Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

31
1777
Rumah Bung Karno di Bengkulu

Rumah Bung Karno di Bengkulu

 

Bengkulu adalah propinsi di pantai barat pulau Sumatera, sekaligus nama ibukotanya.  Propinsi ini sarat dengan peninggalan sejarah. Antara lain sisa-sisa peninggalan kolonial Inggris dan Belanda. Di antaranya Benteng Marlborough , Tugu Hamilton, Makam Inggris dan Tugu Thomas Parr. Bukti sejarah yang paling dikenal adalah rumah pengasingan Bung Karno yang    diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda, tahun 1936-1942.

Beliau ini dalam perjuangannya pernah ditahan di penjara Banceuy dan Sukamiskin di Bandung.  Karena dirasa masih sangat vokal, setelah bebas ia kemudian diasingkan ke  daerah-daerah yang  dulu aksesnya susah.  Penyambung lidah rakyat Indonesia ini pernah dikucilkan ke Ende, Nusa Tenggara Timur. Kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Satu lagi tempat pengasingannya yaitu di Muntok di propinsi Bangka Belitung.

Yuk lihat-lihat seperti apa rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu.

Kini rumah di daerah Anggut ini sudah terlihat cantik (Mei 2016) dibanding dahulu saat aku masih mukim di kota ini. Tentu  karena rumah ini dirawat apik oleh Pemerintah Daerah yang menetapkannya sebagai Benda Cagar Budaya. Rumah  dengan genteng dan awning merah, berdinding cat putih terlihat manis dan serasi. Pekarangannya yang luas juga tertata rapi. Rumah bersejarah ini selalu ramai pengunjung lho.

Rumah bergaya Eropa ini dibangun di awal abad 20.  Bentuknya persegi panjang. Luas bangunan rumah hanya  162 m2, dengan ukuran 9 x 18 m. Rumah ini disewa oleh pemerintah kolonial dari seorang saudagar keturunan Cina.  Pembagian ruangnya tampak  ada teras  depan dan ruang kerja.  Di ruang kerja kini digantungkan foto dan denah bangunan yang dirancang oleh Bung Karno. Ilmu yang dipelajarinya di jurusan teknik sipil  Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) bisa diaplikasikan di Bengkulu.

Masjid Jamik Bengkulu
Masjid Jamik Bengkulu, karya Bung Karno

Dari ruang kerja ada pintu tembus ke kamar tidur Bung Karno dan istri, ibu Inggit Garnasih.   Ada  ranjang besi bertiang tempat tidur mereka saat menghuni rumah ini. Kamar lainnya adalah kamar putri angkat keluarga ini. Di kamar-kamar lainnya disimpan sepeda yang pernah dipakai Bung Karno, koleksi buku dan koleksi  pakaian dan perlengkapan pertunjukan sandiwara milik kelompok tonil Monte Carlo. Di bagian belakang ada sebuah teras lagi. Di sisi timur rumah utama ada sebuah  bangunan terpisah, ciri  khas rumah kolonial. Bangunan ini adalah ruang servis yang terdiri dari dapur, gudang  dan kamar mandi. Di sini juga ada sebuah sumur yang ramai dikunjungi dan dipakai orang untuk cuci muka.  Katanya punya mukjizat bikin awet muda. Wallahu alam.

Rumah Bung Karno dan bangunan-bangunan yang dirancangnya kini letaknya ada di pusat kota. Di foto kedua adalah Masjid Jamik. Masjid ini sudah ada sejak jaman Sentot Alibasyah. Panglima perang  Pangeran Diponegoro ini  juga diasingkan ke Bengkulu dan wafat di kota ini.      Makam sang Panglima masih ada dan lokasinya pun tak terlalu jauh dari masjid, sekitar 10 menit berjalan kaki. Sayangnya makam ini kok kini  jadi megah, jadi terkesan tak sesuai dengan ketuaannya.

Dua bangunan lain yang dirancang oleh Presiden pertama inj   adalah rumah tinggal yang masih dihuni sampai saat ini. Letaknya pun masih terbilang di pusat kota. Sengaja aku mendatangi rumah yang tampilannya  masih persis sama dengan foto dan denah cetak biru di ruang kerja Bung Karno. Tiga  bangunan ini sekilas tampak mirip, karena bentuk atap limasnya sangat menonjol.

Rumah pengasingan BK masa itu tampaknya tak pernah sepi. Ada saja tamu yang  hadir menyambangi. Para tamu adalah tokoh-tokoh pergerakan dan teman diskusi Bung Karno.  Salah seorang yang sering berkunjung adalah orang tua dari ibu Fatmawati, yang kemudian menjadi istri BK.

Bung Karno juga orang yang senang berkesenian. Beliau membentuk kelompok tonil  Monte Carlo. Latihan tonil (sandiwara) juga dilakukan di sini.

Salah satu orang yang pernah hadir di sana sempat kukenal, namanya pak Abdullah. Ada cerita unik soal nama. BK itu kan memang  sering  mengganti atau memberi nama indah  kepada orang-orang yang di kenalnya. Pak Abdullah remaja itu sehari-hari dipanggil dengan nama kecil  Wan Dullah. Wan untuk menyebut bapak. Bung Karno itu iseng juga, dia bikin pelesetan nama Wan Dullah menjadi One Dollar. Wan Dullah  bangga dengan julukan ini dan selalu menceritakannya kepada setiap orang yang baru dikenal.

Rumah Bung Karno ini letaknya tak jauh dari rumah ibu Fatmawati. Bahkan bisa dibilang rumah Bung Karno itu di belakang rumah ibu, kalau memintas jalan. Jika  ingin mendatangi kedua rumah terkenal itu, yang pertama datang haruslah ke rumah ibu, lalu di Tugu Hamilton belok kanan sudah sampai rumah BK.

souvenir-rumah-bung-karno-di-bengkulu

Oh iya kalau mau bawa .souvenir sebagai kenang-kenangan kunjungan ke tempat ini, di rumah ini dijual miniatur sepeda Bung Karno. Oleh-oleh khas Bengkulu lainnya seperti aneka penganan khas seperti kue bay tat, kue perut punai, lempok durian sampai miniatur alat musik pukul tradisional  dol  dan batik basurek. Semuanya itu bisa dicari di toko  souvenir sekitar rumah bersejarah pengasingan Bung Karno ini.

 

 

31 COMMENTS

  1. Mbak Mondaaa…ay pernah kesini sama suami pas kbetulan suami ada dinas ke Bengkulu.
    Sukaaaa banget dgn suasana di rumah ini. Ranjangnya, meja kerjanya, lemarinya, meja riasnya, sepedanya…ah, pokoknya semua serba nostalgia…
    Makasih udah diingatkan lg tentang kenangan indah ini mbak…????

  2. Soal sumur di rumah itu yang kabarnya memberi mukjizat, agaknya jadi satu bukti lagi bahwa dalam beberapa sebab, spiritualitas Bung Karno memang sangat kuat wibawanya dan jadi panutan banyak orang, kendati cerita yang muncul setelahnya ada yang sedikit keluar jalur, hehe. Dan saya perhatikan, rumah-rumah rancangan Bung Karno itu umumnya punya bagian atap yang lebar ya. Apa sejalan dengan fungsi rumah sebagai pelindung dari hujan dan terik?
    Memang Bung Karno itu bapak bangsa, kenangannya tetap hidup sampai kapan pun. Jadi makin kepengen ke Bengkulu setelah baca tulisan Mbak Monda yang ini, hehe.

    • Gara kalau ke Bengkulu titip lihat2 sisa benteng Fort York ya
      aku baru tau info ini belakangan sih, nyesal juga ..

  3. Langsung cek peta Indonesia liat Bengkulu letaknya di mana. Maklum udah lama banget gak belajar Geografi. Eh ternyata deket yak, jadi pengen ke sana beli souvenir sepeda.

  4. Pengasingan tidak memasung kreativitas dan karya BK ya mbak. Daerah penugasan awal mbak Monda menumbuhkembangkan minat suka BCB. Salam

  5. wah bener2 tipr rumah kuno yang baisa ditempati bung karno. Aduh aku jadi pingin ke bnegkulu nih

    • bentuk atap seperti ini katanya yang paling cocok untuk daerah tropis, supaya air hujan gampang turun

    • betul banget itu pak
      jadi contoh bahwa kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, makanya harus tetap berusaha walau dalam keadaan terpuruk

    • mbak Lusi sudah pernah di Riau, aku belum pernah ke sana…..
      pengen ke Siak dan Muaratakus he..he..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.