Serba Serbi Masak Rendang Dengan Resep Andalan

19
259
cara memasak rendang

Beberapa hari lagi lebaran tiba.  Para ibu sudah mulai sibuk menyiapkan hidangan yang akan disajikan untuk keluarga di hari besar itu nanti. Aneka makanan yang sudah  menjadi menu khas hari raya Idul Fitri mulai dipersiapkan.   Dari sekian banyak jenis  masakan biasanya yang pertama dimasak adalah rendang  karena makanan ini awet.   Mulai deh mengeluarkan resep rendang andalan keluargaku.

Alhamdulillah jaman sekarang ini segalanya bisa dipermudah. Mau masak rendang relatif lebih simpel, tak terlalu menghabiskan banyak waktu untuk menyiapkan bahan-bahannya.  Semakin mudah tugas para ibu memasak rendang. Menyiapkan bumbu rendang sekarang lebih gampang. Tak perlu berlelah menggiling bumbu sampai tangan terasa panas terkena cabai.

 

cara memasak rendang
sumber : Rendang LJ Sabana Lamak

Di pasar dekat rumah ada penjual bumbu masak yang sudah digiling. Dari beberapa kali mencoba ternyata si uni ini pintar kalkulasi bahan. Pembeli hanya menyebut mau masakan apa, misalnya opor ayam  atau rendang daging. Uni akan tanya berapa ekor  ayam atau berapa kilogram daging yang akan dipakai. Dengan lihai dia akan menyendok bumbu halus berwarna oranye, oh itu kunyit, lalu cabai merah halus, bawang merah halus dan campuran aneka  bumbu lainnya.  Setelah itu dia akan kasih saran  menambahkan daun kunyit, sereh dan salam atau perlu berapa butir kelapa. Pesan ibuku kalau beli bumbu halus ini diperhatikan karena uni suka menambah aneka rempah,  nanti rasanya jadi seperti kari.

Beli bumbu sudah, lalu lanjut beli kelapa. Lebih praktis beli kelapa yang sudah diparut memakai mesin parutan kelapa, atau langsung ke mesin pemeras santan saja.

Nah, tugas ibu di rumah hanya cuci daging sampai bersih. Siapkan wajan besar dan sudip pengaduk. Masukkan bumbu halus, kemudian santan encer dan santan kental.  Tugas yang paling  membosankan he.. he..  karena mengaduk santan tak boleh ditinggal, nanti akan pecah santan dan rasa rendang  tak akan sempurna.  Beratnya pekerjaan mengaduk ini  bila santan mengental  dan sudah masuk daging. Tenaga rasa terkuras habis deh.

Bandingkan dengan persiapan masak rendang jaman dahulu, ya kurang lebih 10 -20 tahun lalu deh.

Masak rendang sendirian tentu sangat merepotkan. Maka mulai deh ibuku memanggil kami supaya  turun tangan ikut bantu di dapur. Kami pun berbagi tugas.  Ibuku maunya bumbu harus dihaluskan di penggilingan batu. Beliau itu  tak suka pakai blender. Bau langu katanya.  Tugas ini dikerjakan oleh mbak art yang sudah lama ikut keluarga kami. Anak-anak ibuku tak ada yang mau dibebani tugas ini.

Selesai giling bumbu, harus parut kelapa sekalian diperas dong. Patokannya 1 kilo daging perlu 3 butir kelapa. Dan namanya untuk Lebaran tak pernah masak rendang hanya satu kilo.  Hitung deh jumlah kelapanya. Jadi untuk parut kelapa sekian banyaknya itu harus dua orang.

Nah untuk peras santan itu yang agak perlu tenaga. Resep dari keluarga ibuku, peras santan untuk rendang itu tidak boleh dikasih banyak air. Paling banter boleh dikasih air hangat secangkir untuk 3 buah kelapa parut. Alasannya supaya daging rendang tidak hancur karena diaduk terlalu lama menunggu  kuahnya kering.

Maka, tugas memeras santan itu menjadi tugas yang paling dihindari. Berat dan susah sekali keluar santannya.  Pekerjaan ini biasanya dilakukan berdua. Masing-masing memegang ujung kantong  kain yang berisi kelapa parut, kemudian   diputar sampai keluar santannya. Berulang-ulang dilakukan sampai tak ada lagi santan yang keluar. Telapak tangan sampai memerah.

Kalau memeras sendiri, salah satu ujungnya diikatkan di kaki kursi he..he..

Ada inovasi baru untuk memeras santan, ala tradisional ya. Alatnya seratus persen manual bukan mesin. Alat yang kemudian kutahu disebut dengan nama kacik (Minangkabau).  Sempat lama cari-cari gambar kacik ini di google,   nggak muncul juga. Padahal pernah lho terlihat tampil di film. Artikelnya kutulis di Tabula Rasa, Rasa Pulang Kampung

Kacik itu  dibuat dari kayu dan berbentuk kuda-kudaan, ada lekukan di tengahnya. Mirip bangku dengan dua lapis dudukan. Lapis atas bisa diangkat. Bungkusan kelapa parut dalam kantong kain diletakkan pada lekukan di lapis bawah. Kembalikan lapis atas dan tekan, duduki kalau perlu. Maka santan akan keluar dengan mudah ke dalam baskom di bawah kacik.    Sangat praktis dan cepat, dan sudah pasti tak ada telapak tangan merah.

Ini contoh resep  yang biasa dikerjakan ibuku

  • 1 kg daging has dalam
  • 3 buah kelapa tua
  • Kelapa parut gongseng, lalu digiling sampai keluar minyak (bisa diganti dengan kemiri)
  • Daun salam, serai, daun jeruk, daun kunyit
  • Jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, cabai

Untuk jumlah bumbu masaknya, ibuku punya cara unik, beliau tak bisa menyebutkan jumlahnya tetapi harus bawa bawang atau cabe ke depannya, dilihat dulu besarnya baru dia bisa tentukan berapa banyak yang akan dipakai. Nanti deh aku timbang  dulu ya, supaya bisa kasih jumlah rinci. Insha Allah diupdate.

Memasak rendang ini walau repot tetapi senang bila  menicum aroma  harum kelapa gongsengnya. Suka banget. Rendang pun jadi terasa khas kampung dan membawa ingatan pulang  ke saat-saat berkumpul sekeluarga besar di rumah opung.

Rendang yang mulai mengental pun punya aroma tak terlupakan, namanya kalio. Aroma yang membahayakan bagi anak-anak ha.. ha…, karena entah berapa kali dulu itu aku batal puasa  hanya demi makan kalio dengan nasi panas. Perlu diketahui  rendang bisa disebut dengan nama berbeda  sesuai kekentalan kuahnya. Dimulai dari  gulai karena kuahnya masih banyak, kalio bila kuah sudah mengental tetapi belum kering betul, dan rendang bila sudah sangat kering.

Sumber : Randang LJ Sabana Lamak

Selain dari daging sapi rendang bisa dibuat dari  ayam, telur dan  lokan (semacam kerang air tawar). Rendang lokan juga sangat istimewa, khas dari derah Painan. Ketika itu pernah dikirimkan oleh salah seorang kerabat.

Rendang juga bisa dibuat dari daun-daunan.  Dua tahun ini ikut mencicipi rendang daun pakis yang sama enaknya dengan rendang daging sapi, kiriman ibu rekan kerjaku dari kampuang nan jauh di mato.

Ini komentar di tulisanku terdahulu dari  rekan blogger yang foto-fotonya kupinjam. Waktu itu aku bertanya kepadanya tentang rendang daun kayu atau daun suren.

rendang daun kayu.. emak juga baru denger dr MS semalam.. menggunakan bahan dedaunan, terdiri dari daun surian, daun jirak, daun mari-mari, daun rambai, dan juga daun arbai.

kak, sebenarnya gak mengherankan jika ada beraneka jenis rendang di ranah minang.. karena pada dasarnya ‘rendang’ adalah teknik memasak.. apapun bahan yg digunakan, jika teknik memasaknya adalah dengan cara ‘marandang’ maka itu disebut rendang.. rendang daging, rendang paru, rendang hati, rendang lokan, rendang belut, rendang ayam, rendang itik, rendang paku (pakis), rendang jariang (jengkol), randang ubi, randang telur, rendang tongkol, randang kacang paga (semacam kacang merah). daannn masih banyak lagi.. tergantung bahan apa yg banyak tersedia di kampung tersebut.

 

Sebagai salah satu unsur hidangan lebaran, di rumahku rendang dimakan bersama lontong plus sayur lodeh, opor ayam dan tauco udang. Nikmat tiada tara ha..  ha.. .   walau menyalhi aturan  makan protein hewani sampai 3 jenis sekaligus. Sesekali cheating nggak apa ya kan. Lain daripada itu rendang pun bisa dimakan bersama ketupat ketan. Cara membuat ketupat ketan dengan memakai sarang ketupat ukuran kecil yang diisi beras ketan putih sampai terisi 3/4 bagian. Ketupat ini dimasak dalam  santan kelapa. Hidangan ini pun jadi incaran para tamu yang  datang silaturahmi ke rumah ibuku.

Demikian serba serbi  tentang rendang, lalu setelah matang dan didinginkan rendang dimasukkan dalam  beberapa  kotak dan disimpan dalam freezer. Bila akan digunakan tinggal memanaskan dalam kukusan atau magic jar saja.

19 COMMENTS

  1. Menyimak dengan khidmat prosedur masak rendang. Pernah mendapat kiriman rendang telor, tapi tidak bulat telor rasanya seperti irisan. Wah jadi lapar nih..

    • rendang telor imitasi itu baru ada sekitar 8 tahun belakangan, bu.. mungkin dulu diciptakan sebagai penghibur bagi anak kost yg pingin makan rendang walaupun faktanya lebih mirip serundeng saja. kelebihannya gak usah dipanasi dan murah.. kekurangannya ada di rasa dan nilai gizi. Mungkin lebih nendang makan rendang pakis atau rendang daun kayu..

  2. Glek, jadi pengen rendang!! Di sini bumbunya yang sudah jadi dijual di supermarket Asia sih. Tapi rasanya nggak semantap yang di Indonesia, hahaha…

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda…

    Beningkan hati dengan zikir
    cerahkan jiwa dengan cinta
    lalui hari dengan senyum
    tetapkan langkah dengan syukur
    sucikan hati dengan permohonan maaf

    kami sekeluarga mengucapkan selamat idul fitri…
    mohon maaf lahir dan batin.
    semoga kita mendapat berkah dan rahmat Allah selamanya, amin….

    Selamat Hari Raya Aidilfitri,
    Maaf Zahir dan Batin.

    Salam Syawal dari Sarikei, Sarawak.

  4. Dari sekian macam rendang, baru pernah coba rendang daging sapi, rendang daging ayam dan rendang paru.
    Pengin coba rendang lokan, kelihatannya sedap ya Mbak?

  5. Rendang selalu bikin kangen kampung halaman. Sekarang rendang pakis banyak jadi oleh-oleh dari kampung saya untuk orang rantau.

    • di rantau jarang ada pakis da, bikin rindu memang..
      orang Jakarta jarang yang tau makan pakis, kami sampai nitip sama teman yang punya ladang di gunung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.