Kebun Bunga Amaryllis Patuk Yogyakarta Rusak di Kaki Para Penggila Selfie

42
359
Amaryllis

Beredar foto di lini masa facebook, sejsk dua hari lalu ada kebun bunga cantik di Yogyakarta.  Foto hamparan  bunga oranye di kebun itu memang menakjubkan dan sangat memikat mata menimbulkan decak kagum. Belum lagi dapat informasi jelas tentang lokasinya beredar pula sebuah foto mutakhir kebun bunga tersebut  rusak, sebagian tanaman rebah diinjaki pengunjung. Hasrat egois selfie dengan latar belakang bunga oranye cantik itu mengalahkan kesadaran untuk bersikap hati-hati. Terlalu banyak pengunjung  yang datang yang  tidak mau mengalah untuk bersikap santun, berjalan beringsut perlahan agar tak merusak sehelai pun daunnya, tak mau memberi kesempatan agar peminat lain bisa berbagi  pengalaman sama.

Bunga oranye itu bernama Amaryllis. Ini penampakan bunganya. Foto Amaryllis ini bukan dibuat di kebun yang   lokasi  tepatnya di Desa Salam, Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta (info : Kompas). Foto ini diambil di jalan yang biasa kulalui setiap hari untuk mengantar anak sekolah, di sebuah kompleks perumahan. Bunga yang ada di median jalan ini tak banyak jumlahnya, hanya kurang lebih 10 tanaman, tetapi warnanya yang cerah mencolok itu sungguh gampang mengalihkan pandangan dari jalan. Sebelumnya tak pernah kulihat bunga ini di situ, biasanya yang ada di median jalan itu hanyalah tanaman penutup tanah berbunga putih kuning yang saat berbunga serentak, tampilannya tak kalah cantiknya dibanding Amaryllis oranye. Kini di median itu sudah bertambah penghuni baru. Mungkin salah satu penghuni rumah di sekitar jalan kompleks perumahan itu yang menanamnya.  Amaryllis oranye sudah terlihat sejak seminggu lalu, dan hari ini sebagian di antaranya mulai layu.

Amaryllis

Harian Kompas hari ini pun menurunkan foto cantik kebun bunga Amaryllis atau Amarilis  itu. Menurut Kompas.com tanah seluas 2000 meter persegi ini ditanami 20 ton umbi Amaryllis oleh ibu Wartini. Sengaja ditanami dengan jarak yang rapat  supaya menyerupai hamparan permadani. Mungkin ini pangkal masalahnya, tak ada celah untuk pengunjung berjalan di antara tanaman-tanaman ini.  Pengelola kurasa bisa mencontoh penataan di  Kebun Bunga Begonia Lembang, yang memberi ruang gerak bagi para pengunjung, dengan dibuatkan pengelompokan bunga, sehingga bisa terpenuhi hasrat narsis berfoto di jalan setapak berlatang belakang kejelitaan permadani natural bunga warna warni, dan bukan di tengah hamparan bunga. Mungkin ibu Wartini tak menyangka kebunnya yang sederhana bisa menarik minat banyak orang. Tetapi pengunjung pun harusnya sadar tanaman itu mahluk hidup yang perlu dijaga agar ada keseimbangan alam. Tak susah kok bersikap sedikit santun saat berwisata, hanya perlu berpikir agar tak ada orang lain yang dirugikan. Melihat banyaknya bunga yang rusak kurasa cukup besar juga kerugian di pihak pemilik kebun bunga ini. Kejahilan pengunjung pada tanaman yang pernah kulihat juga di antaranya menulisi kaktus.

42 COMMENTS

  1. Huhuhuuu sedih dan pengen marah rasanya lihat rusak begitu :'(

    Lihat foto2 orang yg tiduranlaaah, yang duduk kaya putri raja atau macam Syahrinceulah… *narik nafas panjang*

    Jd pelajaran buat pengelolanya juga ya eda, jd dibuat seperti Koekenhoff, semoga kedepannya bisa terjaga keindahannya.
    Ngga ridhooo lihat rusak begituu huhuhu

  2. sayang bunya-bunganya ya. memang gak ada tanda larangan memasuki area bunganya kah? klo aja pada mau ngantri dan yang foto-foto juga sadar yang lain juga kepengen foto mesti kerusakannya bisa diminimalisir.

    salam
    /kayka

    • baca2 dari link di atas, kebun ini emang kebun bibit aja, nggak ditujukan buat taman, kayaknya nggak nyangka bisa menarik perhatian orang, jadi orang asal masuk aja ke situ

  3. Dari tadi cari-cari dimana tempatnya yang lagi heboh ini ternyata bu Monda kasih info.
    Yang nanem kelihatannya gak kepikiran akan menjadi tempat bagi yang suka difoto … setuju sekali andai dikasih ruang seperti sedikit jalan..

    Saya gak kebayang jika saya yang nanam … sedihnya kayak gimana ..

    Terima kasih infonya.

    • sama2 kang
      iya tempat ini kebun bibit biasa punya perorangan, yg datang heboh masuk begitu aja nggak permisi sama yg punya

  4. Setuju, Mbak. Pelajaran buat semua, sih. Yang mengelola mungkin bisa belajar dari beberapa kebun bunga yang sudah ada di Indonesia. Memberikan jalan setapak di kebunnya.

    Kesadaran wisatawan lokal kita memang masih banyak yang rendah. Gak cuma 1-2 kali ulah wisatawan egois. Mungkin memang sesekali harus ada aturan tegas.

    • Ini bukan tempat wisata mbak. Ini tempat usaha budidaya salah seorang penduduk, jadi gak ada jalan2 untuk pasukan tongsis.

      • kebun penduduk pun menarik dibuat wisata, aku juga sukawisata ke kebun.. tapi tetap berusaha ingat itu punya orang lain jangan sampai merusak

  5. Waktu liat foto2 itu, saya juga langsung ingat taman bunga begonia, Mbak.
    Mudah2an aja bisa sekalian di jadiin tempat wisata.

  6. Ini tempat usaha budidaya bro bukan tempat wisata jadi gak ada jalan2 untuk pasukan tongsis. #SaveAmaryllis

  7. Katanya yang selfie perusak tanaman itu ngotot membela diri di sosmed. Tipikal orang kita: udah salah masih aja ngotot. Seperti papa minta saham, wkwkwk…

  8. Akhir pekan kemarin sebetulnya aku berencana mengajak anak-anak main ke sana, Kak. Tapi urung, karena membaca berita tentang rusaknya kebun tersebut. Semoga banyak pihak yang belajar dari kejadian ini dan dapat memperbaikinya di masa yang akan datang..Dan yang terpenting, semoga tahun depan, kebun bunga tersebut tetap ada.. 🙂

  9. Aku setuju. Sepertinya pemilik kebun memang tidak menyangka kebunnya akan kebanjiran orang sebanyak itu sehingga kebunnya tidak “didisain” untuk ada jalan/celah di tengahnya. Masalahnya, sialnya kebetulan yang datang kok ya kurang berempati…

    Di Keukenhof Belanda kebunnya ditata rapi dengan jalan dan celah untuk menikmatinya/berfoto. Tetapi ini juga karena Keukenhof memang dibuat/didisain untuk itu.

    • iya betul, nggak nyangka bakal rame, karena sebetulnya bunga ini banyak juga fi tempat lain, tapi karena nggak sebanyak ini nggak terlihat keren

  10. Sempat ramai di grup WA saya juga mbak. Katanya itu memang bukan untuk umum. Tapi nursery pribadi. Berhubung banyak yang minta jadi dibukakan eh tapi jadi kayak gitu. Hiks. Sedih ya

  11. kebun ini dibuat bukan untuk wisata, bunga tsb ditanam pak sukadi karena pak sukadi berjualan bunga, dan ia berinisiatif menanamnya.
    perlu ditegaskan jika kebun bunga tsb bukan untuk tempat wisata

  12. Bagaimanapun keadaan bunga itu, setidaknya posting ini telah memberi ide kreatif untuk membangun kesadaran bagi kita semua, agar tidak asal nemu enaknya tapi tidak mau menjaga..hehehe.. Salam.. 🙂

  13. Thank you mbak, sudah mengingatkan sesama, semoga semakin banyak orang yang sadar supaya lebih bisa menjaga keindahan. Kasian ibunya yang punya kebun.

  14. alhamdulillah baik pak
    iya mungkin karena cuma berbunga setahun sekali dan banyakan begitu.. jadi terlihat cantik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.