Penyuluh Pemalu

23
72

Teringat dulu, aku adalah seorang anak pendiam dan pemalu, sampai kini pun masih kurasa ada sisa-sisanya he..he..

Kalau tak salah kejadian yang berkesan ini terjadi di kelas 2 atau 3 sekolah dasar. Sore itu dengan bus kompleks  aku dan seorang teman ke perpustakaan,  mau pinjam buku tentu sajaSesudah dapat buku yang diinginkan, aku bersama  teman  sekelasku itu pergi ke halte bus, bersama-sama juga dengan beberapa anak perempuan yang lebih besar. Aku ditinggal jalan di belakang sendirian, sementara temanku yang lebih banyak omong itu diajak mereka. Salah satu gadis itu malah bilang … itu adikmu ..temanin tuh… sambil tertawa-tawa melihat ke arahku. Aku diam saja tetapi tetap ikut mengekor di belakang mereka. Tapi …kurasa dalam hati ada perasaan sakit karena merasa diejek dan  tak dianggap. Ternyata tak kusadari kejadian itu masih menimbulkan rasa pahit.

Masa-masa selanjutnya aku masih tetap pendiam dan tak banyak omong. Sifat pemalu mengajak orang berbicara duluan masih tetap ada. Aku tak berani tampil sendirian di muka orang banyak, kecuali bila tampil  itu bertiga atau beregu. Bahkan setengah mati aku menolak ketika ditunjuk guru untuk menjadi pemeran di sandiwara sekolah, apalagi perannya jadi ibu dan pemeran anakku adalah anak cowok, kakak kelas…Aku  takut membayangkan adegan harus di atas panggung sendirian. Bu guru terus  saja menyuruh latihan, tapi akhirnya aku terselamatkan karena acara perayaan di sekolah dibatalkan. Horee…

Rasa malu dan takut tampil sendiri itu masih bertahan sampai masa bekerja. Perasaan campur aduk berdebar-debar karena diharuskan tampil penyuluhan sendirian. Sebagai petugas kesehatan aku harus melaksanakan program usaha kesehatan gigi sekolah. Program ini antara lain  meliputi pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan pada anak murid kelas 4 dan 5 SD.

Masa sih..sama anak kecil saja malu ?

Belum tahu sih ya.. bagaimana tingkah anak SD bila yang masuk kelas bukan gurunya, he..he… pembelaan  diri. Anak-anak itu akan ribut berteriak, sebagian menangis takut disuntik ketika guru memperkenalkan diriku. Sesudah diperkenalkan, lho kok  guru meninggalkanku sendirian dengan 30-an  anak. Bagaimana ini ?

Mulailah kekacauan, anak-anak mulai ribut berpindah duduk, merubung di dekatku. Aku yang grogi bertambah kacau saja karena ternyata untuk bicara  di depan kelas itu perlu suara yang lantang. Aku yang biasa buka mulut seadanya, jadi seperti berbisik.  Mungkin juga ini  karena pengaruh suasana ruangan kelas yang besar, beratap tinggi, dan jendela-jendela terbuka ditambah lagi keributan anak-anak. Baru lima menit berbicara suaraku hilang, tenggorokan langsung sakit (salut sama bapak ibu guru yang tetap bersuara  setelah seharian mengajar). Alhasil penyuluhan hari  pertama itu sangat singkat dan materi yang dibicarakan pun seadanya.

Pengalaman penyuluhan pertama itu mengajarkan banyak hal, antara lain bagaimana mengatasi kerumunan anak-anak, penyuluhan efektif ataupun cara menangani anak yang ketakutan. Setelah sekian kali penyuluhan akhirnya akupun  dengan kerumunan anak. Bila guru meninggalkan kelas kuminta bantuan ketua kelas untuk menenangkan temannya yang ribut sehingga aku bisa lebih fokus pada penyuluhan. Sejak itu   perlahan sifat pemaluku mulai menghilang. Kini penyuluhan di depan anak-anak atau orang dewasa seperti ibu kader dan masyarakat umum insya Allah sudah lebih tenang dan bisa lebih lancar, meskipun suara tetap tak bisa lantang, …kan sudah ada pengeras suara,  he..he….

 

 

 

SHARE
Previous articleNisan Tanpa Nama
Next articlePisang Manila

23 COMMENTS

  1. Hehe.. saya jadi ingat di awal tahun 2006 dulu, waktu punya kegiatan yang harus sering berkumpul dengan adik-adik SD. Mereka rame dan ada saja yang dilakukan, sangat bikin grogi. Pengalaman perdana-nya kurang lebih sama kayak pengalaman Tante, tapi akhirnya terbiasa.

    Semoga sukses kontesnya ya Tante Monda 🙂

    • he..he…, mereka memang tak bisa duduk diam dan ada saja yang ditanyakan, seringnya pertanyaan aneh2

  2. trims ya Ely,
    suaraku kalah kencang dengan suara berisik anak2,
    tapi kalau penyuluhan di kelas ya nggak ada pengeras suaranya …, jadi tetap aja tenggorokan sakit dan harus banyak minum

  3. semoga sekarang sudah tidak malu dan tentunya tidak malu maluin dong ya :0

    saya juga pemalu, tapi sekarang kerjaannya banyak presentasi dan kenalan sama orang.. lama lama juga biasa saja.. menarik bahkan…

  4. sya jga orgnya pemalu lho mb….mknya wktu KKN di Garut sengaja mnta ngajar di SD.,.hitung2 buat latihan brbicara didepan krn selepas KKN sya hrs magang di SMU…btw sukses buat kontesnya!

    • KKN jadi ajang gladi resik sebelum ke anak SMA ya…
      aku cuma sekali ikut teman penyuluhan ke anak remaja itu…., mereka rada cuek ya..

  5. katanya kalo sering dilatih , lama2 jadi terbiasa Mbak!
    Saya juga suka ga pede tampil /ngomong di depan orang banyak. Cuma kalo udah ‘kepepet’ dan modal ‘nekad’ …ya jalan saja!

  6. Wuih. Kebayang Mba Monda gimana rasanya. Saya dulu juga pemalu dan ga berani ngajak orang ngobrol duluan. Etapi setelah berani presentasi kok jadi banci tampil dan teman-teman saya selalu rela kalo saya yang maju merelakan diri jadi presenter. Berasa artis. 😛
    Semoga sukses ya Mba giveawaynya

  7. aku juga tuh bun.. Mulai lebih pede semenjak kuliah deh sepertinya, coz sering disuruh presentasi hasil laporannya.. ditambah lagi pernah jadi pengajar di bimbingan belajar dulu. Tambah pede deh 😀

  8. Metamorfose yang luar biasa ya mbak, mengelola rasa malu dan menjadi penyuluh kesehatan yang tetap menyimpan rasa malu demi kesehatan klien layanannya. (Eh toss dulu sesama pemalu kita) Selamat berkarya

    • pengalaman seruuu ya mbak …
      Untuk anak TK 30 menit itu lama banget lho…., disambi nyanyi2 ya. ..?

  9. sama dong BunMon dengan aku…
    sampai sekarang aku tuh masih aja pemaluuuu….gimanaaa gituh .. :mrgreen:

    semoga sukses di acara GA ini BunMon sayang ….. 🙂
    salam

  10. Buuun… Samaaaa… Hihihi

    Aku suka grogi, jd inget wkt ptt… Bikin program sendiri buat penyuluhan ke sd sd… Tp terusannya grogi, akhirnya aku minta ditemani sm bidan, hehe…

    Smpe skrg pun msh Buuun… Gmana niiih… Gak punya tmpt latihan soalnya… *alesan*
    Hahaha…. Secara sehari2 cm didalem rg praktek doang, giliran kmrn diminta ceramah di dpn emak2 tk nya vania, grogi lg deh, hadeeeh…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.