Kedai Tiga Acil Hidangan Soto Banjar Balikpapan – Tempat Buka Puasa Favorit di Tangerang Selatan

34
804
Menjelang minggu kedua puasa biasanya mulai banyak ajakan berbuka puasa bareng keluarga atau teman. Nah, mau nggak kuberi  pilihan berbuka puasa dengan hidangan atau masakan Banjar Balikpapan?  Nama tempatnya Kedai Tiga Acil dan terletak di Tangerang Selatan. Masakannya lezat banget serasa seperti makan di daerah asalnya, tempatnya asyik buat kongkow, dan pelayanannya cepat dan ramah.

Tiga acil (artinya bibi, tante, yang biasa juga dipakai untuki menyebut ibu-ibu penjual) yang mengelola kedai ini  walau berasal dari Banjar Kalimantan Selatan tetapi menghabiskan masa kecil  di  Balikpapan, Kalimantan Timur. Salah satunya,   adalah teman SMPku.   Setiap ada acara  reuni SMA di Jabodetabek, para perantau ini masing-masing membawa masakan khas Banjar yang lezat. Akhirnya para ibu jago masak   sepakat mulai usaha kuliner.

Kedai Tiga Acil  dahulu Omah Nyonya,  sudah berjalan selama 3 tahun. Nama berganti agar nyata khas Banjar.

Kedai Tiga Acil Soto Banjar

Yuk kita lihat dulu suasana Kedai 3 Acil yang menempati sebuah ruko berlantai dua.

Di pintu masuk pengunjung disambut 2 pot Anthurium gelombang cinta  yang menyejukkan mata. Suasana Kalimantan dihadirkan dengan memajang kriya dari pulau tersebut. Pajangan dinding berupa seraung mini (topi wanita Dayak Kalimantan Timur untuk bekerja di luar rumah  dengan hiasan kain warna mencolok dan manik-manik), perisai dan tas manik-manik. Yang unik ada hiasan dari daun pintu tua yang difungsikan sebagai pigura  kain batik  dengan motif khas Dayak.

Di dinding kanan terlihat belasan gambar karya anak-anak.  Sambil menunggu makanan disiapkan tamu kecil diberikan kertas bergambar dan crayon untuk mewarnai. Karya bisa dibawa pulang atau dipajang. Setiap kali datang kembali mereka selalu mencari karyanya dan antusias mewarnai lagi untuk menambah pajangan.

Dapur kecil tempat menyiapkan makanan terlihat jelas sehingga bisa mengamati para acil bekerja.

Kue atau wadai khas Banjar untuk buka puasa di Kedai Tiga Acil

Aku datang  berdua teh Intan  teman alumni Balikpapan juga.  Karena ini kedatangan perdanaku, jadi semua jenis wadai yang tersedia dicoba satu per satu. Wadai Banjar rasanya  manis legit cocok sekali untuk membatalkan puasa. Wadai ini spesialisasi acil Etha.  Hidangan utama olahan acil Egi dan minuman disiapkan oleh acil Erica.

Wadai Khas Banjar, Kuliner Banjar, Kedai Tiga Acil

 

Bingka

Bingka ini jadi incaran utama warga Banjar untuk buka puasa. Rasanya manis legit dan lembut. Mirip dengan kue lumpur. Bingka juga  dikenal  di propinsi lain, seperti Riau dan Kalimantan Barat. Bahkan di negeri tetangga pun.

Menurut acil Egi bahan untuk membuat bingka adalah terigu, santan, gula pasir  dan garam. Umumnya bingka dipanggang dengan memakai cetakan bentuk bunga. Bingka yang tersedia di Kedai Tiga Acil ada 3 jenis, bingka kentang, bingka waluh atau labu, dan bingka pandan. Semuanya lembut dengan rasa manis yang sedang.

Roti Pisang Banjar

Kudapan bernama roti pisang, walau disebut roti tetapi tak memakai adonan roti. Membuatnya dengan memakai cetakan kue lumpur. Bahannya sama dengan bingka, yaitu terigu, santan, telur, gula pasir dengan isian pisang.

Wadai Amparan Tatak

Kue basah favorit warga Balikpapan ini kue legit yang berbahan dasar tepung beras dengan isian pisang. Mirip dengan nagasari atau sebagian menyebutnya kue pisang yang dibungkus daun pisang. Yang berbeda karena amparan tatak dicetak memakai loyang persegi. Itulah arti nama hamparan tatak, pisang yang dihamparkan dalam loyang.

Pepare

Pepare adalah kue berbentuk pare. Dibuat dari tepung ketan dan berisi inti kelapa parut yang dimasak dengan gula merah lalu dikukus. Rasanya mirip kue kipo dari Kotagede dan lepat bugis.

Tahilala atau Lalaan

Lihat topping warna putih pada bingka waluh dan pepare? Itulah tahilala atau lalaan.  Topping ini dibuat dari santan rebus yang diambil bagian kentalnya lalu dimasak lagi hingga keluar minyak. Yang dipakai adalah ampasnya yang ditambahkan perasa gula, garam dan merica. Rasanya jadi gurih sedikit pedas.

Di tempat asalnya pasangan tahilala paling populer adalah jengkol atau jaring, yang dimakan sebagai kudapan. Terbayang nggak? Aku pun penasaran.

Pisang Gapit

Pisang gapit adalah pisang yang dipanggang di atas api dengan memakai penjepit kemudian dipipihkan. Letakkan di atas piring saji dan siram dengan kuah. Kuah  dibuat dari gula merah direbus, tambahkan santan dan daun pandan,  garam dan tepung maizena.

Semua wadai atau kue yang tersedia hari itu tuntas dicicpi  dan dibungkus bawa pulang tentunya. Yang tak ada  hanya  buras, mageli yang katanya   seperti lento yang merupakan pelengkap lontong balap Surabaya, roti sumab dan petah, kue kukus terbuat dari tepung beras berwarna hijau.

Hidangan Utama di Kedai Tiga Acil

Soto Banjar

Soto Banjar, kuliner Balikpapan, kuliner Banjar
sumber : FB Kedai Tiga Acil

Soto Banjar khas dengan harum dan rasa rempah-rempah, bisa dengan kuah bening atau keruh bila dicampur sedikit susu. Rempah-rempah yang disertakan seprti kayu manis, biji pala dan cengkeh.

Soto Banjar berisi suwiran daging ayam, perkedel, kentang rebus, telur rebus dan ketupat atau nasi.  Rempah-rempahnya membuat perut terasa hangat, nikmat banget.

Nasi Kuning Banjar

Nasi kuning sudah biasa dijadikan menu sarapan pagi warga Balikpapan. Nasi kuning  Banjar ini terasa legit dan berlemak karena dimasak dengan santan dan kunyit. Lauk tambahannya adalah Masak Habang (yang berati merah), bisa berupa ikan, telur atau daging ayam. Minumannya kupilih teh manis saja, mumpung ada teh dengan merk yang terkenal di sana.

Tak seperti kue yang sempat dicicipi semua yang tersedia, hidangan utama yang mampu disantap hanya Soto  Banjar dan Nasi Kuning yang itu pun berbagi dengan teh Intan he.. he.., mungkin sudah kenyang makan aneka wadai. Padahal teh Intan menyarankan juga urapan dan Bistik Banjar. Sup Iga pun disukai pelanggan. Beberapa kali  acil Erica meninggalkan kami untuk memenuhi pesanan online lewat Go Food.

Kedai Tiga Acil
Para tamu dan dua acil disebelah kiriku. Acil ketiga sedang libur. Tamu cilik itu pelanggan setia yang sering mampir setelah pulang sekolah hanya untuk makan bingka.

Alhamdulillah, leganya menemukan makanan yang sempat lekat di hati.  Jarang sekali ada kuliner Banjar di sekitarku, paling-paling ketemunya pas Festival Kuliner Banjar di Summarecon Bekasi beberapa tahun lalu.  Yuk, merapat ke sini. Rasa makanannya cukup otentik dan menuntaskan rindu. Bukan hanya kataku lho. Terbukti ketika reuni lintas generasi, soto Banjar dari Kedai Tiga Acil mendapat banyak pujian dan banyak yang penasaran ingin datang langsung ke lokasi.

 

Lokasi Kedai Tiga Acil

Kedai Tiga Acil  : (juga hadir di Go Food)

Jl Parakan no 14 Ruko #09 Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan

Jam Buka : 08.00 -19.00 (Rabu dan hari libur nasional libur)

Jam Buka selama Ramadhan : 15.00

34 COMMENTS

  1. aduhhh … lihat postingan makanan lagi saat puasa … haha
    soto banjar saya suka juga … btw makanan kuah2-an saya suka.
    kalau pas ke Tangsel coba ah mampir kesini

    • aiiih iya, teteh pernah tinggal di Banjarmasin ya, sekalian belajar buat wadai Banjar teh waktu di sana?

  2. Duh kalau saja dekat, mau banget deh mba..menggiurkan dan unik penampilannya. Keren ya berawal dari reuni terus jadi buka usaha bareng, seru..

  3. Soto banjar memang beda sama soto lainnya karena ada perkedelnya dan kuahnya ada yg dr susu bukan santan. Ini lumyan deket rumah ku, kapan2 pasti mmpir deh.

  4. Lucu ya sebutannya, acil. Aku kok mikirnya acil itu anak kecil ya 🙂

    Kalaubdi Ambon, nasi kuning itu biasanya dimakan pas malam dan sebutannya nasi kuning begadang.

    Terima kasih sudah berbagi info mengenai masakan Banjar 🙂

  5. Wawah…kue-kuenya gurih semua. Kusuka banget tuh. Apalagi kalau manisnya sedang. Slurp…
    Di Bandung ada ga yah Soto Banjar. Kayak pernah liat sekelebat, tapi lupa di mana…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.