[Profil] : Nur Aliah Saparida & Jajanan Khas Bandung

26
1006

Jalan-jalan ke berbagai kota di tanah air inginnya sih coba aneka kuliner khas setempat yang jarang ada di kota lain. Walau di kota Bandung terkenal dengan berbagai variasi kuliner masa kini, tetap saja ada pasar untuk jajanan tempo dulu. Terakhir kali yang kusantap  mi kocok dan uli bakar. Selain kedua jenis makanan itu ada apalagi ya jajanan tradisional khas kota Bandung?

Ada banyak makanan khas yang ingin kucari suatu saat jika ada kesempatan ke Bandung lagi. Ini ada 5 jenis makanan ringan yang kudapati di blog seorang teman Nur Aliah Saparida  yaitu, Jajanan Khas Bandung.

 

1. Kue Balok

sumber : widhie.com

Nama kue Balok baru kali ini kutahu.  Dari nama ini kok terkesan kue ini alot seperti balok kayu ha.. ha..

Sejatinya Kue Balok itu seperti apa? Kata mbak Widhie, panggilan buat mbak Nur Aliah Saparida,  kue balok ini hampir mirip kue pukis. Hanya kue balok tiga kali lipat lebih besar, dan rasanya tak terlalu manis. Cara makannya biasanya kue dicelupkan ke dalam kopi.

Googling lebih lanjut tentang kue ini, katanya kue balok mulai dikenal di Bandung sekitar tahun 1950.  Yang membuat kue balok ini seorang juru masak Indonesia yang kerja pada orang Belanda. Kue  yang tercipta padat, tahan lama dan mengenyangkan. Kue balok punya nama lain yaitu  disebut “jibeuh” singkatan dari hiji ogé seubeuh yang artinya “satu pun kenyang”.  (sumber: bintang.com)

2. Mipan.

Kue mipan ini sudah disebut langka. Memang hanya sedikit yang membahasnya di dunia maya. Katanya resep kue mipan ini dibawa oleh para perantau asal Tionghoa. Saking populernya kue mipan maka banyak penduduk lokal yang tertarik membuat dan menjualnya.

Bahan dasar  kue mipan dari  tepung beras yang dikukus. Kue mipan jadi terasa lembut tapi padat. Mungkin mirip jelly? Kue mipan disiram kuah  kehitaman. Ada yang menyebut kuah ini dari campuran kecap dan gula merah. Ada juga sebagian yang mengatakan keunikan rasa kue mipan ini karena ada  air khi yang berasal dari abu batang padi atau jerami ditambah saos manis gurih dan rajangan halus bawang putih goreng.  Katanya sih rasanya manis dan adem di tenggorokan.

3. Batagor Kuah

Batagor itu singkatan untuk bakso tahu goreng.  Justru pertama kenal   batagor ya batagor kuah ini.  Mirip bakwan Malang. Tetapi kok sekarang di Jakarta  lebih sering jumpa batagor saus kacang. Jadinya terasa  lebih mirip dengan siomay.

Mbak nur Aliah Saparida yang biasa dipanggil  Widhie,  jajanan ini  bisa ditemukan  di Jl. Panjunan.  Namanya Batagor Ihsan.

4. Kue Ape

Kue Ape bentuknya mirip serabi solo tapi warnanya hijau  dan lebih manis. Kue ini juga banyak ditemui di Jakarta. Kue ini murah meriah. Nggak cukup hanya makan satu saking tipisnya kue.

5. Surabi

Surabi kurasa  sudah banyak yang kenal. Di Jiakarta dan Solo disebut serabi. Tetapi walau bernama hampir mirip  ada perbedaannya juga. Serabi Betawi berwarna kecoklatan dan disirami kinca. Seabi Solo biasanya digulung daun. Sedangkan surabi Bandung tradisional dimakan dengan oncom pedas.

Nah, pertama kali coba surabi oncom saat pelatihan di Bandung. Penginapan kami menyediakan  variasi sarapan surabi oncom. Terbiasa makan serabi dengan kinca tentu rasa surabi oncom yang agak pedas terasa aneh ha.. ha..  Setelah beberapa kali, barulah ketemu enaknya surabi oncom.

Setelah tahu usulan kuliner Bandung sekarang  berkenalan dengan pemilik blog berjudul cuap-cuap Widhie BBF. Blog ini sudah dibuat sejak 2012. Kemudian berpindah ke Top Level Domain alias domain berbayar pada 2015. Kini blognya sudah berkembang menjadi 4 buah blog dengan kekhususan masing-masing.

 

Asal muasal Mbak Nur Aliah Saparida beroleh nama panggilan Widhie cukup unik lho. Ibu muda ini  lahir di Bandung, tapi  entah kenapa di KTP  malah tertulis Tegal. Sebelum kedua orang tuanya  sepakat memberinya nama yang indah, adik neneknya punya inisiatif  memberi nama panggilan sementara. Nama itu adalah  Widhie  yang merupakan singkatan dari nama kedua orang tuanya, Wiwin dan Washudi. Eh, nama panggilan itu malah terus berlanjut sampai dengan saat ini.

Selain aktif  ngeblog ibu muda dari seorang balita yang katanya selalu kepo ini punya kegiatan mengurus koperasi pengajian wanita dan juga menjual kosmetik wanita dari berbagai merek nasional. Selain itu beliau juga aktif  di pengajian dan PKK.  Dia mengaku jatuh bangun dalam mengelola usaha yang dimulai sejak tahun 2010. Banyak bangkrut , tetapi banyak pelajaran yang bisa diambilnya dari situ.

Ingin berkenalan lebih lanjut dengan mbak Widhie silahkan kunjungi blog dan akun media sosial miliknya ya.

Blog
www.widhie.com (utama)
curhatandhie.blogspot.co.id (blog umar)
bacaandhie.blogspot.co.id (blog buku)
makeupdhie.blogspot.co.id (jurnal makeup)
Fb : Nur Aliah Saparida
Twitter: @widhie_ndutty
IG : @widhie_ndutty

26 COMMENTS

  1. Gw baru denger ttg kue mipan ini, kayak nya dah jarang banget kan di bandung. Kalo kue balok mah aku punya langganan disana buat sarapoan dengan segelas kopi

  2. Yang kue balok punya bayangan rasa, lah kue mipan asing. Semoga kue tradisional khas ini terpelihara ya mbak jadi khazanah kuliner khas. Salam

  3. Bandung bukan hanya terkenal wisata budaya dan pemandangan alamnya tetapi juga kulinernya.
    Jika sekolah atau dinas di Bandung rasanya senang sekali.
    Terima masih info kulinernya
    Salam hangat dari Jombang, Jawa Timur.

  4. Ow, Widhie itu nama kecil. Pas pertama knal ya bingung, namanya apa kok panggilannya apa, hehehe. Baca makanan khasnya jd lapar

  5. Heran saya dulu cukup lama di Bdg, tapi tak pernah tahu kue balok dan kue mipan. Kalau surabi oncom favorit saya, juga bandrek, bajigur dan combro 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.