Pandangan Pertama : Ullen Sentalu

45
132
museum Ullen Sentalu

Ullen Sentalu.  Dua patah kata asing yang tak kutahu maknanya ini terdengar indah di telingaku. Membuat penasaran. Begitupun ketika melihat foto teman yang berlibur ke sana … langsung terbersit keinginan harus datang.

Datang pertama kali ke Museum Ullen Sentalu  pada suatu  Senin siang, di 2010, tak sadar bahwa di semua museum hari Senin itu adalah hari libur. Dan betul,  museum tutup. Sangat kecewa dengan kebodohanku, tetapi sempat juga memandang ke sekeliling  lokasi di  lereng gunung Merapi, Yogyakarta, tepatnya di jalan Boyong Kaliurang. Aku langsung terpana. Tak terlihat bangunan, hanya ada loket dan pintu gerbang di antara rerimbunan pohon yang lebat. Di mana museumnya?  Maka, aku bertekad akan kembali lagi, untunglah keluarga bersedia he..he…

Ketika datang kedua kalinya 2 hari kemudian cuaca tak mendukung, hujan lebat baru saja berakhir, menyisakan udara pegunungan yang semakin  dingin dan berkabut. Tiket masuk sudah di tangan, Rp 25,000 untuk dewasa dan Rp 15,000 untuk anak-anak. Petugas loket meminta  kami  menunggu sebentar karena akan dijemput oleh pemandu.

Sambil menunggu pemandu datang,  kuamati tiket itu, cantik sekali. Tiket berbahan kertas tebal bergambar lukisan indah yang menggambarkan  dua orang penari berkostum tari tradisional Jawa, salah satunya bertopeng,  lengkap dengan sampurnya (selendang di pinggang untuk menari). Lukisan yang mengambarkan kelenturan tubuh si penari ini adalah salah satu koleksi museum.

museum Ullen Sentalu

Di bagian belakang tiket tertera  kalimat  pengantar berbahasa Inggris yang membuatku semakin terkagum. Pengantar yang membuat semakin ingin tahu. Tiket cantik ini kuniatkan untuk disimpan, jatuh cinta pandangan pertama pada tiketnya (memang tiket masih kusimpan setelah dua tahun berlalu, dilaminating supaya awet).  Tiket saja digarap  seserius ini, pasti isi museum sangat menarik

museum Ullen Sentalu

Mbak pemandu datang mengajak kami masuk ke dalam. Diwanti-wanti tidak boleh mengambil foto, dan memang di mana-mana ada plang NO PICTURES, hanya boleh di taman dekat pintu keluar. Menurut sang pemandu, Ullen Sentalu  adalah akronim.  Terus terang sudah lupa kata-kata tepatnya, tetapi ini  dari  Wikipedia  : ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku  yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”.Blencong adalah  lampu minyak yang dipakai pada pertunjukan wayang kulit.

Kami dibawa ke dalam Taman Kaswargan. Konsep museum yang hendak menyatu dengan alam sekelilingnya, sehingga sebagian ruang dibuatkan  di bawah tanah, kental dengan budaya Jawa.

Memang konsep museum ini adalah menyimpan kekayaan tak benda (intangible heritage), yang rawan hilang di tengah  gempuran modernisasi. Maka, di sini tak hanya menyimpan benda bersejarah seperti artefak  tetapi hasil dari kebudayaan itu sendiri. Label pada koleksi juga tak ada, mengandalkan sepenuhnya pada kemampuan pemandu. Lebih lanjut  mengenai konsep museum ini bisa di cek di profil Ullen Sentalu di situsnya.

Koleksi museum ini ditata apik dengan konsep pencahayaan dan penataan seperti di galeri internasional,  sangat berbeda dengan museum pada umumnya. Kesannya eksotis dan magis. Museum tercantik yang pernah kulihat di negara kita. Koleksinya yang berasal dari balik tembok istana 4 kerajaan Jawa yang selama ini tersembunyi dari pandangan umum yang membuatnya semakin menarik. Kehidupan putri keraton dan rahasia di dalamnya, terkuak di sini, termasuk surat cinta salah seorang putri. Tak ada foto,(suasana hujan rintik  dan berkabut, sehingga di luar pun tak bisa berfoto) hanya mengandalkan ingatan yang menjadikan kunjungan ke sini tak terlupakan.  Semoga ada kesempatan kedua datang ke sini lagi.

“Pandangan Pertama Special Untuk Langkah Catatanku”

45 COMMENTS

  1. wow, tiketnya tertanggal 29 juni 2010.
    itu tanggal penting banget tuh, kak =))

    sukses wat kontesnya,
    pandangan pertama ala pencinta museum.

  2. aku yg deket malah belum pernah ke museum ulen sentalu Bun,,,
    sungguh terlalu…
    tapi membaca di sini, jd hrs mengagendakan ke sana nih… harus…

    • ntar kalau pulang Jogja sempatin mampir deh…., di tamannya aja cakep kok buat foto2, dapat welcome drink minuman tradisional

  3. He em, sekali ke sana pasti bikin jatuh cinta. Setuju!
    Sayang tiketnya mahal… hihihi, tapi sebanding sih… coolll… suka suka banget sama Ullen Sentalu <3 <3

    • @ Una: sayangnya pas kita di jogya kemarin gak keinget kesono ya? #lha dirik tahu ttg Ullen Sentalu juga karena baca disini neh..

      @ Bunda Monda: Pandangan pertama di Ullen sentalu yg bikin jatuh cinta ya? Penasaran pengen juga kesana ahhh nanti…#kapan -kapan

  4. belum pernah nih kesini, kalau ke jogja waktunya sudah habis untuk jalan2 di kota aja.
    di samping museum ini, pengen juga ke ketep pass. view nya mantap katanya.

  5. Wuih… lumayan juga tiket masuknya…
    Jadi penasaran sama isinya. Sejauh ini, museum yang paling membuat saya terkagum2 adalah museum yang di dekat taman mini itu 😀

  6. Selamat meramaikan GA sahabat ya mbak. Ulasannya makin memperkuat minat mengunjunginya (loh meski dekat malah belum menikmati). Salam

  7. di bandingkan harga tiket museum lain termasuk mahal ya mbak.. tp kl memang museumnya terawat dan layak bgt utk di kunjungi sepadan kayaknya ya.. *baru baca infonya dr sini aja kyknya menarik utk di kunjungi 🙂

    • memang mahal dibanding museum negri, 5 kali lipatnya Museum Nasional, tapi kukira wajar, karena ini swasta punya…, apalagi ruang berAC semua, perawatan koleksi dan honor pegawai pasti butuh biaya besar

  8. selalu suka dgn tulisan2 BunMon mengenai wisata museum

    selalu penuh detil, seperti tulisan2 lainnya……….yang bikin kepingin ikut menyaksikan keindahan museum ini
    terimakasih ya BunMon telah berbagi hal indah ini 🙂
    salam

  9. Ulen Sentanu
    Saya pertama kali mendengar tempat ini dari blognya … Bu Tuti Nonka …
    (ah apa kabarnya ya Ibu Tuti)
    Saya belum pernah kesana …
    semoga suatu saat saya bisa ke sana

    salam saya

  10. Saya juga sudah mengunjungi museum itu via web mereka, 🙂
    Semoga menang diakhir tahun ini hadiah GA-nya milik mba Monda (apakah lebih baik saya panggil ito?).

  11. Awalnya mengira dari namanya Ullen Sentalu itu museum di daerah sekitar Kalimantan (inget kayu Ulin. Hehehe). Eh, tiket agak mahal ya, Bun. Itu dulu, kalau sekarang mungkin tambah naik lagi.

  12. Jadi penasaran dengan keberadaan museum Ullen Sentalu ini, mbak…baru denger namanya dan keberadaannya dari cerita mbak Monda ini…dan akan saya ingat baik-baik, jangan pernah berkunjung ke museum hari Senin karena tutup 🙂

  13. Baca ini jadi tahu banyak tenpat yg perlu di kunjungi ke jogja.. mudah2an bisa kesana lagi. bener bener pengen deh >_<

  14. museumnya di yogya ya bunda Monda? 🙂
    wah uni belum pernah maen ke museum ullen sentalu 🙂
    semoga menang ya GAnya bunda Monda, selamat menyambut tahun baru bunda 🙂

  15. Halau, Buda. . . 😉
    Maafkan baru berkunjung. 🙂

    Saya berkali2 ke Jogja, tetapi belum pernah ke Ullen Sentalu. hihihi
    Saya malah baru tahu dari Bu Dokter nih. 😀

    Tiketnya memang unik, terlebih ditulis dengan bahasa inggris. Saya penasaran dengan museum ini. Semoga lain waktu bisa mendatangi Ullen Sentalu.

    Terimaksih sudah ikut meramaikan syukuran GA Langkah Catatanku, Bunda. ^_*

  16. Libur kemaren sempet lewat aja kesini, karena waktu yang mepet jadi nggak sempet mampir. Hanya Bang Uli dan keluarga yang cerita dan mampir sini. Nita cuman ngedrop Dita aja ke rumah Meli yang kuliah di UGM kak… jadi nggak sempet jalan-jalan deh

    • biar nggak jalan di Jogja tapi ke Pati nemu yg unik kaan…
      jadi pengen juga nih ketemu bang Uli…, udah lamaa

  17. Pernah dengar cerita dari kakak yg ke sana dengan paguyuban Lansia di kelurahannya… makin penasaran setelah membaca tulisan mbak ini… mudah2an saat ke Yogja lagi bisa mampir ah…

  18. hmmm ulasan keren tentang ulen sentalu,
    ane masih penasaran sama musium ini,
    yang konon katanya juga mengelola “gereja gothic” di sayidan
    yang dikenal misterius itu 🙂

    btw, salam kenal yah :))

  19. jogja memang begitu
    tempat yang berbau seni termasuk galeri liburnya hari senen karena minggunya buka
    eh tapi aku malah belum pernah ke ulen sentalu
    kesannya serem, hehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.