Wordless Wednesday : Dadih, Yoghurt from West Sumatera

29
152
Dadiah
Dadih, is a traditional yoghurt made from the milk of buffalo (Bubalus bubalis).  The milk placed in a bamboo  and  covered with banana leaf. After 2 to 3 days it is ready to use.  Dadiah  yoghurt originated from West Sumatera, Indonesia.
Dadih, atau Dadiah menurut dialek orang Minangkabau adalah yoghurt yang dibuat dari susu kerbau.  Proses pembuatannya dalam bambu yang ditutupi daun pisang.  Perubahan dari susu kerbau sampai menjadi dadiah yang menggumpal itu  makan waktu  2-3 hari,.
Dahulu orang Minang memakan Dadiah  yang diberi irisan bawang merah sebagai  lauk untuk teman  makan nasi. Alternatif lainnya bisa juga dimakan dengan ampiang (kerupuk nasi) dan gula merah dan diberi serutan es.
Ini tampilan Dadiah yang belum diolah, difoto di Pasar Bawah, Bukittinggi, seharga Rp 10.000, per bambu.
Dadiah "Dadih"

Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ” dadih mengandung bakteri baik yaitu asam laktat (Lactobacillus casei) yang potensial sebagai probiotik.Asam laktat di dalam dadih berperan dalam pembentukan tekstur dan cita rasa. Bakteri asam laktat dan produk turunannya mampu mencegah timbulnya berbagai penyakit seperti mencegah enterik bakteri patogen, menurunkan kadar kolesterol di dalam darah, mencegah kanker usus, anti mutagen, anti karsinogenik, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, dadih diduga efektif sebagai antivaginitis.

29 COMMENTS

  1. Nanda dan Nadia suka banget makan si dadiah ini, Bun
    jadi lauk utk makan, makannya pake irisan bawang merah dan cabe merah…. 🙂
    kalau mamih gak suka….hehehe….

    sukanya tahu ajah…. 😛

    salam

  2. Saya gak begitu suka rasa dadiah, MM. Baunya itu..kayaknya gimana gitu. Yoghurt Minang ini dimakan dengan irisan bawang dan cabe mentah..Seru rasanya 🙂

    • punya banyak teman yg suka dadiah ya Lis..
      yah .. seperti juga yg lainnya pasti ada yg suka dan tidak suka sama dadiah ini ya

  3. Aku pernah makan iniiii.. 😀
    Rasanya asem-asem gitu ya Kak, persis kek yoghurt. Tapi karena manisnya ku rasa sikit, jadi ku tambahi gula lagi. Hahah

  4. Ini salah satu makanan kegemaranku, Kak..
    Mau dijadikan lauk atau buat minuman, sama enaknya..
    Sukaa banget deh pokoknya.. 😀
    *kangen pulkam nih*

  5. pernah liat di tivi di acara ragam indonesia…

    yogurtnya bukittinggi ya 🙂

    nanti dicoba kalo jalan jalan ke sumatera barat yang memang banyak obyek wisata dan banyak makanan enak he he

  6. Suka sekali dengan dadiah ini Mb.
    Kenangan waktu kecil makan dadiah dengan emping (kalau di padang empingny adalah beras ketan yang ditumbuk) di taburi parutan kelapa plus gula jawa.
    Tetapi di daerah lain lebih banyak dimakan dengan irisan bawang dan cabe sebagai teman/lauk untuk makan nasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.