FPS #9 Wisata Kuliner Kekinian Yogyakarta – Tempo Gelato, Coklat Monggo, Bakmi Jawa Mbah Gito

24
374
Bakmi Mbah Gito

Sekali lagi laporan makan-makan di kota pelajar Yogyakarta. Di tulisan serial Food Photo Story sebelumnya tentang Wisata Kuliner Yogyakarta  tujuan makan-makannya lebih banyak ke spot tradisional yang sudah berusia panjang. Posting kali ini giliran  ke  obyek  wiskul  yang lebih kekinian.

Yogyakarta seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia juga punya upaya  khusus menyasar selera makan dan nongkrong anak muda. Dalam waktu liburan yang singkat kami hanya mampu mampir ke tempat-tempat berikut ini saja.

Tempo Gelato

Tempo Gelato Yogyakarta

Terbayang nggak nikmatnya minum es krim setelah lelah berjalan jauh, hari panas pula. Kunjungan ke gerai gelato alias es krim kekinian a la Italia ini tentu  saja dimasukkan ke list oleh dua orang  gadis kesayangan. Tambah satu  jenis lagi deh kekayaan  kuliner Italia yang sesuai dengan selera orang kita.  Nggak ada salahnya kan, semakin banyak mengenal rasa kelak akan semakin mudah beradaptasi di mana pun.

Gelato dan es krim itu katanya serupa tapi tak sama. Gelato terasa lebih padat tetapi halus dengan rasa susu lebih dominan dan di resepnya memakai lebih sedikit  telur. Sedangkan Es krim lebih dominan rasa krim. Mari kita buktikan.

Di kawasan Prawirotaman Yogyakarta  yang sudah jadi semacam wilayah kumpulnya  para turis ada gerai gaya masa kini  bernama Tempo Gelato. Tempat yang satu ini sudah dikenal luas, foto-fotonya sudah banyak beredar di Instagram. Tentulah nggak dilewatkan ke sini mumpung ke Jogja kan ya, lagian dekat banget dari hotel. Sore hari setelah lelah menjelajah keliling kota tentu nyaman bersantai di tempat yang cozy seperti ini.

Il Tempo di Gelato tempatnya tak terlalu luas. Interiornya bernuansa industrial  ini memang memikat mata. Pas bangetlah untuk para penggemar foto-foto cantik dan selfi yang ingin tetap exist  menunjukkan jati dirinya. Di dindingnya ada deretan pigura foto-foto pesohor dengan  es krim di tangannya. Yang unik ada chandelier berupa rangkaian beberapa tanduk rusa. Ori atau kw ya?

Resto ini hanya menyediakan kopi dan gelato saja, tak ada hidangan besar. Gelato ukuran cup kecil harganya Rp 20.000. Bisa pilih dua rasa untuk satu cup.  Sediaan rasa ada bermacam-macam, termasuk juga  rasa yang nggak umum dibuat es krim seperti jahe dan kayu manis. Tapi kami sih ambil rasa yang umum saja deh seperti coklat, green tea, vanilla  atau mint.

Memang gelato itu terasa enak banget dan menyegarkan. Mengecap gelato perlahan-lahan  itu sambil mencoba membedakannya dengan tekstur es krim. Ada sih bedanya walau nggak terlalu nyata banget buat lidah yang biasanya cuma bisa memilah  makanan enak dan enak sekali saja. Yang pasti gelato tak sedingin es krim.

Coklat Monggo

Pabrik Coklat Monggo Yogyakarta
Penggemar coklat kurasa sudah banyak yang kenal dengan coklat ini ya.  Coklat Belgia asal Yogyakarta ini  perlahan-lahan sudah jadi salah satu  ciri khas buah tangan dari kota ini. Tradisi pembuatan coklat dari Belgia yang dikenalkan oleh pemuda asli dari negara itu dengan memakai bahan baku dalam negri Indonesia.

Pabrik dan gerai coklat lokal rasa internasional ini bisa didatangi di Kotagede di jalan Dalem KG III/978 Purbayan. Lagi-lagi di Kotagede, kota tua yang masih sangat menarik untuk ditelusuri sampai ke sudut-sudut tersembunyi.

Coklat Monggo kental dengan nuansa Jawa. Terlihat dari namanya “Monggo” yang berarti silahkan dan juga dari kemasan yang bergambar wayang atau landmark kota Yogyakarta. Kemasannya yang elok terkesan mahal itu dibuat dari kertas daur ulang yang bersertifikat.

Coklat Monggo diolah dari coklat premium yang berasal dari perkebunan kakao di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Karena memakai dark chocolate dan tanpa susu Monggo rasanya agak pahit seperti umumnya coklat asal luar negri. Jadi coklat ini berkadar lemak rendah.  Banyak pilihan rasa Coklat Monggo, varian rasa mulai dari white chocolate, rasa mangga, durian dan lain-lain, bahkan rasa red chili. Tapi jangan khawatir harga coklat masih terjangkau kok.

Selain belanja coklat pembeli  bisa lihat langsung proses pembuatan Coklat Monggo di dapurnya yang berbatas kaca. Bisa foto-foto juga karena ada spot cantik di luar dan photo booth dengan kostum dan props Vespa lama.

Bakmi Mbah Gito

 

Bakmi Jawa Mbah Gito Yogyakarta

Lagi-lagi Bakmi Jawa. Setiap kali ke Jogja kudu mesti cari mi Jawa he … he… Walau di ibukota  sudah banyak penjualnya tetapi tetap lebih afdol  cari yang spesial di tempat aslinya. Warung Bakmi Jawa Mbah Gito di Kotagede yang jadi pilihan.

Warung ini unik penampilannya. Suasananya gaya pedesaan Jawa banget. Eksterior dan interiornya memakai kayu-kayu tua bekas dari rumah lama.  Terkesan penuh sesak tetapi stylish.

Bahkan ada kayu bekas kandang sapi lho,  yang dipasang agak doyong alias miring,  lengkap dengan genta besar yang biasanya tergantung di leher sapi. Nggak malu-malu pula dikasih papan nama tua bertuliskan Kandang Sapine Mbah Gito. Ada juga plang nama Gubug Reyote Mbah Gito, mungkin kayu-kayunya berasal dari pondok tua di kampung.

Bakmi Mbah Gito

 

Keunikan lainnya pada kostum para petugas dapur dan pramusaji yang memakai baju khas Jawa, surjan lurik.

Malam itu Bakmi Jawa Mbah Gito cukup penuh, ada orang besar yang borong beberapa  meja. Untungnya kami masih dapat tempat. Rasa makanannya bagaimana? Bakmi godog yang kami pesan sedap banget deh, bumbunya pas, hangatnya pas dan nggak pakai lama. Pantas saja deh kalau warung ini banyak penggemarnya.

Lokasi Bakmi Jawa Mbah Gito ini di Kotagede di jalan Nyi Ageng Nis, Rejowinangun. Agak mblusuk masuk sana sini, untungnya pak supir mobil sewaan kami paham betul, lha dia yang menunjukkan ke sini lho.

Nah cuma itu yang sempat kami cicipi. Oh iya ada satu lagi warung roti bakar di ujung jalan dekat hotel. Roti bakar dengan gaya masa kini juga. Sayangnya lupa moto.  Teman-teman punya rekomendasi wisata kuliner kekinian lainnya di Yogyakarta dan sekitarnya?

24 COMMENTS

  1. di kotagede masih ada lg beberapa yg bisa dicicipi tim raun di episode berikut.. gak kekinian tp sudah jd cirikhas kotagede.. restoran omah dhuwur, secara kk kan penasaran sama omah dhuwur.. ndalem sopingen, lesehan di salah satu sudut joglo sambil mereka-reka suasana pertemuan para tokoh nasionalis di masa lampau.. terakhir sate kambing dan nasi goreng kambing mbah so, gak jual suasana tp dijamin sedap!😁

    • Woke semua rekomendasi pemangku wilayah Kotagede nih MakWo…… Kayaknya perlu dikhususkan jelajah Kotagede, start dari griya puskes. Pemandu kuliner anak bujang Saga. Hanupis Uni tuk pojok2 kulinernya…

      • doakan mak dan bu de tim raun bisa balik lagi jelajah blusukan Kotagede dalam forasi lengkap he.. he..
        menarik semua itu usulan dari mak Saga

  2. Gelato nyumnyam….coklat Monggo kebanggaan produk kita…
    Lah bakmi jawa mbah Gito belum pernah icip nih mbak, catat ah….eh bakmi jawa biasanya bukaknya sore jelang malam kah?
    Selamat berlibur panjang mbak.

  3. Wah di Yogya juga ada gelato. Kuliner di Indonesia semakin internasional ya? Tapi yang ngangeni adalah mie godog Jawa, sedapnya tidak bisa ditiru.

    • kemarin itu sempat ngambil brosurnya, dia punya program2 bikin coklat yang asyik banget..
      boleh dicoba tuh mak puh

  4. sate klatak itu kekinian nga yach?

    Gelato dan coklat monggo nya enak tapi bakmi jawa mbah Gito blm pernah nyobain. padahal aku penggemar bakmi jawa. rasa mie yang digoreng dengan arang gitu membuat aromanya khas.

  5. Sekarang yang sangat tradisional jadi nilai tambah wisata ya. Kayak tulisan kandang sapi, atau bentuk warung yang benar-benar warung.
    Aku kalau ke Jogja akan coba ke sini….

  6. […] Coklat ini berbuah sepanjang tahun. Buah coklat yang sudah dipetik dijual ke KUD (Koperasi Unit Desa). Indonesia termasuk 3 besar negara produsen biji kakao.  Sebagai produsen  coklat olahan baru mulai  dirintis di beberapa kota, seperti Coklat Monggo dari Yogyakarta dan Chocodot dari Garut. Beruntung sudah pernah juga mampir di Coklat Monggo dan melihat sekilas proses pembuatannya. Kunjungan ke Coklat Monggo sebagai bagian dari Wisata Kuliner Yogyakarta. […]

  7. Jogja ngga ada habis2nya soal kuliner .. dari yang kebarat baratan sampe yang tradisonal ada
    kalau saya sih penasaran dengan Tempo gelato-nya … ehh bakmi mba gito juga deng sekalian 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here