[Profil] : Resep Tempoyak Udang dari Ria M Fasha

45
743

Di propinsi-propinsi di bagian selatan Sumatera masyarakatnya gemar makan durian  dan tempoyak. Nggak semuanya suka sih, ada juga yang anti kepada dua jenis makanan ini. Alasannya karena baunya yang menyengat. Nggak heran  di luar sana durian sering disebut stinky fruit.

Tempoyak itu apa sih?

Tempoyak adalah hasil fermentasi durian. Cara fermentasinya dengan menambahkan garam pada daging buah durian yang sudah dilepas dari biji. Ada juga yang menambah cabai. Kemudian campuran ini disimpan dalam wadah tertutup. Selama 3 – 5 hari calon tempoyak  diletakkan pada suhu ruang sampai jadi. Yang dipilih sebagai bahan baku tempoyak adalah buah durian yang kurang enak atau sudah terlalu matang.  Tempoyak yang sudah jadi ini rasanya asam tetapi masih ada sedikit manis durian.

Durian saja sudah bau menyengat, apalagi tempoyak. Bisa bayangkan?

Propinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu, sumbernya tempoyak, adalah dua dari sekian tempat yang pernah kutinggali. Anehnya selama di sana tak ingin coba-coba makan tempoyak. Sama saja kasusnya dengan pempek. Aku mulai suka pempek  setelah meninggalkan tempat itu ha.. ha..  (ada story sendiri sih kenapa sempat nggak doyan pempek). Aku mulai suka tempoyak barulah kira-kira 3 tahun ini. Penyebabnya,  saat kumpul lebaran di rumah kakak ipar dia buat pepes ikan yang ditambahi bumbu tempoyak. Enaaaak banget.

 

Pendap dan tempoyak
Dua hidangan dari Bengkulu, pendap dan sambal tempoyak. Disajikan untuk sarapan di Hotel Santika Bengkulu

Ketika suatu kali kakak ipar datang, dia menawarkan mau bawa tempoyak mentah sebagai oleh-oleh. Katanya di pasaran di Bandar Lampung sedang ada tempoyak bagus. Hadeeeh jadi grogi, bagaimana cara masaknya?

Makanya saat berkelana ke blog teman blogger kulihat ada  resep  Tempoyak Udang kuliner khas Bengkulu. Catat ah linknya di sini, sebagai acuan kalau dibawakan tempoyak.   Teman blogger ini biasanya memadukan sambal tempoyak dengan ikan teri, ikan mas,  patin dan jenis ikan lainnya.

Teman blogger yang puya resep tempoyak udang ini adalah blogger yang tinggal di Bengkulu, Ria Mustika Fasha namanya. Beliau ibu muda dari seorang balita dan  sebentar lagi insya Allah jadi dua.  Sehat ya bumil…

Sebelum menikah Ria M Fasha adalah perempuan aktif di kampus dan dunia kerja. Dia ini sudah bekerja sejak masih kuliah, sekaligus berjualan pernak-pernik  dan beberapa benda lainnya. Jadi hari-harinya sejak pagi sampai jam 9 malam sangat sibuk dan padat aktivitas. Ria juga pernah menjadi relawan gempa Sumatera Barat tahun 2009 untuk trauma healing anak-anak.

 

 

Setelah selesai kuliah Ria sempat mengajar di POLTEKES di Bengkulu, lalu mengelola PAUD dan Bimbel. Aktivitas di luar rumah sempat dihentikan ketika memasuki jenjang pernikahan. Tetapi karena pada dasarnya tak senang duduk dian di rumah, dia pun mencoba segala jenis bidang usaha. Sempat jatuh bangun di usaha, kini dia coba berbisnis kue dan pernik ulang tahun.

Ria M Fasha sudah mulai ngeblog di tahun yang sama denganku, 2009. Banyak platform blog yang telah dijajakinya. Kini blog yang masih tetap diaktifkan ada dua buah. Yang pertama blog dengan url yang memakai namanya sendiri www.riafasha.com. Blog ini isinya tulisan campur tentang tips, review, kesehatan dan resep masakan yang dicobanya.

Blog kedua yaitu www.happyummi.com menampung tulisan dari blog-blog terdahulu dan ingin diisi dengan artikel mengenai parenting.

Ingin berkenalan lebih lanjut dengan mbak Ria M Fasha silahkan kunjungi blog dan akun media sosial miliknya ya.

 

Ria Mustika Fasha
Blog : www.riafasha.com &  www.happyummi.com
Facebook : Ria M Fasha
IG : @riafasha
Twitter : @chikarein

45 COMMENTS

    • aku pun sama penasaran.., pengennya sih yang langsung lep aja nggak usah masak sendiri wk.. wk..

  1. Saya belum pernah coba tempoyak… itu betulan bahan dasarnya durian? Haha. Kok jadi penasaran juga, banyak orang yang sudah bilang enak tapi saya belum pernah merasakan jadi hanya sebatas dengar-dengar saja, hehe. Kuy mba kalau masak tempoyak kabar-kabar, siapa tahu saya bisa ikut mencicipi, haha.

  2. Wah aku kalau mudik ke Palembang pasti nyari tempoyak. Tapi tempoyaknya selalu dipadu padankan dengan ikan. Kayaknya enak juga kalau pake udang, nih.

  3. Hah??? enak ta mba rasanya?
    Aku ini pecinta durian dan mertua aku orang lampung, tapi belum pernah sama sekali ngerasin yang namanya tempoyak.

    • orang Lampung biasanya doyan banget duren dan tempoyak,
      udah pernah nyeruit? seruuu.. makannya jadi namab2h

  4. Belum pernah makan tempoyak.

    Di kampung pak suami, Barus, Tapteng, aku pernah kaget. Mereka, pagi-pagi sarapan durian bareng ketan. OMG. Aku tergoda mencoba, bismillah…. uuuuu yeee… uuenaak tuenaan. Sejak saat itu, ketagihan.

    Adalagi, durian dibuat seperti kuah kolak, dan masih dimakan sama ketan yang dibentukseperti bola pingpong.
    Namanya Nasi Tue. Sering dihidangkan terutama saat melamar gadis, acara pernikahan dan acara kegiatan adat atau tradisi lainnya. Sudah menjadi warisan turun temurun.

    Iya, unik ya. Namanya Nasi Tue. Tapi bahannya dari ketan legit.

    Rasanya… hmmm, dijamin bikin mabuk kepayang!

    • waduuu … terbayang nikmatnya Nasi Tue…
      ketan duren sukaaa banget
      request dong kak Anna kalau pulkam ceritain tentang Barus, salah satu kota tua yang punya sejarah panjang

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda…..

    Saya sangat suka makan tempoyak, tetapi harus digoreng terlebih dahulu kerana saya tidak suka tmpoyak mentah. Biasanya jika digoreng saya akan mencampurkan udang bersama tempoyak agar rasanya lebih lazat. Semakin pedas semakin lazat.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

  6. tempoyak … sayup sayup pernah denger … hehehe
    teryata begini toh rupanya … kalau menurut saya sih .. sepintas kayak telur dadar.
    makan duriannya langsung aja sudah enak .. kalau dibuat seperti ini … hmmm penasaran pengen nyoba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.