Sarapan Pakai Pendap di Hotel Santika Bengkulu

28
998
sarapan di hotel

 

Setelah browsing sana-sini jadilah selama di Bengkulu  kami tetapkan akan bermalam di Hotel Santika. Alasan pilih hotel ini  karena lokasinya di tengah kota. Kan ceritanya  mau heritage trail di Bengkulu. Lokasi obyek-obyek wisata sejarah itu semuanya ada  di pusat kota. Dari hotel hanya 5 – 10 menit ke rumah Bu Fatmawati Soekarno dan rumah pengasingan Bung Karno, begitu pun ke tempat lainnya. Pokoknya strategis banget deh.  Hotel dipesan online dong, pastinya melalui situs pemesanan kamar hotel.

Waktu check in di hotel Santika Bengkulu ini jam 14.00, sedangkan kami sudah  tiba jam 10.00.  Ya sudah sewa mobil di bandara saja  dan langsung cus menuju ke dua rumah bersejarah tersebut, lalu dilanjut  sholat dzuhur di cagar budaya Masjid Jamik karya Bung Karno dan  ke Benteng Marlborough dan sekitar Kampung Cina.

 

Lega deh setelah  sampai di front office,  kamar yang kami pesan online memang tersedia. Ya gitu deh kadang-kadang suka ada perasaan insecure kalau pesan lewat aplikasi he.. he… karena juga tak berhubungan langsung dengan pihak hotel.  Kamar yang kami mau itu twin bed plus sebuah extra bed. Kelengkapan kamar standard ya, tak banyak ambil foto di sini.

Tadi sebelum check in ke hotel mampir dulu ke mal mau beli baju renang buat adek. Baju renangnya yang lama sudah tak muat sih. Nggak sempat belanja di Jakarta.  Di hotel kan ada fasilitas kolam renangnya.    Jadilah sore pertama langsung deh berenang, nggak tahan lihat airnya bening. Kebetulan pula kolam renang sedang kosong. Terasa seperti kolam milik sendiri deh. Capek berenang, tidur pun jadi nyenyak.

Oh iya ada fasilitas gym dan spa juga. Sayang belum sempat dicoba hingga sampai saat  kami pulang.

Jualan sejarah masih merambah sampai ke hotel. Di koridor antara kamar-kamarnya digantungkan foto-foto bersejarah. Misalnya foto mesin jahit merah yang dipakai utuk menjahit bendera pusaka, foto keluarga Bung Karno, monumen Ratu Samban, Tugu Thomas Parr dan lain-lain. Ada juga dekorasi dol, sejenis rebana khas Bengkulu. Pokoknya mengangkat sejarah  dan budaya lokal sebagai  daya tarik  utama.

Yang menarik adalah fasilitas sarapan hotel di Serunai Restaurant.  Pertama karena ada menu tradisional Bengkulu. Kedua aku suka dengan dekorasi ineriornya yang sarat dengan ornamen lokal.

Pendap dan tempoyak

Jenis makanan yang disediakan di restoran ini ada menu lazim seperti nasi goreng, bubur ayam, roti dan lain-lain. Tapi ada yang khas yaitu sambal tempoyak dan pendap.

Tempoyak adalah durian yang diasamkan. Masakan ini sangat disukai warga asal propinsi-propinsi di Sumatera bagian selatan. Cara membuatnya daging buah durian dibubuhi sedikit garam lalu didiamkan saja selama beberapa hari dalam suhu ruang  sampai terfermentasi. Pertama kali mencicipinya rasanya agak aneh dengan  aroma yang tajam. Lama kelamaan sih biasa.

Tempoyak tak dimakan begitu saja, tetapi sebagai campuran. Bisa dijadikan sambal dengan diberi cabai  dan terasi. Atau campuran untuk pepes ikan.

Pendap atau pais ikan adalah   makanan khas masyarakat Bengkulu. Cita rasa dan aromanya khas.

Bahan utama untuk membuat pendap adalah ikan gebur, kelapa muda, asam dan berbagai bumbu dasar. Ikan kemudian dibungkus dengan daun talas dan daun pisang dan diikat tali. Bungkusan ini lalu direbus selama beberapa jam. Setelah matang  pendap diiris kecil  disantap dengan nasi hangat,  semakin  terasa lezatnya. Unik kombinasi tekstur daun talas yang lunak kenyal dan rasa ikan yang segar.

 

hotel-santika-bengkulu-2

Dekorasi interior ruang makan ini mengambil ragam budaya lokal. Letak Bengkulu yang menghadap ke laut lepas, tentu wajar jika masyarakat mengandalkan samudera sebagai ladang rejeki. Jadi untuk menggambarkan harmoni kehidupan nelayan,    perahu  pun naik pangkat sebagai unsur hias.  Perahu dipakai sebagai meja saji tempat meletakkan wadah-wadah santapan.

hotel-santika-bengkulu

 

Hiasan dinding  menarik perhatian sekali, karena  mengambil motif batik basurek.  Cantik nian. Aku jadi kepengen punya juga. Dekorasi ini berupa panel kayu, nggak tahu ini pengerjaannya seperti apa, mungkin eksklusif pesanan hotel kepada pengrajin. Aku cari di toko souvenir tak ada.

Sarapan di hotel termasuk dalam paket kamar. Kalau pesan  kamar  lewat situs penawaran hotel biasanya dicantumkan keterangan apakah  harga kamar  termasuk sarapan. Ada beberapa hotel yang bisa mengeluarkan fasilitas sarapan .  Bila pilih kamar dengan sarapan maka harga kamar  akan menjadi lebih mahal.

Kalau harga kamar termasuk sarapan, inilah saatnya  mencicipi berbagai hidangan yang  disajikan. Tapi tak kami manfaatkan maksimal deh kesempatan ini. Anak-anak  terbiasa sarapan sedikit, hanya mau roti atau nasi goreng. Aku dan suami ambil pun minimal saja, biasanya hanya makan buah. Itu karena masih kepengen wisata kuliner di luar.

Paket makan sepuasnya ini  tentu harus disikapi  bijak juga deh. Bisa bikin kalap mau makan semuanya.

Tapi malu kan kalau bolak-balik bangun dari meja makan ambil semua jenis hidangan. Kalau memang penasaran sebaiknya ambil sedikit setiap jenis makanan. Jangan ambil banyak lalu ditinggalkan begitu saja karena tak sesuai selera. Jangan pula  mengambil dan menyimpan dalam tas, karena  makanan yang dihidangkan itu tidak untuk dibawa keluar.

 

Hotel Santika Bengkulu  Jl. Raya Jati No.45, Sawah Lebar, Bengkulu 38228

28 COMMENTS

  1. Huaaa, sayang kan Mbak Monda kalo gak dicobain sekalian makanannya. Huehehehe. Ikan semua ya menunya. 😛
    Tempoyak ini saya penasaran tapi takut trauma karena melihat bahan-bahannya. huehehehe 😛

    • ha.. ha.. karena makanan hotel itu kan hampir2 mirip semua Dan, mau cari yang unik khas lokal, maka harus menyediakan space khusus nih di perut

  2. belum pernah cobain pendap hehehe… kalo tempoyak suka banget … kalo hotel santika doormannya pakai seragam nuansa batik bengkulu (batik besurek) warna merah, n di lobinya ada lagu bekatak kurak kariak… masihkah?

    • ah iya jadi ingat, betul masih ada lagu bekatak kurak kariak
      jadi seneng karena udah lama nggak dengar lagu itu

    • aku baru suka makan tempoyak setelah menikah Dew.., setelah nyicip pepes ikan tempoyak buatan ipar
      sebelumnya nggak pernah pengen nyoba

  3. Sambal tempoyak dan pendap yang menggoda ya mbak, sy belum pernah nyoba. Apresiasi dengan penginapan yg sajikan penganan lokal dan suasana lokal. Salam

    • makanan2 ini uniknya buatku karena pertama mencoba kesannya tak akan mau makan lagi…
      eh…setelah kali kedua baru suka

  4. Wah, main ke Bengkulu mbaa! Aku tinggal di Bengkulu beberapa tahun, kalo sekarang kerja di Bintuhan (kabupaten paling selatannya Bengkulu). Pendapnya enak ga mba? Aku malah belum pernah nginep di Santika nih duh kok ya jadi pengen lihatnya cakep begitu :))

    • aku juga dulu pernah tinggal di Bengkulu
      di Bintuhan pernah nginap semalam, sempat main ke pantai juga

      pendapnya enak, aku sudah mulai suka

  5. Aku dari Palembang Mba jadi udah terbiasa makan tempoyak, nah Pendap ini yang sampe sekarang belom doyan. Orang kantor tiap makan ini akunya pasti milih menu lain XD

    • Ata kitain kalau sudah sanggup makan tempoyAk pasti gampang deh kalau mau makan pendap
      ternyata nggak juga ya he.. he..

    • semoga nanti ketemu pendap dan yang unik lainnya di sana pak
      penasan lihat Bengkulu dari mata pak Chris

  6. Aaduh…makin penasaran dengan tempoyak…
    Sampai sekarang, saya belum tau gimana rasanya tempoyak mbak, nggak bisa ngebayangin juga gimana rasanya…heheh…kapan2 kalo ada menu ini di sarapan hotel, mau coba ah!
    😀

    • rasanya tempoyak hmmm rasa duren lembek tapi asam
      biasanya kalau nyicip pertama kali nggak langsung suka mbak

  7. […] bagaimana pengalaman  anda saat sarapan di hotel di luar kota? Ini ceritaku ketika  sarapan  pakai Pendap di hotel Santika   Bengkulu . Jika ingin lihat suasana restoran dengan penyajian  makanan  sarapannya bisa dilihat fotonya di […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.