Vitamin Sea – Pantai Cantik di Bengkulu

49
1112
hasil laut Bengkulu

 

Alhamdulilah, tahun 2016 tentu ada kisah perjalanan baru. Walau bukan ke tempat yang jauh, berjalan ke tempat baru, akan  banyak ditemukan pelajaran. Yaitu segala  sesuatu yang tak bisa dipelajari dari buku.   Istilahnya hanya raun ke belakang rumah. Hanya berjarak beberapa kilometer dari ibukota  tak disangka ada tempat yang lapang, hijau dan asri, yaitu di  kabupaten Karawang. Kabupaten ini punya banyak obyek wisata, yang didatangi satu persatu di beberapa kali akhir pekan. Sebutlah kompleks percandian Batujaya yang bikin excited karena mengangankan bila telah terkuak semuanya bakal ada kompleks candi seluas kota, green canyon Karawang  sampai bendungan air kuno Walahar. Lalu the best traveling moment  2016 yang mana? Bukan di Karawang, kupilih saja menikmati Vitamin Sea, wisata pantai cantik di Bengkulu.

Perjalanan keluar pulau Jawa hanya sekali, ke Bengkulu.  Ini momen perjalanan terbaik buatku. Sebabnya?

perahu nelayan di pantai

Yuk intro dulu ya.

Tak mau kalah aku ikut dong buat status menandai propinsi di Indonesia. Dan barulah   sadar sudah pernah tinggal di 9 propinsi. Dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia. Masih 3   propinsi yang belum dikunjungi kembali. Terakhir napak tilas  ke Bengkulu. Memang tidak mengharuskan diri untuk menjejakkan kaki kembali di  tempat-tempat yang pernah dekat di hati. Sesempatnya saja. Setiap tempat punya kenangan dan romantikanya  sendiri.  Dan setiap tempat punya keistimewaannya masing-masing.

Sekarang lanjut ke cerita jalan-jalannya. Sebetulnya telah dicicil jadi beberapa posting, antara lain tentang peninggalan bersejarah di masa pendudukan Inggris .  Kali ini cerita pantai dan aktivitasnya ya. Baca juga : Mengenal Keunikan Kota Bengkulu

Bengkulu  terletak di tepi samudera Indonesia. Obyek wisata pantai tentu jadi primadona.  Kalau mau menikmati suasana pantai lebih enak saat sore menjelang matahari terbenam, semburat  warna jingga di batas langit sangat cantik.   Pantai Panjang kini jadi ajang berbagai keramaian yang mampu mendatangkan banyak wisatawan. Aneka macam permainan anak-anak dan remaja ada di sini. Sejak sore hingga senja  selalu ramai.

Garis pantai  mencapai panjang 7 km, mungkin itu asal nama Pantai Panjang. Lebar pantai sekitar 500 meter.  Pantainya tak berkarang, pasirnya putih dan halus. Uniknya tak ada pohon kelapa di pantai tetapi pinus yang menghijau.   sehingga saat air laut pasang membuat hamparan nya menjangkau sangat jauh ke dalam pantai.

Garis pantai yang panjang bisa disisir karena telah diaspal mulai dari  Pantai Nala, Pantai Panjang hingga nanti sampai ke dekat perbatasan dengan Pekik Nyaring di kabupaten Bengkulu Tengah.  Uniknya pantai ini punya beberapa nama, sesuai nama wilayah desanya. Ha.. ha.. ini yang masih bikin aku bingung, aku tak tahu batas-batasnya. Selain pantai Panjang ada pantai  Nala, pantai Zakat, pantai Tapak Paderi, Sumur Meleleh dan Pantai Pasar Bengkulu. Oh ya Benteng Marlborough itu letaknya di pantai Tapak Paderi. Di lepas pantainya  ada sebuah pulau kecil, pulau Tikus namanya.   Ingin menyeberang ke sana bisa cari  jasa perahu penyeberangan yang tersebar di pantai Panjang.

Pantai Panjang yang mempunyai banyak fasilitas antara lain ada restoran, cafe, penginapan, area bermain, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas untuk olahraga.

pembuat perahu Bengkulu 'perahu kayu nelayan"

Mata pencaharian sebagian warga Bengkulu  adalah mencari ikan di laut. Simak potongan lirik lagu daerahnya berjudul  YoBotoi botoi berikut ini yang menggambarkan kehidupan nelayan.  Ada yang familiar dengan lagu ini?

yo botoi botoi yo tarik tali
mengelo pukek pasar bengkulu
yo botoi botoi yo tarik tali
mendapek ikan bekerang kerang

uncu perak bebedak bere
duduk di berendo menunggu pak uncu balik
yo botoi botoi yo tarik tali
mengelo pukek pasar bengkulu

Di salah satu pantai, kalau tak salah pantai Zakat, bisa  melihat kegiatan para pembuat perahu. Pagi hari itu  ada beberapa orang bapak sedang membuat rangka perahu di bawah rindang pohon-pohon pinus. Ada yang mengetam kayu, ada yang membuat bahan perekat. Ketika kudekati  salah seorang di antaranya menyangka aku petugas dari Dinas  Kelautan. Kubilang bukan, tapi ingin minta ijin foto kegiatan mereka . “Mau masuk facebook ya bu?” Mereka pun mau bercerita.  Jadi bapak ini dan adik-adiknya sudah turun temurun membuat perahu kayu, mereka mampu membuat perahu hanya dengan mengamati cara   orang tuanya bekerja.

Pak Samsul nama bapak yang kuajak ngobrol menjelaskan keinginan tahuku. Ia cerita tentang bahan, ukuran, cara pembuatan sampai harganya. Ia hanya buat perahu  yang berukuran kecil. Perahu berukuran lebih besar kusaksikan ada di tempat lain esok harinya, sayang tak beruntung, siang itu  hujan lebat yang buat malas keluar dari kendaraan.

pembuat perahu Bengkulu

Hanya beberapa meter dari tempat pak Samsul membuat perahu kulihat ada kios-kios sederhana beratap terpal. Bukan jenis tempat pelelangan ikan, hanya kios kaki lima.  Rupanya di sinilah tempat istri dan anak-anak nelayan menjual ikan hasil tangkapan kaum bapak. Kulihat ada macam-macam  ikan besar dan kecil. Namanya tak kukenal sama sekali.  Ada pula anak-anak yang sedang menggiling daging ikan yang  biasanya dibeli oleh para pembuat pempek. Menurut kerabatku ikan segar di sini  harganya cukup murah.  Katanya dengan selembar uang seratus ribuan sudah dapat beberapa jenis ikan yang bisa dimasak untuk lauk seminggu (untuk 2-4 orang).

Dahulu tak pernah main ke pantai sekitar kampung nelayan ini. Padahal kala hamil anak pertama  aku sering dapat buah tangan  ikan dan rajungan segar. Teman kerjaku yang asal desa pantai Pasar Bengkulu berinisiatif membawakan. Mungkin kasihan lihat ibu hamil tanpa suami ha.. ha… susah kalau mau cari makanan enak.   Katanya aku harus banyak makan hasil laut supaya anak dalam kandunganku sehat. Orang-orang  Bengkulu itu  memang  baik hati deh.

Kemudian beranjak menyusur pantai setelah melewati Kampung Cina yang hampir kosong karena banyak rumah yang telah ditinggalkan dan beralih fungsi menjadi sarang walet. Setelah tadi melihat kios ikan segar, kini sampai di kios-kios ikan asin. Hayooo… siapa yang doyan makan ikan asin, lezat banget kan bila ditambah nasi hangat, lalapan dan sambal terasi pedas.

ikan asin Bengkulu
Aneka jenis ikan asin, raksasa, maupun imut-imut. Ikan asin juga bisa jadi oleh-oleh dari Bengkulu lho. Di toko souvenir ikan asin sudah dikemas  dengan baik sehingga aromanya tak tercium keluar. Aman dibawa ke pesawat terbang. Untuk makan bersama di  kantor sengaja bawa buah tangan beberapa jenis ikan asin. Komentar  teman-teman lezat banget dan jadi lahap deh makannya.

 

 

 

menjemur ikan asin

 

memperbaiki jaring ikan
Di sebelah kios ikan asin bapak-bapak nelayan membetulkan pukat atau jaring yang rusak.

Buatku Bengkulu adalah tempat belajar hidup sebagai pegawai pemula, dan tempat jodohku berada ha.. ha…. Datang ke ibukota propinsi ini sebagai seseorang dengan status jomblo. Tahun berikutnya  bertemu calon suami tapi langsung LDRan. Dua tahun kemudian menikah dan LDM  dengan status hamil tanpa dampingan suami.  Komplit deh.

Wisata penting, tetapi silaturahmi sangat penting. Sudah pasti harus datang ke tempat-tempat yang bersejarah bagiku.  Memperpanjang silaturahmi tentu harus banget datang ke  rumah kerabat yang pernah kutinggali selama 3 bulan pertama. Pelajaran pertama yang kudapat di sini banyaklah berbuat baik. Mungkin Tuhan Allah SWT tak langsung memberimu imbalan, tetapi cucumu yang akan menerimanya.  Alhamdulillah berkat  kebaikan opung di masa lalu aku beroleh tumpangan yang sangat baik. Tentu juga tak dilupakan bertemu rekan kerja dan mantan tetangga di sekitar rumah dinasku.   Dan pastilah mampir ke tempatku bertugas dahulu. Sudah cukup sekian saja flash back ya.

Menarik nggak beach hopping di Bengkulu? Lengkap ya, mau lihat pemandangan sambil berolah raga surfing, wisata belanja  atau wisata kuliner, atau sekedar melihat pembuatan perahu semuanya lengkap. Vitamin sea lengkap di pantai cantik.  Lalu, mengapa tidak mencatat Bengkulu sebagai tujuan wisata anda berikutnya?

 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Postingan Bersama – The Best Traveling Moment 2016″ oleh Indonesia Corners 

 

49 COMMENTS

  1. Punya ikatan emosi yang kuat dengan Bengkulu ya, Kak.
    Bengkulu pemandangan pantainya cantik, tapi yg sepanjang jalur lintas Sumatera, ga ada yg landai. Hanya sempat singgah sebentar doang.
    Saya doyan makan ikan asin, tapi ga berani banyak, gatel2 😀

  2. Semoga suatu saat aku bisa juga menginjakkan kaki di Bengkulu. Pengen melihat dan makan ikan dari laut sini. Banyak bener kekayaan daerah yang dapat dilihat ya, MM

    • rumah pengasingan Bung Karno sudah pernah diposting Sondha, rumahnya asri banget, mungil tapi cantik

  3. Membayangkan ikan asin jadi lapar kak. Aku jadi ngebayangin kak Monda pasti ngerti banyak bahasa daerah dong yach karena tinggal nya pindah-pindah. Senang aja lihat teman yang pinter banyak bahasa.

  4. Putri keluarga penjelajah Nusantara ya mbak, mematrikan rasa bhineka di jiwa. Bengkulu….mauuu banget saya. Raflesia arnoldi dan RBK jadi pemanggil. Salam

  5. Ikan yang besar-besar itu ada Ikan Jambalnya juga kayaknya Ya Mbak.

    Jadi inget dulu saat masih di Banyuwangi, di Daerah Muncar banyak ikan asin yang besar-besar gettu

  6. Yes… Bengkulu… 😀
    Aku patut bersyukur dtugaskan di Bengkulu. Kalau bukan karena itu, mungkin jauh kemungkinan bakal berkunjung ke sini. Bengkulu memang unik dan menarik. Musti digiatkan terus promosi wisatanya oleh Pemerintah biar semakin dikenal. Sering banget bertemu orang yang tidak tahu Bengkulu itu berada di bumi belahan mana.. 🙂

    • serius da ada yang nggak tau Bengkulu di mana?
      Bengkulu bukan perlintasan utama ke propinsi lain sy ya, jadi agak tersembunyi dari keramaian

    • ikan asin bikin enak makan ya Dew…
      ndak tau ini apa sudah bisa pesan online ya, belum pernah ngecek

    • kalau mau masak itu sampai bosan mak motong2nya nggak selesai2.. ha.. ha..
      goreng garing aja udah enak

    • kalau makan sendiri ikan asin sebesar itu pasti bakalan bikin bosan ha.. ha..
      harus bagi2 tetangga Gung

  7. Kehidupan nelayan tradisionil itu memang ramah lingkungan dengan mengambil ikan secukupnya saja tanpa exploitasi besar-besaran. Perahu kayu tradisionil pun masih dipertahankan. Ikan asinnya yang beraneka ragam bikin ngiler saja. Kemarin ini saya beli ikan asin disini, bentuknya utuh dibelah tipis-tipis sekali, kalau digoreng mengembang, garing, renyah dan gurih tak terlalu asin.. Eh…. made in Indonesia.

    • syukurlah ikan asin pun bisa menembus pasar negri sebrang ya mbak, bisa memuaskan rindu makanan Nusantara

  8. menarik kak dari sudut pandang berbeda, aku pun jadi pengen balik lagi kesana
    dulu pernah lihat tp lewat doang padahal penasaran juga melihat kehidupan nelayan

    • iya Win… menarik .. pantai nelayan ini bersih lho, nggak ada kesan kumuhnya, jadi enak jalan2 di situ

  9. Setuju banget kalau dikatakan bahwa bumi Bengkulu itu menarik. Desember kemarin sempat menghabiskan waktu selama 4 hari 3 malam dan rasanya masih kurang 🙂

  10. Bengkulu kota yang menarik ya ..menjadi kota yang sangat bersejarah .. hehehe
    saya penasaran pengen kesini … kotanya tidak rame jadi enak unuk di eksplore

  11. Pengen banget gitu kapan2 berlibur ke bengkulu, tapi kadang lihat harga tiket pesawatnya bikin meringis. Jadi selama ini masih menunda2, insya Allah besok2 kalau ada rejeki mau bareng suami dan anak2 pelesiran ke bengkulu dan beberapa kota di indonesia yang belum pernah kita kunjungi. amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.