Persiapan Menyambut Lebaran

2
171
Image by mohamed Hassan from Pixabay

Persiapan Menyambut Lebaran setelah berkeluarga  tak seheboh dulu waktu sebelum menikah.  Yang jelas menandakan persiapan Lebaran adalah takbiran yang terus menerus berkumandang dari beberapa masjid sekeliling kami. Lalu, tetangga dekat saling berkirim makanan. Alhamdulillah.

Di kompleks perumahan kami, silaturahmi antar tetangga setelah sholat Ied, di lapangan dan depan rumah saja. Karena masing-masing sibuk mempersiapkan diri untuk mudik. Yang tak mudik pun bergegas untuk silaturahmi ke rumah kerabat. Jadi, Lebaran di kompleks itu sepi.

Lain halnya di rumah orang tuaku dulu. Kami tinggal di kompleks perumahan dinas yang homogen. Jarang banget penghuni yang pulang mudik ke kampung halaman di seberang pulau. Jadinya silatrahmi ke rumah-rumah yang dituakan, antara lain ke rumah  kami  karena almarhum papa itu  juga merangkap sebagai ketua pengurus masjid. Rumah kami yang pertama atau kedua didatangi.  Semuanya datang rombongan besar.  Nah, inilah perisiapan menyambut tamu dalam jumlah besar.
  • Masak memasak dalam jumlah besar

Tentu saja harus ikut membantu di dapur. Persiapan masak sudah beberapa hari sebelumnya. Menu dari tahun ke tahun selalu sama, ketupat, sayur lodeh, rendang, opor ayam, tauco udang, ketupat ketan dan kue-kue. Pernah sekali tak membuat ketupat ketan misalnya, eh ada yang kepengen, makanya setelah itu susunan menu ya tetap seperti itu. Hari kedua menunya berbeda. Masak bakso atau sop kimlo saja, makanan hari pertama biasanya tka disentuh tamu lagi karena bosan.

  • Pel lantai dengan ampas kelapa

Malam takbiran masih melantai dengan ampas kelapa he.. he.., biar mengkilat kata mamaku. Maklum rumah dinas itu usianya sudah tua, lantai masih tegel jaman dulu yang mulai dimakan usia. Kata mama hasil pel dengan ampas kelapa lebih bagus dariapada cairan pel merk terkenal saat itu.

  • Menata kue dalam stoples cantik

Pantang buat mamaku menyajikan kue lebaran dalam stoples plastik. Makanya harus dipindahkan dengan rapi  ke stoples yang lebih baik.

  • Mengeluarkan piring, sendok garpu

Karena tamunya berjumlah besar, di rumah punya persediaan piring beberapa lusin. Tamu yang datang dua rombongan dalam jeda waktu singkat itu harus disediakan piring, sendok garpudan gelas  yang cukup. Mana sempat cuci piring dulu.

Poin di atas ini persiapan menyambut para tau yang akan datang berkunjung silaturahmi. Bukankah kita sharusnya  memuliakan tamu? Lalu persiapan menyambut Lebaran mengikuti sunnah Nabi bagaimana?

  • Mengikuti sunnah Nabi mengumandangkan takbir. Papa dan adik  saja yang pergi takbiran ke masjid. Kami hanya menunggu rombongan takbiran lewat di halaman rumah.
  • Mandi dan keramas sebelum sholat Idul Fitri
  • Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian
  • Sarapan sebelum berangkat ke lapangan
  • Mengajak semua anggota keluarga sholat ke lapangan
  • Jalan kaki ke lapangan
  • Sholat Idul Fitri di lapangan

Persiapan menyambut Lebaran harus paripurna ya, tak hanya hidangan yang disiapkan, tetapi juga hati yang ikhlas  dan bersiap menyambut kemenanga. Mohon maaf lahir dan batin bila konten dan komentar dariku di blog ini dan pergaulan di duni maya ada kesalahan. Semoga amal ibadah kita, puasa kita di Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT.

2 COMMENTS

  1. Persiapan yang komplit ya mbak. Kenangan dari Papa Mama yg tak pudar.
    Mohon maaf lahir batin di hari Fitri ini ya mbak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.