Taman Kota #7 Misteri Wangi Bunga di Taman Lansia Langsat

29
140
Cannonball Tree Flower

Minggu pagi lalu mengantar dan menunggui anak ujian kemahiran berbahasa asing di Kebayoran Baru. Begini ini nih contoh emak yang nggak mau disapih dari anak yang sudah beranjak besar ha.. ha.. (mengutip status mbak Lusi Tris di FB).  Untuk mengisi waktu emaknya memutuskan jalan santai ke Taman Lansia Langsat yang berjarak kurang lebih 1 kilometer. Eh nggak seluruhnya jalan kaki sih, naik metro mini sebentar, turun di depan Rumah Sakit Pertamina, disambung jalan kaki menyusuri Pasar Hewan Barito ke area masuk Taman Langsat.

Ternyata sudah 2 tahun waktu berlalu sejak pertama kali mengunjungi sebagian kecil area Taman Lansia Langsat ini. Dulu itu tujuan utamanya ke Taman Ayodya, jadi tak menyusuri sampai ke setiap sudut taman yang letaknya saling berseberangan ini.

Ayo kita telusuri jalan “kenangan” ini ke Taman Lansia Langsat  yang diresmikan tanggal 13 Juni 2010 oleh gubernur  DKI terdahulu,  pak Fauzi Bowo, seperti yang tertulis di prasasti.

Lokasi Taman Lansia Langsat

Lokasi taman kota ini persis di belakang Pasar Hewan  yang  bertempat di  pinggir jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dekat Blok M. Tepatnya dibatasi oleh jalan Barito,  jalan Kyai Maja, jalan Gandaria dan jalan Langsat. Jelas kan ya dari mana namanya tersebut berasal. Kecuali dari jalan Kyai Maja, taman bisa diakses dari ketiga jalan itu.

Lokasi taman  boleh dibilang di bantaran kali kecil ( atau selokan ya), makanya ada beberapa jembatan dengan teralis lengkung di sini.

Walau terletak di jalan sibuk, taman hampir tak terlihat oleh para pelintas, tertutupi oleh kios pasar burung dan pohon-pohon rindang. Ditambah lagi letak taman lebih rendah dari jalan. Makanya Taman Langsat sempat dapat julukan “Hidden Paradise”.

Fasilitas Taman Lansia Langsat

Taman Langsat itu ternyata luas, tak hanya ada area tiang lampu yang segaris dengan tiang lampu di Taman Ayodya. Luas area kira-kira 3,5 hektar, lebih besar dibandingkan Taman Ayodya.

Beranjak semakin ke dalam ada jembatan kecil yang dipagari oleh pohon-pohon yang liu  / liang liu / weeping willow (Salix babylonica) dengan daun-daun di tangkai halus yang berderai tertiup angin.  Melengkapinya ada sebuah gazebo, tempat permainan anak, dan alat-alat kebugaran outdoor. Juga ada auditorium Gedung Bina Taman, jogging track, taman refleksi, tempat pembibitan tanaman dan tentu saja bangku taman dan lahan parkir.

Taman Langsat yang teduh  ini salah satu tempat yang cocok untuk foto-foto cantik, bahkan ada yang memakainya untuk foto pre wedding. Bersamaan denganku ada beberapa orang warga yang jogging sambil bawa anjing kecil, anak-anak yang bermain di pinggir kolam teratai, ada yang sedang menunggu kerabat untuk arisan keluarga di bawah pohon rindang, ada pekerja yang masih membersihkan kali dengan alat berat. Yang kelelahan setelah berolahraga pun bisa duduk santai di bangku taman.

 

Sayangnya Taman Langsat  ini diasosiasikan dengan misteri. Entah apa penyebabnya, apalagi ada film horor yang berjudul nama taman ini. Alhamdulillah walau jalan sendiri tak ada gangguan apa pun, suasana taman cukup ramai pengunjung kok.

Cannonball Tree alias Pohon Sala

Taman Langsat tak seperti taman kota-taman kota di Bandung yang punya tema khusus untuk tiap taman. Penataannya terkesan biasa  tetapi pohon-pohon, rumput dan tanaman lainnya terpelihara dengan baik. Kulihat ada beberapa orang petugas pemelihara taman. Lalu apa hal istimewa  yang bisa dinikmati di sini?

Tentu saja bagi pecinta wisata minat khusus seperti  tanaman bisa memperhatikan aneka pohon. Siapa tahu ada tanaman unik yang belum pernah dilihat.  Setidaknya ada 3 pohon yang menarik perhatianku. Dua pohon berbuah unik yang belum kukenal namanya (nanti dicari tahu dulu ya, pohon pertama berbuah di pangkal batang, pohon kedua mirip lengkeng).

Pohon tinggi besar  yang sangat menyita  rasa ingin tahuku itu  ada  di dekat taman refleksi. Dari sekeliling batang bagian bawah tumbuh banyak tangkai bunga yang panjang meliuk, mirip penampilan tangkai anggrek merpati, tentu dengan ukuran yang lebih besar. Untung, jadi bisa mengamati dan memotretnya dari jarak sedekat mungkin.

Di  tangkai itu ada sebaris kuntum bunga  dan sebuah bunga besar dan cantik di bagian ujung. Kelopak bunga yang berjumlah 6 itu berwarna oranye semu merah muda yang menawan.   Sari bunga  ada di dua tempat, di bagian tengah bunga dan di ujung lengkungan yang mirip  lidah. Diameter bunga sepanjang jari telunjukku, kurang lebih 6 sentimeter. Besar banget ya.

Bau wangi menyeruak di sekitar pohon itu. Nggak berpikir negatif ada sesuatu he.. he.., tapi  maju mundur menjauhi pohon, dan akhirnya nyata aroma harum itu berasal dari bunga.  Belakangan kutahu bunga ini menguarkan aromanya pada pagi dan malam hari. Nah lho, jangan-jangan gara-gara aroma bunga ini yang bikin orang menyebutnya daerah angker. Yang pasti wanginya itu mengundang kumbang datang.

 

 

Tak ada papan nama pohon di situ. Akhirnya cari petugas berkaus hijau di dekat Gedung Bina Taman dengan menunjukkan foto bunga tersebut. Mereka tak tahu tentang ini, karena ada pembagian areal tugas. Seorang petugas senior ikut penasaran dan mendatangi lokasi dan potret, nanti mau ditanyakan. Nggak sangka dalam waktu singkat si bapak, pak Parman asal Garut, kembali lagi.  Terima kasih banyak pak sudah ikut penasaran. Nama pohon itu menurut petugasnya Cannonball. Nama yang unik.

Berdasar keterangan dari si bapak langsung searching saat itu juga  dan menemukan tulisan bude Prih Rynari di halaman pertama. Hadeeeh… kok aku bisa terlewat tulisan di tahun 2012 itu ya.  Pohon besar ini bernama ilmiah Courropita guaianensis. Sebutan cannoball berasal dari buahnya yang berbentuk bulat mirip peluru meriam. Mbak Prih beruntung bisa lihat buahnya, aku cuma lihat jatuhannya saja di tanah. Kulit buahnya keras dan tebal, makanya hati-hati tertimpa buahnya, pasti  sakit banget, ditambah lagi ada bau busuk buah yang pecah.

Tanaman asal Amerika Selatan atau India ini bukan pohon langka dan masih cukup banyak jumlahnya. Di tanah air pohon ini dikenal dengan nama pohon Sala  dan pohon kanon.  Karena bernama sama dengan kota Sala alias Solo, pemerintah kota menanam belasan pohon ini di tempat strategis termasuk di rumah dinas walikota Solo, Loji Gandrung.

Dari tulisan mbak Prih membawaku ke tulisan mbak Dani yang terlewat juga olehku.  Di Bali tanaman yang diskaralkan  ini disebut pohon Sala.  Umat Budha pun menganggapnya sakral karena Sang Budha lahir dan beristirahat terakhir kalinya di bawah pohon Sala.

Trasnportasi Angkutan Umum ke Taman Langsat

Untuk menuju ke Taman Langsat  ada beberapa rute  Metro Mini dan Kopaja dari Terminal Blok M  yaitu  :

  1. Metro Mini no 69 Blok M – Ciledug
  2. Metro Mini no 74 Blok M – Rempoa
  3. Metro Mini no 71 Blom K – Bintaro
  4. Metro Mini no 79 Blok M – Lebak Bulus
  5. Kopaja no 614 Pasar Minggu – Cipulir
  6. Kopaja no 08 Pasar Minggu – Tanah Abang

Selain daripada angkutan umum di atas bisa juga naik  Commuter Line dari Tanah Abang dan turun di Stasiun Kebayoran. Dari sini  naik Metro Mini nomor 74 dan nomor 611. Dari Taman Langsat kembali ke  stasiun bisa memakai angkutan yang sama.

29 COMMENTS

  1. Udah lamaaa banget ngga ke Taman langsat mba! Aku baru ngeh namanya Canonball.. aku pernah liat pohon dan bunga yg mirip di botanical garden St. Vincent & the Grenadines, di Karibia.. jauh banget yaaa mba..

    • di Karibia banyak pohon kanon ini ya mbak, asalnya dari daerah sekitar situ katanya..
      udah ada posting botanical garden ini mbak? pengen lihat

  2. Lanjut berburu taman kota nih mbak. Wah senangnya ada backlink ke kebun rynari hehe.
    Ukuran dan warna bunganya memikat pandangan ya mbak.
    Salam hijau

    • betul mbak…, baru kali ini deh lihat pohon berbunga gede begitu, banyak banget pula…
      harumnya itu terasa sekali

  3. ujung-ujungnya klo nyari info tanaman pasti nyangkut di kebunnya oma peri 😀

    makwo monda sekarang jadi petualang taman kota, sudah hapal rute metromini dan kopaja. sayangnya di dalam kota yogya boleh dibilang tidak ada taman kota berupa hutan mini seperti di DKI dan kota Bandung.. *adanya hutan situs purbakala 😀

    • iya.. taman situs kagak ada di Jakarta, mainnya ke taman kota aja…
      daerah ini jalan menuju ke rumah opung, jadi hafal rute angkutan umumnya

  4. Waaah lihat judul taman lansia, langsung klik deh wkwkwwkk…. Berasa pengin ganti sepatu kets terus jalan2. Senang ya, ada taman gini. Jogja nggak punya taman. Alhamdulillah masih bisa ngantar anak2 meski sudah gede2 ya mbak. Padahal di sebelah sana si anak nyahut, “Tapi nggak ditungguin juga kali maaah….” Wwkwkwkwk.
    Btw, di blogku sedang ada giveaway smp tgl 15 Des, ikut yuk.

    • sengaja aja mau nungguin mbak.. biar emaknya bisa ngelencer ke taman wk.. wk…
      meluncur mau ngintip GA

  5. Kak Monda itu pohon cakepp banget deh bunganya, rame pula ya. Aku suka warna pinknya. Gini deh ya kak klo kita penyuka tanaman, liat sesuatu yg menarik dan baru pertama kali, bawaannya penasaran aja 😀 , dan begitu tahu namanya langsung google dan puas klo sudah tahu 😉 .

    • pohon itu tingginya ada mungkin 5 meter Nel…, dan bunganya ribuan…
      iih nggak puas2 deh mandang cekrek, mandang cekrek lagi terus cium2 wanginya

    • pohonnya keren dan gagah …, jadi pengen belajar moto pohon besar seperti ini deh..
      iya pas ada lebah yang mondar mandir… , agak takut2 sih motonya takut disengat

    • iya taman bisa jadi ajang foto2an..
      maaf saya bingung mau komentar di blognya, saya cari opsi Name/URL nggak ada ya

  6. taman LAngsat ini sebetulnya punya potensi besar ya … sudah oke sih kalau untuk jalan2 olahraga .. seharusnya mencontoh taman2 di bandung yang dibikin thematic . jadi lebih kece dan membuat banyak pengungjung datang

    • buruan ke sini Nia, nggak tau berapa lama bunganya bertahan
      pasti foto Nia bakal cakep dgn latar bunga2 cannonball

  7. Cantiknya bunga cannonball, terlihat jelas detail bunga dari fotonya. Bagus sekali macro photo-nya. Saya rasanya belum pernah melihat pohon ini. Baru tahu kalau weeping willow itu juga disebut Yang Liu. Kebayang adem dan asrinya tamannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here