Tergiur Pesona Si Merah Buah Naga

62
2176
buah naga merah

Buah naga salah satu buah yang sering kusantap saat sarapan. Rasanya yang manis dan teksturnya lembut sesuai dengan selera. Apalagi warnanya menarik banget lho. Bila harus sarapan dengan buah yang kurang menarik rasanya, campur saja dengan buah naga. Pasti jadi doyan ha.. ha.. Penyelamat banget deh.  Melihat tumpukan buah naga  yang membukit sekarang ini jadi gampang tergiur. Si merah buah naga ini memang punya pesona tersendiri deh. Yuk ah aku mau cerita tentang kebuh buah naga.

Cerita ini jadi semacam memenuhi janjiku pada Deny. Jadi ceritanya aku pernah kasih komentar di artikelnya Denny yang cerita tentang kebiasaannya belanja sayuran langsung di ladang. Aku bilang ada rencana jalan  ke kebun buah naga.

Di sekitarku jarang ada kebun sayuran sih.

Ada sedikit pengalaman di tahun 90an  sering menemani ibuku beli sayur langsung ke petani. Lokasinya di boulevard Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kala itu wilayah Kelapa Gading belum sepadat sekarang. Banyaknya lahan kosong yang belum terbangun di sana  ditanami sayur-sayuran oleh petani musiman. Urbang farming ya. Hasil tanaman mereka berupa kangkung, bayam, selada dan cabai dijual di gerobak kecil. Sayuran segar dan harga bisa ditawar bikin banyak ibu  kalap belanja. Banyak yang borong sayuran.

Sumber : Kisahku

Komentarku di tulisan Deny ” aku pun  suka sekali wisata ke kebun”. Sesempatnya diusahakan ketika jalan-jalan keluar kota untuk sekalian lihat kebun buah atau sayur. Di Kaliurang mampir ke kebun bahan baku  jamu, di Bangli  ke kebun jeruk. Tak lupa juga  ke kebun strawberry Ciwidey,  kebun apel Batu, dan terakhir ke kebun carica di Dieng.  Sayangnya gagal ke kebun jeruk keprok rimau gerga di Lebong, Bengkulu. Di sana buah jeruk berkulit hijau kekuningan  itu sedang naik daun. Buahnya manis dan segar.

Tentang kebun buah naga kata temanku ada di dekat rumahnya.  Sudah antusias banget ingin ke sana. Ternyata aku yang salah paham. Yang dimaksud bukan kebun buah naga, tetapi  kebun yang menjual bibit pohon. Pohon yang ada di situ  masih kecil, masih lama dong berbuahnya. Pernah lihat kebun buah naga di tempat yang jauh, tapi nggak sempat mampir. Yaitu di sekitar bandara Minangkabau Padang ha.. ha.. itu mah nggak usah diceritakan ya.

Nah sebagai gantinya ini cerita ke “semacam”  kebun naga merah. Bukan kebun  yang berhektar-hektar. Lebih tepat disebut taman. Kebun ini hanya di sebuah cluster perumahan yang banyak pohon buah naga. Lumayan deh jumlahnya, ada kurang lebih 20 sampai 30 batang pohon buah naga berjajar rapi  di area dekat pintu masuk cluster.  Pohon-pohon itu tingginya hampir sama. Suka melihatnya berkelompok homogen  seperti itu. Semua pohon  tersebut sudah berbuah atau berbunga.

Aku sering melewati cluster ini. Selama ini belum pernah mendapatinya sedang berbuah. Ingin sekali mampir dan banyak tanya karena penasaran bagaimana caranya membesarkan pohon buah naga. Bibit pohon yang kami beli di sekitar Desa Wisata Cibuntu Kuningan tampaknya tak ada perkembangan berarti. Masih kerdil.

 

buah naga merah

Bapak satpam di cluster itu kasih aku ijin masuk dan foto.  Pohon-pohon ini ditanam di bagian depan cluster, gampang terlihat dari jalan, dan dekat pos satpam pula. Katanya ada salah seorang penghuni yang menanam. Pohon-pohon ini terlihat terawat dan  sehat. Ternyata pohon dipupuki memakai kotoran kambing.  Menurut cerita pak satpam di cluster ini sudah sering panen buah naga dan semua penghuni  dapat bagian. Katanya buahnya berwarna merah.

Pohon buah naga ini harus diperlakukan khusus.  Batang utamanya harus disangga dengan tiang  beton supaya tak meleot. Dan di puncaknya dipasangi  roda sepeda bekas, supaya pohon bisa merambat teratur. Selain pakai roda bekas juga bisa dibuatkan penyangga dari bambu.

Buah naga disebut pitaya dalam bahasa Inggris. Pohonnya ini sebetulnya adalah kaktus yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Karena durinya kecil dan tak tajam disebut dengan kaktus tak berduri.  Kemudian bibitnya dibawa ke Vietnam, Cina dan akhirnya sampai juga ke Indonesia. Orang Cinalah yang menamakannya buah naga (thang loy) sehingga akhirnya lebih populer disebut dragon fruit daripada pitaya. Di sekujur kulit pohon buah naga ada jumbai-jumbai yang mirip sisik naga.

 

Beruntung bisa kulihat metamorfosis buah naga di satu batang pohon yang paling lebat berbuah itu.  Ada bakal bunga yang masih kuncup, bunga yang sedikit merekah. Sayang tak ada bunga yang mekar sempurna. Katanya bunga akan mekar pada senja hari dan mekar penuh pada tengah malam. Bunganya cantik banget lho . Haduuh rasanya tak mungkin banget ditunggui ya. Oh iya katanya bunganya harum sekali.  Itu untuk memikat kelelawar agar terjadi penyerbukan.

Foto kedua di galeri itu agak membingungkan.  Mungkin itu fase bunga layu?

calon bunga buah naga

Buah naga ada beberapa jenis. Yang paling banyak beredar di pasaran Jabodetabek   yaitu buah naga  merah dan putih. Buah yang berkulit merah dengan buah merah pula  dinamai  Hylocereus polyrhizus. Lalu yang berkulit merah buah putih  Hylocereus undatus. Selain itu  menurut Wikipedia ada dua jenis lainnya yaitu Selenicereus megalanthus dengan kulit buah kuning dan daging buah putih. Jenis ini masih jarang ada. Aku belum pernah lihat. Jenis lainnya yaitu Hylocereus costaricensis, buah naga dengan warna buah yang sangat merah jadi disebut naga hitam.

Manfaat buah naga

Buah naga mengandung berbagai vitamin seperti vitamin  C, B1, B12, B3 dan betakaroten. Fungsinya sebagai antioksidan. Karenanya  dengan rajin makan buah-buahan seperti buah naga ini bisa mempercantik penampilan, menjaga kesehatan kulit, menurunkan kolesterol. Kandungan antioksidan juga mampu menjaga stamina.

Kandungan mineral seperti kalsium bisa mencegah osteoporosis. Kandungan seratnya bisa memperlancar pencernaan.

Sumber Kisahku

Cuma ada satu peringatan nih. Jangan kaget bila urine jadi berwarna merah ya. Ha.. ha.. ini terjadi padaku. Bijinya itu sulit dihaluskan lho, makanya kunyah agak lama supaya hancur.

Nah itulah pesona si merah buah naga. Kurasa hampir semua orang suka buah ini, atau ada yang nggak?

62 COMMENTS

  1. Aku sukaaaa….
    memang merahnya buah naga ini selalu menggiurkan ya mbak..beruntung dapat melihat langsung beberapa fase generatif buah ini…

  2. Buah naga juga kegemaranku. Sebelum buah naga merah menjadi populer seperti sekarang yang banyak dulu saya konsumsi adalah buah naga putih. Eh sekarang buah naga putih itu susah dicarinya.

    Hebat ya MM, di Kompleks Perumahan bisa bertanam buah naga 🙂

    • iya betul uni dulu yang pertama muncul di pasaran yang warna putih ya..
      tapi yang putih nggak seenak merah..

  3. oh buah naga itu dari keluarga kaktus ya, baru tahu pas liat fotonya itu Mond. Dulu beberapa kali nyobain pas di Jkt dan suka, dan baru aja kemarin ini aku pengen beli juga buat smoothies 🙂

    • iya dia sebangsa kaktus yang imut nggak nyeremin ha.. ha..
      buah naga dicampur nuah apa saja tetap terasa enaknya

  4. Aiiih buah favorit aku, di Jombang belakangan ini banyak buah naga dijual murah. Hanya 10rb sekilo. Malahan di Superindo pernah 8rb sekilo. Padahal biasanya mahal 😀

    • sebaiknya memang tak terlalu banyak Win, musti diseling dengan buah2an lain
      untuk mencegah penumpukan dalam tubuh kita

  5. Suka banget dengan buah ini. Di Jogja ada banyak kebunnya. Sehingga, harganya pun relatif lebih murah. Di Curup, cukup jarang orang berkebun. Sehingga, buah ini “diimport” dari daerah lain. Walhasil, harganya bisa 3 kali lipat dibanding dengan di Jogja.. 🙂

  6. AKu gak suka buah naga krn agak fobia makan buah, ada hubungannya sama pencernaanku hehe long story
    Tp anak2ku tetep kukasi meski aku gk makan :))

  7. Saya suka sekali buah naga, jadi pengen beli deh untuk sarapan, kayaknya segar banget, hehe. Kalau dilihat-lihat, mirip bunga wijayakusuma ya Mbak dari daunnya yang bersisik dan bunga yang mekar tengah malam. Cuma kalau tanaman wijayakusuma tak berbuah, seingat saya kalau bunganya sudah layu tak ada buah yang muncul, haha. Di kampung, ayah saya juga berkebun buah naga… cuma saya belum pernah dengar berhasil berbuah. Duh kayaknya berkebun itu memang susah ya…

    • iya Gara, agak mirip wijayakusuma..
      ntar kalau punya pohon naga aku pengen nungguin bunganya mekar seperti apa he.. he..

  8. Waahh terima kasih banget Mbak Monda sudah dituliskan ttg buah naga dan foto2 pohonnya. Gemes banget ya gelantungan gitu. Kebayang kalau pas lagi rimbun2nya, gatel pengen metikin buahnya haha. Oh ya, butuh berapa lama menanam pohon buah naga ini dari bibit sampai berbuah? Rasanya lama ya.

  9. Saya suka buah naga. Sayang harganya di Ambon lumayan mahal. Enakan beli buah lain, buah lokal yang kandungannya mirip-mirip buah naga, 🙂

    • karena mahal transportnya jadi buahpun mahal ya da..
      ganti buah lain saja seperti jeruk dan mangga

    • Chi seperti anakku nih nggak suka buah naga, katanya nggak enak bijinya kalau tergigit
      tapi yang satu lagi malah suka banget

  10. Aku juga suka buah naga, terutama yang merah. Wiiih baru tau kalau buah naga ini asalnya dari kaktus. Sekilas liat pohonnya kayak lidah buaya raksasa, ya. Enak juga nih buah naga kalau dibuat smoothies.

  11. Saya suka buah naga.. Tapi kalau mau dijadiin bekal sarapan ke kantor, sebaiknya tidak dikupas dari rumah, karena mudah berlendir dan terasa asam. Jadi bawa buahnya saja utuh plus pisau untuk membelah dan sendok.. 😀

  12. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda….

    Sepuluh tahun lalu saya mempunyai tanaman buah naga sebanyak 4 pokok dengan isinya berwarna merah (manis rasanya). Saya suka makan begitu sahaja mbak dan merasai serta biji halusnya.. Bunganya sangat cantik sekali tapi sayang kembangnya tidak sampai 24 jam. Ia berkembang di waktu malam dan belum sampai tengahari esoknya, kembangnya sudah layu di mamah mentari. Sebenarnya tidak sukar menanam buah naga ini, asal sahaja akarnya tidak digenangi air, insya Allah pokoknya akan tumbuh subur. Nanti akan dicuba lagi untuk menanamnya.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • wa alaikum salam, alhamdulillah kak punya pengalaman bertanam buah naga
      terima kasih infonya kak,
      jadi aliran air di pot harus lancar supaya tak tergenang ya

  13. BunMooon, orin baru tau lho pohonnya buah naga ternyata seperti itu, lucu ya hihihihi.
    Dan iya bgt, sempat kaget kok pas pipis warnanya merah bgt, lupa kalo habis sarapan buah naga 😀

    • Rin, awalnya agak2 geli lho lihat pohon buah naga karena aku terbayang Medusa rambut ular ha.. ha..

  14. Banyak yang nanam di pot, Kak. Bunganya agak2 mirip bunga wijaya kusuma ya.
    Buah naga katanya tidak boleh dikonsumsi saat perut kosong, bisa menyebabkan pusing dan semuanya memang tidak boleh berlebihan ya, Kak.

    • Insha Allah nggak apa2 makan buah naga saat perut kosong,
      aku seperti itu uni, pagi cuma minum air jeruk nipis hangat, lalu disambung sarapan macam2 buah2an

  15. Anakku nggak seberapa suka buah naga, apalagi yang warna merah 😀
    Kalo aku sih suka, baik yang warna merah atau putih.

    • dulu tuh mbak, pertama nyicip buah naga aku nggak doyan, rasanya aneh
      tapi lama2 kok suka banget

  16. Aku suka banget sarapan pakai buah naga merah juga Mba. Rasanya pas gitu di lidah dan perut. Pas banget aku lagi kepo sama bunganya buah naga (njlimet amat namanya, hehe), bunganya kayak wijaya kesuma ya Mba?

  17. Aku suka banget lihat bunganya. Mirip wijayakusuma tapi lebih lama mekar. Salah satu buah yang sering dimakan karena gampang dapetnya dan rasanya nggak aneh. Aku picky buat makanan soalnya

    • iih sama, aku juga picky, buah nanas tak terlalu suka, makanya bikin smoothies bareng naga, biar lebih mantap rasanya

  18. Aku baru tau pohonnya seperti itu ya mba Monda
    Anak2 semua suka buah naga, aku pun suka mba. . Tapi aku belum sanggup klo sarapan pake buah naga aja ????

    • kalau mau sarapan buah boleh campur buah yang lain kok Ucig, kalau lapar makan buah lagi he.. he..

  19. Aku suka banget nmam buah naga kak mon, khususnya yang naga merah, asli klo abis makan itu seger banget ngilangin dehidrasi, tapi klo yang putih kurang manis
    Btw klo punya pohon naga enak kayknya kayak tanaman hias, di tempat temanku ada nih mb yang ngusahakan ini yaitu daerah kulonprogo yg deket ama pesisir

  20. Kalau beli buah naga pilih yg kulitnya dan bulunya lebar2. Soalnya terasa lebih manis. Di daerah saya sudah banyak yg annan buah naga, cuma sekadar cerita saja, belum pernah liat secara langsung.

  21. Di rumah, ayah saya nanam buah naga. Waktu pertama kali berbuah, segeerrrr. sekali makannya. Enak memang buah naga, apalagi buah naga merah.

  22. Tanaman buah naga yang saya punya setiap winter kedinginan dan membusuk, walaupun di musim panas tumbuh lagi tapi tak pernah berbunga apalagi berbuah..Pohonnya sudah tinggi dan sudah telanjur di ikat ditempat dan tak bisa dipindahkan. Kapan2 kalau ada waktu akan saya pangkas dan dilepaskan dari ikatannya supaya bisa dipindahkan ketampat ternaung kalau musim dingin.
    Waktu ke Indo lihat di daerah Sragen banyak petani menanam buah naga,,rupanya omzetnya cukup besar juga.

  23. Raya suka banget buah naga terutama yang merah karena lebih manis dibanding yang putih. Dulu sempat mau dikasih pohonnya tapi sayang sekitar rumah tidak terlalu banyak mendapatkan panas matahari, jadi urung diambil…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.