2 Cagar Budaya Bukittinggi, Monumen Polwan dan Gereja Katolik

28
255

Kesempatan Minggu pagi di Bukittinggi kupakai untuk jalan  santai  di sekitar hotel. Nggak disangka lho, malah tak sengaja melihat benda cagar budaya di kota itu, Menara Polwan dan Gereja Katolik Bukittinggi.

Gunakan waktuku semaksimal mungkin saat bepergian  wisata ke luar kota. Masalahnya diriku termasuk orang yang gampang terjaga di pagi hari. Sayang ya waktu terbuang, karena toh tak mampu wisata malam.  Bangun cepat tetapi akibatnya jam 9 malam  sudah teler dan pelor, nempel di bantal langsung molor.

Mengulang cerita, ke Bukittinggi nggak hanya wisata melainkan juga   menghadiri pernikahan dua sahabat blogger. Titik asal Jogjakarta dan Bunda Lily masih berkemas  di hotel, aku kabur dan berbaur dengan warga yang lari pagi dan jalan santai.  Hotel Kharisma Bukittinggi letaknya di jalan utama, tak jauh dari lokasi Jam Gadang. Nah itulah yang kudapat,  di jalan yang tak terlalu panjang itu ada 3 buah bangunan cagar budaya  seperti sekolah, gereja Katolik dan Monumen Polwan.

Monumen Polwan Bukittinggi

Perlu diperjelas kunjungan ini adalah di tahun 2014. Kini, tampilan Monumen Polwan  berubah karena telah dipugar. Peresmiannya pada 2015 oleh Kapolri masa itu bapak Badrodin Haiti, bertepatan dengan HUT POLWAN ke 67. Monumen yang dibangun pada 1992 ini telah 3 kali dipugar.

Tulisan ini adalah sebuah update, semula hanya berupa foto tanpa narasi.  Komentar  dari uda Alris  yang menyarankan untuk googling karena  ada  kisah sejarah di balik monumen ini.

Awalnya hanya sekilas melihat monumen yang terletak di simpang jalan di sekitar Lapangan Kantin. Monumen ini berukuran kecil dan  tampilannya sederhana tak menarik perhatian. Mungkin bila orang melaluinya dengan kendaraan pun tak akan menoleh  Pejalan kaki santai sepertiku yang mendekati karena ada prasastinya. Di prasasti tertulis Esthi Bhakti Wirasari.

Merangkum berbagai informasi  dari sumber  terpercaya begini sekilas  cerita sejarah lahirnya korps  polisi wanita di Indonesia.

Saat Agresi Militer Belanda II yang terjadi setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia, banyak pengungsi di mana-mana. Demi keamanan warga masyarakat tentu perlu pemeriksaan terhadap mereka. Para pengungsi wanita tak mau diperiksa oleh polisi pria.  Karena alasan itu pemerintah darurat Indonesia di Bukittinggi menunnjuk Sekolah Polisi Negara membuka pendidikan inspektur polisi wanita pada 1 September 1948.

Dari seleksi itu terpilih  6 orang gadis Minangkabau.  Polwan pertama Indonesia ini adalah  Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, Rosnalia Taher.  Bangga ya pada mereka yang berani memulai langkah jadi yang pertama.

Gereja Katolik Bukittinggi

Bangunan bergaya Eropa ini dekat sekali dengan hotel tempat kami menginap, hanya berjarak beberapa meter. Letaknya  di seberang Monumen Polwan.  Gereja ini bernama St Petrus Claver.

Tak ada data yang bisa diperoleh, hanya di  halaman depan gereja   ada papan nama khas Bangunan Cagar Budaya.

28 COMMENTS

  1. Semakin terbukti julukan “sang mata cagar” dari Uni Adel, jalan pagi selintaspun nemu BCB pun uniknya museum polwan. Salam

    • he..he..iya mbak..
      kl gereja itu dekat banget dari hotel..,maksudnya sih pengen moto2 gerejanya tapi dapat bonus bangunan lainnya

  2. oooh…jadi yang waktu pagi pagi itu dah ngilang sama Tt…..rupanya ngambil foto2 ini ya…. hehehe 😛

    asli Bun, keren semua….
    Siapa dulu dongh ya moto…….. 🙂
    (pengen kesana lagi yuuuk….) 🙂

    salam

  3. Gereja Katolik dan Monumen Polwan ?

    Saya belum pernah kesana nih …
    Ini pasti pemandangan yang langka nih …

    Salam saya Kak

    (16/3 : 10)

    • iya oom.., cuma sekelebatan jalan dan dari atas kendaraan memang kedua tempat ini tidak begitu menarik perhatian,
      tapi pas jalan kaki barulah bisa seksama lihat keunikannya

  4. Gedung2 bersejaraah… selalu menarik untuk dikunjungi yaa.. heuheu.. semoga suatu hari bisa ke bukit tinggi jugaakm

  5. Mbak Monda itu persis banget sama mas Budi, orang yang semangat di pagi hari…hehe, saya sebaliknya mbak, biarpun hampir tengah malam, biasanya saya masih segar bugar, tapi begitu bangun pagi, duh, bawaannya males melulu…parah ya!
    🙁

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.