Situs Penampungan Turi

25
134
Situs Penampungan Turi

Situs Penampungan Turi

Jalan-jalan ke berbagai tempat  siap saja mendapat kejutan kecil, menyenangkan mau pun tidak.  Surprise ini yang membuat perjalanan terasa lebih mengesankan. Kejutan kali ini adalah tak disangka ketemu sebuah situs lagi. Daerah kecamatan Turi  di  Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tak hanya dikenal dengan Agrowisata Salak Pondoh Sleman Ternyata di kecamatan  ini ada banyak  kekayaan wisata. Petunjuk jalan menuju Agrowisata Salak  seringkali berdampingan dengan plang arah menuju Situs Penampungan Turi.

Apa ya yang dinamakan  Situs Penampungan Turi itu?

Kusangka tak akan sempat mencari tahu tentang obyek tersebut, karena hari semakin beranjak siang dan perut pun sudah minta diisi. Rencananya ke kebun salak pun hanya akan singgah sebentar.  Siapa yang menduga  Situs Penampungan Turi persis berhadapan dengan Agrowisata Salak.

Situs Penampungan Turi

Pemandu di Agrowisata Salak Pondoh  bercerita  bahwa di salah satu sudut kebun buah berduri ini pernah ditemukan arca dan berbagai artefak lain.  Tak hanya di satu tempat.  Banyak lagi ditemukan benda bersejarah di desa ini.  Katanya itu sebabnya desa ini juga dikenal dengan nama  lain desa candi. Dari dusun-dusun lain  di Kecamatan Turi pun sering ditemukan benda yang sama.

Umumnya  benda-benda kuno tersebut ditemukan tak sengaja oleh warga di ladang atau di lahan pertanian. Persis banget  ya seperti cerita  penemuan Candi Kimpulan di Kampus Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.

Situs Penampungan Turi dibuat agar benda-benda kuno tersebut tetap aman. Memudahkan pula bagi para ahli arkeologi untuk melakukan penelitian.   Situs Penampungan Turi bukan satu-satunya lokasi penyimpanan artefak di wilayah ini lho, ada beberapa buah lagi. Googling saja dengan kata kunci situs penampungan.

Selepas jelajah kebun salak dan beli salak pastinya, melipir  sebentar banget ke lokasi situs, walau dengan nada protes dari anggota rombongan raun  termuda he.. he.. Hanya sempat membidik gambar satu dua petik.  Makanya tulisan ini dibuat saja mana tahu ada jodoh bisa ke sini lagi, sebagai pengingat masih ada obyek yang bikin penasaran.

 

Sumber : http://www.antarafoto.com/seni-budaya/v1370494233/penampungan-bcb-turi

Situ Penampungan Benda Cagar Budaya di  Turi ini menampung  banyak temuan  dari dusun-dusun di  sekitarnya. Barang-barang peninggalan sejarah masa lalu itu diletakkan di ruang terbuka dan terkena panas dan hujan.   Ruang terbuka ini  ditanami rumput, diberi paving block dan  landasan bersemen untuk peletakan obyek.   Yang kulihat dari jauh ada yoni (simbol wanita), lingga (simbol pria), frgamen candi, arca Nandi yang agak gompel.  Setelah browsing katanya ada 194  benda di sini selain yang kusebut  yaitu ada  antefik (hiasan bagian luar candi berbentuk segi tiga),   hiasan Kala (berbentuk kepala rakssa), peripih , kemuncak  dan lesung.

Nah, melihat banyaknya benda yang tersimpan di satu Situs Penampungan seperti Turi ini, kok aku jadi membayangkan ada kompleks candi besar di sini he.. he.. Semoga saja para ahli bisa segera menemukan jawabannya.

 

25 COMMENTS

  1. Saya masih kagum dengan adanya rumah penyelamatan yang satu ini, terus baca bahwa ada beberapa lagi di sekitarnya. Wah, perjalanan keliling Yogya bakalan sangat berwarna, nih. Terima kasih informasinya, Mbak. Hindu-Buddha pernah berkuasa dan jadi mayoritas di Jawa. Tidak heran peninggalannya pun demikian banyak. Hemat saya, dulu pasti ada banyak tempat ibadah di pulau Jawa, yang berupa candi atau sanggah pemujaan. Mungkin jumlahnya dulu itu kurang lebih dapat disamakan sebagaimana keberadaan masjid kini.

    • iya masyarakat kita sudah religius sejak dulu ya, tak heran banyak ditemukan candi..
      ditunggu ya pengamatan detail dari Gara di beberapa situs penampungan

  2. Bonus perjalanan ini namanya ya Kak.
    Perjalanan dalam beda generasi dan kesukaan, memang harus benar2 bisa memanfaatkan waktu yg ada agar semua senang 🙂

    • kuncinya memang harus kompromi dengan semua anggota rombongan, sebisa mungkin bisa mendatangi sesuai kesukaan masing2

  3. Bonus luar biasa dari agrowisata Turi mendapati situs purbakala dihadapannya ya mbak. Moga catatan ini menjadi bagian pegangan buat perunut situs. (Punten ya Adek…mama belok bentar hehe)
    Wah stok pengalaman berkunjung Solo Yogya kemarin melimpah ya mbak. Trim banget bisa ikut nikmati postingan ini.
    Salam

    • ya betul mbak.., ada banyak yang bisa diceritakan, makanya agak sulit juga mau cerita apa dulu he.. he.. sebetulnya bingung mau mulai dari mana,
      daerah Yogya Solo itu begitu banyak obyek wisata, masih kurang juga waktu liburannya he.. he..

  4. Bu Mondaaaa, ini gara2 smlm ngobrolin Situs Gunung Padang, trs liat postingan ini, jd mikir sih, jaman dulu itu sptnya bagus buat dicari tau yah, penasaran sm cerita2 jaman kuno deh 🙂

  5. Menarik sekali. Kalau tak salah candi Borobudur dulu sekali juga pernah terkubur karena letusan gunung Merapi ya? Tak heran kalau sampai sekarang masih bisa diitemukan artifak bersejarah yang juga terpendam.

  6. Aku ya Mba, setiap baca berita tentang penemuan situs, jadi suka ngebayangin klo mungkin beberapa ratus tahun nanti, bangunan2 yang ada sekarang akan menjadi situs yang ditemukan pada kehidupan selanjutnya kali ya. Hehehe

  7. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda….

    Semua penemuan tersebut membuktikan wujudnya kota-kota di zaman kuno yang buktinya bisa kita liat sekarang walau hanya cebisan sahaja namun budaya dan bangsanya pernah wujud untuk menjadi pengajaran kita. Untungnya mbak dan rombongan mendapat yang bisa dikongsikan. Jika tidak kita juga tidak tahu.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • wa alaikum salam, iya kak sisa2 masa lalu itu layak dipelajari supaya kita tahu apa yg pernah terjadi dulu dan berharap kita tak mengulangi kesalahan yg sama

  8. di daerah jogja sekitarnya memang banyak sekali peninggalan benda benda kuno, spertinya nanti akan lagi diketemukan “benda2” lainnya. Mudah2-an tidak jadi jarahan para pedagang benda2 kuno

    • iya itu harapan kita, tapi tampaknya sebagian besar masyarakat sudah semakin sadar benda bersejarah akan lebih bermanfaat bila diserahkan saja kepada yang berwenang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.