Selisik Candi Jiwa dan Blandongan di Karawang

26
2164
Candi Blandongan Karawang

Candi Blandongan Karawang

Di Jawa Barat ada candi bun? Demikian pertanyaan seorang teman.  Memang,  kalau ingin wisata candi awalnya hanya tahu ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di kedua propinsi ini gampang banget  mencari obyek wisata candi. Mau lihat candi yang megah? Ada candi seperti Borobudur dan Prambanan.  Atau mau lihat  candi-candi kecil tetapi dengan bentuk khas? Datangi saja candi Sukuh, candi Singosari atau candi Pari.

Ternyata di propinsi Jawa Barat masih ada candi selain Candi Cangkuang di Garut. Nah, Candi Jiwa dan Candi Blandongan   letaknya tak jauh dari ibukota, ada di kabupaten Karawang.

Baca juga :  Candi Cangkuang dan Kampung Pulo

Gaung keberadaan candi-candi di Batujaya, Karawang propinsi Jawa Barat ini  mungkin belum terdengar luas. Ya ditemukannya saja belum lama kok, tahun 1984.

Sekian lama mendengar keberadaannya, belum sempat juga lihat langsung ke lokasi. Pikirku palingan masih dalam tahap penelitian dan ekskavasi. Pasti masih banyak arkeolog yang kerja keras di situ. Kedatanganku nanti yang cuma bisa nonton pasti akan mengganggu kerja serius mereka. Jangan-jangan pun lokasi  masih tertutup.  Padahal dalam hati sih  kepengen juga  ikut belajar  ditel ilmu penggalian peninggalan sejarah.

Rute Perjalanan ke Candi Jiwa Karawang

Akhirnya jadi juga ke Karawang Barat. Berdua suami berangkat dari rumah jam 10 pagi  di bulan Agustus. Berangkat jam segitu terlalu siang  tampaknya. Sampai di lokasi sudah waktu zuhur, hanya keliling dua candi saja sudah nggak sanggup lanjut. Perut  sudah berteriak minta diisi ha.. ha..

Kompleks Percandian Batujaya gampang diakses.

Yang termudah dari Jakarta bisa melalui jalan tol ke arah Cikampek dan keluar di pintu tol Karawang Barat. Tanya kepada petugas loket tol katanya ikuti saja papan petunjuk. Plang arah jalan menyatakan jaraknya 49 km. Dari pintu keluar tol ini lurus saja lalu setelah melewati jalan layang berbelok ke kiri.

Oh ya, di papan petunjuk itu kelihatannya banyak obyek wisata menarik di wilayah ini. Ada arah ke beberapa curug dan pantai. Layak banget nih sepertinya didatangi. Catat, mungkin lain waktu bisa ke sini lagi.

Ikuti jalan ini sampai tiba di persimpangan lampu merah. Ambil jalan ke kanan menuju Rengasdengklok. Susuri jalan ini sampai jumpa  Pasar dan Terminal  Rengasdengklok.  Setelahnya belok ke kanan, kira-kira beberapa ratus meter sampai pertigaan langsung belok kiri ke utara.  Dari titik ini tampak lagi markah arah, dan  dapat informasi jaraknya ke lokasi percandian masih 20 km lagi.

Batujaya Karawang

Jarak 20 km ini menyusuri tepi Saluran Induk Tarum Barat, milik PDAM.  Hanya ada beberapa ratus meter jalan yang masih diaspal, selebihnya beton mulus. Kendaraan pun bisa melaju dengan halus. Hambatan hanyalah adanya para  remaja  pencari dana untuk pesta hari kemerdekaan RI yang berdiri di tengah jalan di beberapa tempat. Jalan yang hanya dua lajur itu jadi sempit deh.

Petunjuk arah terus ada di sepanjang jalan, jadi nggak usah takut kesasar. Walau begitu demi menenangkan hati tetap saja kami beberapa kali bertanya pada warga.

Yang menarik juga pemandangan di perjalanan. Kabupaten Karawang itu kan sudah lama dikenal sebagai daerah lumbung padi. Sudah pasti hamparan sawah menguning sangat memuaskan penglihatan. Di sepanjang  Saluran Induk Tarum Barat pun puas mengamati kesibukan pertanian sambil lalu. Lucu deh lihat kawanan domba yang punggungnya dilabur cat warna-warni, mungkin identitas pemilik ya.

batujaya-karawang-1

 

Air di saluran  ini bersih, bening dan tenang, ada warga yang memanfaatkan ambil airnya dan berkegiatan di situ, ada yang mandi juga he.. he.. Jadilah di permukaan yang hampir menyerupai kaca itu terpantul bayangan. Salah satunya  foto masjid kuning  yang kuikutkan pada Weekly Photo Challenge beberapa bulan lalu.

Setelah dua jam perjalanan tiba di lokasi.  Di sini ada loket dan lahan parkir yang tarifnya seikhlasnya.  Dari titik ini tampak dua buah candi terlihat gagah walau tak sempurna bentuknya. Candi Jiwa terlihat di depan dan Candi Blandongan di latar belakang.

Lokasi kedua candinya ada  di tengah sawah yang sedang dibajak.  Jalan setapak menuju candi sudah dibeton dan ada tiang lampu untuk penerangan malam hari.  Siang itu sinar matahari terik sekali. Panas banget. Sebaiknya bawa payung dan topi  kalau ke sini ya.

Tapi sebelum sampai ke kedua candi, pandangan tertumbuk pada tanah berpagar di sebelah loket.  Ada gundukan tanah rendah dengan batu bata menyembul di beberapa tempat. Itulah situs Damar yang belum diekskavasi atau digali.

Candi Jiwa Karawang

Candi Jiwa Karawang

Candi Jiwa sudah hampir selesai direstorasi, dan sudah dipagari. Sudah terlihat rapi. Di sekelilingnya ditanami rumput dan pohon besar di sudut, lumayan banget untuk berteduh.  Candi dibangun memakai batu bata merah, dan tanpa ukiran atau relief.

Cerita penemuan Candi Jiwa dan Blandongan ini seru lho.  Awalnya para peneliti arkeologi menemukan arca di Cibuaya tahun 1950an, yang lokasinya  masih di Kabupaten Karawang.  Bertahun berlalu, para peneliti  yang masih meneliti Cibuaya dapat informasi  lain. Masyarakat cerita ada benda-benda seperti yang ditemukan di Cibuaya dalam jarak sekian kilometer.

Pada 1984 di lokasi  desa Segaran kecamatan Batujaya ahli-ahli arkeologi menemukan benda-benda purbakala di sekitar gundukan tanah di tengah sawah. Unur, sebutan dari masyarakat, itu telah ditumbuhi rumput dan ilalang, bahkan pohon pisang.

Dari penelitian itu ada beberapa dugaan, jika candi-candi  tersebut dibangun antara abad 4 sampai 5 Masehi. Bahkan, ada juga ahli sejarah yang menyebutkan candi tersebut se-zaman dengan Kerajaan Tarumanegara. Teori lain yang menyebutkan candi tersebut merupakan peninggalan zaman megalitikum. Itu karena ditemukan  bangunannya merupakan batu berbentuk tegak (menhir) dan terdapat batu besar (dolmen).

Candi Blandongan Karawang

Melangkah ke candi Blandongan yang masih berpagar seng ketemu dengan penjaja cangcimen  (kacang kuaci permen). Si bapak ini sempat cerita dalam wilayah  5 kilometer  ada kurang lebih  50 situs yang  belum dibuka. Dia juga kasih informasi di kejauhan  itu ada candi yang masih tahap penggalian.

candi blandongan karawang

Kok si bapak bisa tahu sih? Dia bilang sering mampir ke museum. Lho baru tahu deh ada museumnya.  Keren deh pak, secara tidak  sengaja malah jadi pemandu wisata dadakan.  Museum ada di bagian depan di tepi jalan desa.

Takjub dan jadi bersemangat lho dengar petujuk ini. Sekian banyak situs yang   menanti giliran untuk tampil satu persatu ke atas panggung khasanah cagar budaya. Membayangkan luasnya, mungkin menyamai situs Trowulan. Makanya lebih tepat dinamakan Percandian Batujaya karena terletak di kecamatan Batujaya dan Pakisjaya.

Penelitian dan ekskavasi masih terus berlanjut, mungkin menunggu giliran anggaran pemerintah. Di dekat Candi Blandongan  juga ada situs yang masih dikelilingi seng yang belum selesai ekskavasi. Juga masih ada unur yang saat itu jadi tempat angon kambing. Salut juga dengan masyarakat sekitar situ, setelah berpuluh bahkan beratus tahun unur-unur itu tetap dibiarkan dan tak dibuka untuk sawah. Keramat katanya, nggak berani ganggu. Mungkin itulah kearifan lokal a la Batujaya.

Di balik pagar seng  ada Candi Blandongan dan gubug  dengan tempelan informasi seputar restorasi. Tampaknya Candi Blandongan  belum selesai dipugar. Di gubug mash ada batuan, juga di pojok selatan candi masih ada tumpukan batu berantakan. Candi ini relatif lebih lengkap dibanding candi lainnya, dan lebih besar (25 x 25 meter). Ini gambaran candi Blandongan dari arah atas, kufoto dari spanduk informasi.

Candi Blandongan Karawang

Menurut keterangan di gubug, teknologi dan arsitektur candi ini paling raya dibanding candi lainnya. Di ke empat sisi candi ada tangga masuk beranak tangga 8. Pintu utamanya di sisi barat laut. Di kiri kanan pintu utama ini terdapat relung yang biasanya digunakan untuk menempatkan arca.

Di sisi utara candi malah ketemu dengan 4 remaja cantik yang tiduran di rumput.  Jadi ikutan istirahat bareng di bawah pohon. Mereka ini siswa kelas 1 sebuah  SMK di wilayah Bekasi. Katanya naik motor ke sini cukup dekat. Jadilah ngobrol ke sana kemari dan mereka kasih info tambahan tentang percandian ini.

selisik-candi-blandongan

Bersama mereka kemudian menuju ke museum. Mereka awalnya ragu mau masuk museum karena keder  harus bayar lagi he.. he.. Karena melihat mereka antusias dengan candi ini akhirnya mau  juga kuajak menemani.Di Museum kecil ini disimpan berbagai temuan dan foto-foto  proses ekskavasi dan restorasi. Tampak ada berbagai jenis bentuk batu bata penyusun candi, keramik, fosil daun dan tulang manusia prasejarah.

Menarik menanti perkembangan selanjutnya dan  tersibaknya sejarah lengkap kompleks percandian Batujaya ini. Kompleks percandian ini tampaknya sudah menarik minat banyak pengujung selain kami. Yuk main-main ke Candi Jiwa dan Cand Blandongan di Karawang.

 

26 COMMENTS

  1. Wah, ternyata ada candi juga ya di Jawa Barat. Aku jadi penasaran dengan sejarahnya, mengingat Jawa Barat dulunya kan lebih dikuasai Kerajaan Sunda daripada Majapahit. Uniknya, kalau memakai batu bata merah berarti lebih mirip dengan candi di Jawa Timur daripada di Jawa Tengah ya. Hmmm…

    • material candi dari batu bata merah mungkin karena bahannya mudah didapat..
      sama seperti di Jawa Timur dan Jambi
      kalau di Jawa Tengah banyak batu dari muntahan gunung berapi, proses buatnya lebih rumit karena harus memahat batu

  2. Kalau lewat Rengasdengklok sepertinya ambil jalan memutar ya Mbak. Dulu waktu kami ke sana ada jalan tembus dari samping stasiun, antara Cikarang atau Lemahabang saya lupa tapi nanti langsung ke utara tembusnya pas di pertigaan yang ada SPBU-nya. Ya tapi itu nggak lewat tol sih, hehe.
    Mungkin kalau ini sudah tergali semua, bisa jadi World Heritage Site yah Mbak… habisnya banyak banget unur sejauh mata memandang di sana, dan datarannya hampir-hampir tak bergunung, ideal banget buat membangun kompleks pemujaan yang masif. Tapi meski ada yang bilang candi ini dibangun di masa Hindu tua, teknologinya sepertinya sudah sangat maju. Itu sambungan-kuncian batu yang tampak di foto sangat teratur. Ah, candi ini memang masih banyak misterinya. Termasuk dengan bata-bata merahnya.

    • aku awam dengan daerah sini Gara,
      paling mudah ya lewat tol aja,
      makanya itu kaget aja cewek2 SMK itu dari Bekasi naik motor lho

      iya ih di mana2 ada unur ya, hebat membayangkan gedenya seperti apa nanti

  3. Hamparan candi berbahan dasar batu merah di tengah sawah ya mbak. Semakin menyibak kejayaan sejarah leluhur. Trim mbak, berbagi wisata candi di Karawang

  4. Woooooo baru tau ada candi di karawang. Lebih deket dibanding harus ke jawa tengah. Kebetulan blm pernah sama sekali ngajak anak2 ke candi. Makasih ya mba infonya.

  5. Wah keren juga buat tujuan wisata alternatif di Karawang, padahal dekat, tapi karena belum banyak diinfokan jadi ngga tau 😀

  6. Saya dan keluarga pernah ke sini! Dan memang dekat banget dari rumah kami (Bekasi), cuma 1 jam perjalanan kalau gak salah.
    Oh iya bun, di tengah sawah yang berada di area candi Jiwa ini terdapat sumur, di mana airnya dianggap sebagai air suci bagi umat Hindu (tirta). Biasanya orang tua saya mengambil air suci ini setiap beberapa bulan sekali, dan sekali ambil sampai 1 galon air mineral.
    Ahh, dulu mau nulis tentang candi Jiwa ini di blog malah lupa terus… ????

    • ayo ceritain lagi Candi Jiwa versimu, pasti lebih menarik
      nah itu bunda nggak tau ada sumur untuk ambil tirta

  7. perjalanannya seru… kiri kanan perjalannan kayaknya masih bisa lihat hijau-hijauan ya mba… moga bis berkunjung ke Candi ini suatu hari karena kayakna lumayan tertempuh dari rumah…

    • candi2 di sini ukurannya kecl dibanding candi Jawa Tengah
      masih belum banyak cerita yang terkuak
      jadi makin penasaran

  8. catat dan datangi ya
    ada dua candi ladi dekat situ yang sama menariknya
    aku pun kepengen datang lagi

  9. Klo mau ke candi dari jakarta bisa kok lewat marunda ke buni terus sampai ke cabangbungin tinggak nyeberang sungai citarum nyampe deh…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.