Cuci Mata di Rooftop Garden – Taman Atap di Perkantoran

34
369
Rooftop Garden

Rooftop GardenTakjub banget melihat pemandangan hijau menyegarkan dari balik kaca lorong  salah satu gedung di kompleks perkantoran Kementrian Kesehatan di jalan HR Rasuna Said, Jakarta.  Di gedung ini ada sebuah taman atap atau rooftop garden. Taman ini  sebetulnya bukan berada di lantai teratas (rooftop), tetapi masih bolehlah kurasa disebut sebagai taman atap, kan tak berada langsung di atas tanah.

Walau ini kantor yang membawahi urusan  kesehatan, termasuk instansi tempatku bekerja, tetapi baru pertama kali ke gedung ini.  Kebetulan saja ada sebuah urusan yang mengharuskanku ke sini.  Urusan selesai mampir sebentar melihat jenis tanaman  yang ada di situ.

Taman Atap / Rooftop Garden

Apa itu Rooftop Garden?

Taman atap (Roof Garden) adalah taman yang dibuat di atap sebuah bangunan (bisa berupa rumah atau gedung).

Taman atap dibuat sebagai salah satu  solusi berkebun di lahan sempit.   Karena makin berkurangnya  jumlah luasan lahan akibat  pembangunan kota  dan makin muncul  kesadaran akan lingkungan sehat dan hijau,  jadilah  rooftop garden sebuah  pilihan.

Tak hanya di perkantoran, di rumah tinggal pun bisa dibuatkan taman atap. Tentu harus diperhatikan cara-cara tertentu agar tetesan air siraman tanaman dapat mengalir dengan baik. Jangan sampai terjadi kebocoran dan membuat masalah lain lagi.

Hanya harus disadari taman atap itu perlu perencanaan matang agar air yang tertahan ini tidak membebani atap.  Roof garden bisa dibuat dengan memiringkan lantai atap ditambah  sistem waterproofing yang baik. Atau dengan menggunakan  bahan dari plastik khusus yang menjadi pengatur aliran air dan penahan media tanam.

Fungsi Taman Atap

Taman Atap bisa berfungsi sebagai :

  • apotik hidup,
  • dekoratif, fungsi lain taman atap bersifat  sebagai sebuah dekorasi untuk memerindah bangunan
  • kontrol suhu ( menyerap radiasi matahari sehingga dapat menurunkan suhu lingkungan yang akhirnya menurunkan konsumsi energi),
  • manfaat hidrologis (roof garden membatasi air hujan yang terbuang, karena ditampung pada media tanam dan tanaman),
  • selain itu dapat berfungsi sebagai pengontrol kecepatan dan banyaknya aliran air melewati atap)

Apotik Hidup

Namanya saja kantor urusan  kesehatan, tanamannya pun berhubungan dengan kesehatan yaitu tanaman apotik hidup.  Disebut apotik  hidup  karena  memanfaatkan  lahan untuk ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari.

Masyarakat kita kan sudah sangat  akrab dengan  manfaat   obat-obatan tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.   Apotik hidup sudah  dimasyarakatkan sampai ke tingkat rukun warga, sehingga diharapkan warga bisa mandiri di bidang kesehatan. Obat-obatan dari apotik hidup ini berguna untuk pertolongan pertama.

Pacing, "apotik hidup" "taman atap"
Pacing (Costus speciosus), dipakai rebusan rimpangnya sebagai diuretik, diare,dll

Tanaman yang biasanya ditanam di apotik hidup bermacam-macam misalnya jenis empon-empon yang rimpangnya sudah biasa dipakai  sebagai bahan baku jamu, misalnya kunyit, temulawak, kencur.

Tanaman yang dimanfaatkan daunnya sebagai obat herbal  antara lain  sirih, jambu klutuk, sirsak, daun salam. Buah sebagai obat contohnya delima, jeruk, buah merah. Semua tanaman itu ada di apotik hidup ini. Yang kusangka tanaman hias yang biasanya terlihat di halaman rumah ternyata ada manfaat terapinya juga lho.  Berikut beberapa contoh tanaman tersebut (informasi  didapat dari papan nama, disiapkan oleh Balai Besar Penelitian dan  Pengembangan Tanaman Obat dan  Obat Tradisional)

Nanas kerang "apotik hidup" "taman atap"
Nanas kerang (Tradescantia spathacea), daunnya digunakan sebagai obat batuk

Tanaman lainnya yang ada di sana antara lain jati belanda (untuk pelangsing), stevia (pemanis non kalori), kayu ules (penghilang bau badan), kwalot, kismis {Podocapus macrophyllus), bahkan bambu kuning yang diambil rebungnya sebagai obat radang hati. Sayangnya di taman ini  ada beberapa tanaman yang agak kering seperti kurang siram ( datang  ke sini saat musim kemarau yang sangat terik).

Variatif sekali ya jenis tanamannya, jadi kepingin punya taman atap atau rooftop garden seperti ini  sendiri,  di mana ya bisa cari bibit tanaman apotik hidup dan pupuk organik supaya tanaman tumbuh subur ? Selain ingin menanam tanaman obat sebetulnya ingin juga menanam sayur-sayuran. Kan aku  doyan  lalapan, tinggal petik dari kebun bisa kenyang.

34 COMMENTS

  1. Asyik banget ya ada taman di atap gitu! Untuk refreshing jadi tidak perlu jauh-jauh, pemandangannya (kalau cuaca lagi oke) juga jelas top!

  2. konsepnya kayak yang di Korea atau luar negeri, keren banget bisa memanfaatkan untuk lingkungan. Sayangnya kalo di Surabaya belum ada rooftop garden jadi aku belum pernah lihat.

  3. biar dietnya sukses, emak disarankan pake pemanis stevia itu kak.. belum pernah dicoba, konon manisnya 300 kali gula biasa shg pemakaian cukup sdkt saja.

  4. Aku pernah wawancara pengamat tata kota di Trisakti, di jurusan planologi kalau nggak salah, itu juga ada semacam rooftop gardennya dan aku diajak wawancara disitu. Malah ada pengolahan limbah kotoran sapi jadi pupuk juga disana.

  5. Rooftop garden begini bagusnya buat tanaman2 tahan panas ya kak, secara diatap 😀 . Jati blanda dulu bangett pernah kuminum serbuknya buat nurunin berat badan. Stevia masih belum berhasil nanamnya, masih gagal. Tahun ini mau coba lagi deh 😉 .

  6. ide ini harusnya di tiru banyak gedung … daripada di biarkan kosong dan terlantar, paling dijadiin jemuran OB 😀 … sebaiknya dimanfaatkan seperti ini .. banyak sekali manfaatnya jika dibuat jadi roof top garden

    • pasti orang2 juga senang lihat pemandangan hijau di perkotaan
      lumayan dapat pahala bikin orang senang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here