Menjalankan ibadah Ramadhan semasa kecil rasanya yang diingat hanyalah senangnya.  Sepanjang yang mampu kuingat nggak ada perasaan menahan lapar dan haus sampai merintih-rintih minta ijin buka. Hanya,  puasa batal gara-gara nggak tahan cium aroma kue kering yang baru keluar dari dalam oven he.. he.., nggak sabar pengen cicip. Kenangan memang selalu  asyik kalau diceritakan, apalagi kenangan  selama bulan Ramadhan semasa kecil.

Ini cerita saat kelas 3 SD ya. Bulan puasa  sekolah diliburkan sebulan penuh.  Waktu libur itu sepanjang hari hanya dihabiskan bermain di car port rumahku dan mengaji. Ikut nimbrung main dengan adik-adik temanku yang cowok. Main gambaran.

2 minggu  Ramadhan opung  membujuk agar sisa puasa menginap saja di rumahnya di Medan. Awalnya enjoy, akhirnya mulai terasa  sepi nggak ada teman main dan kangen rumah membuatku sering menangis minta pulang he.. he.. Bagaimana mau diantar, 2 jam perjalanan ke Pangkalan Brandan.

Akhirnya sepupu mama yang masih SMP diajak juga menginap untuk jadi teman bermainku. Lumayan juga ada si oom, diajak bermain perang-perangan. Dia punya  mainan pistol yang dibuat dari bekas isian pulpen dari logam dan karet. Lupa bagaimana cara kerjanya, tapi bisa menembakkan peluru biji alpukat.  Cara buat pelurunya cuma dengan mencungkil  biji alpukat dengan ujung pistol. Sudah begitu saja tinggal ditembakkan.

Tapi, oom kecil ini suka iseng. Suka  menggangguku bila terlihat mulai lemas. Dia menyanyi dengan irama  asal saja  berulang-ulang  “puasa yangyuk siang siang  buka periuk”, artinya  puasa cuma setengah hari. Kali lain dia teriak “sudah adzan ayo buka”. Dengan gaya yakin kucomot kue di atas meja, nggak lama barulah terdengar suara bang di TV. Langsung aku nangis ngambek he.. he..

Dan satu lagi yang kuingat, opung selalu menyiapkan air kembang untuk dipakai mandi dan keramas di pagi hari Idul Fitri. Hmmm, walau awalnya ogah…, tapi suka juga akhirnya, jadi wangiii..

Di pertengahan kelas 4 SD, papa dipindahtugaskan ke Sorong. Yang berkesan menjalankan puasa di sini adalah  nggak libur sekolah. Pertama kali puasa sambil beraktifitas, apalagi sebagai  minoritas, tapi berhasil juga kok buka sampai magrib. Pulang sekolah pak guru ngaji datang ke rumah.

Sore hari sambil menunggu waktu bedug azan magrib almarhum papa memutar kaset  lagu  qasidah Bimbo  berulang-ulang. Jadi hafal apalagi  semua lagunya bagus dan lirik dari Taufik Ismail sangat membekas di ingatan. Paling suka lagu Rindu Kami Padamu Ya Rasul dan Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya (belakangan lagu ini didaur ulang oleh band Gigi).

Ada anak bertanya pada bapaknya
Buat apa berlapar-lapar puasa
Ada anak bertanya pada bapaknya
Tadarus tarawih apalah gunanya

……….

Lapar mengajarmu rendah hati selalu
Tadarus artinya memahami kitab suci
Tarawih mendekatkan diri pada Ilahi
………..

Kompleks rumah dinas papa di area yang sedang dibangun, penghuninya masih sedikit. Masjid jauh. Sholat tarawih dilakukan dari rumah ke rumah. Mungkin alasannya  supaya bisa menjalin silaturahmi dengan sesama karyawan muslim perusahaan itu yang tinggal di berbagai kompleks perumahan berbeda.  Tiap rumah dapat giliran 2 hari, kemudian pindah ke rumah lainnya.

Sejak kelas 4 ini pula mulai bisa bantu di dapur menyiapkan kue-kue dan hidangan Lebaran. Antara lain buat rendang memakai resep andalan keluarga. Karyawan-karyawan  kantor papa yang masih bujangan pun datang  ikut membantu buat sate rusa. Memang masaknya dalam jumlah cukup banyak, karena sebagai yang dituakan orang tuaku buat open house.

Ah, berkisah kenangan Ramadhan masa kecil membuat kangen. Kangen keakraban dan eratnya kekerabatan keluarga besar.  Nah, jadi  berkaca-kaca deh. Al Fatihah untuk kedua orang tua dan  sanak famili yang telah mendahului.

3 COMMENTS

  1. wah pengalaman puasa masa kecil mba sangat berkesan …. apalagi pernah tinggal di Sorong … berbeda sekali dengan kenanga masa kecil saya yang di daerah pulau Jawa ,,, hmm .. makan sate rusa pula … nggak banyak orang yang mengalaminya

  2. waah, dulu aku bulan puasa khasnya emang lagu-lagu bimbo itu ya bun. Di radio juga muterinnya lagu itu deh. Jadi kangen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.