut lihat warna-warna cerah itu. Ada yang bilang pakai pewarna tekstil… :mrgreen:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.