Kiat Menikmati Perjalanan Antar Pulau

35
1381
Senja di Merak

Berasal dari pulau Sumatera tetapi tinggal di pulau Jawa sudah barang tentu akan sering melakukan perjalanan antar pulau dengan mobil. Paling sedikit setahun sekali saat Hari Raya Idul Fitri pasti melakukan ritual rutin itu. Sekian kali menaiki kapal ferry  yang melayani penyeberangan antar pulau rute Merak ke Bakauheni pulang pergi tentu pada akhirnya punya banyak pengalaman yang bisa dibagi.

Kiat Menikmati Perjalanan Antar Pulau

– Kondisi Fisik Kendaraan Prima

Yang paling penting dalam melakukan perjalanan antar pulau tentulah harus  memakai kendaraan dengan kondisi prima. Pastikan selalu memeriksakan kendaraan di bengkel terpercaya. Minta diperiksa kondisi ban, rem, oli, aki, dan AC mobil.

– Kondisi Fisik Pengemudi Prima

Pengemudi sebaiknya tidak menyetir kendaraan terus menerus selama beberapa jam. Sediakan waktu istirahat setelah 2 jam mengemudi atau bergantian dengan pengemudi lainnya.

– Sediakan Cemilan Makanan Ringan

Siapkan juga cemilan makanan kecil  yang bisa menghilangkan  kebosanan  pengemudi. Biasanya kami bawa  kacang  atom, kacang sukro  atau marning jagung. Aktifitas mengunyah makanan garing seperti ini efektif lho menghilangkan kantuk.

– Navigator

Layaknya mengemudikan pesawat terbang, pengemudi mobil pun perlu navigator. Supaya tak bosan melihat kondisi jalan ajak ngobrol sesekali. Ngobrol ringan saja untuk mengalihkan kejemuan melihat jalan tol yang lurus tak terlihat ujungnya.

– Saat Yang Tepat Untuk Menyeberang Pulau

Pada musim libur atau saat lalu lintas arus mudik Lebaran pastikan Anda pilih waktu yang tepat untuk menyeberang kapal. Berdasarkan pengalaman saat paling nyaman menyeberang ke Lampung adalah H-1 Lebaran. Kendaraan yang antri masuk ke kapal roro hanya yang  akan menuju ke tujuan jarak dekat yaitu Lampung atau Sumatera Selatan.  Sehingga kita tak pernah antri lama, dan di dalam kapal pun tak padat penumpang.

Waktu padat adalah H-2 yang dipenuhi kendaraan yang akan menuju propinsi yang jauh  lainnya.

Menyeberang ke pulau Sumatera selalu kami lakukan pagi hari. Sebaliknya pulang dari sana kami pilih waktu sore hari agar tak tiba larut malam di rumah. Waktu seperti ini sangat pas untuk anak-anak yang Pemuja Senja

Saat matahari bergerak  ke barat adalah saat-saat cantik  di mana alam menampilkan warna-warna cemerlangya. Pendar merah dan jingga sangat menarik dijadikan latar foto.  Aku pun sangat suka melihat proses  munculnya kapal penyeberangan lain di kejauhan yang hanya berupa titik kecil, semakin mendekat  hingga kemudian menghilang menjauh menjadi titik lagi.  Jadi bisa melihat perbandingan skala  ukuran kapal dibandingkan   maha luasnya alam raya. Oh ya foto ini diikutkan pada Photo Challenge : Scale.

– Patuh Pada Arahan Petugas

Jangan suka asal pilih posisi  sendiri di dalam lambung kapal. Petugas tentu sudah paham posisi tepat untuk setiap kendaraan agar  posisi kapal tetap stabil ketika berlayar.  Masuk dan keluar lambung kapal pun perlu kehati-hatian karena melewati titian sempit.

– Jangan Tinggal di Dalam Mobil

Segera matikan mesin mobil ketika sudah di posisi tepat dalam kapal. Pasang rem tangan. Masuklah ke dalam ruangan yang telah disediakan.

Tentu ada maksudnya mengapa penumpang tak boleh berdiam di dalam mobil.  Suhu dalam lambung kapal sangat panas. Mesin mobil yang terus menerus dinyalakan bisa memicu polusi dan kebakaran.

Penumpang dipersilahkan  masuk ke dalam ruangan-ruangan kapal yang telah tersedia perlengkapan darurat seperti pelampung dan sekoci. Bila keadaan darurat itu terjadi tentu bisa lebih cepat menyenalamatkan diri.

– Nikmati Fasilitas Kapal

Kapal-kapal penyeberangan banyak yang memiliki fasilitas entertaining. Ada musholla, televisi, karaoke atau  band yang bisa mengusir kejenuhan anda.

Ruang penumpang kapal ada yang berupa ruang duduk ada pula ruang  lesehan, sangat lumayan untuk merebahkan diri.

Keuntungan lain jika melakukan perjalanan antar pulau dengan membawa mobil sendiri adalah bisa berhenti kapan saja untuk menikmati pemandangan menawan di perjalanan.  Semua kebutuhan Anda dan keluarga bisa dibawa dan tersedia dalam jangkauan tangan. Jadi, sudah paham kiat menikmati perjalanan antar pulau, langsung berkemas dan memulai petualangan baru dengan suasanan berbeda.

 

35 COMMENTS

  1. Pas dulu saya masih mudik ke Bali lewat jalur darat (pakai bus/mobil pribadi), pasti juga harus menyeberang pakai kapal ferry.
    Asik sekali melihat laut lepas dari atas kapal, anginnya juga kencang lagi. 😀

    • Menyebrang ke Bali melalui Banyuwangi ya Gung?
      bunda berani lihat laut kalau sudah hampir merapat, rada gamang lihat laut he.. he..

  2. Sebenarnya ini usulan suami untuk pulang lebaran ke Sumatra lewat darat. Namun masih saya tolak karena anak masih kecil trus beda kalo perjalanan darat ke Jawa banyak rest area nya. Jadi pesawat masih tetap solusi terbaik.

    Entah kapan akan saya setujui, karena saya pun belum pernah. Jadi masih belum kebayang.

    • pernah ke Sumbar naik bisa, cukup melelahkan sih kalau duduk terus selama 2 hari..
      kalau naik mobil bisa nginap dulu,di Palembang misalnya

  3. Penyeberangan menjumpai yg dirindukan selalu memikat ya mbak. Menikmati senja selat Sunda dari postingan mbak. Masih adakah atraksi selam bocah berebut koin? Salam

  4. Perjalanan Merak-Bakauheni itu berapa jam, Mbak? Kalau Lombok-Bali sekitar 3,5 sampai 5 jam, hehe. Jadi memang butuh banget kegiatan pengusir waktu tunggu. Saya kebanyakan menghabiskannya dengan tidur. Atau jalan-jalan di sepanjang kapal. Sekarang-sekarang ini sih lebih sering eksplor. Sebab, ternyata pemandangan laut itu alamak indahnya, hehe. Apalagi kadang-kadang bisa lihat ikan terbang juga. Betul Mbak, waktu terbaik mudik kalau Lebaran itu adalah H-1… kapal sudah sepi, hehe. Duh, jadi kangen naik kapal laut lagi.

    • Wah lebih lama ya kl nyebrang ke Bali. Nyebrang selat Sunda 2 jam aja. Enaknya nyebrang ya pas pagi atau sore, nggak panas kalau mau keluar dari ruangan.

  5. Sebenarnya ternyata di sini juga cukup populer lho mode penyeberangan dengan kapal begini. Beberapa kali naik kapal ferry dari Belanda ke Inggris, ternyata penumpangnya kebanyakan penumpang yang bawa kendaraan sendiri, atau pengemudi truk, hehe.

    • kalau bawa mobil sendiri di tempat tujuan bisa leluasa ke sana kemari, lebih irti nggak perlu nyewa mobil lagi kan

  6. Naik kapal antar pulau itu mesti pinter-pinter nyari cara menikmati perjalanan karena jarak tempuhnya lumayan lama. Kalau lagi ngetrip gitu mesti ada teman ngobrol yang enak biar ngabisin waktunya lebih seru yach kak.

  7. Alat transportasi favorit saya nih. Kapal 🙂
    Makin jauh jarak tempuhnya, makin saya nikmati. Hahahahha..
    Tapi udah berapa tahun nih gak pernah naik kapal lagi. Kangen euy. Pernah sih tahun kemarin. Tapi cuma nyebrang yang dekat-dekat aja. Dari Lombok ke Bali.

    Padahal dulu, pernah tuh rute Makassar-Kupang. Sampai lupa, transit/singgahnya sampai berapa kali.

  8. Negara kepulauan seperti indonesia memang sangat bergantung pada transportasi laut. Namun sayangnya transportasi laut itu seakan dianaktirikan. Miris liat kapal-kapal tua berusia puluhan tahun masih dioperasikan.

    • nah itu, makanya krn kita udah hafal kapal2nya seperti apa
      kalau nggak mau naik kapal yang tua atau nggak sesuai kemauan, kita mending markir dulu di dermaga, nunggu yg berikutnya datang

  9. saya punya rencana jalan jauh bawa mobil bawa anak istri turing ke Sumatera .. tapi masih galau .. cari tips2 penyebrangan .. ehhh .. untung ada tulisan mba Monda ini . sangat bermanfaat … terimakasih ya mba ..

    • Lebaran lalu, adik sepupu jalan darat ke Medan, katanya jalan lintas Sumatera bagus kok,
      dia bawa balita …anak2nya enjoy katanya

  10. Aduh kalau saya dan anak-anak kayaknya nggak kuat mbak mudik ke bengkulu lewat jalur darat. Keturunan mabuk semua. Kadang kami becandaannya gini “papa aja nyetir sendiri ke sumatra, kami naik pesawat” hehehe…

  11. Setuju banget aku, terutama memang soal kondisi fisik, karena dengan sehat tentu kita bisa melakukan aktifitas banyak, terutama disaat perjalanan.. Apalagi soal cemilan, karena seribet apapun dalam perjalan, terkadang kita juga butuh ngemil, asupan buat tubuh..hehe

  12. Saya belum pernah perjalanan jauh naik kendaraan roda empat (mobil), terus dilanjutkan menyeberang naik kapal….
    Tip2nya menarik mbak.
    Sesekali mungkin perlu ya…asal nggak buru2 sehingga bisa menikmati waktu di perjalanan.

  13. Kondisi fisik yang prima memang sangat dibutuhkan ya Kak Mon. Aku pun demikian, mudik dari abdya ke banda 7 jam, terus lanjut ke tangse 5 jam, kadang kalau libur cuma sebentar, aku cuma plg smp banda aceh aja

    • tips dari adik kalau bawa anak kecil, di kursi belakang itu taruh tas2 terus dikasih kasur, anak2 bisa nyaman tidur

  14. Belum pernah nih aku mbak perjalanan antar pulau pakai kapal feri gitu. Pengen dah coba. Dulu pas temen kuliah ke P.1000, aku gak ikut karena pas alm. papa masuk rumah sakit.

    Masalah cuaca kayaknya juga menentukan ya mbak.

    • kalau nyebrang ke Lampung kapalnya gede jadi merasa save, kalau kapal2 kecil aku juga gamang, makanya ke pulau seribu baru satu kali aja ha.. ha..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.