Sejarah Kebun Binatang Ragunan, Raden Saleh dan Pangeran Wiraguna

44
378
Rumah Raden Saleh

Ketika anak-anak sudah mulai paham keadaan sekelilingnya, ke mana biasanya ayah bunda mengajaknya wisata? Kami megajak anak-anak  ke Kebun Binatang Ragunan Jakarta. Sebagaimana umumnya anak-anak, mereka berdua juga suka sekali melihat hewan. Setelah bosan melihat kucing dan ayam di sekitar rumah, lalu dibawa ke kampung sebelah lihat kambing. Bosan lihat kambing dan juga sapi ya ajaklah putri-putri kecil ke  ke kebun binatang.

Kebun Binatang bisa dijadikan sebuah  tujuan wisata edukasi yang murah meriah.  Kebun binatang selalu ramai didatangi peminatnya.  Walau murah tetapi bagusnya kawasan  ini bersih dan tertata rapi. Bau kotoran hewan tak jelas tercium jelas. Petunjuk arahnya juga banyak, ada pula peta lokasi kandang satwa, sehingga kita bisa leluasa  pilih obyek yang ingin dilihat.

 

Sejarah Kebun Binatang Ragunan

Kebun Binatang di Jakarta ini tak dari awal dibangun di Ragunan lho. Yuk simak sedikit sejarah berdirinya Kebun Binatang Ragunan.

Ini cerita dari almarhum pak pengemudi yang pernah bekerja di kantor kakekku. Dulu kebun binatang itu ada di Cikini, kelurahan Cikini, kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.  Rumah si bapak berseberangan dengan Kebun Binatang di sekitar  sungai Ciliwung. Kebun Binatang pernah terkena banjir dan ada hewan-hewan  yang lepas, contohnya buaya. Seram ya.

Sisa-sisa keberadaannya di Cikini kini  hanya tinggal nama jalan yaitu jalan Kebon Binatang.

Rumah Raden Saleh
Rumah Raden Saleh di Cikini, kini berfungsi sebagai kantor Rumah Sakit PGI Cikini

Menyebut Kebun Binatang Ragunan kurasa tak bisa dipisahkan dengan Raden Saleh. Lho kok?

Dahulu lahan Kebun Binatang Cikini adalah bagian dari halaman rumah milik Raden Saleh Syarif Bustaman. Ia pelukis aliran romantisme  di abad 19  yang pernah tinggal di Eropa dan sangat dikenal di kalangan para bangsawan.  Luas tanahnya di kawasan Cikini    itu 10 hektar. Yang tersisa dari  kekayaan beliau saat ini  adalah rumah yang merupakan salah satu peninggalan tertua di kawasan Menteng. Klasik dan megah. Konon Raden Saleh terinspirasi dari sebuah istana di Eropa, istana Callenberg di Jerman.

Bangunan rumah Raden Saleh kini menjadi cagar budaya. Gedung  dua lantai ini  terletak di dalam kompleks rumah sakit PGI Cikini. Letaknya di bagian depan, akan langsung terlihat ketika kita memasuki kawasan ini.  Pertama kali mengunjungi keluarga yang dirawat di rumah sakit ini terkesan dengan halaman luas  dengan pohon rindang. Uniknya  ada  rusa tutul yang dibiarkan berkeliaran bebas di situ. Rusa sudah tak ada lagi rasanya deh..

Setelah kebun binatang dipindahkan, lokasi itu kini ditempati antara lain oleh SMPN I, Taman Ismail Marzuki,  Rumah Sakit  PGI Cikini, cagar budaya  Masjid Al Makmur Cikini dan banyak bangunan lainnya.

Raden Saleh yang banyak bergaul di Eropa terinspirasi membuat kebun binatang seperti banyak dilihatnya di sana. Terbentuklah kebun binatang pertama di Indonesia, 1864. Nama  pertamanya dalam bahasa Belanda  Planten En Dierentuin yang  artinya “Tanaman dan Kebun Binatang.”

Tahun 60an Kebun Binatang dipindahkan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta 20 kilometer ke selatan.  Kini luasnya 140 hektar.

Asal Nama Ragunan

Buku Alwi Shahab

Kabarnya nama Ragunan berasal dari nama Pangeran Wiraguna. Pangeran ini bukan seorang pribumi melainkan seorang Belanda yang bernama asli Hendrik Lucaasz Cardeel.  Nama Wiraguna diberikan oleh Sultan Banten, putra Sultan Ageng Tirtayasa. Cardel dianggap berjasa bagi sultan sehingga dianugrahi   gelar bangsawan  (sumber : Waktu Belanda Mabuk Lahirlah Batavia, Alwi Shahab).

Pendapat kedua  kata Ragunan berasal dari wiro = pasukan dan guno = keraton. Artinya perajurit keraton.  Ada sebuah makam di gang Wiraguna di sekitar Pejaten Village, Jakarta Selatan yang diyakini sebangai makam Pangeran Wiraguna.

 

Fasilitas yang ada di Kebun Binatang Ragunan

Kebun Binatang Ragunan tak hanya cocok  untuk anak-anak.  Taman margasatwa juga pas untuk orang dewasa juga lho. Banyak hal yang bisa diamati dan dipelajari di sana.  Misi Kebun Binatang Ragunan tak hanya  sebagai taman margasatwa.  Kebun binatang juga sebagai lokasi konservasi, pendidikan, penelitian, dan rekreasi alam.

Kebun Binatang Ragunan berfungsi sebagai lahan terbuka hijau, paru-paru kota dan daerah resapan air. Ada kurang lebih  2.000 jenis tumbuhan dan puluhan ribu batang pohon. Mirip suasana hutan tropis tetapi dalam ukuran mini. Makanya suasana di sana sangat sejuk dan nyaman.  Kita bisa  berjalan santai di bawah pepohonan rindang, rasanya jadi terbawa suasana di alam yang  damai ditingkah suara burung-burung dan siamang.

Jika  datang lagi ke sana ingin lihat flora yang sudah jarang ada di lingkunganku. Ini gara-gara baca deskripsi di laman milik KBR. Banyak pohon buah langka yang masih tumbuh di situ. Bahkan di daerah itu banyak penjual buah langka seperti menteng, alkesah, kecapi dan lain-lain. Jadi dobel kan keuntungan datang ke situ, lihat fauna dapat, flora juga dapat, lalu pulang ke rumah bawa buah langka.

Mau piknik di sini? Bawa tikar atau sewa dari ibu-ibu yang keliling. Adem makan lesehan di bawah pohon.  Banyak tempat lega yang memang diijinkan untuk gelar tikar. Tapi, jangan lupa sampahnya dibereskan ya.

Fasilitas lainnya tentu saja ada Children Zoo, Wahana Bermain Anak, Pujasera, Masjid,  dan Pusat Primata Schmutzer.

Hewan-hewan yang ada di Kebun Binatang Ragunan

Tentu saja koleksi hewan di kebun binatang ini sangat banyak. Sebut saja gajah, zebra, jerapah, macan, beruang, komodo, anoa, aneka burung, berbagai jenis ular dan lain-lain.

Pastikan juga mampir ke  Pusat Primata Schmutzer yang bagus banget.

 

Sumber Foto : danirachmat.com

Tiket Masuk Kebun Binatang Ragunan

Masuk ke KBR  sejak tahun lalu sudah memakai kartu JakCard dari Bank  DKI.  Semua pembayaran termasuk parkir,  beli makanan dan masuk ke fasilitas lainnya memakai kartu ini ya.

Beli kartunya di mana?

Jika belum punya kartu JakCard bisa dibeli di loket. Kartu yang disediakan seharga Rp 60.000,- dan Rp 30.000,- . Kartu harus diisi lagi (top up) supaya cukup untuk masuk fasilitas lainnya, belanja makanan dan parkir.  Tiket masuk dewasa 4000 rupiah, anak-anak  Rp 3.000 ,- . Kartu ini jangan dibuang ya, bisa digunakan untuk naik busway.

 

Kendaraan Umum ke KBR

Untuk menuju KBR paling gampang naik busway.  Ada rute busway dari   Dukuh Atas ke Ragunan.

Di hari libur, terutama libur Lebaran, jalan menuju Kebun Binatang Ragunan itu macet. Kendaraan bergerak sangat lambat. Makanya lebih bijak naik kendaraan umum saja.

Hari Libur Satwa

Hari Libur Satwa diberlakukan di Kebun Binatang Ragunan. Artinya Kebun Binatang ditutup. Tujuannya adalah agar hewan dapat beristirahat agar kondisinya tetap sehat, dan bisa hidup nyaman dan sejahtera.

Hari Libur Satwa yaitu setiap hari Senin. Bila hari Senin adalah hari libur nasional, maka Hari Libur Satwa menjadi hari Selasa.

 

Alamat Kebun Binatang Ragunan  : Jl. Harsono RM No.1, Ragunan, Ps. Minggu,  Jakarta Selatan

Jam Buka : 07.00 – 16.00

 
  

44 COMMENTS

  1. saya senang melihat arsitektur bangunan rumah Raden Saleh .. untung sampai saat ini masih trawat dan terjaga.
    Punya rumah sebesar ini dan kebun binatangnya .. kebayang kaya banget ya Raden Saleh pada zaman dahulu

    • iya hebat betul ya…. punya property seluas dan sebesar itu…
      saking kayanya kok ya punya kebun binatang, katanya juga itu karena dia perlu model untuk melukis harimau

  2. Halaman kediaman Raden Saleh berupa kebun binatang penunjuk luasnya pekarangan ya mbak.
    Ooh Wiraguna yg asli Belanda bukan Wiraguna versi Rara Mendut ya mbak.

  3. Halo kakak boru regar
    Salam kenal dari Medan.
    Aku berkali-kali ke Jakarta tapi belum pernah ke kebun binatang ini.
    Wah nama pangeran yah Ragunan itu.
    Cakep lah ya pangerannya.hahahah (dasar baperan liat cowok cakep)

    Ketika membaca sejarah memang kembali teringat kisah-kisah masa lalu ya kak,duh aku inget kenangan di kebun binatang Medan (baper lagi,haahah)

    • sama .. hari libur juga perlu buat satwa
      mereka kan udah capai kerja menghibur pengunjung, layaknya pekerja mereka punya hak istirahat

  4. Hi mbak. Saya belum pernah kesini. Terakhir kali ke kebun binatang ya yg ada di Jatim Park itu.. Batu Secret Zoo, hehe. Kebun Binatang Surabaya gak sebagus ini sepertinya ya. Semoga pihak pengembang bs terus mempertahankan dan merawat kebun binatang di tiap kota agar ada wisata edukasi buat anak-anak kecil 🙂

    • Kalau menurutku sih buat kebon binatang itu harus maksimal perawatannya, supaya hewan juga sehat.
      kalau cuma sekedar ada bonbin mending nggak usah ada aja sekalian, kasihan satwa tersia2

  5. Ahh jadi kangen dengan Kebun Binatang Ragunan. Dannn jadi penasaran ingin masuk di RS Cikini yang bekas istananya Raden Saleh itu. Masuk dan ambil gambar di halaman kantor RS diijinkan nggak ya?

    • waktu aku ke sana masih tahap renovasi, nggak boleh masuk
      kalau dengan komunitas sih boleh ya masuk sampai dalam, nggak tau kalau perorangan

  6. Pernah dengar cerita kalau Kebun Binatang Ragunan itu dahulunya koleksi milik Raden Saleh. Tapi baru tahu sekarang kalau rumah Raden Saleh di Cikini dan bangunannya cantik begitu. Dah lama ga ke Ragunan. Kalau pakai e money bisa ga ya?

    • cantik kan ya…istananya
      kalau mau liputan ke sini, mana tau bisa ikutan nebeng masuk ke dalam, kasih tau ya mbak

      pakai emoney mungkin bisa, naik TJ aja bisa kan ya pakai itu

  7. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda….

    Pasti anak-anak amat menyukai apabila di ajak berwisata ke Kebun Binatang (di Malaysia disebut: Zoo) kerana mereka dapat melihat binatang yang jarang ditatap di depan mata. Selain itu mereka mendapat pengajaran dan pengetahuan sekali gus. Beruntungnya masyarakat di Rangunan kerana mempunyai seorang warga yang kaya dan membina kebun binatang yang luas dan tingalan hartanya dapat dinikmati oleh generasi sekarang. Mudahan kekal sampai bila-bila seagai satu sejarah yang dapat dibanggakan.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    • wa alaikum salam, tentu tak gampang ya kak memelihara hewan dari berbagai negara
      perlu perhatian besar supaya semua sejahtera
      semoga kebun binatang terus terpelihara

  8. Oh ternyata begini sejarah Ragunan. Jadi dulunya di Cikini. Trus aku baru tahu nama jalan Raden Saleh dekat Cikini asalnya darimana. Makasih infonya, Mba Monda

  9. Saya belum pernah ke Ragunan nih Kak, bawa Vaya.
    Katanya panas, dan kalau jalan kaki di dalam, takut anak gak betah. Kalau ke Taman Hewan Siantar, baruuuu dingin…. Hahaha kok malah lari ke topik taman hewan Siantar pula….

  10. terima kasih kak Monda, aku jadi belajar sejarah nich baca tulisan kakak. Sampai hari ini belum pernah sekalipun mengunjungi ragunan. hiksss penasaran pengen ke Pusat Primata Schmutzer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here