TDRM II : Tarusan Kamang

37
207
Tarusan Kamang Bukittinggi

IMG_6283

Hari ketiga wisata baralek  di Ranah Minang.  Rombongan kami menuju Tarusan Kamang. Lokasi ini atas saran dari  uda Hendra. Uda ini saudaranya mak LJ yang mengantar kami berkeliling selama di Bukittinggi. Obyek Tarusan Kamang ini ada di kampung halamannya. Oh ya rombongan blogger ini sudah berkurang, karena bunda Lily sudah kembali ke Jakarta pada pagi harinya.

Mengenai Tarusan Kamang  mak LJ sudah pernah bahas di blognya. Cerita uniknya membuat kami jadi makin penasaran. Ketika kami bilang rencana mau ke sana kata mak LJ nggak usah. Kata beliau lokasinya sih biasa saja.

Kenyataannya para blogger dari berbagai kota menganggap pemandangan di sini sangat luar biasa. Lain daripada yang lain. Keindahan telaga desa ini sangat alamiah tanpa polesan kekinian.

Danau Tarusan Kamang ini belum dikelola untuk pariwisata. Danau ini hanya seperti sebuah tempat di pojok desa. Penampilannya adalah sebuah telaga kecil yang dikelilingi lapangan rumput tempat menggembalakan ternak. Di sisi telaga ada lapangan rumput luas menghijau. Banyak kerbau milik warga desa diikat untuk merumput di  tepi telaga. Namanya pun lahan penggembalaan ternak sudah pasti ada setumpukan kotorannya di sana sini.  Harus lihat dengan teliti supaya tak terjadi tragedi. Tapi, pemandangannya indah nian lho.

Lokasi Tarusan Kamang

Danau Tarusan Kamang terletak di Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Danau ini berada di Bukit Barisan, kira-kira 14 kilometer dari Bukittinggi.

Keunikan Tarusan Kamang

Tarusan Kamang ini unik karena air danau bisa datang dan pergi tak kenal waktu. Bila di telaga tak ada air, yang tinggal hanya berupa padang rumput hijau.

Kala kering, ikan-ikan yang menghiasi danau banyak terperangkap dalam tambak-tambak yang dipasang warga. Ada beragam jenis ikan di sana seperti pantau yang jadi ciri khas danau ini. Selain telaga di daerah ini juga banyak gua.

Menurut Wikipedia 

 

“…. tetapi hanya Danau Tarusan Kamang yang punya hubungan langsung dengan sungai di bawah tanah sehingga muncul fenomena unik,”  ……

Di sisi lain, Prof. Handang, ….  menemukan bahwa Danau Tarusan Kamang terdapat di zona patahan Sumatera bagian timur, sehingga itu menjadi salah satu alasan air datang dan mengering. Menurutnya, terdapat fenomena alam yang harus digali di Danau Tarusan Kamang, seperti terdapatnya bongkahan batuan kapur (gamping) di tepi-tepi danau yang berusia sekitar ratusan abad.

“Baru pertama kali saya menemukan batu kapur di danau, karena biasanya batu kapur terdapat di daerah pantai. Ini menunjukkan, bahwa ratusan abad yang lalu danau Tarusan Kamang ini dahulunya merupakan lautan,” tukasnya.

Semoga foto-foto di sini bisa mewakili keindahan Tarusan Kamang. 3 foto terakhir ini dari Iphone punya Titik.

IMG_6287

 

photo

Tarusan Kamang
3 blogger yang terkagum-kagum pada kerbau (Inon, Titik, Fariz)

 

IMG_7647

 

IMG_7652

Lapangan rumput cukup luas. Rumputnya pendek tanpa ilalang. Bisa dimanfaatkan untuk lahan berkemah. Makanya senang banget lompat-lompat di situ he.. he..  Blogger sepuh coba ikuti gaya lompat anak muda. Apa daya cuma mampu melayang beberapa sentimeter saja dari atas tanah.  Di latar belakang lapangan rumput ini dipagari oleh bukit-bukit kecil. Cantik sekali.

Selain kami saat itu hanya ada beberapa orang pesepeda saja. Eh ternyata mereka dan si uda sudah saling mengenal. Lumayan jadi bisa pinjam sepeda untuk property foto ha.. ha…

Di tengah telaga ada perahu kecil. Seorang pemancing tampak asyik mengail ikan. Tak jauh darinya ada satu keluarga itik yang sedang berenang-renang. Betul deh pemandangan yang indah sekali.

Di desa sini masih banyak rumah bagonjong sederhana, yang polos tanpa ukiran. Kami berhenti di depan salah satunya, ternyata ada pemiliknya di depan rumah, seorang ibu tua. Ketika minta ijin foto rumahnya, beliau mempersilahkan masuk.

Rumah bagonjong ini memakai bahan kayu.  Di sebelah kanan pintu masuk ada tangga ke bawah menuju dapur dan sumur. Kami diajak ke ruang tengah  yang terletak di sebelah kiri. Kami bercerita di sana. Tentu Inon yang lebih banyak angkat bicara dalam bahasa Minang. Sang Ibu menunjukkan kamar-kamarnya yang hanya kecil, hanya berisi satu buah tempat tidur besar. Lemari lainnya diletakkan di ruang tengah.  Interior  rumah ini bisa dilihat di blognya Fariz ya.

 

IMG_7656

Si ibu yang sangat ramah ini bercerita mengenai rumahnya yang dibangun tahun 1959. Ibu ini rupanya mengingatkan Inon pada almarhumah neneknya. Si ibu terkaget-kaget dan tentu kami juga, ketika Inon minta ijin menciumnya bertubi-tubi. Hanya singkat perbincangan kami tapi sangat berkesan. Kami tinggalkan desa cantik ini dengan kebahagiaan melingkupi hati dan perasaan. Perjalanan yang sangat menyentuh hati.

 

37 COMMENTS

  1. Mbak Monda kok sering banget sih ke Bukik, lama-lama saya ngiri deh hihi..
    Mbak Sumatera itu danaunya banyak banget ya, yang terkenal aja pemandangannya bagus, apalagi yang belum terkenal seperti Danau Tarusan Kamang ini..
    Oya Mbak yang rumah bagonjong itu meskipun polos tapi kalau bangunnya sekarang termasuk mewah lho, kayunya itu yang bikin mahal. Duh kapan ya aku bisa datang ke kota ini.. 😀

  2. Keelokan Tarusan Kamang memikat mBak Monda dkk.
    Rumah bagonjong dengan lantai panggungnya indah mBak, apalagi keramahan penghuninya.
    Salam

  3. Saya pernah ke sini saat masih SMP, Mbak. Rumah temanku dekat terusan kamang itu 🙂 Pemandangan di sana memang luar biasa indah apalagi dari atas bukit di sisi terusan…

    Duuhh.. Pengen ke sana lagi…

  4. Pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk mampu membuat kita fresh setelah sebelumnya sibuk dg rutinitas sehari-hari ya?
    Kayaknya aku sudah lama banget gak ke danau nih.

    • kerbaunya anteng aja difotoin gadis2 cantik
      di sini juga bisa lihat kerbau dan burung yg simbiosis mutualis, spt contoh2 di pelajaran ipa dulu

  5. Saya merinding lihat pemandangannya Mba Monda.. Indaaaaaaah. SUBHANALLAAH!! Keinginan jalan-jalan benar-benar menyerang kalo lihat poto-poto tempat yang belom pernah saya kunjungi memang..

  6. air danau bisa datang dan pergi tak kenal waktu …
    Wah antik juga ya Kak …

    Saya belum pernah ke sini nih …

    Salam saya Kak

    (12/2 : 12)

  7. iseng nyari nyari info tarusan…nyasar kesini… baca bca itu foto terakhir .. rumah keluarga ayah saya.. dan nenek tua itu mak tuo saya..saudara tua ayah…

    • waah…, nggak nyangka, dunia yg sempit ya Hafizh
      mak tuo ini ramah banget, dan cantik pula
      kami sangat terkesan pada beliau
      sampaikan salam kami ya, kalau bertemu neliau, silahkan kalau foto ini mau diserahkan
      yerima kasih ya

  8. Di daerah sana juga ada ngalau Kamang, ngalau Tarang, Tarusan Mumbuang ( tarusan kecil ) yang keunikannya juga sama dengan Danau Tarusan.
    Hehe

  9. […] ke Ranah Minang pastinya tak dilewatkan wisata kulinernya juga dong. Setelah berpuas-puas main di Talaga Tarusan Kamang, tujuan selanjutnya makan pical di Pasar Pekan Kamis yang tak jauh dari sana. Katupek Pical itu […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.