Jejak-jejak Karam

28
87

Laut yang  mengelilingi pulau-pulau di negara kita ini isinya tak hanya ikan dan terumbu karang lho. Banyak harta karun yang masih tertinggal di sana.

Pada 1986 dunia gempar dengan peristiwa penemuan 100 lebih batang emas, serta 20,000 keramik Dinasti Ming dan Ching dari kapal VOC De Geldermalsen yang karam di perairan Riau pada Januari 1751. Penemunya adalah Michael Hatcher, warga Australia. Dari kekayaan senilai 15 juta dolar AS tersebut Indonesia tidak mendapat sesenpun. Berkaca pada kasus ini, Pemerintah Indonesia kemudian membentuk Panitia Nasional Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam (Pannas BMKT)

Kutipan di atas berasal dari brosur pameran Jejak-jejak Karam di Museum Nasional yang berlangsung 12 November – 5 Desember 2012.

 

guci keramik tua

 

UNESCO sudah menetapkan negara tempat ditemukannya kapal karam adalah pemilik kapal karam.Tetapi biaya dan teknologi dari negara berkembang  belum memadai maka masih diperlukan kerja sama dengan negara lain atau swasta. Masih ada empat ratusan lokasi kapal karam, tetapi baru puluhan yang berhasil disurvei. Ada sekitar 300.000 benda yang berhasil diselamatkan dan kini tersimpan di gudang khusus Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT),Cileungsi, Bogor.

Di Bangka Belitung juga pernah ditemukan kapal kuno, tetapi  akhirnya benda-benda antik itu menjadi koleksi Museum Santosa Singapura, Indonesia hanya mendapat bagian sedikit. Tetapi, ada juga harta karun yang  seluruhnya jadi milik Indonesia yaitu akibat tsunami di Mentawai yang mengangkat bangkai kapal ke tempat yang lebih dangkal.

 

diorama bawah laut

diorama bawah laut "mencari harta karun"

 

Foto dan tiruan adegan pengangkatan harta karam di atas menghiasi ruang pameran.

 

Muatan kapal kuno yang karam di wilayah Indonesia  ini sebagian besar  berupa keramik dari Cina dan Vietnam,ada pula emas. Barang-barang ini kemudian dilelang oleh Balai Lelang, umumnya harganya cukup tinggi, tetapi pernah juga pelelangan tak menghasilkan apapun karena tak ada peminat.

28 COMMENTS

  1. klaua di indonesia saya rasa banyak lokasi seperti itu.. sayang sekali ya dulu uang sebanyak itu hilang begitu saja ya.. semoga bisa ketemu yang lain dan dipakai buat orang miskin di negara ini.. 🙂

    • banyak, ratusaaan, cuma duit mau ngambilnya kagak ada, pertimbangan ekonomis juga mungkin, kalau diambil laku dilelang nggak ..

  2. selama ini kita sering gak kebagian apa2 ya kak.. hehhe, biasalah.. kita jadi makanan buat negara yang pinter.. dan seringnya telat nyadar klo dikibulin 😛

    diorama orang lagi nyelam, keren..

    • ya, setelah peristiwa de Geldermesen itu sepertinya baru terpikir untuk buat rambu2 dan peraturan..

    • masih cukup lama pamerannya,
      banyak yg nggak kuceirtakan di sini he.he.., salah satunya waktu waduk Kedungombo mau mulai diisi air, banyak tinggalan arkeologis yang masih terkubur juga ikut tenggelam

  3. Sewaktu dinas di Merdeka Barat saya pernah ikut rapat tentang barang-barang peninggalan kapal tenggelam. Ternyata benda-benda yang berada pada muatan kapal tenggelam banyak peminatnya dan di jual di luar negeri lho.

    Saya kira perburuan barang tersebut masih terus terjadi.

    Salam hangat dari Surabaya

    • pak de tentunya sudah tau lama cerita harta karun ini ya…
      tapi, yang terakhir pelelangan temuan kapal karam di Cirebon nggak ada peminat…
      kalau begitu bakalan mikir2 juga ya untuk angkut bmkt lagi, operasional tinggi ntar jadi rugi bandar kalau nggak ada yang mau beli

  4. Wah kok masih diambil sama singapura ya bun. sayang banget. bukan hanya dinilai dari uangnya yak. tapi historinya juga perlu untuk indonesia. kenapa bisa kapal itu sampai ke laut indonesia dan lain sebagainya.. mudah2an gak akan ‘dicuri’ lagi dari bangsa asing deh kapal karamnya..

    Btw bunda mau ingetin aja GA aku tinggal satu minggu lagi loh. Jadi sekarang daku lagi nunggu foto kiriman bunda 😉

  5. Semua sektor banyak ketinggalannya ya … Untuk hal-hal yang menyangkut benda bersejarah kelihatannya lebih banyak yang mengapresiasi para pecinta sejarah.

  6. weh, lumayan yak yang nemuin kapal karamnya… Indonesia jarang ngelakuin ekspedisi nyari kali ya, hmmm… sebenernya bisa lho, asal mau nyisain sedikit pembiayaan wat nelusurin, kdang kalah modal duluan sih, padahal teknologi kan bisa dibeli….

    Oyen inget jaman kuliah pernah ikutan bedah buku “Al-Qur’an dan Lautan” karangan (lupa), yg jelas ahli perminyakan (orang asli Indo) yang sekarang kerja di kementerian Brunei, dan emang luaarrr biasa kekayaan laut kita termasuk posisinya yang super strategis, dan katanya, sayang Indonesia tidak mengelolanya dengan serius, dan sayangnya lagi, Indonesia kok ya ngelepas orang hebat macam dia, karena katanya ide2 orang pinter disini sering tidak didengar… *sedih

    tapi ya semoga kita semua semakin sadar dah, kalo tidak cepat bertindak, sepertinya bakal kehilangan lagi… yah semoga tidak lagi2

    • iya Yen…, kita udah dikasih anugrah harta sedemikian banyak…
      perlu modal gede banget memang…untuk mengeksplor semuanya, tapi ntar ngutang lagi he..he..

  7. Laut Indonesia menyimpan banyak berkah, energi melimpah, keragaman biota laut termasuk yang terpendam bersama kapal karam. Ekspedisi yang menyibak jejak, terima kasih mbak Monda telah berbagi. Salam

    • yang di Cileungsi hanya gudangnya Chi…,dan tertutup untuk umum…..
      museum ini yang di Merdeka Barat

  8. tiruan adegan pengangkatan harta karam bagu, Bu.
    Di Banjar gak pernah ada pameran2 yang seperti ini. Pameran yang sejarah2 gitu juga gak ada.
    Seringnya pameran pertanian dan pternakan, Bun. 🙂

    • Nggak ada pameran sejarah di sana, tapi kan bisa langsung ke obyek sejarahnya kan…, ngiri lho dengan perjalanan kalian minggu lalu itu.

  9. Kalo bisa diangkat semua luar biasa ya Mba Monda, bisa banyak belajar mengenai kebudayaan masa lalu dan lalu lintas perdagangan Indonesia ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.