Sudut Santai

33
121

Rumah tempatku pulang. Rumah tempatku membangun keluarga. Rumah juga tempatku beristirahat saat lelah melanda. Tentu ada sudut-sudut favorit di rumah yang sering dipakai bersantai menghilangkan suntuk.  Pojok kesukaanku itu ada di ruang tamu. Tak hanya favoritku sebetulnya, anak-anak dan bapaknya pun suka di situ, kadang-kadang suka rebutan he..he..  bikin suasana jadi seru.

Apa yang menyebabkannya jadi tempat favorit?

notebook

Letak sudut favorit semua anggota keluargaku  itu adalah di ruang tamu. Ruang  itu sengaja dibuat hanya kecil saja menyesuaikan dengan semakin sedikitnya kunjungan tamu he..he…. dekat jendela  dan pintu utama. Bila duduk di situ bisa memandang keluar  menikmati kehijauan daun-daun bisbul, merasakan angin yang bertiup  melalui jeruji jendela dan pintu kawat nyamuk terasa sangat  menyejukkan.

Furnitur di tempat ini sepasang kursi tunggal model sedan plus meja, dan sebuah lemari pendek ukir khas Palembang.  Bantalan kursi sedan   tebal dan empuk  sangat nyaman  untuk bersandar santai. Di ruang ini tempat kami anak beranak berkumpul bersenda gurau. Di sini juga tempatku memangku notebook  untuk ngeblog, karena tak  punya   working space khusus. Lelah menatap layar komputer pandangan dialihkan sekejap ke arah hijaunya dedaunan di luar sana. Saat bosan duduk di kursi bisa  langsung ganti posisi turun  ke lantai dan ngeblognya lesehan saja. Asyik mengabadikan sudut favorit  untuk giveaway ini barulah  kusadari ada bayangan  pohon  berbunga kuning  kecil halus, berpolong  dengan daun-daun kecil dari keluarga Caesalfinniacea yang memantul  di lantai rumah.

sudut santai

Di balik dinding ruang tamu itu juga pojok favorit  tempat menyalurkan kegemaran bertanam.  Hanya ada lahan sedikit di sudut ini tempat meletakkan  Anthurium. Seharusnya sudah saatnya mengganti pot karena  akar-akarnya sudah padat hi..hi ..  tapi kok ya masih belum tergerak melakukannya,  keder dengan ukuran anthurium yang besar dan  berat jika dikeluarkan. Selain itu  di bagian depan ini ada sebatang   pohon  matoa yang ditanam suami di luar pagar. Halaman rumah kami tak  mencukupi,  padahal ingin  sekali menanam segala jenis pohon buah langka.   Anakan matoa pemberian tetangga  kini sudah semakin tinggi dan memberi naungan yang mendinginkan ke arah rumah.

Alhamdulillah, sudut-sudut santai ini berhasil membuat kami sekeluarga betah menghabiskan waktu   berkualitas bersama.

Tulisan ini diikutkan pada Giveaway For Food Photography Lover

33 COMMENTS

    • betul Chi
      jadi terharu deh, kalau abis pergi jalan2 itu anak2 suka bilang home sweet home, walau rumahnya sederhana tapi suasananya dirindukan

    • uni terima kasih,
      ini yang dikasih lihat cuma dikit, kalau yang nggak difoto berantakan juga he..he…

    • thank you sarannya Umami,
      iya impian juga tuh pakai kursi ayunan atau kursi goyang di teras
      cuma ini jendela sengaja ditutup, mau difoto biar lega he..he.., aslinya nggak ada space lagi

    • monggo pinarak mbak,
      jadi suka sama anthurium ketularan ibuku mbak, itu yg paling besar di pojok pemberiannya..
      udah 20 tahunan umurnya

    • sama aja kak..
      aku pilih tanaman yang nggak perlu banyak perawatan, yang penting hijau dan hidup he..he..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.