Rute Wisata Keliling Minangkabau – Sumatera Barat

85
1215
Danau Singkarak

Istana Baso Pagaruyung

Sewaktu memutuskan akan berwisata ke Bukittinggi sekeluarga  tak kutemukan banyak  referensi buku traveling tentang Sumatera Barat. Kisah jalan-jalan keluarga  sudah pernah diceritakan di blog yang lama ya, di sini hanya buat rangkuman saja. Maka kuminta seorang teman baik, blogger  yang juga seorang dokter gigi peminat fotografi, yaitu  LJ, untuk membantu kami. Ibu cantik ini menyusunkan jadwal sesuai tempat-tempat yang ingin kudatangi. Beliau akhirnya mengatur rencana bersama dengan uda Anto, membuat rute perjalanan wisata di Sumatera Barat.

Sumatera Barat itu sebuah propinsi jelita  di  pulau Sumatera. Obyek wisatanya boleh dibilang lengkap.

Mau wisata alam? Berlimpah, terbentang mulai dari wisata danau, air terjun ngarai, dan pantai.

Wisata sejarah? Banyak.

Wisata budaya? Tak terbilang jumlahnya.

Wisata kuliner?  Sangat lengkap dan variatif.

Wisata kriya atau kerajinan pun amat sangat cantik.

Uda Anto, pengemudi mobil charter yang akan kami pakai berkeliling Sumatera Barat itu punya banyak pengalaman. Untunglah, si uda Anto dulunya itu CR (candu raun = tukang jalan, istilah baru dari si uda). Sehingga banyak jalan pintas yang menyingkat perjalanan. Dan paling penting dia pun bisa menunjukkan tempat wisata kuliner yang muantaab (pakai b bukan p) . Lalu  tersusunlah rute perjalanan wisata keliling ranah  Minangkabau Sumatera Barat. Rute ini mencakup wisata kuliner, wisata alam dan wisata sejarah. Rangkuman lengkap wisata kuliner Sumatera Barat  juga bisa dilihat di blog ini.

Jadwal juga menimbang waktu kosong seorang blogger, “Cupid” gadis cantik di Sawahlunto,  biar bisa sekalian kopdar. Dan alhamdulillah, LJ bisa ambil cuti. Beruntung banget wisata ditemani orang setempat yang paham budaya, kuliner dan sekaligus jadi fotografer. Alhasil, kami banyak dapat foto spesial.

Bermalam di kota apa di Sumatera Barat ?

Lalu sebaiknya menginap di kota mana? Lokasi obyek wisata pilihan kami itu menyebar dari ujung ke ujung. Makanya harus pilih tempat  bermalam yang berada di tengah, supaya tak habis waktu di jalan.  Kami memilih tempat menginap di Bukittinggi. Ternyata kota dingin yang cantik ini menjadi pilihan tepat karena bisa dibilang dekat ke mana-mana. Wisma  bertarif hemat sampai hotel berbintang ada semua di Bukittinggi ini.

Rute Keliling Sumatera Barat

Hari Pertama

Karena penerbangan dari Jakarta delay, kami sampai di bandara Minangkabau di Padang sudah tengah hari. Makan siang yang direncanakan di Los Lambuang Bukittinggi terpaksa ditunda dulu, dan akhirnya  cari  rumah makan di sekitar bandara.  Untuk menuju kota Bukittinggi ada  banyak mobil sewaan  dari bandara, bisa sewa satu mobil atau bayar per orang saja. Tiba  di Bukittinggi  kurang lebih 2 jam kemudian, dan  sudah tiba waktu ashar.

Tak mau menyia-nyiakan waktu, setelah check in di hotel Grand Rocky  kami langsung diajak LJ ke Taruko Resort.   Letaknya di  lembah  Ngarai Sianok. Keunikan spot wisata ini adalah bentuknya berupa  sebongkah   batu besar yang sebenarnya adalah bagian dari Ngarai Sianok, namun entah karena apa jadi    terpisah dari  bagian ngarai lainnya. Namanya adalah Tabiang Takuruang, tebing yang terkurung.  Letaknya  di tepi sungai kecil berbatu, menyebabkan riak-riak kecil. Jadi ingin  masuk merendam kaki dan bermain air. Pemandangannya cantik, walau hujan rintik dan berkabut membuat tak leluasa.

Hari kedua

Hari kedua ini kami jalan sepagi mungkin supaya  tak terlalu malam pulangnya. Perjalanan ke arah selatan ini jaraknya cukup  jauh sih.

  • Danau Singkarak,  di danau terbesar di Sumatera Barat ini ada ikan khas, ikan bilih. Kalau mau belanja untuk buah tangan  di tepi danau banyak penjual ikan bilih kering
  • Masjid Tuo Kayu Jao, sebuah kejutan mengesankan secara tak sengaja melihat papan nama cagar budaya  sebuah  mesjid dalam perjalanan menuju Danau Kembar. Mesjid ini sebuah mesjid tua cantik  yang sudah berumur ratusan tahun.
  • Perkebunan Teh Kayu Aro, kebun teh indah ini produknya dieksport, dan terkenal di Eropa, kabarnya jadi teh kesukaan para raja dan ratu. Mampir di sini cuma numpang foto-foto narsis saja di kebun teh.
  • Danau Kembar : danau Di Atas dan danau Di Bawah,  Di daerah Gunung Talang,  ada  dua buah danau kecil yang letaknya bersebelahan. Dari sebuah bukit kedua  danau ini bisa terlihat sekaligus, pemandangan yang sangat cantik.

Perjalanan menuju danau Singkarak ini kami ambil rute melewati Padang Panjang. Jalan kembali ke arah Bukittinggi lewat jalan lain yaitu  akan melewati Lembah Anai dilanjut singgah di Rumah Puisi dan Pande Sikek.

  • Makan Siang Dendeng BaracikDi rumah makan Hj Emi di jalan lintas Sumatera, Aro Talang, bisa menemukan  hidangan istimewa. Dendeng  yang di atasnya dibaurkan potongan bawang, cabe, tomat dan perasan jeruk nipis. Hidangan yang jarang ada   ini pernah diulas oleh pak Bondan “mak nyus” Winarno.

dendeng baracik "kuliner Minang"                                  dendeng baracik Uni Emi, jalan lintas Sumatera Aro Talang

  • Lembah Anai. Lembah yang dilalui dalam perjalanan Padang – Bukittinggi ini terkenal karena  punya air terjun dengan debit air yang sangat deras. Letaknya persis di tepi jalan.
  • Rumah Puisi Taufik Ismail. Rumah Puisi ini letaknya tak jauh dari kota Bukittinggi. Di sini ada perpustakaan dan penginapan. Posisinya di atas bukit, dengan  pemandangan menakjubkan.
  • Pande Sikek. Jika ingin cari hasil kerajinan tangan para wanita Minangkabau, bisa mampir ke desa ini. Di sini banyak toko dan galeri yang  menghadirkan songket Minang  dan kain bersulam khas selendang suji cair dan  kain bordir.

 

Rumah Puisi Taufik Ismail
Leyeh-leyeh di Rumah Puisi Taufik Ismail  – courtesy Titik  (perjalanan berikutnya 2 tahun kemudian   dengan 3 orang teman blogger untuk menghadiri pernikahan LJ dan juga Cupid).

Hari ketiga

Tujuan hari ini tak jauh dari kota Bukittinggi (kurang lebih 36 km) dan akan melewati Kelok 44 yang terkenal berliku. Siapkan stamina ya, kalau merasa tak mampu melewati tikungan tajam sejumlah empat puluh empat buah ini, lebih baik minum obat mabuk perjalanan dan tidur sepanjang jalan. Tapi rugi sih kalau tidur, pemandangannya istimewa.

Untuk menyiapkan stamina kami diperkenalkan oleh uda Anto ke sebuah warung  nasi sop sapi. Sarapan lezat  yang mengenyangkan sehingga esok harinya merasa harus kembali ke jalan Jambu Aia ini.

  • Danau Maninjau,  melihat danau ini dari  tempat terbaik di Puncak Lawang. Permukaan danau terlihat bening seperti kaca sehingga bayangan gunung dan awan terlihat sangat jelas. Seperti di Eropa kata anakku.
  • Rumah Buya Hamka, rumah kelahiran Buya Hamka terletak di tepi danau Maninjau bergaya atap bagonjong khas Minangkabau. Perjalanan ke sini pemandangannya cantik.
  • makan siang di Los Lambuang  uni Er Bukittinggi,  Jangan lupa mencicipi nasi kapau di Pasar Atas. Hidangan kapau ini berbumbu lebih pekat dan pedas daripada nasi padang biasa.
  • Rumah Bung Hatta,   Rumah kelahiran Bung Hatta ini terletak di tengah kota Bukittinggi. Rumah kecil berlantai dua yang  sangat asri.

Baca juga : Bung Hatta Kita

  • Lembah Harau, lokasi Lembah Harau di Payakumbuh. Perjalanan ke kota ini terekam pada  lirik lagu terkenal Ayam den Lapeh. Lembah Harau dipagari  tebing-tebing tinggi dengan banyak air terjun. Di tempat ini untuk pertama kalinya melihat double rainbow yang menakjubkan.

 

Hari keempat

Perjalanan hari ini  akan melewati kota Batusangkar. Tujuannya ke istana Pagaruyung, kira-kira 1,5 jam perjalanan lalu dilanjut ke Sawahlunto. Sawahlunto adalah kota tua cantik, bekas pusat tambang batu bara peninggalan Belanda. Museum-museum di sini apik, salah satu museum  yang cantik.

Sepulang dari Sawahlunto masih sempat mampir di dangau pinggir jalan saat hujan deras.  Tentunya disengaja untuk  mencicipi aia kawa, minuman berbahan dasar  daun kopi.

  • Taman Panorama Bukittinggi,  sebelum berangkat ke luar kota sempatkan dulu ke Taman ini melihat Ngarai Sianok. Jika waktu memungkinkan bisa juga berlanjut menapaki Janjang Koto Gadang, yang disebut versi mini dari Tembok Cina.
  • Istana Pagaruyung, istana ini terletak di wilayah  Batusangkar. Di kota ini ada bangunan peninggalan Belanda, Benteng van der Cappelen.
  • Talawi,  di sini ada duren lokal yang gurih banget.
  • Makan siang dendeng batokok di Muara Kalaban,  dendeng batokok di rumah makan ini unik karena memakai minyak kelapa yang gurih dan harum.
  • Museum Kereta Api Sawahlunto, jika ingin merasakan wisata naik kereta dengan lokomotif uap kuno, Mak Itam, bisa cek jadwal perjalanan dulu ya.
  • Museum Gudang Ransoem, museum ini adalah bekas dapur umum yang menyediakan perbekalan untuk pekerja tambang batu bara di Sawahlunto

Baca juga : Nisan Tanpa Nama

  • Lubang Mbah Soero, ini adalah wisata menyusuri  bekas tambang batu bara. Lubangnya sudah direnovasi dan diberi ventilasi yang cukup dengan memasukkan udara bersih.

Hari Terakhir

  • Benteng Fort de Kock dan Taman Puti Bungsu, baca juga Benteng Fort de Kock
  • Sarapan bubur kampiun dan lontong pakis uni Meri di Pasar Atas

wisata kuliner Minang

Rute perjalanan keluarga kami masih belum lengkap. Kami belum mendatangai daerah Painan, pantai-pantai cantik dan pulau-pulau kecil di lepas pantai. Kabarnya ombak  di pantainya besar dan sangat cocok untuk berselancar, sangat diminati oleh wisatawan minat khusus, olahraga.  Di Painan ini pun ada kuliner enak, rendang lokan.

Semoga rute perjalanan wisata keliling Minangkabau, Sumatera Barat ini bisa membantu anda yang merencanakan perjalanan ke propinsi yang cantik ini.

 

 

85 COMMENTS

  1. hari pertama itu dimulai dari jam 16.30 sore berakhir jam 19.30 malam
    hari terakhir dimulai jam 7.30 berakhir jam 9.00 pagi
    jadi hanya full 3 hari..

    tambahin satu hari lg utk ke pantai carocok..!!!

    • iya betul mak..ini masih akan disunting lagi deh…
      maunya semua itu dirangkum dalam satu posting ..biar bisa jadi panduan untuk yang mau ke sana

    • hi..hi..tak boleh lupa itu…
      sebetulnya niat tersembunyi jalan2 ke sana itu cuma mau makan duren doang …:P

  2. Yang nyusun rute pintar. Dalam beberapa hari saja, hampir terjelajahi semua kota Bukittinggi dan sekitarnya..Kalau buka biro perjalanan untuk para blogger yang pengen ke ranah Minang kayaknya syik ya Mbak Mon 🙂

  3. sudah bisa jadi travel agency nih.. buat daerah sumatra barat…. lengkap dan terencana dengan baik rutenya..

  4. bunda, aku pengen donk sekali-kali diajakin jalan jalan 😀
    sementara ini karena ke bukit tinggi itu jauh, uni weekend ini mau ke batu karas pangandaran aja dech bunda Monda 🙂

  5. Pemandu wsiatanya pasti oke ya jeng, merangkap paparazi lagi.
    Semoga saya diberi kesehatan,kesempatan dan kelapangan rejeki agar bisa jalan2 ke Sumbar. Tahun 1990an sudah pernah bermalam di kota Padang dalam rangka ke Kerinci.
    Salam hangat dari Surabaya

    • aamiin, semoga ada kesempatan kopdar di Bukik ya pak de…
      pak de kayaknya udah pernah ke semua propinsi ya?

  6. Destinasi berikutnya pgn ke Bukik jg nih Bun, alhamdulillah BunMon tulis detailnya, jadi bisa nyontek rutenya hihihihi

  7. Kayaknya rutenya muter-muter dan mungkin tidak bisa disamperin semuanya karena mepetnya waktu. Kalau mau yang simpel kan bisa dilurusin aja, misalnya dari batusangka langsung ke singkarak trus tembus solok. Dari solok trus ke sijunjung trus ke payakumbuh trus balik ke bukittinggi lagi. 🙂

    • jika peserta tour hanya punya waktu sehari, tampaknya rute ini akan saya coba, mas.. (masjid tuo, danau diateh, danau di bawah, danau maninjau, lembah anai, diskip dulu..)

      resikonya mungkin sampai sawah lunto gak begitu luang waktu untuk eksplorasi kota tua yang jumlah museumnya lumayan.. kmrn saja, 5-6 jam di sana terasa masih kurang, peserta masih belum puas.. xixi, soale pesertanya hantu museum. 😀

      • ha..ha..ngiler deh…
        Lintau itu sebelah mana ya…

        @ mas Gie…, rute itu udah dilaksanakan semuanya , malahan masih kurang,ke Carocok belum, Batusangkar cuma lewat doang pengen lihat Fort van der Capellen, di Sawahlunto pengen nginep, #edisi maruk

  8. wah ternyata banyak yg bisa disinggahi ya?
    aku ke Bukittinggi cuma ke rumah Bung Hatta, Goa jepang, benteng fortdekock, dan danau maninjau…
    jadi pengen kesana lagi ..

  9. Adduh …
    komentar saya yang pertama raib …
    baiklah saya ulang lagi …

    Saya sempat (hampir) setahun tinggal di Padang Sumatera Barat
    Namun belum berkesempatan untuk raun-raun sekomplit ini

    salam saya Kak

  10. Waah… bisa dicatet nih rute raun2nya… kalau bersedia memberi bocoran dana paket ini wis lah..tambah kumplit untuk dicontek… hehe…

    • he..he..kalau budgetnya bisa variasi sih…
      hotel dari yg biasa sampai berbintang udah banyak
      selain itu yg gede sewa mobilnya…
      bayar tiket masuk cuma di Museum di Sawahlunto, lainnya gratis, makanan juga murah kok…

  11. Wow lengkap sekali Mbak, terima kasih rekomendasi tujuan wisatanya. Minangkabau memang menarik sekali ya untuk dikunjungi, ah kayaknya saya mesti datang kemari, hehe. Pernah pula saya membaca di salah satu postingan seorang blogger bahwa di sini pun ada peninggalan purbakala berupa prasasti-prasasti dan beberapa situs, saya kepengin sekali bisa jelajah ke sana. Tapi tak mau juga lupa dengan kuliner Minang yang sudah tersohor ke mana-mana. Merasakan kuliner asli di tempat asal pun sebenarnya impian juga, haha *agak maruk ya.
    Penasaran dengan Minangkabau ini!

    • betul Gara, banyak prasasti dan situs di Sumatera Barat, cuma letaknya menyebar, makanya nggak diajak mampir
      tapi ada satu situs yang udah didatangi, nggak jauh dari benteng van der Cappelen yaitu batu kasur di kompleks makam tua Ustano Raja Alam,
      udah ditulis dengan judul Ustano Raja Alam

  12. Saya yang ngaku orang Sumbar, belum menyusuri tempat yang disebutkan itu semua, Kak.
    Hanya beberapa saja, itu pun udah kapan tahun 🙁

    • biasa mak, kalau ke kampung sendiri kan kita fokus sama kampung dan sanak saudara, nggak kepikiran jalan2 ke sana sini

    • aku udah pernah nulis khusus tentang Rumah Puisi mas, kalau mau baca search di blog ini aja pakai kata kunci rumah puisi ya
      di situ ada perpustakaan dan ada kegiatan2 berhubungan dgn sastra,

      dan uniknya ada banner2 potongan puisi di mana2

    • memang eksotis banget rumah gadang itu mbak Ev,
      pengenlah sebtulnya bermalam di rumah itu…, sayangnya belum ada yang mengusahakan

  13. Buku traveling kadang kurang lengkap, Mbak.Saya pun kalau mau jalan-jalan ke suatu tempat ebih suka cari referensi dari perjalanan para blogger

    • iya betul Chi…
      harus banyak cari informasi biar lengkap dan nggak kecewa kalau tak sesuai harapan

  14. Wah, bu Monda travelingnye ke kampung saya.. Gimana bu ? Ntar kalau ke Sumbar, jangan lupa kontak saya, nanti saya informasiin tempat wisata yang lain dan unik di sumbar yang jarang terekspose .. 🙂

    • Pagi Ari, minggu depan awal Oktober Saya mau travelling di SUMBAR overland dengan mobil via jalur barat mampir Bengkulu semalam. Bisa tolong kasih rute yang enak dan bagus untuk 4 hari di SUMBAR. Makasih ya.

  15. Halo, menarik sekali baca destinasinya. Boleh diinfo bila ngebolang berdua bagaimana untuk transportasinya untuk ke semua destinasi tersebut di atas. Kemudian, hm.. adakan rute yang sejalan jadi tidak nginap di satu kota saja. Mohon infonya ya. Terima kasih sebelumnya.

    • kami nggak coba transportasi umum, tapi ada kok bis antar kotanya..
      maaf nggak bisa kasih info lebih lanjut

      kalau mau rute yg nggak bolak balik bisa saja sih misalnya Padang – Sawahlunto – Batusangkar – Payakumbuh – Bukittinggi – Pariaman – Padang, tetapi ada beberapa obyek utama yang terlewat

  16. Wah @Monda terima kasih luar biasa detail tulisannya. Saya coba tiru perjalanannya. Awal Oktober 2017 rencana akan overland bawa mobil dari Jakarta via Pantai Barat mampir Bengkulu dan Sumatera Barat. Rencana akan 4 hari full di Sumatera Barat.
    Ini semua menginap di Bukittinggi, Grand Rocky?

    @ LJ, sepertinya seru jika buat trip atau open trip di SUMBAR :-).

    @ LJ/Mando boleh tolong kasih rekomendasi rute yang enak jika 4 hari bawa mobil sendiri, Jika memungkinkan mau ke pantai sambil ada hopping island 1 hari dari 4 hari tersebut.

    Boleh minta kontak Uda Anto?

    Terima kasih dan terus berbagi kisahnya ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.