Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

59
2219
Rumah Bung Karno di Bengkulu

Rumah Pengasingan Bung Karno salah satunya terletak di Bengkulu. Bengkulu adalah propinsi di pantai barat pulau Sumatera, sekaligus nama ibukotanya.  Propinsi ini sarat dengan peninggalan sejarah. Antara lain sisa-sisa peninggalan kolonial Inggris dan Belanda. Di antaranya Benteng Marlborough , Tugu Hamilton, Makam Inggris dan Tugu Thomas Parr. Bukti sejarah yang paling dikenal adalah rumah pengasingan Bung Karno yang    diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda, tahun 1936-1942.

Beliau ini dalam perjuangannya pernah ditahan di penjara Banceuy dan Sukamiskin di Bandung.  Karena dirasa masih sangat vokal, setelah bebas ia kemudian diasingkan ke  daerah-daerah yang  dulu aksesnya susah.  Penyambung lidah rakyat Indonesia ini pernah dikucilkan ke Ende, Nusa Tenggara Timur. Kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Satu lagi tempat pengasingannya yaitu di Muntok di propinsi Bangka Belitung.

Yuk lihat-lihat seperti apa rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu.

Kini rumah di daerah Anggut ini sudah terlihat cantik (Mei 2016) dibanding dahulu saat aku masih mukim di kota ini. Tentu  karena rumah ini dirawat apik oleh Pemerintah Daerah yang menetapkannya sebagai Benda Cagar Budaya. Rumah  dengan genteng dan awning merah, berdinding cat putih terlihat manis dan serasi. Pekarangannya yang luas juga tertata rapi. Rumah bersejarah ini selalu ramai pengunjung lho.

Rumah bergaya Eropa ini dibangun di awal abad 20.  Bentuknya persegi panjang. Luas bangunan rumah hanya  162 m2, dengan ukuran 9 x 18 m. Rumah ini disewa oleh pemerintah kolonial dari seorang saudagar keturunan Cina.  Pembagian ruangnya tampak  ada teras  depan dan ruang kerja.  Di ruang kerja kini digantungkan foto dan denah bangunan yang dirancang oleh Bung Karno. Ilmu yang dipelajarinya di jurusan teknik sipil  Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) bisa diaplikasikan di Bengkulu.

Masjid Jamik Bengkulu
Masjid Jamik Bengkulu, karya Bung Karno

Dari ruang kerja ada pintu tembus ke kamar tidur Bung Karno dan istri, ibu Inggit Garnasih.   Ada  ranjang besi bertiang tempat tidur mereka saat menghuni rumah ini. Kamar lainnya adalah kamar putri angkat keluarga ini. Di kamar-kamar lainnya disimpan sepeda yang pernah dipakai Bung Karno, koleksi buku dan koleksi  pakaian dan perlengkapan pertunjukan sandiwara milik kelompok tonil Monte Carlo. Di bagian belakang ada sebuah teras lagi.

Di sisi timur rumah utama ada sebuah  bangunan terpisah, ciri  khas rumah kolonial. Bangunan ini adalah ruang servis yang terdiri dari dapur, gudang  dan kamar mandi. Di sini juga ada sebuah sumur yang ramai dikunjungi dan dipakai orang untuk cuci muka.  Katanya punya mukjizat bikin awet muda. Wallahu alam.

Rumah Bung Karno dan bangunan-bangunan yang dirancangnya kini letaknya ada di pusat kota. Di foto kedua adalah Masjid Jamik. Masjid ini sudah ada sejak jaman Sentot Alibasyah. Panglima perang  Pangeran Diponegoro ini  juga diasingkan ke Bengkulu dan wafat di kota ini.      Makam sang Panglima masih ada dan lokasinya pun tak terlalu jauh dari masjid, sekitar 10 menit berjalan kaki. Sayangnya makam ini kok kini  jadi megah, jadi terkesan tak sesuai dengan ketuaannya.

Dua bangunan lain yang dirancang oleh Presiden pertama ini   adalah rumah tinggal yang masih dihuni sampai sekarang. Letaknya pun masih terbilang di pusat kota. Sengaja aku mendatangi rumah yang tampilannya  masih persis sama dengan foto dan denah cetak biru di ruang kerja Bung Karno. Tiga  bangunan ini sekilas tampak mirip, karena bentuk atap limasnya sangat menonjol.

Rumah pengasingan BK masa itu tampaknya tak pernah sepi. Ada saja tamu yang  hadir menyambangi. Para tamu adalah tokoh-tokoh pergerakan dan teman diskusi Bung Karno.  Salah seorang yang sering berkunjung adalah orang tua dari ibu Fatmawati, yang kemudian menjadi istri BK.

Bung Karno juga orang yang senang berkesenian. Beliau membentuk kelompok tonil  Monte Carlo. Latihan tonil (sandiwara) juga dilakukan di sini.

Salah satu orang yang pernah hadir di sana sempat kukenal, namanya pak Abdullah. Ada cerita unik soal nama. BK itu kan memang  sering  mengganti atau memberi nama indah  kepada orang-orang yang di kenalnya. Pak Abdullah remaja itu sehari-hari dipanggil dengan nama kecil  Wan Dullah. Wan untuk menyebut bapak. Bung Karno itu iseng juga, dia bikin pelesetan nama Wan Dullah menjadi One Dollar. Wan Dullah  bangga dengan julukan ini dan selalu menceritakannya kepada setiap orang yang baru dikenal.

Rumah Bung Karno ini letaknya tak jauh dari rumah ibu Fatmawati. Bahkan bisa dibilang rumah Bung Karno itu di belakang rumah ibu, kalau memintas jalan. Jika  ingin mendatangi kedua rumah terkenal itu, yang pertama datang haruslah ke rumah ibu, lalu di Tugu Hamilton belok kanan sudah sampai rumah BK.

souvenir-rumah-bung-karno-di-bengkulu

Oh iya kalau mau bawa souvenir sebagai kenang-kenangan kunjungan ke tempat ini, di rumah ini dijual miniatur sepeda Bung Karno. Oleh-oleh khas Bengkulu lainnya seperti aneka penganan khas seperti kue bay tat, kue perut punai, lempok durian sampai miniatur alat musik pukul tradisional  dol  dan batik basurek. Semuanya itu bisa dicari di toko  souvenir sekitar rumah bersejarah pengasingan Bung Karno ini.

59 COMMENTS

  1. Mbak Mondaaa…ay pernah kesini sama suami pas kbetulan suami ada dinas ke Bengkulu.
    Sukaaaa banget dgn suasana di rumah ini. Ranjangnya, meja kerjanya, lemarinya, meja riasnya, sepedanya…ah, pokoknya semua serba nostalgia…
    Makasih udah diingatkan lg tentang kenangan indah ini mbak…????

      • Kerasa bangrt bedanya di foto before after. Jadi bukti kalu benar-benar dirawat dengan baik. Semoga pengunjung pun juga bisa merawat ya, kadang ada yang iseng tuh coret-coret atau ngerusak koleksi

  2. Soal sumur di rumah itu yang kabarnya memberi mukjizat, agaknya jadi satu bukti lagi bahwa dalam beberapa sebab, spiritualitas Bung Karno memang sangat kuat wibawanya dan jadi panutan banyak orang, kendati cerita yang muncul setelahnya ada yang sedikit keluar jalur, hehe. Dan saya perhatikan, rumah-rumah rancangan Bung Karno itu umumnya punya bagian atap yang lebar ya. Apa sejalan dengan fungsi rumah sebagai pelindung dari hujan dan terik?
    Memang Bung Karno itu bapak bangsa, kenangannya tetap hidup sampai kapan pun. Jadi makin kepengen ke Bengkulu setelah baca tulisan Mbak Monda yang ini, hehe.

    • Gara kalau ke Bengkulu titip lihat2 sisa benteng Fort York ya
      aku baru tau info ini belakangan sih, nyesal juga ..

  3. Langsung cek peta Indonesia liat Bengkulu letaknya di mana. Maklum udah lama banget gak belajar Geografi. Eh ternyata deket yak, jadi pengen ke sana beli souvenir sepeda.

  4. Pengasingan tidak memasung kreativitas dan karya BK ya mbak. Daerah penugasan awal mbak Monda menumbuhkembangkan minat suka BCB. Salam

  5. wah bener2 tipr rumah kuno yang baisa ditempati bung karno. Aduh aku jadi pingin ke bnegkulu nih

    • bentuk atap seperti ini katanya yang paling cocok untuk daerah tropis, supaya air hujan gampang turun

    • betul banget itu pak
      jadi contoh bahwa kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, makanya harus tetap berusaha walau dalam keadaan terpuruk

    • mbak Lusi sudah pernah di Riau, aku belum pernah ke sana…..
      pengen ke Siak dan Muaratakus he..he..

      • Seru juga ya jalan2 mengunjungi bangunan2 bersejarah yg pernah ditinggali oleh para negarawan kita. Tempo hari saya jg smpet ikut kegiatan tour sejarag napak tilas Soekarno di kota Bandung. Ternyata sejarah itu menarik dan bisa membangkitkan rasa cinta tanah air😍

        • iya .. sejarah sangat menarik untukku..
          belum ada aja kesempatan napak ikut napak tilas Soekarno di Bandung, padahal kemarin tuh komunitas yg sering kukuti juga buat acara ke sana

  6. Bangunan bergaya arsitektur belanda memang menarik untuk dipandang, apalagi jendelanya. Asik banget. di Jogja juga banyak rumah bergaya londo yang dijadikan cagar budaya karena memiliki sejarah

    • selain cantik, kagum dengan bangunan tua itu karena kooh dan desainnya sesuai dengan iklim tropis, rumah jadi adem

  7. Wah, serunya bisa ke sini. Sekalian wisata plus belajar sejarah juga. Bung Karno memang presiden pertama Indonesia yang luar biasa. Ada masjid karya Bung Karno juga. Keren

  8. Duh Bengkulu..aku blm pernah sama sekali dan makin penasaran stlh membaca tulisan mba ini. Semoga aku bisa ke sana suatu hari nanti. Aamiin.. TFS mba Monda..jadi bisa melihat Bengkulu dulu nih..

  9. Aku pengen banget bisa berkunjung ke sini mbak monda, merasakan bagaimana BK dulu pernah hadir dan berkarya di sini walaupun sudah diasingkan..ah bersejarah banget inii, aku mau bawa bocah-bocahkuu

      • Saya malah penasaran dengan sistem politik yang terjadi pada masa itu. Sewaktu pemerintah Hindia Belanda membungkam orang-orang yang vocal. Ternyata masih ada rasa manusiawinya. Tidak membunuh walaupun mungkin sebenarnya mampu. Bung Karno selain ke Bengkulu juga diasingkan ke NTT hingga Digul Papua. Nah apa yang membuat pemerintah saat itu takut untuk melakukan tindak pembunuhan ya? Apa ada hukum internasional yang mereka takuti?

  10. Di Bandung pun ada rumah² karya Bung Karno. Sayangnya, ada yg cuma dipertahankan bagian depannya doang. Malah ada rumah kembar, yg satu atapnya dah kadung dibongkar. Hiks…
    Aku pernah tuh ke Rumah Pengasingan yang di Ende. Kenapa ya…ada juga lho sumur di belakang, yg dipercaya airnya bikin awet muda juga…

    • semua sudutnya boleh difoto… ngaak ada larangan sama sekali..
      di bagian tertentu hanya dikasih tali pembatas saj

  11. Begitu lihat foto souvenir sepeda antik Bung karno, ah aku jadi mesti punya nih hehehe 🙂 Buat pajangan di rumah. Wah, senang ya kak Moda bisa mampir ke Bengkulu. Untung sekalian berkunjung ke pengasingan Bung karno, kan jadi tau. Atap rumahnya terlihat megah ya meskiun gaya arsitektur zaman Belanda tapi masih kokoh dan indah dipandang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.