Through the Grid,  Museum Seni Rupa dan Keramik

27
86

Through the grids of Art and Ceramics Museum-Jakarta

Di kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya di sekeliling lapangan Fatahillah ada 3 buah museum. Yang paling dikenal  dan paling banyak didatangi orang adalah Museum Sejarah Jakarta atau lebih dikenal dengan sebutan Museum Fatahillah. Dua buah museum lainnya ada di sisi timur (Museum Wayang) dan sisi barat museum tersebut (Museum Seni Rupa dan Keramik), sedangkan di utaranya  antara lain ada Kantor Pos.

Tak seperti museum lainnya, Museum Seni Rupa dan Keramik  baru perrtama kali didatangi karena belum lama direnovasi. Karena lelah setelah ngontel ke Kampung Arab melihat masjid-masjid tua (ceritanya menyusul), jadinya hanya sebentar mampir di sini menenangkan diri dan berteduh di bawah pohon beringin besar di depan museum. Iya.. mampir sebentar sebelum lanjut ke Stasiun Beos naik Commuter Line untuk pulang ke rumah.

Kebetulan banget sudah buat foto melalui celah-celah delapan pilar di bagian depan Museum ini, jadi bisa ikut WPC dengan tema Grid.

Museum Seni Rupa dan Keramik  adalah sebuah bangunan tua yang dibangun pada tahun 1870. Di jaman pemerintahan Hindi-Belanda  gedung ini dipakai sebagai kantor Dewan Kehakiman, kemudian pernah  menjadi asrama militer, dan terkahir sebagai kantor walikota Jakarta Barat.

Museum menyimpan koleksi lukisan, keramik dan benda seni lainnya  karya dari  para seniman Tanah Air. Koleksi lukisan dibedakan displaynya menurut periode, sejak periode Raden Saleh, Mooie Indie dan sampai karya modern. Karya seni rupa antara lain ada totem Asmat yang besar tinggi diletakkan di selasar Museum.

27 COMMENTS

    • keseluruhan jadi ada 6 museum Zi, selain yang tiga itu ditambah lagi Museum Bank Mandiri, dan Museum Bank Indonesia, depan halte busway Kota, serta Museum Bahari yang agak jauh dikit

  1. Bangunannya khas banget ya Kak. Pilar-pilarnya memperkuat kesannya sebagai museum yang menyimpan khazanah seni yang luara biasa.. 🙂

  2. Arsitektura gedungnya megah ya mbak, baru melongok yg Fatahillah dan lewat depan museum wayang. Wah bersepeda dg topi cantik khas Noni Belanda ya mbak.

  3. Gedung Raad van Justitie memang mesti seperti ini ya Mbak. Megah dengan pilar-pilar besar di depannya. Terus ruang sidang utama yang gede banget di tengah, tempat orang-orang dengan kejahatan serius disidang dan hukumannya biasanya hukuman mati. Gedung Hoogeraad di Lapangan Banteng juga arsitektur dan pilar-pilarnya mirip, saya suka mengaguminya soalnya megah banget :hehe.

    Yang paling saya suka dari museum ini adalah tangga putar dari besi yang sempit tapi asyik banget karena ukiran Belandanya maknyuss. Ah, besok mesti ke sana lagi. Cerita soal kampung arabnya ditunggu, semoga ada kisah soal Pasar Heksagon :hehe.

  4. Saat ke Kota Tua, rencana mau keliling Museum. Tapi baru sempat ke Museum BI, hari udah gelap.

    Semoga lain waktu bisa kembali ke Kota Tua. . .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.