Lirik Lagu Butet dan Sebutan Untuk Anak

27
1872
gitar

gitar

Iseng-iseng lihat dashboard blog lihat kata kunci yang masuk di blog Berbagi Kisahku ini. Sudah lama nggak ditengok. Kalau lagi buntu jejeran kata-kata kunci yang masuk ke sini bisa dikembangkan jadi tulisan. Dari sekian banyak kombinasi kata kunci yang masuk ke blog ini, ada yang  mencari arti dari lagu Butet. Itu mungkin karena ada beberapa posting tentang lagu daerah.

Jika di blog sebelah milikku juga banyak kata kunci unik, aneh yang masuk, tidak demikian di blog ini. Di sini kata kucinya lebih manusiawi dan beradab he.. he..

Nah, supaya pengunjung nggak kecewa inilah lirik lagu yang berasal dari Sumatera Utara itu.

Syair lagu nggak kutulis secara lengkap bait per bait ya, karena ada beberapa kalimat yang dinyanyikan ulang. Sebetulnya singkat kan lagunya.

Butet, di pangungsian do apangmu ale butet.
da margurilla da mardarurat ale butet.

butet, sotung ngolngolan rohamuna ale butet.
paima tona manang surat ale butet.

i doge doge doge i dogei doge doge.

butet, haru patibu ma magodang ale butet.
asa adong da palang merah ale butet.
da palang merah ni negara ale butet.

Lirik dari lagu Butet ini hanya singkat saja, dan ada kata-kata yang  tanpa arti yaitu idoge doge… Kata-kata ini semacam senandung seperti la.. la.. la..

Butet, di pangungsian do apangmu ale butet, da margurilla da mardarurat ale butet. Kalimat ini  artinya Butet ayahmu ada di pengungsian sedang bergerilya dan keadaan darurat.

Oh iya kalau diartikan kata per kata secara  mutlak arti kalimat di atas jadi aneh di pendengaran. Terjemahannnya jadi seperti ini : “Butet, di pengungsian lah ayahmu wahai Butet, yang bergerilya yang berdarurat wahai Butet”.

Susunan kalimat dalam  Tata bahasa Batak berbeda dengan bahasa Indonesia. Yaitu Predikat – Subyek – Obyek dan bukan Subyek – Predikat –  Obyek seperti umumnya. Katanya para ahli tata bahasa Batak yang tak lazim yang menempatkan Predikat sebagai pokok kalimat itu menandakan orang Batak suka bekerja.  Itu kata ahli bahasa lho ya, bukan kataku. Sayangnya aku lupa nama ilmuwan tersebut.

Butet, sotung ngolngolan rohamuna ale butet paima tona manang surat ale butet bermakna  janganlah bersedih hatimu tunggulah kabar atau surat.

Butet, haru patibu ma magodang ale butet asa adong da palang merah ale butet. Kalimat ini  berarti harapan agar Butet cepat besar dan bisa bergabung di barisan Palang Merah.

Lagu Butet ini menggambarkan suasana  saat tanah air kita tercinta  sedang dalam masa perjuangan. Makanya lagu ini sering diputar di saat-saat menjelang perayaan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Pencipta lagu Butet tak diketahui. Ada dugaan lagu Butet tercipta spontan dari nyanyian seorang ibu yang menenangkan anak perempuannya.  Keren ya.  Kalau memang demikian nggak heran deh, kadang-kadang kita sebagai ibu suka asal menyanyi agar anak tenang.  Nyanyi  dengan kalimat asal ceplos dan irama pun mungkin entah lari ke mana . Cuma masalahnya gumaman kita itu nggak populer he.. he.. Betul nggak bu? Ada yang punya kebiasaan seperti itu?

Butet adalah sebutan untuk anak perempuan di Tanah Batak. Untuk anak laki-laki biasanya dipanggil Ucok. Kurasa kedua nama ini sudah cukup populer ya.

Di daerah lain pun ada nama panggilan yang khas. Yang kutahu ada nama sebutan  untuk anak-anak itu di Minangkabau, Aceh dan Bengkulu.

Di Minangkabau sebutannya adalah Upik dan Buyung, di Aceh Inong dan Agam, di Bengkulu Gadis (itulah mengapa mantan Presiden bu Megawati Soekarnoputri punya nama kecil Adis)  dan Ujang.  Eh, tapi aku kenal dengan seorang gadis Minang yang nama kecilnya Butet bukan Upik  #kedip.  Itu memang sebuah anomali kayaknya.

Ada yang tahu nama kecil untuk anak-anak di derah lainnya? Nama yang seperti Butet?

Perihal nama Butet itu ada kenangan  masa kecil. Opung godang (kakekku) memanggil nenek yang kusebut Opung juga dengan Butet. Tapi opung nenek itu juga menyebut opung godang dengan Butet. Gadis kecil ini bingung kenapa nama kedua kakek nenek itu sama. Ternyata Butet bukan nama mereka, tetapi menyebut anak tertuanya yaitu ibuku. Mereka jadi punya panggilan ayah si Butet dan emak si Butet, yang lama kelamaan cuma tinggal  menyebut Butet saja.

 

 

27 COMMENTS

  1. Lucu juga baca tulisan kakak mengenai lirik lagi butet. Jujur aku yg hafal lagu ini nga tau secara detail arti dari kata-kata dalam lagu ini. hehehehe.. Terima kasih yach kak sudah diterjemahin dengan bahasa yang mudah dimengerti.

  2. Doa dan pengharapan seorang Ibu melalui senandung ya mbak, saat anak rewel kita bersenandung pula. Ooh si doge doge itu yg sering dihafal, salam

  3. kalo di Sunda mungkin Neng sama Ncep (dari asep) kali ya bunMon. Tapi kalo di Cirebon, meskipun masih jawa barat, panggilannya sedikit beda, jadi ‘Nok’ dan ‘Ang’. Eh, ini tapi pengamatan Orin aja sih Bun hihihihihi

  4. Mbak, lagu butet ini lagu favoritku saat SD. Kalau disuruh nyanyi lagu daerah selalu nyanyi butet. Padahal nadanya tinggi suaraku cempreng hihiii..

    • iya nadanya tinggi, aku cuma ikut bersenandung aja…
      nggak bisa nyanyi..
      senandung aja udah bikin fales he..he..

  5. Kalau di Sumbar Upik nih Kak.
    Senandung ibu tentunya sangat menenangkan anaknya.

    *sekarang udah bisa dikomen Kak, kemaren2 saya termasuk jajaran yg ga bisa meninggalkan jejak lewat komen 😀

  6. waa… ternyata artinya dalem banget ya Mba kalau dibaca keseluruhan. Pantesan kalau lihat org batak nyanyikan rasanya penghayatannya dalem banget ya. Selama ini tahunya sepotong2 tapi sukaaa sekali mendengar lagu ini.

    suka… ulasannya.

  7. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda…

    Terima kasih mbak untuk terjemahan lirik lagu Butet. Ternyata ia punya makna tersendiri dan berisi pesan. Memang ibu itu orangnya sangat kreatif dalam mencipta lirik dan lagu dengan spontan mbak. Saya selalu begitu sampei anak bilang. Pandai mama cipta lirik dan lagu senidri. Tapi ia hanya saat itu sahaja sesudahnya hilang dari ingatan kerana tidak dirakam.

    Kalau di kampung saya panggilan anak gadis adalah dang, salus (kalau anak itu kecil tubuhnya) bagi lelaki pula biasa dipanggil bujang atau jang sahaja. Mungkin sama dengan ujang ya. Begitu kreatif orang dahulu memanggil nama anak-anak mereka.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.

    • wa alaikum salam
      akak kiranya punya bakat jadi komposer nih
      lagu bisa juga jadi cara untuk memberi pelajaran buat anak ya

      nama panggilan bya hampir sama ya kak

  8. saya juga suka nyanyi asal-asalan..tapi lirik dan nadanya biasa aja.. jadi ngga akan terkenal dan terkenang seperti lagu Butet ini, hihihi..

    tapi ibu-ibu memang begitu yaa.. Nina bobo juga kabarnya lagu bikinan ibu-ibu.. 😀

  9. Jadi ingat dulu waktu SD pernah sekelas nyanyiin lagu Butet ini… Pakai teks di papan tulis sih jadi sampai sekarang cuma hafal nada tapi nggak hafal liriknya ^^

    • aah Haya aku jadi pelajaran kesenian
      kita jadi hafal banyak lagu daerah karena pelajaran ini ya
      abis itu disuruh manu satu2 nyanyi

  10. Di Tegal dan sekitarnya kalau anak perempuan juga dipanggil “nok” seperti di Pekalongan dan Cirebon, cuma untuk anak laki-laki sebutannya berbeda karena di Tegal disebut “tong” yang merupakan singkatan dari “kotong”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.