THR – Gunakan Dengan Bijak

16
968

THR alias  Tunjangan Hari Raya, sebuah kata  yang jadi salah satu  pembicaraan nomor satu  di minggu kedua Ramadhan.  THR ini jadi andalan sekali untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan  dan Idul Fitri. Rasanya memang saat Idul Fitri itu kebutuhan meningkat. Ini sudah lazim di tanah air. Hari Raya  Idul Fitri ini dirayakan sangat istimewa. Ketika akhirnya THR sudah di tangan, gunakan dengan bijak, jangan sampai besar pasak daripada tiang.

Apa saja sih kebutuhan untuk Hari Raya ini?

Sudah jadi tradisi di negara kita tercinta ini  untuk berkumpul memperpanjang silaturahmi bersama orang tua dan keluarga besar di kampung halaman. Ongkos mudik sekeluarga tentu harus dianggarkan. Selain itu harus menyediakan dana untuk pakaian anak-anak, hidangan khas lebaran, oleh-oleh untuk di kampung, dan lain-lain. Makanya ibu rumah tangga dan bapaknya juga pastinya  suka uring-uringan bila THR datangnya lambat he.. he..

Nah, supaya  aliran keuangan terkontrol harus dikeluarkan yang utama  dahulu, sesuai prioritas setiap keluarga.  Begini nih urutan keutamaan pengeluaran yang kususun :
1. Zakat dan infak
2. Tabungan
3. Untuk asisten rumah tangga, satpam kompleks  dan petugas kebersihan
4. Untuk anak-anak
5. Untuk orang tua dan sanak keluarga
6. Biaya mudik (transport dan akomodasi)
7. Hidangan Lebaran
8. Angpau para bocah cilik
Untuk anak-anak Hari Raya Iedul Fitri ini sangat ditunggu. Anak-anakku dulu sangat bersemangat kalau Lebaran mudik ke kampung halaman bapaknya dibanding ke rumah opungnya (orang tuaku). Karena suamiku itu punya kakak dan adik banyak plus beberapa keponakan yang sudah bekerja. Anak-anak sangat menanti amplop THR he.. he.. otomatis di rumah mertua lebih banyak dapat angpau. Walau hanya selembar  dua atau lima ribuan mereka sangat senang.  Biasanya bila berkumpul begini suka dibuat aneka kuis dan lomba yang berhadiah angpau lagi. Anak-anak makin tambah senang. Hari itu juga uang yang terkumpul  langsung dibelanjakan membeli  buku cerita di toko buku depan rumah eyangnya.
Oh ya selain itu harus menyediakan juga uang buat  bocah cilik  di  lingkugan tempat tinggal mertua. Di sana  itu anak-anak sengaja datang bersalaman dari rumah ke rumah mengharap salam tempel. Ada tidak kebiasaan ini di daerah Anda? Sepertinya di tiap tempat ada ya. Oh tapi tidak, aku baru mengenal kebiasaan ini di Jakarta lho, pertama kali ikut mutar keliling kampung diajak tetangga. Sewaktu masih di Medan tak kenal kebiasaan ini.
Tunjangan Hari Raya  yang kuterima harus bisa diatur sebaik-baiknya.  Berapapun yang diterima harus disyukuri, kalau mau dihabiskan ya gampang saja.  Tetapi untukku sih  harus  disisihkan dahulu untuk ditabung, tak semuanya dihabiskan. Pokoknya nggak boleh kekurangan, harus dicukupkan. Apalagi tahun ini ada anak yang baru mulai kuliah, tentu harus dipertimbangkan kebutuhannya. Tabungan untuk SPPnya sudah disiapkan sejak dahulu. Tetapi tentu kini  harus  ada budget untuk beli baju kuliahnya dan lain-lain. Kok anak kuliahan nggak pakai seragam saja ya. Pakai seragam sekolah itu lebih meringankan orang tua sebenarnya he.. he..
Pos-pos yang bisa disederhanakan lama kelamaan bisa  diketahui. Contohnya untuk kue-kue kering sekarang hanya menyediakan 3 atau 4 toples saja. Kue-kue itu anak-anak saja yang menghabiskan. Tamu yang ke rumah sudah tidak ada, silaturahmi dengan tetangga di kompleks kami saat  selesai sholat Ied di lapangan saja. Tak ada yang mampir lagi ke rumah-rumah, karena sebagian besar langsung  berangkat mudik atau silaturahmi ke keluarga masing-masing.
Hidangan Lebaran lainnya pun tak menyediakan semua jenis.  Dengan para ipar sepakat masing-masing masak satu menu saja lalu dibawa ketika ngumpul di rumah orang tua dan mertua. Praktis kan.
Yang juga bisa disederhanakan yaitu untuk pakaian. Rasanya dengan bertambahnya umur, baju Lebaran  baru untukku dan suami  itu bukan hal yang penting lagi. Tidak harus selalu busana baru setiap tahun, jika pakaian tahun lalu masih layak, cukuplah. Bukankah Allah tak menyukai segala sesuatu yang berlebihan.
Selamat menggunakan uang THR dengan bijak.  Mohon maaf lahir batin, semoga puasaku puasamu dan amal ibadah selama di bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT.

16 COMMENTS

  1. Untuk THR memang harus lebih diperhatikan ya. Berbeda dari gaji/pendapatan biasa, THR datang dengan lebih banyak godaannya, hahaha…

    • THR udah kayak rejeki nomplok ya, kayaknya gampang sejenak lupa dgn disiplin budget ketat he.. he..

  2. Rambu2 prioritas menggunakan THR secara bijak ya mbak. Angpau atau kami saat kecil menyebutnya fitrah, ukurannya kantong baju penuh mbak shg baju lebaran kami dulu mutlak berkantong hehe.
    Ooh saatnya Adik nenyusul kakak cantik kuliah ya mbak..duduhh duo bidadari sdh masa mahasiswi. Salam hangat

    • si bungsu dulu sengaja minta beliin dompet buat nampung uang angpao, ha.. ha.. nggak kepikir buatin baju dhn kantong gede

      iya mbak, mulai kuliah, cepatnya waktu berlalu,
      salam hangat juga buat keluarga Salatiga

  3. Karena berbeda dengan gaji biasa, maka THR harus diperlakukan dengan spesial ya bun. 😀

    Selamat hari raya Idul Fitri ya Bun.
    Mohon maaf lahir batin. 🙂

  4. Intinya memang planning dan taat sama apa yang sudah direncanakan itu.

    Sekalian pada kesempatan ini aku juga menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri ya Mbak

  5. Saya sudah nggak dapat THR…tapi BHR (Bantuan Hari Raya), itu istilah untuk orang pensiunan. Tetap bersyukur karena masih ada rejeki untuk membayar THR si mbak.

    Kali ini si mbak nggak pulang kampung, jadi rumahku dipenuhi ponakan, cucu ponakan dan adik-adik (saya dan suami anak sulung.

  6. THR ditunggu-tunggu semua orang, nga hanya yang merayakan tapi yg nga ngerayain pun mendapat berkah tersendiri. Nah yang beginian nich harus segera dipisahkan terlebih dahulu daripada tau-tau habis tapi nga ngerti juntrungan kemana hehehehe..

  7. THR aku sampai sekarang masih utuh bunnn.. huahahahaha *sombong*

    Soalnya kebutuhan rumah yang kecil ternyata berpengaruh juga dengan pengeluaran yang kecil 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.