Para blogger senior  bilang ide mengisi blog bisa dari mana saja. Lihat  dan amati sekeliling pasti  ide akan muncul dari tempat yang tak disangka.  Belakangan ini aku harus banyak menghabiskan waktu dengan menunggu. Kegiatan apa yang bisa dilakukan supaya menunggu tetap nyaman? Yang sudah pernah kulakukan seperti buka telepon genggam, membaca buku, ngobrol dengan sesama penunggu giliran, dan  main Sudoku dan Acakata yang ada di harian berita ibukota.

Di koran Kompas hari Minggu lalu soal Acakata adalah 15 nama alat musik tradisional Indonesia. Masa dari sebanyak itu  aku hanya tau 5 saja. Waduh, minim banget ya pengetahuanku, jadi malu. Makanya sambil googling cari informasi. Dulu  di masa sekolah punya buku pintar tempatku menulis tentang hal-hal baru. Sekarang menulisnya di blog saja, apalagi punya beberapa foto  satu alat musik terkait. Saatnya mengeluarkannya dari file laptop.

Soal Acakata itu mengangkat nama-nama jenis alat musik gesek, alat musik tiup, alat musik petik dan  alat musik pukul dari beberapa daerah di negara kita ini.


Tehyan, alat musik gesek dari Betawi

Di jalan-jalan  Jakarta  sering lihat anak-anak keliling ngamen bawa boneka Ondel-ondel. Tentu deh Ondel-ondel yang berukuran besar  itu bikin macet jalan. Boneka yang awalnya untuk tolak bala itu  diringi oleh musik tradisional Betawi atau lagu-lagu masa kini. Walau hanya dari rekaman sih. Gara-gara kuis ini jadi paham suara itu berasal dari instrumen tradisional bernama Tehyan. Suaranya itu mirip alunan dawai biola.

Teman kerjaku ternyata ada yang pernah jadi anggota grup Gambang Kromong, sebagai pemain gendang. Lumayan juga bisa dapat informasi darinya. Dia menyebutnya Tekyan.

Menurutnya cara memainkan Tekyan  digesek seperti biola, tetapi posisi instrumen ditegakkan di depan pemainnya. Nadanya mengandalkan perasaan, mungkin itu sebabnya terkadang seperti  terdengar nadanya “lari”.  Feelingnya harus mantap supaya nggak fals. Yang unik saat akan dimainkan  alat penggesek dibuka sehingga bisa diletakkan di bagian dalam Tekyan. Jadi  posisi menggeseknya berbeda dengan biola.

Tehyan itu dibuat dari kayu. Bagian bawahnya yang bentuknya membulat dibuat dari batok buah kelapa gading. Sedangkan penggeseknya dari bambu. Jumlah senarnya hanya dua buah.   Ada 3 jenis tehyan, yaitu Sukong dan Kongahyan. Sukong yang ukurannya paling besar dan Kongahyan yang paling kecil. Tehyan juga bisa dilihat pada pementasan gambang kromong dan lenong.

Katanya Tehyan berasal dari daratan Tiongkok. Terjadi akulturasi musik dan budaya saat imigran dari Tiongkok dan Arab jaman dahulu bergabung dengan pemusik setempat.  Pengaruh dari Arab yaitu Rebab.

 

 

Alat Musik Pukul

Soal di atas itu banyak menyebutkan nama alat musik pukul dari berbagai daerah. Mungkin karena alat musik pukul itu bisa berfungsi sebagai pemandu irama makanya bisa ditemukan di setiap wilayah Indonesia.

Aramba dari Nias

Aramba berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara.

Alat musik ini terbuat dari logam dan mirip dengan gong, tetapi dengan variasi bentuk.  Aramba dimainkan oleh satu orang dan fungsinya sebagai pemimpin irama. Instrumen ini dimainkan dengan cara dipukul dengan alat pemukul khusus.

Tuma dari Kalimantan Barat

Alat musik Tuma ini berasal dari Kalimantan Barat, mirip dengan gendang.

Cengceng dari Bali

Cenceng Gamelan Bali

 

Akhirnya bisa menampilkan foto ini di blog. Alat musik ini  buat penasaran karena bentuknya unik mengambil wujud kura-kura. Katanya ini berawal dari kebudayaan Bali. Kura-kura itu dilambangkan mampu menyeimbangkan dunia di atas punggungnya. Foto ini didapat saat pembukaan pelatihan kantor kami di Hotel Seruni Cisarua Puncak.

Alat musik unik tersebut adalah Cengceng, atau ada yang menulisnya Ceng-ceng, unsur penting dari perangkat gamelan Bali.

Cengceng terdiri atas dua bagian. 6 buah logam bundar terletak pada punggung kura-kura dan 2 buah logam bundar lainnya yang dipegang oleh pemainnya. Pemain Cengceng memukulkan dua bilah logam itu ke  piringan logam di punggung kura-kura.  Bunyinya ceng-ceng .. ceng-ceng.

Bedug

Bedug pastilah tak asing lagi bagi kita. Di bulan Ramadhan suara bedug azan magrib selalu dinanti setiap orang yang berpuasa. Bedug dibuat dari batang kayu yang dilubangi bagian tengahnya, lalu salah satu ujungnya ditutup dengan kulit kambing atau sapi.

Gamelan

Gamelan  sebetulnya adalah gabungan dari seperangkat alat musik. Asal kata gamel yang artinya pukul. Mayoritas instrumen gamelan memang dipukul.

Perangkat Gamelan Bali

 

Gamelan tak hanya ada di Jawa, tetapi juga dikenal gamelan Sunda dan Bali. Di Jawa  alunan musik gamelan disebut karawitan. Berbagai wilayah di Indonesia pun instrumen musiknya  ada  satu atau dua jenis yang mirip unsur gamelan. Teringat cerita dongeng dari guru Kesenian smpku di Balikpapan, katanya dahulu kala  gamelan dibawa merantau ke Kalimantan. Dalam perjalanan ada musibah, sebagian alat itu  ada yang tercebur ke laut. Alhasil  yang bisa terbawa sampai ke Kalimantan hanya beberapa saja. Entahlah, namanya pun dongeng ya…

Jenis alat musik yang tergabung dalam seperangkat gamelan bermacam-macam cara memainkannya. Ada alat musik pukul yang memakai satu buah tabuh ( alat pemukul) jenisnya 10 macam. Ada yang menggunakan dua buah tabuh seperti gender, bonang dan gambang. Selain itu memakai alat musik gesek, alat musik petik, dan alat musik tiup. Dan ada alat yang dipukul dengan tangan.

Berbagai alat tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda, ada yang menghasilkan melodi, harmoni, ritme dan pelengkap. Makanya harus lengkap semua unsur gamelan sehingga tercipta satu gending yang utuh.

Pada soal Acakata di atas yang tergabung dalam kelompok gamelan adalah :

  • Slenthem

Slenthem berupa beberapa lembaran logam tipis yang dijalin dengan tali, direntangkan di atas tabung-tabung. Bunyinya dengungan rendah atau gema . Saat memainkan Slenthem  kedua tangan pemainnya harus aktif. Tangan kanan memegang pemukul, sedangkan tangan kiri menahan getaran yang terjadi pada bilah logam.

  • Kethuk

Perangkat gamelan ada gong, kethuk dan kempul. Kethuk dan Kempul mirip gong, tetapi dengan ukuran lebih kecil. Suaranya lebih tinggi daripada Gong.  Instrumen ini digantungkan pada tali yang terhampar pada bingkai kayu.

Instrumen dalam gamelan lainnya Bonang yang terdiri dari 2 jenis, Saron, Demung, Peking, Kenong, Kempyang,  Gambang, Gender, Kempul, Kendang, Suling, Siter, Rebab

  • Kempul
  • Gong

Alat Musik Petik

Kulcapi dari Karo

Bentuk Kulcapi asal Karo ini mirip gitar, tetapi lebih  kecil dan langsing. Jumlah senarnya pun hanya dua.  Cara memainkannya pun dipetik seperti gitar.

 

Sasando

Sasando yang berbentuk unik ini berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Keunikan Sasando in karena memakai anyaman daun lontar sebagai wadah bagi alat musik penghasil suaranya. Alat utama itu dibuat dari bambu yang dipasangkan dawai melingkar dari atas ke bawah.

Sangat menyenangkan mendengar suara Sasando yang merdu. Tak disangka dari alat musik sederhana berbahan baku alamiah ini mampu memainkan lagu modern dari dunia barat.

 

Angklung

Angklung terdaftar sebagai Masterpiece of Oral and Intangible  Heritage of Humanity dari UNESCO pada 2010. Aku belajar main angklung di sekolah dasar. Banyak sekolah yang punya seperangkat alat musik asal Jawa Barat ini. Cara memainkannya yang tak rumit membuatnya cepat populer. Cuma, agak bingung nih angklung ini digolongkan alat musik apa ya, alat musik pukul  bukan?

 

Alat Musik Tiup

Saluang dari Minangkabau

Pemain Saluang Minangkabau "Pemain Suling Bambu"

Saluang mirip dengan suling, tetapi lebih sederhana. Bahannya dari bambu  talang yang juga biasa  digunakan untuk membuat lamang.

Walau sederhana ternyata Saluang itu bisa dimainkan dengan berbagai cara . Makanya tiap nagari di sana punya ciri khas cara memainkannya.

Serunai

Serunai pun alat musik tiup dari Minangkabau. Menurut Wikipedia kemungkinan asal alat ini dari Lembah Kashmir India.

Menarik bukan variasi instrumen tradisional.  Tentu masih banyak lagi khasanah perbendaharaan alat musik kita. Yang pernah tampil di blog ini ada Gordang Sambilan dan  kecapi yang mengiringi lagu Borondong Garing.