Lirik Lagu O Tano Batak

Kalau dari Ranah Minang ada lagu Kampuang Nan Jauah di Mato yang mengisahkan kerinduan akan tanah kelahiran yang jauh, di Tapanuli ada lagu O Tano Batak yang bermakna sama. Bahasa dalam lirik lagu ini adalah bahasa Batak Toba. Lirik lagu O Tano Batak mengisahkan keinginan seseorang untuk kembali ke kampung halaman, tempatnya dibesarkan. Berikut lirik dan terjemahan lagu O Tano Batak.

O Tano Batak haholonganku (Oh Tanah Batak kesayanganku)

Sai namalungun do au tu ho (Aku rindu sekali padamu)

Dang molo modom dang nok matakku (Tak mampu tidur tak mampu menutup mata)

Sai namasihol do au Sai naeng tu ho (Selalu kuingin datang padamu)

 O Tano Batak sai naeng hutatap (Oh Tanah Batak selalu ingin kulihat)

Dapotononku tana hagodanganki (Ingin kudatangi tanah kelahiranku)

O Tano Batak andigan sahat (Oh Tanah Batak kapankah kujumpai)

Au on naeng mian di di ho sambulokki (Rindu ingin datang ke sana)

Molo dung biccar mata ni ari (Bila matahari bersinar;)

Lao panapuhon hauma i (Yang menyuburkan ladang)

Denggan do ngolu siganop ari (Hidup di sana sungguh nyaman)

Dinamaringan di ho sambulokki (sewaktu aku masih di sana)

 

Iya, ngaku deh memang lagi kangen dengan kampung halaman, dengan rumah kedua opungku.Terakhir ke Sumatera Utara itu 20 tahun lalu…., lama sekali kan. Tentu saja sudah banyak yang berubah. Di Medan tak ada lagi rumah opung, sudah dijual karena keturunannya tak ada yang menetap di sana. Di Sipirok juga tak ada lagi keturunan opung, rumah opung juga hanya ditinggali oleh saudara sepupu tingkat ke sekian, bahkan rumah yang dahulu rumah panggung kayu sudah berubah jadi rumah tembok. Renovasi rumah kayu itu ternyata sangat mahal ya, jauh lebih murah buat rumah bata.

Walaupun tak pernah tinggal lama di Medan dan Sipirok (8 jam perjalanan dari Medan), aku datang ke kedua kota itu hanya beberapa hari, rupanya akar budaya kita tetap ada di sana ya. Setiap mendengar lagu ini selalu ada rasa tercekat di tenggorokan, terkadang juga mampu meneteskan air mata, rindu suasana berkumpul dengan keluarga besar dan mendengarkan aksen bicara dan guyonan yang familiar. Mudah-mudahan dimudahkan rejeki dan langkah supaya bisa ke sana bersama keluarga.

Jadi apa yang membuat rindu suasana kampung halaman ketika tak ada lagi saudara yang dikenal di sana? Menurut anda?

Ini lagunya, instrumentalia dari Oom Trainer. Terima kasih banyak oom.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. iyalah kak, bahkan meski kk belum memijak tanah batakpun maka kk akan tetap merindukannya.. krn dari sanalah asal usul kk.

    klo mendengar lagu daerah yg mandayu hati begini, aku selalu saja rindu kampung.. pdhl aku sudah tinggal di kampung, xixi.. makasi wat om NH atas permainan pianonya nan indah.

  2. sekarang perkembangan daerah begitu pesat, lima tahun saja sudah banyak yang pangling, apalagi 20 tahun

  3. 20 tahun bawa perubahan pak…, katanya anak2 di sana sudah tak berbahasa daerah, tapi bicara bahasa Indonesia saja…
    jadi takut deh bahasa daerah bisa hilang

  4. ya ya.. sekarang aku mengerti kesedihannya Mbak Monda. Ternyata bukan hanya sekedar kangen yang terus bisa diobati begitu kita pulang kampung kapan saja punya waktu libur dan uang… tapi ini masalahnya sudah tidak ada lagi saudara yang tinggal di sana ya Mbak Monda.
    Tapi untuk meringankan derita kangen..mungkin kita bisa menghibur diri dengan menyadari toh semuanya memang harus berubah kan Mbak.Walaupun kita tetap tinggal di sana dan tidak merantau, toh segala sesuatunya juga pasti akan berubah tidak sama dengan saat kita masih kecil..

    • terima kasih penghiburannya mbak…
      iya inget cerita tanteku waktu datang ke kampung, di ujung jalan ditanyain orang2 dia siapa…, tak ada lagi yang mengenalnya atau sekedar ingat namanya, padahal tanteku dulu kan remajanya di kampung..
      iya memang mbak dunia berubah ….kita yg harus terima kenyataan ya, nggak mungkinlah aku datang dan disambut banyak orang seperti dulu ketika datang ke sana dengan papaku..

  5. Jujur ya Kak …
    inilah yang hilang dari saya pribadi …
    saya agak susah menentukan kampung halaman saya … 🙂
    dan saya pun tidak punya sebait lagu yang mengingatkan saya akan kampung halaman …

    Salam saya Kak …
    Senang bisa ikut mejeng disini …
    (itu lagu panjang juga ya …)
    (jadi kepikiran bikin versi Visualnya nih …)(halah dasar Om-om narcis)

  6. hehehe… ada yang tersinggung nih, saya termasuk orang yang ‘gak punya kampung halaman’. Miris juga sih, Bicara sama ibu saja harus pake bahasa Indonesia. Kalo pake basa Jawa, jadi kikuk, takut salah.

  7. kak Monda, aku juga boru Batak tp gak tau lagu itu. Papa saya asli Tarutung dan sdh lama sekali menetap di Tegal. Terakhir pulang kampung tahun 2008 brsama mama papa dan Alhamdulilah rumah Opung masih ada meski skrg ditempati oleh sepupu Papa.
    Kangen juga pengin ke kampung halaman papa lagi 🙂

    • iya lama2 memang keturunan para perantau ini sudah tak bisa bercakap2 dalam bahasa daerahnya ya, karena jarang ketemu lawan bicaranya

  8. Lagu daerah Tapanuli kaya ragam ya mbak mulai yang sendu mendayu hingga riang jenaka. Menunggu kisah mBak Monda sekeluarga berlibur ke Tananuli ah. salam

  9. Rumah saya dikampung sdh kosong mb, setelah bapak meninggal, ibu menetap dg adek perempuan di batam, adek adek yg lain di tanjung pinang, meskipun ada yg di kampung tp sdh punya rumah sendiri, sedangkan saya di jakarta.

  10. Ahh.. aku gak punya kampung halaman bun.. jadi gak pernah merasa rindu gmn gt.. malahan pengen pergi pergi terus jadinya

  11. kalau orang gayo ada juga lagu seperti itu kak. cuma aku lupa gimana lagunya. pokoknya ada ooo tanoo gayoo. bahasa gayo hampir mirip juga dengan bahasa batak

  12. Trimakasih terjemahan liriknya, mba Monda… jadi tak hanya tahu arti kata modom dan hepeng saja..hehe…. semoga segera bisa menapaki lagi tanahleluhur ini ya…

    • he..he.., ternyata tau juga ya kata2 Batak populer itu
      aamiin, terima kasih doanya ya

  13. nadanya sama bu sama lagu kampuang nan jau dimato ?

    suasana dan masa kanak kanak yang pernah ada disana itu yang bikin kangen kampung halaman jika aku,,

  14. kalau saudara sudah tidak ada lagi di kampung halaman, menurutku niat-lah yang bisa membawa kita kembali ke kampung halaman, kak 🙂 kalau memang tak ada niat, entah ada saudara atau tidak di kampung, kita takkan datang 🙂 btw, ini lagu kesukaanku juga lho kak.. jadi sedih dengarnya..

    • iya betul Mes, cuma niat aja yang bisa bawa kita balik ke kampung halaman, mudah2an ada rejeki bisa balik ke sana

  15. Waduh Kak Monda. Lama sekali sampai 20 tahun belum balik ke kampung.
    Pantes ya rindu…
    Kalau aku rindu dengan Biak, terutama kalau sudah lihat foto2 ttg Papua atau lagu2 lama masa kecil dulu….

    • iya lama banget he..he..
      pasti banyak banget kenangan manis di Biak ya Zee.., masa kecil selalu menyenangkan dikenang ya

  16. Saya yang gak punya darah sana aja pengin lihat tanah batak lho bu monda. Samosir, berastagi,dll wah pengin banget mnjelajah

  17. Kak,
    Tambahin lagi dengan Lagu “Luat Pahae” dan “Aek Sarulla”…makin tambah pengen tuh “pulang kampung”…..