Taman Kota #4 Taman Kota Bekasi

29
139
Taman Kota Bekasi

Taman Kota Bekasi

Lanjut lagi raun-raun ke Taman Kota. Serial tulisan tentang Taman Kota ini sudah menginjak ke nomor 4. Tulisan sebelumnya adalah tentang salah satu taman kota di Jakarta, Taman Ayodya, Taman Kyai Langgeng di Magelang dan Ecology Park “Taman Dora” di Cibinong. Kota Bekasi pun tak mau kalah dengan kota-kota lain yang punya taman yang berfungsi sebagai paru-paru kota. Bekasi punya Hutan Kota Patriot di lingkungan Stadion Bekasi dan Taman Kota yang letaknya sangat strategis di jalan utama.  Yang kudatangi kali ini barulah Taman Kota Bekasi saja.

Taman Kota Bekasi  ini sudah ada sejak Desember 2012 lho, diresmikan oleh walikota,  Rahmat Effendi. Ada prasasti peresmiannya di sini. Taman Kota terletak di jalan Veteran, Margahayu Bekasi, di depan RSUD Bekasi dan  Masjid Agung Al Barkah.  Mungkin karena letaknya yang strategis pagi itu Taman Kota cukup ramai dikunjungi warga, apalagi di situ ada fasilitas bermain untuk anak seperti perosotan, ayunan dll. Banyak komunitas yang sering berkegiatan di sini. Di gazebo di bagian tengah taman pun sedang ada kegiatan komunitas penyayang kucing. Melengkapi fasilitas taman kota ini ada  wifi gratis, bangku taman dan kolam ikan kecil, dan Tugu Resolusi Rakyat Bekasi. Tugu ini sebagai peringatan pembentukan wilayah administrasi Bekasi.

Taman Kota Bekasi

 

Tak jauh dari  pintu masuk Taman Kota  ada terowongan tumbuhan yang terbentuk dari  tanaman markisa yang dirambatkan pada para-para besi melengkung. Terowongan markisa ini cukup panjang, nyaman berjalan di bawahnya, bisa  berlindung dari panasnya sinar matahari. Tanaman markisa ini berbunga merah, yang mana sempat kuduga  itu bunga dari tanaman lain, karena  yang sering kulihat markisa berkembang  ungu .  Jadi sangat ingin tahu jenis dan rasa buah markisa itu.

 

Taman Kota sebagai paru-paru kota tentu saja bisa menjaga  keseimbangan ekologi, mengurangi polusi udara, sebagai daerah tangkapan air,  tempat hidup aneka satwa, serta sebagai sarana rekreasi dan silaturahmi. Ada yang bilang bila sering sosialisasi di taman orang akan bersikap lebih santun dan sabar, semoga saja ya. Pohon-pohon pelindung yang ada di sini antara lain trembesi, beringin, sawo kecik, tanjung, jamblang, mindi, sampai pucuk merah dan lain-lain yang dilengkapi dengan papan nama lengkap dengan nama binomial masing-masing. Yang masih kurang hanya tanaman hias berbunga.

Kayu Lapuk


Kayu Lapuk, this picture is my participation for Dailypost Weekly Challenge : Abstract

Secara umum pohon-pohon terpelihara, walau sebagian rumput kering di sana sini, petugas kebersihan berkeliling membersihkan sampah yang ditinggalkan pengunjung. Bahkan ada yang membuang botol minuman bekas di tajuk tanaman pucuk merah. Sikap pengunjung  obyek wisata di mana-mana masih sama saja serampangan buang sampah.  Sebel deh…..  Untungnya tak lama rasa  mangkel itu bisa digantikan dengan sikap manis seorang anak, yang membuat aku dan suami berpandangan takjub. Ada sikap yang melegakan dari seorang pengunjung muda, seorang bocah lelaki usia SD yang melarang adik perempuannya yang ingin duduk di batang kayu lapuk itu. Katanya “jangan, nggak boleh duduk di situ, itu kan punya Kota”. Terima kasih ya nak, semoga saja masih banyak pengunjung Taman Kota Bekasi yang bersikap sepertimu.

Kunjungan ke Taman Kota seperti ini menurut Peri Kebun , mbak Prih Rynari  menyiratkan kepedulian sebagai penyulam bumi. Terima kasih mbak telah memberiku julukan baru selain peri gigi, dan  pecinta museum.  Masih sedikit sebetulnya yang kulakukan sebagai  penyuka tanaman dan lingkungan. Aku baru bisa sebatas bersedih ketika  melihat pohon yang ditebang hanya dengan alasan tajuk pohon-pohon itu menyeramkan. Aku tak mampu mencegahnya, bahkan pohon pengganti, matoa, yang ditanam pak suami dari biji akhirnya kubawa kembali pulang ke rumah karena takut dibuang oleh orang yang kepingin pohon yang berbuah instan.

29 COMMENTS

  1. Taman Kota Bekasi cantik ya, MM. Kalau setiap kota punya Taman seperti ini Indonesia akan tambah hijau royo-royo. Untuk tujuan wisata warga lokal juga asyik, main bersama anak-anak dikala sore, atau duduk duduk sebentar di bangku taman kalah jenuh di rumah 🙂

    • kalau dibilang cantik menurutku sih baru lumayan aja uni
      yang penting sudah berhasil menghijaukan

  2. Di satu sisi taman yang dipagari kurang mengundang orang untuk masuk, tetapi di sisi lain kalau tidak dipagari gimana juga itu ya nasib tanaman dan tamannya? Hahahaha

    • iya tamannya dipagar dan ditutup kalau sore, saat itu warga ngumpulnya di alun2 depannya yang udah pakai paving block..
      mungkin di situ rame banget penuh orang jualan, sisa2 bau asam sampah sisa makanan masih tercium

  3. Aku sering kesini nih Mbak Monda, soalnya tante sama Om kan di Bekasi, jadi sering ke taman kota sini. Dulu aku ga terlalu suka ke taman karena rame banget, maklum akunya ga terlalu suka keramaian. Eh pindah malah doyan ke taman soalnya sepiii 😀

    • ooh justru di sana taman sepi ya? mungkin karena punya taman banyak ya? di Bekasi baru ini aja yang cukup besar jadi rame terus

  4. Selalu ada yang baru kalau berkunjung ke aneka taman kota. Bekasi menyuguhkan ‘mbah Jamblang’.Terima kasih Mbak, selalu tekun menyulam bumi melalui kunjungan dan postingan taman kota. Salam hijau

    • yang ungu itu eksotik ya…, banyak sulurnya, yang merah ini lebih sederhana proflnya tapi menyolok…sama2 jelita

      • Selamat pagi.. salam kenal ya mba… minta info nya mba, di taman situ boleh bawa Hewan peliharaan gak ya mba? Terimakasih

  5. sering lewat tapi belum pernah mampir, soalnya kalau lihat dari luar .. biasa banget ya … coba ditata lebih kreatif gitu ya … kayak di kota2 lain … di kota2 kecil di jateng dan jabar aja tamannya lebih menarik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here