THR – Tunjangan Hari Raya, Bagaimana Mengatur Agar Tak Lenyap Tanpa Kesan

5
188
Image by Bruno Glätsch from Pixabay

Sudah melihat hilal THR? Pastilah sebagian besar pekerja berharap cemas akan datangnya THR. Bahkan sudah ditunggu sejak hari pertama Ramadhan ya? Tunjangan Hari Raya itu memang menggiurkan. Ibaratnya uang lebih yang bisa digunakan untuk keperluan yang sudah diimpi-impikan. Kalau dari gaji kan pasti sudah ada pos-pos khususnya. Nah, karena THR ini uang ekstra perlu kiat bagaimana mengaturnya agar masih ada sisanya.

Iya sih, kalau mau diikuti mah ada saja kebutuhan. Yang tadinya nggak terpikir mau ganti perabot, eh lihat di Instagram sedang trend gaya Scandinavian, jadi ngiler mau tukar sofa, jadi ingin renovasi dapur dan sebagainya.

Kebutuhan Lebaran pun dipikir matang-matang seperti biaya mudik, bingkisan untuk orang tua dan mertua, pakaian baru nggak harus ada (yang tahun lalu  masih cakep kan),  hidangan Lebaran (nggak usah beli kue sampai bermacam jenis).

Pos berikut yang kurasa layak disisihkan  dari uang THR.

  1. Zakat

Yang pasti ini dulu yang dihitung sebelum membelanjakan uang THR.

2. Bayar Hutang atau Cicilan

Punya cicilan panci presto, motor  dan lain-lain, baiknya sih dilunasi. Lebih baik beli sesuatu dengan tunai, daripada cicilan yang berbunga yang jatuhnya jadi lebih mahal.

3. Amplop Cadangan

Pos amplop cadangan ini sebagai simpanan tak terduga, misalnya untuk kebutuhan mendadak bila ada anggota  keluarga yang sakit, perbaikan rumah, perbaikan kendaraan, uang sekolah anak  dan lain-lain.

4. Tabungan

Dapat THR tak berarti bisa jor-joran. Mengapa nggak sisihkan sebagian untuk menambah isi tabungan.  Tabungan itu penting lho untuk kepastian finansial. Sedikit demi sedikit akan menjadi bukit. Nggak akan pusing berpikir tabungan kok nggak bisa bertambah. Mana tahu nanti akan dibutuhkan untuk modal usaha, atau untuk invetasi logam mulia atau bangun kos-kosan.

Jadi sebaiknya memang uang THR digunakan dengan bijak, jangan dianggap sebagai rejeki nomplok yang harus dihabiskan saat itu juga. Bertindak biasa saja seperti bulan sebelumnya. Jangan berpikir sudah lelah hidup irit selama 11 bulan, kini saatnya foya-foya. Ibaratnya  THR itu seperti musim hujan di mana debit air melimpah. Tetapi musim hujan selalu akan digantikan dengan musim kemarau. Di saat kemarau itulah kita butuh cadangan air alias simpanan agar masih dapat hidup dengan standar semula. Tak sulit bukan mengatur THR agar tak hilang tanpa kesan? Yang paling berat adalah eksekusinya dan  meredam perilaku konsumtif.

5 COMMENTS

  1. Nah bagian akhir ini gongnya…dirancang apik…eksekusi rada ngiringanan.
    Salam sehat bahagia bersama ibadah puasa ya mbak.

  2. Financial planning memang penting ya. Tapi memang harus disiplin menjalankannya, dan biasanya memang beratnya di sini. 😀

  3. bagus mba tips THR-nya
    biasanya uang THR selalu tak membekas .. haha
    mesti disiplin mengikuti tips ini .. hindari banyak godaan2 diskon .. cashback . dll-nya 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.