TFP 41 : Wastra Toraja

44
282

 

Pameran Untannun Kameloan "menenun kain tradisional"

Kain adati (wastra) dari seluruh Indonesia  sungguh cantik dan variatif. Aku sangat suka mengagumi keindahannya dan sangat  memuji usaha para perajin untuk terus berkarya di tengah minimnya minat para generasi muda . Pameran wastra nasional sepanjang tahun terus ada di Museum Tekstil Jakarta. Ke sanalah kakiku menuju bila ada kesempatan. Yuuk..ikutan ke Museum Tekstil.  Foto di atas kuambil saat pameran wastra Toraja berjudul Untannun Kameloan, September 2013. Ibu Erni, penenun asal Toraja ini sedang menenun selembar selendang pesanan.

Foto ini diikutkan pada Turnamen  Foto Perjalanan ke 41 di My Purple World (Indah Nuria)

44 COMMENTS

  1. Aku pecinta kain tradisional. Eksotis aja gitu kalau makainya..Cuman karena harganya agak2 gak terjangkau, yah nahan-nahan selera deh hehehe..

  2. selalu kagum dengan para penenun tradisional yang betah duduk berjam-jam, menelusur satu persatu jalinan benang agar pola yang terbentuk tidak kacau

  3. Kalo nenun gitu butuh berapa lama Kak, buat jadi selembar kain tenun? Pasti pegel ya, apalagi kalo benangnya ada yang kusut. Heheh.. Pantes hargnya mihil.. 😀 Sip deh, masukin list nih Museum Tekstilnya. 😉

  4. Aku suka juga dengan aneka wastra Nusantara, cuma sayangnya aku blm tahu cara menyimpannya yang betul, jadi ya sampai sekarang cuma sebatas menikmati saja kalau pas ada pameran atau pas berkunjung ke daerah asalnya

    • bisa juga diakali dengan beli benda2 lain yang berasal dari kain seperti tas.., aku biasanya beli yg kecil.. atu bahan baju

  5. Kerumitan pola kain adat menjadi daya pikat ya mbak. Betapa kita Indonesia sangat kaya. Saya sebatas menikmati proses dan karya saja mbak untuk menggendong pulang ehem…elus dompet. Salam

  6. Saya belum pernah melihat wastra Toraja
    Sekali waktu memang harus jalan-jalan ke seluruh penjuru tanah air untuk melihat2 keindahan paorama, budaya dan kulinernya ya Jeng
    Kapan donk jalan2 ke Surabaya
    Salam hangat dari Surabaya

  7. Mbak Mondaaa…selamat ikut lomba!
    Saya selalu kagum dengan kain tenun yang dikerjakan dengan tangan seperti ini. Lihat benang yang ditenun satu per satu dan aneka warna itu, duh…hebatnya mereka yaaa…
    😀

  8. telaten dan sabar itu yang dibutuhkan ketika menenun tradisional seperti itu ya bu

    salut

    dan slamat buat gelarannya smoga menang 🙂

    • iya Idah, hai mmpir seluruh daerah Indonesia ada wakilnya di museum ini, karya2 desainer seperti Harry Dharsono juga ada,
      ditampilkan bergantian

  9. Waah… nusantara memang kaya dg kain2 tradisional nan indah ya mbak… oya, berapa lama ya menenun selembar kain indah itu, mbak?

  10. Kainnya dibuat homemade gitu… pasti tahan lama ya dan khas banget. Udah terkenal juga sampai ke luar negri. Aku jadi pingin ke museumnya buat nambah khasanah tekstil di Indonesia 🙂

  11. Mba, pemenang TFP selanjutnya siapa ya ? kok aku mampir di blognya Mba Indah blm ada pengumumannya yaa ..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.