Fort de Kock

25
111
Benteng Fort de Kock

Fort de Kock itu adalah sebuah benteng peninggalan Belanda yang ada di kota Bukittinggi di sebuah bukit bernama Bukit Jirek. Letaknya tak jauh dari Jam Gadang. Fort de Kock juga akhirnya menjadi nama lama kota Bukittinggi yang diambil dari nama salah satu perwira Belanda.

Benteng Fort de Kock

Nama Fort de Kock kudengar sejak masa kanak-kanak lewat sebuah nyanyian pendek yang diajarkan almarhum papaku.

Sai horasma  horasma sineger

agenni Si Bualbuali

tu Siantar tu Sipirok Padang Panjang Fort de Kock

Sai horasma sai horasma sineger

Lagu berbahasa daerah yang kira-kira artinya  semoga selamat si neger agennya Sibual-buali (nama bis), ke Siantar,  ke Sipirok (kampungku),  ke Padang Panjang,  ke Fort de Kock.  Ingin tahu lagunya? Kurang lebih seperti irama refrain lagu cucakrowo  (coba nyanyikan syair di atas mulai dari manuk e manuk e cucakrowo dst…)

Jadi sebetulnya hubungan Sipirok – Fort de Kock itu sudah sedari dulu, tak heran rasanya dipanggil-panggil terus untuk datang ke kota ini he..he…

Sebelum sampai ke lokasi, aku sudah diingatkan biar tak kecewa oleh eMak LJ : ” kakak jangan bayangkan benteng ini seperti museum yang besar dan lengkap ya ” . Kata si eMak benteng ini sangat dekat dengan hotel tempat kami menginap, Grand Rocky, maka hari pertama pagi-pagi sekali sebelum mobil sewaan  datang kulangkahkan kaki ke arah yang ditunjukkan petugas hotel, tapi salah jalan dan tak bertemu. Ya,sudahlah bersabar menunggu jadwal dari eMak saja.

Dan, pada kenyataannya  benteng yang dibangun pada masa Perang Diponegoro, 1825  ini tak sebesar dan semegah benteng Marlborough di Bengkulu atau benteng Vredeburg,  Yogyakarta.   Bangunan yang ada hanya sedikit,berupa bangunan segi empat berlantai dua, bagian bawah berkolong dan ada tangga menuju ke puncaknya. Entah ada apa di atas, karena kami tak naik ke sana.

Jembatan Limpapeh Bukittinggi
Jembatan Limpapeh

Minggu pagi itu kawasan benteng dibuka untuk jalur jogging  dengan membayar tiket yang sangat murah, Rp 500. Tiket terusan seharga Rp 8000 bisa memasuki kawasan benteng,dan melaui jembatan Limpapeh bisa ke bukit di seberangnya untuk mengunjungi kebun binatang dan Taman Puti Bungsu.

Kebun Binatang Bukittinggi "rusa totol"

25 COMMENTS

  1. Benteng yang dibangun di awal abad 19 tapi masih lestari hingga sekarang. Semoga tetap lestari sampai anak cucu kita kelak juga bisa menikmatinya.

    Weh, Tante Monda lebih berjiwa sejarah ketimbang para sejarawan itu sendiri 🙂

    Sukaaa…!

  2. makanya sebelumnya dibilangin duluuu.. bahwa benteng ini ya hanya begitu.. tapi luar biasa loh, itu benteng tempat bertahannya belanda dari gempuran rakyat minang kabau.
    setelah masa tersebut mulailah tumbuh sebuah kota di sekeliling benteng tersebut, yang dikenal dengan kota fort de kock

    di Batusangkar ada fort van der capellen.. bangunannnya spt ini,
    mudah2an kelak kakak datang lagi, ini benteng sudah dikembalikan detilnya seperti bangunan awal.. #anggap aja pemanggil tambahan.

    • trims mak..
      iya aku juga udah sempat nengok2 link itu..
      makanya jadi mikir, yang tersisa ini dulunya bagian yang mana ya

  3. Senang banget, merasa terhibur dan tersanjung bahwa kotaku berkali-kali muncul di blognya Mbak Mon. Semoga cerita seperti tambah menyebar sehingga turis2 lain juga berdatangan ke Bukittinggi. Dan tentu saja ekonomi pariwisata akan menggeliat. Makasih ya mbak Mon 🙂

  4. Saya juga baca liriknya sambil nyanyi mba Monda. Hehehe. Ternyata pas juga.
    Bentengnya sendiri ga terlalu besar ya. Tapi jembatannya besar dan bagus. Sekompleks ya Mba. Nambah satu lagi pengetahuan wisata dan sejarah saya..:)

    • ya satu kompleks … jadi praktis,karena kalau mau ke bukit di sebrangnya jadi lebih gampang , nggak muter2 jalan

  5. Lha.., ternyata ini tah wujudnya..
    Lama sekali tak mendengar kata Fort de kock..,dan ini mengingatkan masa duduk di bangku SMP

    Sebagai saksi sejarah, ‘semoga keadaanya akan tetap kokoh’.

  6. Lagu sai horasma sineger sineger itu begitu dekat dengan kami para taruna Akabri. Seringkali kami nyanyikan kalau latihan dan acara2 santai lainnya

    Ehhh…tiba-tiba ada lagu campursari Cucak Rowo

    Saya belum pernah berkunjung ke Benteng ini. Benteng Kuto Besak di Palembang sih sudah

    Salam hangat dari Jombang

    • pak de tau juga lagu itu ya……
      kata papa sih lagu itu dari lagu barat, tapi saya lupa judul lagunya

  7. Jika background telur asin ini dirasa tak sesuai dengan theme nya bisa diganti lho jeng.
    Masuk ke dashboard—–>klik apperance–>weaver admin—>Main option—> cari kolom outside BG—-> ganti kode warnanya- save

    Warna otside BG yang sekarang adalah : #B9C4F7, silahkan kalau mau diganti

    Sering2lah bermain di situ agar bisa ngotak-atik hehe he he

    The floor is yours

    Salam hangat dari Surabaya

  8. Fort De Kock.. dulu memnag ada di pelajaran sejarah ya Mbak.. Seneng membaca artikelnya.Walaupun belum ke sana, setidaknya jadi bisa melihatnya di foto.

    he he.. aku nyanyi. Geli juga nyanyi lagu itu dengan irama Cucak rowo.. tapi emang bener ya, irama aslinya kaya gitu? he he..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here