Mahluk Mungil dan Hama Tanaman di Halamanku

12
341

Mau cerita tentang sepetak halaman rumahku lagi nih. Sebelumnya kan pernah menuliskan tentang panen mentimun pertama kali. Sekarang nggak lanjut menanam mentimun lagi, karena sering gagal, he.. he.., calon buah banyak yang rontok.  Pernah juga cerita tentang tanaman bangun-bangun yang punya manfaat untuk memperbanyak ASI. Cerita kali ini tentang mahluk-mahluk mungil yang menjadi hama dan merusak sebagian tanaman.

Di halaman mungilku ada beberapa tabulampot, tanaman buah dalam pot. Antara lain ada 3 pot pohon jeruk nipis. Sengaja pilih jeruk nipis karena setelah bangun tidur terbiasa  minum air hangat plus  perasan jeruk nipis.  Makanya sengaja beli  pohon jeruk nipis dari pedagang tanaman keliling. Sudah beberapa kali dapat hasilnya. Jeruk nipis baru petik itu terasa crunchy ketika diiris, airnya pun terasa lebih segar.

Ada tanaman di halaman rumah pasti ada saja hewan-hewan kecil, yang menguntungkan atau merugikan, yang mampir main dan mencari makan. Ada kupu-kupu, kumbang, capung, semut, belalang dan lain-lain. Kupikir akan sangat seru jika bisa memotretnya. Sekali berhasil memotret fauna mungik ini, jadi ketagihan mengamati dan menanti ada jenishewan apa lagi yang bisa kulihat di pekarangan.

Belalang

Di suatu akhir pekan periksa tanaman jeruk. Kaget banget melihat banyak  sekali daun yang robek. Rasanya kemarin masih baik-baik saja. Kok bsa cepat sekali kejadiannya.

Ternyata banyak mahluk mungil berwarna hijau. Jumlahnya tak hanya satu dua tetapi puluhan. Pantas saja begitu banyak jumlah daun yang rusak, belalang kecil kelihatannya gembul sekali. Melihat sebanyak itu anak belalang kok jadi merinding geli ya.  Hiiiii…, tetapi tak menyurutkan niat untuk mengabadikannya.

jeruk nipis dan belalang

Daun yang rusak berat akhirnya terpaksa dipangkas, lalu anak-anak belalang itu ditangkap, masukkan kantong dan diumpankan untuk ayam kampung milik tetangga. Cukup memakan waktu juga mengambili anak belalang satu per satu. Pertama sih geli mau menangkapnya. Eh, setelah ke sekian kali jadi terbiasa.

Di saat yang lain  terlihat ada belalang coklat yang ukurannya cukup besar ini.  Ada yang mengenal  dan tahu nama kedua jenis belalang ini?

Jangkrik

Beberapa minggu kemudian melihat ada  dua ekor jangkrik. Biasanya hanya bisa mendengar suara berderiknya  saat malam hari. Jadi  bisa mengamati bentuk jangkrik seperti apa he.. he.. apalagi  kebetulan dapat jangkrik yang sedang berganti kulit (yang berwarna kekuningan). Di sebelahnya itu kujejerkan  kulit lamanya.

Hasil dari browsing jadi mendapat tambahan masukan. Jangkrik bisa mengalami proses ganti kulit beberapa kali.  Selama proses pergantian kulit jangkrik  cenderung tak aktif dan gerakannya lamban. Pantas saja gampang menangkapnya.

Kepik Emas

Hewan cantik berwarna keemasan ini belum pernah kulihat sebelumnya.  Setelah posting di Instagram dapat jawaban dari beberapa teman bahwa ini adalah kepik emas.  Kukira kepik itu hean berwarna merah dengan bintik hitam. Ternyata jenis kepik cukup banyak dan berwarna menarik pula.

kepik emas

 

Kata mereka serangga ini sudah mulai jarang terlihat. Wah,  aku merasa sungguh beruntung bisa melihatnya.

Ukuran kepik ini kecil sekali, cuma sebesar kuku. Yang membuatnya menarik adalah bagian sayapnya transparan sehingga terlihat tubuhnya yang berwarna kuning emas. Info dari teman-teman di IG ini membuatku mampu mencari keterangan tambahan.  Nama ilmiah kepik emas ini Aspidomorpha sanctaecrucis. Nama yang rumit ya. Lebih gampang menyebutnya Golden Tortouise Beetle. Kabarnya kepik emas mulai langka dan ada kolektor yang mau membelinya lho.

Ada beberapa jenis hewan lain yang pernah mampir seperti bunglon, burung gereja, ulat bulu. Berharap masih ada hewan lain yang bisa kupotret. Tetapi nggak berharap banget kedatangan ular.

12 COMMENTS

  1. Kepik emas itu hama juga ya? Padahal cantik ya. Kalau belalang memang bikin repot, daun-daun dimakanin sampai brondol. Saya sampai cari anti hama organik buat ngusir mereka, tapi kurang bisa pakainya jadi kurang efektif hasilnya.

  2. mbaaa, enak bgt di halamannya masih ada hewan2 bgini. aku dulu inget sering nangkepin belalang pas msh SD. udh lama bangetttt. dulu rumah ku di Aceh kebunnya luas. di jkt ini, boro2 pernah liat :D. suara jangkrik aja g prnh ada -_-.

  3. Wahh samaan nih, halaman rumahku yg masih alakadarnya banget ditanamin bunga2an sama suami, kebetulan suami suka banget sm tanaman, aku cukup menikmati aja, seneng aja liat yg ijo2 gitu, jgn sampe deh kedatangan ular

  4. Berbagi tanaman sebagai pangan dengan beberapa organisme ya mbak.
    Wah asikknya perasan jeruk nipis hasil panenan sendiri. Berkebun yang menyenangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.