Trupark Museum Cirebon – Ngabuburit dan Wisata Selfie di Museum Batik

42
379
Batik Megamendung Cirebon

Yuk, ngabuburit sambil lihat koleksi batik. Sekaligus berswafoto alias selfi dengan latar belakang batik motif Cirebon asli yang punya  warna warni indah. Ke  Trupark Museum Cirebon saja. Lokasinya gampang dicari, karena ada di sentra produksi batik di desa Trusmi, kecamatan Plered. Tepatnya di Toko Batik Trusmi.

Toko Batik Trusmi salah satu  toko besar yang semakin berkembang. Setelah ada Restoran Batik Kitchen, kini membuka museum batik. Namanya Trupark Museum yang dibuka sejak akhir tahun 2018. Bertambah lagi satu museum   yang menyimpan koleksi batik selain Museum Batik Danar Hadi di Solo, Museum Tekstil Jakarta dan Museum Batik Pekalongan.

Ngabuburit di  Trupark Museum Cirebon, ada apa?

Sama dengan setiap Museum Batik lainnya di sini dipajang koleksi batik, perkakas untuk membatik dan juga kegiatan belajar membuat batik di atas sehelai kain. Perbedaannya adalah Trupark Museum lebih kekinian.  Sesuai dengan tag line Contemporary Art Museum, Wisata Selfie dan Edukasi Batik Pertama di Indonesia.  Koleksi yang dipajang di sini tak terlalu banyak. Pengunjung museum diajak mengenal selintas dan lebih cenderung berupa edukasi ringan dan hiburan. Dekorasi bergaya kontemporer dengan menyediakan sudut-sudut cantik yang layak untuk dipajang di media sosial pemiliknya.

Spot Foto di Trupark Museum

Lantai 1

      • Balok Batik

Di pintu masuk  langsung diarahkan ke kiri oleh mbak pemandu dan sampai di spot pertama berupa balok-balok warna warni dan berhias aneka motif batik.

      • Topeng Cirebon

Persis di sudut di sebelahnya dipenuhi dengan 500 buah topeng klasik Cirebon. Menurut mbak pemandu topeng-topeng ini mewakili 5 wajah yang menggambarkan fase perkembangan manusia mulai dari anak-anak (topeng Panji yang berwarna putih), remaja (topeng Samba yang berwarna putih dengan kepala berambut hitam), pemuda (topeng Rumyang berwrna merah jambu), dewasa (topeng Tumenggung warna merah jambu gelap dengan kumis hitam),  dang orang tua (topeng Kelana  berwarna merah tua dengan kumis lebih panjang).

Balok Batik Museum Batik Cirebon

      • Kimono Megamendung

Spot berikutnya disediakan untuk berfoto memakai kimono motif mega mendung yang ukurannya ekstra panjang sehigga ujungnya menjuntai. Foto dengan latar belakang batik mega mendung  berwarna menyolok, ungu, hijau,merah, oranye. Mau ditambah payung fantasi  boleh juga (foto pertama).

Di sini ada penjelasan mengenai motif  khas Mega Mendung. Motif ini  tercipta akibat percampuran budaya karena pernikahan Sunan Gunung Jati dengan  Putri Ong Tin asal kerajaan Campa.  Ada gradasi 7 warna pada motif awan yang melambangkan 7 lapisan langit dan bumi. Makna motif ini adalah manusia harus mampu berfungsi sebagai pengayom sesamanya.

Si mbak mempersilahkan jika ingin berfoto di situ, di lantai ada tanda lingkaran menandakan sudut terbaik untuk pengambilan foto. Anak gadisku tak mau difoto, jadilah diriku mencoba saja memakai kimono dan berpose. Tapi…, nggak bagus ah gayanya, nggak pantas pajang pokoknya.

      • Foto-foto Tempo Dulu

Lanjut lagi ke bagian yang memajang foto-foto Cirebon masa lalu, termasuk foto tentang 3 keraton yang ada di sini, dari keraton Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan. Lagi-lagi ada lingkaran penanda untuk berfoto di sini.

      • Pojok Batik

Berikutnya adalah tentang batik itu sendiri, ada koleksi alat batik cap,  ada alat batik cap terbesar yang masuk MURI,  diorama  kegiatan membatik dan manekin berbatik motif Sunyaragi dll, juga dipajang  alat tenun bukan mesin dan beberapa kain tenun daerah.

Lantai 2

      • Tangga dengan Umbul-umbul

Umbul-umbul bemotif Taman  Sunyaragi menghiasi anak tangga. Hasil terbaik bila pemotret dari puncak tangga dan model di bawah. Sudah kucoba memotret kebalikannya, tetapi umbul-umbulnya tak terlihat nyata.

      • Peragaan membatik tulis  dan cap, membuat stempel batik cap
Lantai 2 Trupark Museum Cirebon
Suasana di lnatai 2

Membuat Stempel Batik Cap

Cetakan Batik Cap
Bapak ini sedang membuat cetakan batik cap dengan motif Iron Man yang dipopulerkan pak Ridwan Kamil
      • Koleksi batik lama

Di lantai dua, diperagakan kegiatan membatik tulis dan membatik cap, selain beberapa koleksi batik lama. Di sini pun ada spot selfi memakai kimono dengan motif yang sama dengan latar belakang sehingga ada kesan orang muncul dari balik kain.

      • Video Mapping

Ruang berikutnya  adalah ruang gelap. Tiga bagian dindingnya dilapisi kaca cermin. Di plafon ruangan tergantung alat video mapping. Bila alat dinyalakan akan muncul beberapa gambar motif batik yang  bergerak dan berpendar. Berposelah di situ. Seru juga jadi punya video pendek untuk diupload di Instagram.

      • Auditorium

Di ruangan terakhir di lantai dua ada auditorium cukup luas.  Pengunjung bisa menonton film pendek tentang batik dan prosesnya.

      • Pendopo

Di tempat ini para pengunjung bisa  mencoba belajar membatik dengan seluruh prosesnya dari awal hingga akhir.   Pilihan lain adalah belajar  melukis topeng Cirebon, melukis celengan gerabah dan melukis kaca.

Tiket Masuk

Tiket masuk museum Rp 50.000,- untuk dewasa, anak-anak Rp 35.000,-. Di  akhir pekan harga tiket berbeda  yaitu Rp 60.000,- dan Rp 45.000,-.

Bagaimana kesan setelah mengunjungi Trupark Museum Cirebon? Terus terang museum ini tak membuatku sangat terpesona seperti saat mengunjungi Museum Danar Hadi di Solo. Mengapa? Karena informasi seputar batiknya cuma sedikit dan kemampuan pemandunya tak sepiawai di Solo. Tapi, pendekatan dengan cara  kontemporer seperti ini memang mungkin lebih pas untuk anak muda. Tapi sayangnya walau sudah diprioritaskan untuk memuaskan ananda, dia malah malas selfi he.. he…

 

42 COMMENTS

  1. Wah, sepertinya tempatnya menarik untuk foto-foto nih, ya. Btw, saya baru tahu ini makna dan asal-usul motif Mega Mendung. Terima kasih infonya.

  2. Makin lengkap museum batik Nusantara ya Mbak, dengan kekhasan Trusmi Cirebon.
    Yang ini lebih kekinian dan disediakan tuk pepotoan ya.
    Masih konsisten duo bidadari sangat selektif pepotoan. Suka sekali foto yang ditangga.
    Selamat menunaikan ibadah puasa tuk keluarga Raun ya mbak. Rahmat sehat kuat beserta selalu.
    Salam hangat

  3. Iih itu keren banget yg umbul2 di tangga. Kita memang kaya banget batik ya, Mba. Hampir seluruh propinsi punya ciri khas batik masing2.

    • kalau mau lihat batik dari seluruh Indonesia bisa ke Museum Batik Pekalongan mbak Ade, keren2 aneka motifnya

    • betul mbak, mau warna apa aja batik Cirebon terutama motif megamendung dengan aneka variasinya bakal terlihat menarik

    • iya banget di mana2 obyek wisata dihias segala macam cara supaya menarik sebagai latar belakang foto

    • masih terhitung baru sih tempatnya ya mbak..
      abis belanja2 batik bisa sekalian cuci mata dan foto2 di museum

  4. Sering ke Cirebon baru tahu ada museum batik. Saya penasaran sama grosiran batik Cirebon. Harusnya mengetahui dulu latar belakang dengan mengunjungi museum batiknya dulu ya hehehe

    • bener teh, tau dulu arti motif batik, baru beli
      supaya nggak salah beli,motif untuk perempuan dan laki2 aja beda ya

  5. Ya ampun mba, aku suka banget dengan tangga dan umbul-umbulnya. Manis sekali kelihatannya. Baru kali ini aku liat batik bisa digitukan. Keren banget. Biasanya sih cuma untuk pakaian aja. Ini mah aslinya keren. 🙂

  6. Kenapa saya melihat tempat ini lebih layak disebut sebagai gallery ya ketimbang museum?

    Nah, faktor guide ini juga salah satu yang penting nih. Kalau yang “ngedongengin” nggak bagus, tempat yang bagus instalasinya pun jadi seperti tidak bagus.

    • iya maunya pemandunya mampu menjawab pertanyaan tentang benda dan foto2 yg dipajang,
      mungkin karena museumnya baru, jam terbang pemandunya pun belum banyak

  7. Oh my God, liat HL foto aja tentang motif batik aku sudah jatuh cinta. Saya suka batik.

    Trupark ini bagian dari Trusmi ya kak Mon? Waaah makin sukses ya ownernya. Jadi ingat taon lalu wawancara owner n marketing managernya di salah satu kampus ekonomi di Jaktim

    • sekompleks dengan Trusmi toko batiknya
      iya, makin banyak perubahan, udah punya resto, parkir makin bagus, dan ada panggung tari di luar museum

  8. Keren museumnya, kekinian banget sampai ada banyak spot foto instagramable ya. Yang balok batik itu unik, kepikiran buat dekor di rumah juga hehe.. 😀 Tapi sayang ya kalo penjelasan tentang batiknya kurang dan guide-nya kurang piawai, harga tiket masuknya pun cukup mahal. Semoga di masa mendatang bisa lebih meningkat kualitas museumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.