Menanti Senja di Keraton Ratu Boko

36
502
sunset Keraton Ratu Boko

Padahal  sebelum ini pernah membuat  tulisan tentang Keraton Ratu Boko yang  merupakan  salah satu dari 3 lokasi  menanti senja di Yogyakarta paling epik. Masih banyak cerita menarik di sana, jadilah buat tulisan untuk melengkapinya. Saat senja belum datang tentu  bisa dimanfaatkan  untuk mengelilingi  situs warisan sejarah dan cagar  budaya yang cukup luas ini.

Info berikut  ini disarikan mengutip dari  papan informasi di Keraton Ratu Boko ya.

Situs Ratu Boko merupakan peninggalan sejarah yang bercorak Hinduisme dan Budhisme yang dibangun pada abad VII – IX M. Awal dibangun kompleks ini adalah sebuah wihara  seperti yang tertulis dalam prasasti Abhayagiriwihara tahun 792 M. Tinggalan bercorak Budha yang ditemukan berupa  runtuhan stupa, dll.

Hampir setengah abad kemudian  situs berubah menjadi  kediaman seorang penguasa bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni yang bergama Hindu.  Tinggalan bercorak Hindu berupa arca Durga, Ganesha dan miniatur candi, yoni dan prasasti.

Lokasi Situs Ratu Boko   terletak di atas perbukitan Boko dengan ketinggian 195, 97 m dpl dengan luas sekitar 160.898 m².

 

Menurut legenda masyarakat katanya ada hubungan antara candi  Prambanan dan Keraton Ratu Boko. Di candi Prambanan kan ada putri Roro Jonggrang. Maka Keraton ini adalah keratonnya ayah sang putri.

Spot Foto Senja di Ratu Boko

Di ketinggian bukit  tersebut terdapat dua buah gapura.  Gapura pertama berpintu 3. Naik beberapa undakan ada  gapura II yang terdiri dari 5 pintu masuk. Gapura II itu  tampak gagah. Tak ada halangan bangunan atau benda lain hanya berlatar belakang langit senja  yang jingga menjadikan gapura ini  tempat favorit banyak orang. Hasil  foto senja di Gapura I yang letaknya lebih rendah  tak seindah di gapura II. Makanya jadi  tak terlalu populer.

Selain di gapura spot di alun-alun di sekitar pohon trembesi pun sangat menarik.

Setelah masuk melalui gapura (pada peta ada di nomor 8) sampailah pengunjung di lapangan luas berumput yang  disebut sebagai alun-alun.  Ada sebuah pohon trembesi besar dengan tajuknya yang melebar ke segala arah. Di bawahnya ada beberapa buah bangku taman. Sangat sejuk untuk duduk santai menanti senja. Nggak dapat bangku, banyak kok yang rela hanya  bersila saja  di rumput hijau.

Pohon Trembesi Keraton Ratu Boko
Senja Keraton Ratu Boko "Sunset"

 

Lokasi Keraton Ratu Boko

Letak situs Keraton Ratu Boko  di bagian timur Yogyakarta. Lebih kurang 3 kilometer di selatan kompleks Candi Prambanan.  Jarak dari Solo kurang lebih 50 kilometer. Bisa banget mampir di sini dalam perjalanan Solo – Yogyakarta. Bahkan beberapa tahun lalu sempat ada promosi tiket terusan dan bus gratis dari Prambanan ke situs  Keraton Ratu Boko yang belum banyak dikenal orang. Waktu itu anak-anak sudah bosan ke candi melulu ha.. ha.. jadi kami hanya ke Prambanan saja.

Situs Keraton Ratu Boko dikelola oleh BUMN, PT Taman Wisata Candi bersama-sama dengan Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Alasannya karena kedua candi lainnya telah dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Sedangkan Keraton Ratu Boko statusnya masih diusulkan.

Akibatnya ada penataan ulang di areal situs ini. Kelengkapannya ada tambahan restoran, ruang terbuka, tempat perkemahan dan trekking, paket edukatif arkeologi dan pemandu wisata. Dan tiket yang lebih mahal tentunya.  Lebih keren deh  hasilnya.

 

peta keraton ratu boko

Dari peta  ini bisa terlihat kan luasnya kompleks ini. Makanya datang beberapa jam sebelum senja supaya puas berkeliling, dan dapat tiket yang lebih murah. Disediakan pemandu juga lho kalau mau lebih detail dapat keterangan seputar situs cagar budaya ini.

Di sebelah kiri gapura II atau di bagian utara situs ada runtuhan bangunan yang disebut  Candi Pembakaran dan Sumur Suci. Di dasar Candi Pembakaran ditemukan abu. Semula disangka sisa abu tulang bekas kremasi, tetapi setelah diteliti ternyata hanya abu kayu.

Sedangkan di Sumur Suci airnya dipakai untuk acara keagamaan. Saat ini air dari sumur ini diambil saat ada acara agama Hindu Tawur Agung. Air ini kemudian dibawa ke candi Prambanan sebagai lokasi upacara.

Di bagian kanan gapura II lebih banyak  sisa bangunan. Yang pertama terlihat adalah Paseban. Dinamakan Paseban karena diduga fungsinya  adalah seperti  ruang tunggu di keraton masa kini. Sebagian besar reruntuhan keraton ini tak semegah gapura. Sisa bangunan hanya berupa alas atau fondasi sampai lantai bangunan sedangkan tiang-tiang atau atap bangunan kemungkinan terbuat dari bahan yang mudah hancur seperti kayu.

paseban keraton ratu boko

Perjalanan berlanjut lebih ke selatan lagi dan akan menemukan Pendopo.  Reruntuhannya berupa pagar keliling  dan dua buah batur.  Di bagian paling belakang ada kolam utara dan kolam selatan diikuti oleh Keputren  (istana para putri kerajaan).

Di sisi timur kompleks ini ada sebuah gua yang katanya tempat untuk meditasi. Jalan ke arah gua sebetulnya sudah dirapikan, tapi sepi tak ada orang yang ke sana, jadi ragu-ragu juga untuk melangkah. Baiklah, dilewatkan saja deh nggak usah ke gua.

 

domba ratu boko

Nah  di sekitar gua ini kulihat ada beberapa rumah kayu tua dan domba peliharaan yang bebas berkeliaran di antara bongkahan batu-batu yang belum tertata. Ada beberapa  buah rumah kayu yang masih tersisa di sebuah sudut di kompleks taman Keraton ini, di sekitar jalan menuju ke gua. Para penghuninya   belum mau menerima tawaran dari pihak pengelola untuk dipindahkan. Alasannya karena mereka sudah sepuh dan masih ingin bertahan di desa ini.

Agak dilema juga ya kalau bertemu kenyataan seperti ini.  Tapi  patut dipuji kerelaan pengelola tetap membiarkan mereka di rumahnya.

Namanya pun taman  ya,  di kompleks Taman Keraton Ratu Boko sudah pasti ada banyak pohon yang menghijau di sini.  Karena taman ini sebenar-benarnya taman yang harus punya pohon-pohon pelindung yang selain bisa berfungsi  sebagai unsur dekoratif,  penyedia oksigen juga penahan tanah supaya tak mudah longsor atau erosi. Jadi di taman ini tak hanya konservasi situs tetapi juga konservasi lingkungan

Ada beberapa pohon yang perakarannya menembus sumur-sumur tua dan tetap dipertahankan tak ditebang. Menebang pohon di area ini tak boleh sembarangan. Dari cerita  seorang atasan pernah marah  besar karena ada petugas yang tebang pohon sembarangan. Oleh karena itu pohon-pohon di sini diinventarisir, diberi nomor dan dicatat identitasnya.

Sayangnya di batang pohon hanya tertera nomor pohon, tanpa keterangan pelengkap lainnya. Untungnya pak satpam tahu bahwa pohon nomor 140 itu adalah  pohon sonokeling, penghasil kayu yang kuat sebagai bahan baku mebel.

Tips Berkunjung ke Keraton Ratu Boko

  • Lokasi foto yang paling disukai di sekitar gapura II dan alun-alun
  • Harga tiket masuk Keraton Ratu Boko Rp 40.000,- untuk pengunjung wisatawan Nusantara dewasa, anak-anak Rp 20.000,-
  • Datang ke Keraton Ratu Boko sejak sore supaya harga tiket lebih murah dan masih terang untuk melihat keseluruhan kompleks ini dan tentu juga bisa “ngetag” tempat di spot favorit

Kala keindahan langit  telah berlalu  saatnya  para pemuja senja membubarkan diri. Tetapi tunggu masih ada kewajiban yang harus ditunaikan.

Di halaman taman  ini  memang ada fasilitas musholla kecil di dalam taman dan sebuah musholla lain yang jauh lebih besar di dekat pintu masuk. Tetapi kami memilih ke musholla yang sedikit lebih besar di bagian samping taman.  Ada seorang ibu menghampiri dan minta agar dilantunkan azan magrib, nggak ada lelaki di sini katanya. Alhamdulillah satu persatu  ada beberapa orang lagi bergabung untuk sholat berjamaah.

Selesai sholat sang ibu yang tinggal bersama mertuanya ini  berbagi cerita. Dia membuka warung kecil di rumahnya di luar pagar kompleks. Musholla dan empat buah rumah di tempat itu adalah tetangga taman wisata sejarah ini. Katanya mereka tak terkena proyek taman. Penduduk desa kecil ini hanya sedikit sehingga musholla pun sangat sepi.  Dia merasa senang sekali jika ada pengunjung yang mau meramaikan musholla kecil milik desa ini.  Berulang-ulang dia mengucap syukur, jadi terharu deh. Pengalaman indah menanti senja di Keraton Ratu Boko.

36 COMMENTS

  1. Jadi terinspirasi, sekali waktu harus datang saat senja, deh. Senja di sini indah sekali, ya. Mungkin tidak ya, sekali waktu di dalam satu tahun, matahari akan terbenam tepat di tengah-tengah gapura itu… (cuma membayangkan saja sih, hehe).
    Memangnya taman ini tutup jam berapa, Mbak? Diingat-ingat baru sekali saya main kemari, dan itu tengah hari bolong jadi malah tidak menikmati apa-apa. Kalau sudah sore dan adem pastinya akan lebih menikmati, bisa-bisa banyak yang piknik sambil tidur-tiduran di rumput, hehe…

    • tama tutup habis senja Gara, ..
      semakin sore makin banyak orang datang ke sini, umumnya nggak menjelajah kompleks tapi langsung duduk di rumput ..
      bisa sih kelihatan matahari pas di tengah gapura, asal sabar nunggu dan nggak ketutupan sama orang2

  2. Candi ratu boko memang lebih romantis kalau dinikmati menjelang senja ya, MM. Bahkan di sebuah Resto disediakan Sunset Deck bagi pengunjungnya. Sayangnya waktu aku ke sana masih siang bolong dan panas mengkreng pula. Jadinya eksplorasi tipis-tipis saja di antara reruntuhan Candi tersebut.

    Foto-fotonya cantik, MM

      • Maaf mbak…lupa beri tahu resto dg sunset deck. Tapi sensasi lesehan di rerumputan oke kok. Kami malah menikmati sunset deck untuk kerlap kerlip kota di kejauhan sambil menikmati nasgornya.
        Isyarat bakal diulang tuk kunjungan berikutnya. Salam

        • memang harus pilih kalau begitu ya mbak,
          nggak bisa sekaligus lihat sunset di gapura dan di sunset deck..
          insya Allah lain kali

  3. Wow keluarga raun dapat nih senjanya, budhe hanya dapat senja memerah saja sementara bola surya ngumpet. Pose senja diantara gapura emang favorit tapi yg antri banyak ya mbak. Salam

    • itu kebetulan banget anak2 sudah duduk dekat gapura ngetag tempat sementara emaknya kelilingan bude

  4. Pertama tau Ratu Boko ya dari film AADC. Bikin Penasaran juga sih Kak. Kayaknya tempatnya unik.
    Juni liburan sekolah ada rencana ke Yogya.
    Ratu Boko jadi salah satu list destinasi liburan.
    Semoga jadi kesana biar gak penasaran lagi hihihi (“,)

    • AADC memang berhasil bikin banyak orang pengen lebih jauh menjelajah Jogja ya,
      aku kepengen ke salah satu hotel di situ deh, sama gereja ayam yg di puncak bukit

  5. suasananya romantis, ratu boko kayaknya cerdas waktu milih tempat buat bangun ini. eh, btw tulisan mbak ini ada yg agak gimana gitu, lihat di paragraf ini: ”Untungnya pak satpam “tahi” bahwa pohon nomor 140…”

  6. cantik sekali senja di Keraton Ratu Boko Kak 🙂
    bikin mau ke sana. penasaran juga lebih menarik sunrise atau sunset di sana?

    terima kasih untuk artikel menarik dan informatif-nya ya kak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here