[Profil] : Atanasia Rian dan Rumah Teh Ndoro Donker

23
1163
Teawalk di Gunung Mas

Cerita Atanasia Rian nyemplung jadi blogger sangat unik. Rian mengaku dulu nggak suka dunia tulis menulis. Calon suamilah yang lebih dulu jadi blogger. Suatu saat  Rian bantu persiapan komunitas  blogger Jogja  ke acara Blogger Nusantara 2011.  Sejak itu hampir selalu ikut event blogger  dan sering ketemu blogger. Sudah pasti  ditanya apa alamat blognya.

Daripada bolak balik ditanya dan nggak pernah bisa jawab, atau mungkin bosan bilang dirinya bukan blogger,  jadilah dia memulai buat blog di www.kulinerwisata.com. Blog ini diluncurkan pada 2012.  Sejak awal blog ini  sudah top level domain. Tetapi barulah pada 2014 dia aktif mengisi blog baru itu sampai sekarang.

Kini Atanasia Rian sang pengantin baru sudah  dikenal sebagai seorang travel blogger. Niche traveling dipilihnya karena sejak kecil bersama bapak dan mamanya hampir selalu jalan-jalan.  Bahkan tetap jalan-jalan bersama keluarga dan mantan pacar meski sang mama sudah sakit stroke selama 10 tahun. Keluarga petualang beneran yah.

Sesuai judul   kuliner wisata blog Atanasia Rian berisi sebagian besar tentang kuliner.  Tampilan blog Rian itu clean, SEO friendly dan tampak profesional.  Logo di header juga keren, menggambarkan Indonesia yang minta dijelajahi.  Kategori di blognya pun minimalis jumlahnya yaitu tentang  Kuliner, Wisata dan Hotel.

Gaya menulisnya Rian ini singkat, padat, jelas,  to the point namun lengkap. Dia nggak pakai bahasa berbunga-bunga lalu mutar ke sana kemari. Jumlah kata  di setiap postingnya nggak sampai ribuan kata, cukup  dengan 300 sampai 500 kata, namun tulisannya sering masuk di halaman pertama mesin pencari.

Kalau mengikuti instagram dan FBnya telihat dia ini seperti tak ada capeknya. Sering banget pergi jalan-jalan.  Belum lagi muncul tulisan wisatanya ke desa wisata di Lampung dia sudah pergi lagi ke tempat lain. Selain itu menurut cerita teman-teman dia ini orangnya gesit, ringan tangan  dan mau saja disibukkan mengurus bermacam  event.

Dari sekian banyak tulisan di blog kulinerwisata.com yang membuatku tertarik adalah artikel tentang Rumah Teh Ndoro Donker Karanganyar.

Ada apa dengan tulisan itu?

Keluarga kami menyimpan rencana suatu saat ingin ke Solo. Banyak obyek menarik di sana kan. Tentu aku ingin ke Candi Sukuh, candi Ceto,  Trowulan dan berbagai obyek budaya dan sejarah yang banyak di sana. Selain itu Solo kan terkenal enak kulinernya.

Nah Rumah Teh Ndoro Donker ini  letaknya di kawasan Tawangmangu yang bisa didatangi setelah mengunjungi candi Ceto.  Rumah perkebunan teh dari masa lalu yang letaknya  lebih tinggi dari jalan dan kebun, jadi bisa puas melihat sekeliling.  Ladang teh hijau menghampar selalu menarik di mataku, selalu senang ikut Tea Walk seperti di Gunung Mas. Kebun teh  di pegunungan dengan topografi   lahan naik turun berbeda tinggi mampu menghasilkan foto yang mengesankan.

Menurut tulisan Rian Ndoro Donker adalah ahli tanaman asal Belanda yang pernah tinggal di desa Kemuning untuk membangun perkebunan. Ia  sangat dicintai warga. Ia mencintai desa itu dan mengabdi di sana sepanjang hidupnya. Kawasan yang pernah ditinggalinya kemudian disebut Ndokeran.

Apa asyiknya minum teh  di sini dibandingkan dengan di tempat lain? Sensasi. Semilir angin gunung, hamparan kebun teh,  nuansa masa lalu yang sangat membius.  Berbagai macam varian  rasa teh yang diseruput saat  suhu optimal  hingga  mampu merasakan aliran hangat  di dalam tubuh. Sudah  pasti mampu menghilangkan penat dan jiwa pun merasa kaya dan sumringah. Menjadi seorang  slow traveler itu memang sesuatu banget deh.  Pokoknya Tawangmangu dan Rumah Teh Ndoro Donker sudah tercatat di wishlist agendaku.

23 COMMENTS

  1. Makasih mba, bener aku belum begitu bisa mengembangkan sampai ribuan kata. Seneng yang simple dan tepat sasaean. Soalnya kalau nyari juga suka yang gitu hehehs

    • aku juga sama Rian, di posting lama2ku juga cuma 200an kata ha.. ha….
      tapi Rian jago.. tulisannya banyak yang masuk page one lho

  2. Ndoro Donker berada di jalur Candi Sukuh dan Ceto, mbak. Nyantai ngadem di kebun teh ala Noni. Karanganyar bumi kami bersama Kyaine mbak, hehe numpang promosi wisata. Salam

    • betul mbak aku teringat mbak dan Kyaine kopdar di Karanganyar…
      jadi tepat ya mbak tujuan ini kumasukkan di agendaku

  3. Beberapa tahun yl saya bersama teman ke Candi Sukuh dan Ceto, pulangnya melewati Rumah Teh Ndoro Dongker. Sayang tidak mampir, soalnya agak buru2 dan mau hujan…Bagus memang pemandangannya dan sejuk. Kapan2 mah ah minum teh disini. Trims sharingnya…

    • ayuk mbak diulang lagi ke Karanganyar he.. he..
      atau minum teh di villa cukul pengalengan mbak,
      hampir mirip kan ya suasananya

  4. liburan tahun lalu say bareng kelarga sempet mampir ke ndoro donker ini … tempatnya memang asyik .. di perkebunan teh.
    Melihat hamparan kebun teh itu sangat menenangkan jiwa .. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.