TDJT#1 – Tour de Jawa Tengah

31
422
Candi Gatotkaca Dieng

 

 

Candi Gatotkaca Dieng
Sekedar info, beberapa posting berikutnya akan diserialkan sebagai bagian dari Tour de Jawa Tengah (TDJT) ala keluarga kami.

Semua berawal dari keinginan lama untuk menjejakkan kaki di kawasan Dieng yang indah. Semakin kuat keinginan itu saat ikut GA tahun lalu di blog milik beberapa orang blogger Jawa Tengah yang akan menghadiahkan 3 buah buku Panduan Wisata Jawa Tengah. Buku-buku ini disediakan oleh Disbudpar setempat. GAnya gampang banget, cuma diminta menyebutkan tempat yang ingin didatangi di propinsi Jawa Tengah, kusebutkan Dieng dan Candi Sukuh. Alhamdulillah akhirnya jadi  salah satu pemenang di blog Idah Ceris dan kini tercapai jalan-jalan ke Dieng.

Ternyata setelah terima bukunya malahan jadi nggak fokus hanya ke Dieng, karena di buku ini ada informasi semua kabupaten dan kota di Jawa Tengah, semua punya obyek pariwisata bagus.., hadeeh, beneran bikin ngiler deh.

Kami putuskan akan roadtrip karena terinspirasi juga oleh cerita teman-teman yang mudik Lebaran, ingin tahu letak kota-kota tersebut, kami hanya pernah menapaki rute Jakarta – Semarang. Sebelum memutuskan segala sesuatunya, aku banyak tanya ke Idah, Titik, dan juga teman kantor, cari info sebanyak mungkin.  Akhirnya buat rencana ,  mantap pakai kendaraan sendiri biar lebih irit,   maklumlah habis Lebaran dan tahun ajaran baru, yang berangkat kan banyakan, kami sekeluarga plus seorang adikku, jadi berlima. Apalagi kata Idah jalan ke Dieng itu nggak jauh bedanya dengan jalan ke Bogor, nggak terlalu berliku, bisa berdua bergantian menyetir.  Kami tak pakai   perencanaan detail, coba  cara on the spot, kapan mau berhenti ya di situlah cari hotel untuk menginap.

Cari-cari di dunia maya belum ketemu panduan jalan  dari Jakarta ke Dieng melalui  tol Cipali yang baru, hanya dapat cerita dari Dila jalan tol ini menyingkat waktu 2 jam. Agak deg-degan karena jalan tol Cipali ini katanya tol terpanjang di Indonesia dan cukup rawan bila nggak konsentrasi menyetir akibat jalan yang lurus terus cenderung  membosankan. Makanya aku nggak berani meleng, eceknya sebagai navigator  yang membantu pak suami sebagai pilot. Aku yang memperhatikan sekeliling jalan sambil cerita apa yang kulihat di sepanjang jalan, supaya dia nggak ngantuk. Pemandangan di pinggir jalan tol ini juga asyik lho, bergantian ada  sawah masih menghijau, sebagian menguning dan sudah dipanen, ladang jagung yang sedang berbunga cantik, kebun jati dan kebun tebu, tetapi ada juga tempat-tempat yang kering.

pintu tol Cikopo

Sejak masuk pintu tol Cikarang Utama (09.30) sampai akhirnya masuk tol Cipali lalu keluar di Pejagan makan waktu kurang lebih 4 jam, karena kena macet cukup panjang gara-gara ada mobil mogok setelah Cikarang ditambah berhenti 2 kali di rest area untuk sholat Jumat dan makan siang. Total bayar tol Rp 143.500 di 5 pintu tol yang sudah sambung menyambung, Cikampek, Cipali, Palikanci dan Kanci-Pejagan. Oh ya, setiap ada kesempatan isi BBM, langsung diisi lagi tangkinya, karena nggak tau di depan ada rest area atau nggak.

Di ujung jalan tol di Pejagan lalu berbelok ke kanan ke arah Prupuk, untuk menuju kota-kota Ajibarang, Bumiayu dan Purwokerto. Sayangnya tak lama setelah itu kena macet akibat adanya pembetonan jalan. Jalan yang dibeton ini cukup panjang lho dan ada beberapa lokasi, lumayan memperlambat perjalanan. Sampai di Purwokerto sudah sore dan lanjut saja perjalanan menuju Dieng. Kami tetap pakai GPS (gunakan penduduk sekitar) he..he.., dan juga telpon ke pemandu yang ada di Dieng. karena jaringan juga hilang timbul, nggak bisa pakai GPS betulan. Jalan menuju Dieng itu mengikuti petunjuk jalan yang ke arah Semarang jangan yang menuju Yogyakarta. Jalannya melewati Sokaraja, pusat keramik Klampok dan Banjarnegara, lalu Wonosobo. Semua jalan kecuali yang sedang dibeton itu mulus banget, nggak ada hambatan di jalan dan petunjuk jalan lengkap, semua persimpangan diberi petunjuk arah, jadi walau tanpa peta tetap lancar jaya.

Sampai di Dieng jam 10 malam (setelah berhenti makan malam di Banjarnegara)  dan pemandu sudah menunggu. Oh ya kami pakai jasa pemandu yang direkomendasikan saudara, pakai jasanya hanya untuk mencarikan homestay dan memandu ke obyek wisata. Di Dieng kami menginap semalam, mengunjungi beberapa obyek wisata lalu dilanjut bersafari ke arah barat ke Magelang, hari berikutnya   ke utara ke Semarang, dan hari terkahir ke timur menginap di  Pekalongan. Cerita rincinya akan dilanjutkan kemudian ya. Empat malam di empat kota berbeda sudah tentu akan banyak cerita, tapi nantilah dilanjut di posting berikutnya.

31 COMMENTS

  1. Duduk manis menikmati sajian oleh-oleh TDJT ala kelg Mbak Monda. Apresiasi untuk kekompakan dan tandem driving selama TDJT. Salam

    • mudah2an ceritanya menarik mbak,
      btw aku cuma kebagian nyetir dikit nih he..he.., lebih banyak jadi navigator sambil cek buku panduan

  2. Seru banget Mbak Monda. Ish gak kebayang bayar Tol sampe lebih seratus ribu. Gak kebayang nyetirnya maksud saya. Hihihi. Pasti seru banget. Bisa habis lima album saya nyanyi sendiri itu kayaknya. Kalo soal macet yang kena pembetonan jalan tahu informasinya ngecek di mana ya Mbak? Maksudnya biar pas udah niat jalan-jalannya gak kena macet nanti-nanti 😀

    • yg pembetonan jalan itu kayaknya di banyak tempat Dan, pulangnya lewat pantura juga ada, untungnya karena nggak terlalu rame jadi luamayan cepat juga
      nggak tau nih di mana bisa cari infonya

    • cari pemandu ini atas rekomendasi saudara, kl kami sukanya pemandu yang mau banyak kasih info dan nggak hanya nunjukin tempat belanja doang

  3. Pas ke jogja 2013 kemaren pengen kedien sebenarnya. Tapi jalannya macet parah dipenuhi sama truk pengangkut pasir dari merapi. Jadi pengen ke dieng (lagi).

    Ditunggu ceritanya bun ????

  4. Asyiik…bu Mon jadi jalan2 ke Dieng…
    Naik mobil?! Kereeennnn….
    Hahaha….GPS memang penting ya, Bun.. Setelah “disesatkan” GPS beneran, akhirnya andalkan “gunakan penduduk sekitar”… Lancar deh 😀

    ditunggu kelanjutan ceritanya, Bun :*

  5. Wah, ber-Dieng via jalur darat itu juga impian saya Mbak, rencananya mau naik kereta sampai Purwokerto terus sambung bis menuju Wonosobo :haha, semoga bisa terlaksana :)). Itu foto yang di depan Candi Gatotkaca benar-benar bikin mupeng banget Mbak :haha, cerita perjalanan yang lengkapnya saya tunggu yak :hehe. Memang jalanan Jawa selalu punya cerita sendiri untuk dibahas, cerita yang unik dalam setiap petak jalannya :hehe.

    • waah .., aku malah mau nunggu ceritamu kalau nanti ke Dieng, pasti jauh lebih seru daripada tulisanku deh Gara

  6. Aku sudah sangat lama ingin ke Dieng, tapi belum juga kesampaian.
    Untuk sementara, nikmati dulu cerita perjalanan Kak Monda ini.. Kayaknya bakal asyik nih.. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.