Weekly Photo Challenge : Delicate

33
215

Nikmatnya macet di ibukota. Macet di ibukota ya kok dinikmati … Ya iyalah  daripada buat mumet dan membuat tambah stress, nanti jumlah orang stress di Ibukota makin meningkat. Dalam mobil aku dan anak-anak bisa melewatinya dengan berbagi cerita.  Kalimat di bawah ini kurasa cocok untuk situasi atau keadaan yang dapat menimbulkan tekanan, kudapat dari seorang  psikiater, narasumber di sebuah  pertemuan. Artikan sendiri saja ya…

Handle every stressful situation like a dog, if you can’t eat it or play with it, just pee on it and walk away

Kemarin seharian jalan ibukota macet karena ada demonstrasi di depan gedung DPR/MPR  ditambah lagi hujan sangat derasnya mengguyur jalan sejak dari pinggiran sampai di pusat kota. Alhasil, genangan air segera terjadi karena situasi drainase kota kunilai  rapuh (delicate). …bisa ya delicate diartikan untuk ini?  Anggap sajalah bisa,  he..he… karena arti dari delicate itu memang banyak.  Ditambah lagi  ada batang pohon yang patah ke badan jalan, jalan pun semakin menyempit. Menghindari itu kubawa kendaraan melalui jalan alternatif, eh…sama saja, ada genangan juga. Maka, jarak tempuh yang seharusnya cuma setengah sampai satu jam dalam keadaan cuaca cerah, kali ini sampai empat jam.

Untunglah anak-anak juga sabar saja dengan situasi ini, tidak mengeluh. Sulung tekun mendengarkan musik. Bungsu yang duduk di depan dan sedang asyik selca kuminta mengambil gambar dengan telepon genggamku ketika kulihat warna hitam putih di cakrawala, karena mama sedang mengemudi. Langit gelap hitam yang menurunkan hujan sangat deras  dan mengaburkan pandangan dari arah kami datang terlihat sangat kontras dengan langit cerah di arah pusat kota. Tetapi langit cerah itu tak bertahan lama, hujan lebat pun rata  menyiram ibukota. Setelah itu beberapa kali kuingatkan si adek untuk mengambil gambar lainnya. Jadi,semua  foto  ini  adalah hasil bidikannya.

 

Selain  mengambil gambar, kuminta adek membacakan komentar yang masuk di blog ini, rupanya komentar teman-teman pun  bisa memicu  diskusi meriah sehingga semakin cair saja suasana di dalam ruang  kabin yang sempit itu. Sampai tak terasa akhirnya kami sampai di tujuan.

SHARE
Previous articleMencari Uang Saku Tambahan
Next articleFilm Negatif

33 COMMENTS

  1. Surabaya kerap terjadi di Jalan Darmo karena banyak yang rapuh juga pepohonan di sana … Ya itulah kitanya kali yang harus hati2 ya Bun, karena kota tanpa pepohonan juga kelihatan gersang.
    Trims Bun …Foto2 Bunda selalu asyik dilihat 🙂

    • Kalau lagi hujan angin ngeri kang lewat di bawah pohon gede …,
      biasanya memang memasuki musim penghujan seperti ini pohon2 besar banyak yang dipangkas

  2. kalo emang situasi gak mendukung, kita harus bisa membuat situasi tersebut menjadi baik dan nyama untuk kita

    yang penting nggak mengeluh dengan kondisi2 tertentu mbak
    itu pembelajaran indirect kepada seorang anak mbak monda

    • terima kasih Imam, iya ..anak belajar dari sikap orang sekelilingnya ya…, semoga bisa selalu kasih contok baik untuk anak sendiri

  3. wkwkk.. adek disuruh bacain komen2 yg masuk..
    si mama mah adaaaa ajah.

    yang satu jam akhirnya menjadi 4 jam.. situasi yang rapuh untuk memancing stress.. tapi, mari kita hadapi dengan hati tenang.. sip, kak! 😀

  4. he..he… si adek sering baca blog ini juga sih mak…
    malah dia bilang mama kalau jawab jangan garing dong he…he…

  5. wah bunda Monda keren, ga semua orang lho bunda bisa menikmati waktu pas macet 🙂
    saya juga dulu klo pulang kerja naek angkot, sering kena macet tapi berusaha dinikmati aja, biasanya saya membunuh waktu sambil baca buku, sering juga buat nonton drama di hp 😀

    bunda, uni posting gambar2 pantai pangandaran 🙂

    • ketemunya macet tiap hari kan capek kalau ngedumel terus…
      kalau naik bisa bunda tidur aja atau bw…, posting pendek juga pernah beberapa kali

  6. Setengah jam jadi empat jam tuh rasanya grrrrrrrrr bangets ya, Bu. 😀
    Untung anak2 pada sabar, kalau gak kan repot. Apalagi kalau pada minta hujan2nan. 😆

    Kakinya langsing. . .bhuhuhuhuhu. 😛

  7. Ketika saya dinas di Jakarta awalnya kesel banget karena lalu lintas macet.
    Lama-lama jadi terbiasa karena yag macet toh bukan saya saja, jadi ya dinikmati saja.
    Salam hangat dari Surabaya

  8. Iya Bun, perjalanan rumah-kantor yg cuma 20-30 menit naik motor pernah menjadi 2 jam lebih, itu mah lelahnya jiwa dan raga bgt deh *lebay dot com*, aku mirip si sulung, bisa tahan krn mendengarkan musik 🙂

  9. Bener banget Mba Monda, kalo sudah terjebak macet di dalem mobil mau ga mau memang kita harus bisa menikmati. Karena kalo ngga bakalan setres dan ga ada gunanya ya Mba. 😀

    Eh berarti kalau di jakarta kita bisa kopdaran ya Mba? bareng dengan Mba Irma juga.
    Eh iya ya, jadi inget postingan Mba Irma yang kopdaran dengan Mba Monda. Itu di Jakarta ya. Hehehehe

  10. Waaahh…aku kynya hrs belajar biar bs menikmati macet nih sm bu mon, banjarmasin yg belom separah jakarta macetnya udah bikin sesak mau ngomel2 bu hihihi ini lg didepan kantor ada proyek fly over, jd gk sabar mau pindahan gedung kantor nih…

  11. *komen ku barusan ilang yah?*

    poto yang terakhir keren banget mba…
    ada kaki nya..hehehe…

    belakangan ini hujan nya suka rada serem yah mba…

    Tapi aku mah jarang kena macet sih mba…
    orang gak pernah kemana mana, nyungsep terus di rumah…hihihi…

  12. belum pak, belum punya blog, tapi suka aca blog ini dan mulai hafal teman2 blog mamanya, …sudah bisa kasih kritik juga kok …

  13. Waahh.. ternyata bunda ngajak anak anak baca blog plus komentarnya yak? kalau aku selain abg gak ada yg mau baca seh. hahahaha.. ibu aku malah aneh kemaren pas ke jakarta minta tolong fotoin divia yg krnal dr internet. kok bisa ya dek. katanya.. hahahaha 😀

    • iya…, anak2 ikutan baca, bahkan yang masih draft juga…., makanya blog ini dimoderasi .., takut ada link atau komen nggak layak terbit…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.