Sejenak di Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu

24
301
Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Tangkuban PrahuSumber : Kisahku

IMG_6243.JPG
Berpuluh tahun sejak pertama ke Gunung Tangkuban Parahuobyek wisata utama Bandung yang terkenal sejak dulu, baru tahun lalu datang lagi dengan rombongan teman kantor.

Gunung Tangkuban Parahu tak bisa dipisahkan dari legenda Sangkuriang yang menendang perahu buatannya hingga terbalik. Kurasa kisah kasih tak sampai Sangkuriang kepada ibunya Dayang Sumbi adalah legenda Jawa Barat paling terkenal. Mungkin pula karena legenda ini popularitas Tangkuban Parahu tak pernah surut.

Bukti kekuatan alam, Forces of Nature masih bisa terlihat dengan jelas di sini. Gunung Tangkuban Parahu adalah gunung berapi aktif, bahkan beberapa saat lalu obyek wisata populer Jawa Barat ini sempat ditutup untuk wisatawan karena sedang batuk kecil. Bukti keaktifannya terlihat dari keluarnya gas belerang dan adanya sumber air panas di kaki gunung di Ciater, Subang, yang masih terus dipadati pengunjung selama 24 jam.

Kami datang dari arah Ciater. Selain dari Ciater, jalan menuju gunung Tangkuban Parahu bisa melalui Lembang atau Parongpong. Pemandangan jalan berkelok di pegunungan, dinginnya udara dan kehijaun perkebunan teh membuat perjalanan ini sungguh memikat. Karena rombongan pakai bus besar, maka bus hanya bisa sampai area parkir di Terminal Jayagiri. Untuk menuju kawah Ratu, pengunjung membeli tiket masuk dan naik bus kecil dari sini . Ada dua kawah lainnya di gunung ini yaitu kawah Upas, tak jauh dari kawah Ratu, dan kawah Domas yang biasa untuk wisata lintas alam.

Bus kecil menurunkan kami di area parkir Kawah Ratu. Area ini sudah dikelilingi warung cindera mata dan makanan. Pedagang asongan pun banyak yang menjajakan aneka jenis dagangan, mulai dari jagung rebus sampai batu akik.

Terbatasnya waktu yang diberikan, hanya setengah jam, tak banyak kesempatan untuk menjelajah lebih jauh. Hanya sempat melihat suasana dari tepi kawah yang telah berpagar. Sempat kulihat ada plang bertanda area vegetasi manarasa. Ternyata selain sebagai taman wisata alam, wilayah ini juga adalah sebuah cagar alam. Makanya selain melihat pemandangan kawah dan wisata trekking di kawah Domas, juga bisa melakukan wisata ilmiah mengamati flora dan fauna yang ada di wilayah ini.

Vegetasi adalah istilah untuk keseluruhan komunitas tetumbuhan di suatu tempat tertentu, mencakup baik perpaduan komunal dari jenis-jenis flora penyusunnya maupun tutupan lahan (ground cover) yang dibentuknya (Wikipedia). Contoh vegetasi yaitu hutan , kebun, padang rumput, dan tundra. Di wilayah ini kulihat didominasi oleh pohon berdaun kecil dengan pucuk merah keunguan. Ini kan pohon cantigi seperti yang kulihat di Kawah Putih? Manarasa adalah penamaan lokal untuk cantigi, pohon yang hijau sepanjang tahun dan mampu hidup di kawasan gersang dan berkadar belerang tinggi. Daunnya bisa dilalap lho. Cantigi ini kuak sekali, pendaki gunung bisa berpegangan erat padanya bila hendak menaiki atau menuruni gunung.

IMG_6244.JPG

 

IMG_6246.JPG

 

 

Gunung Tangkuban Parahu masih menyimpan banyak kesempatan untuk dieksplor lebih jauh bukan?

24 COMMENTS

  1. Sudah lama gak ke sana Mbak. Hehehe. Tangkuban Perahu memang bagus. Pengen balik lagi ke sana.

    Btw Mbak, ada terpikir menuliskan semua dalam bahasa Inggris gak Mbak?

    • bener Fran, selain itu juga jadi bisa mengamati warung2 yang sedia aneka menumakanan yang unik ..liat dari namanya aja tapi…, menu dari kelinci, biawak, dll hiiii…

  2. terakhir kesana tahun 1998 mbak 🙂

    yang masih sama penjual asongan khas souvenir setempatnya…

    btw ada tempat makan yang enak banget gak jauh dari sana, tapi saya gak inget lagi namanya… #sambilglekgleknihngebayanginnya

    salam
    /kayka

  3. Ooh..namanya Pohon Cantigi ya mbak.. saya suka memandang pohon2 itu .. Saya beberapa kali sudah ke sini, tapi sekalipun belum pernah ke Kawah Putih .. Mudah2an segera bisa ke kawah putih ah …

    • iya lis cuma padat banget sih di Kawah Ratu, pengen liat Kawah Domas katanya bagus buat trekking bisa sampai turun ke bawah

  4. Keelokan alam Tangkuban Perahu tak lekang oleh waktu ya Mbak, tetap ngangeni.
    Selalu kagum dengan ketegaran tumbuhan cantigi ini mbak, kesukaan para pendaki dan menjadi obyek foto yang cantik.
    Salam

  5. Bulan Desember 2014 rombongan kami cuma sampai Ciater, mau ke Tangkuban Perahu hari hujan. Saya masih penasaran pengen lihat realnya salah satu tujuan wisata kesohor di Jawa Barat ini.

  6. Pemandangan setiap hari buat saya nih, Tangkuban Parahu & Burangrang. Kalau ditarik garis lurus, dari rumah ke Tangkuban Parahu cuma 5 km. Dulu waktu SD pernah menyusuri kebun teh & hutan buat sampai bibir kawah ini. Sekarang mah nyerah deh, hehehe.

    Tapi kalau mau lewat jalan raya yg untuk umum ini, cukup jauh krn harus ke kota Lembangnya dulu.

  7. terakhir kali aku tangkuban perahu sepertinya udah belasan tahun yg lalu hiks… skrg bagaimana ya keadaan disana… 😀

    dan aku baru tau Bun, perihal tanaman cantigi itu… apalagi bisa dilalap… jd makanan khas lokal disana dong yah? 😀

  8. Ah, saya suka dengan topi-topi kepala hewan yang berjajar itu Mbak. Terus foto-foto pernak-pernik aneka warna itu apik sekali menurut saya, karena warna-warnanya cerah menonjol dengan perpaduan yang pas.
    Keren ya kawahnya. Tampak megah dan agung. Gunung memang selalu seperti itu ya Mbak :hehe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here