Libur nasional Pilkada serentak  9 Desember lalu sebuah  kejutan,  lumayan buat jalan-jalan singkat. Tanpa perencanaan detail langsung cus ke Cirebon lagi. Kali ini mau coba lewat tol Cikapali. Dulu lewat jalur pantura  jarak  Bekasi – Cirebon kurang lebih ditempuh 5 jam. Kini, dengan menyatunya jalan tol Cikapali, ke Cirebon itu jadi lebih cepat. Dari pintu tol Cikarang Utama keluar di Ciperna cuma kurang lebih 2 jam. Waktu tempuh memang kebih singkat , tapi  bayar tol yang mahal he..he.. 13.500 + 96.000. Btw, menuju Cirebon ada dua pintu  keluar yaitu di pintu tol Plumbon, terutama kalau mau langsung wisata belanja di Plered dan Kampung Batik Trusmi. Kami pilih  keluar di pintu berikutnya, Ciperna, karena mau langsung wiskul di tengah kota.

Kami minta saran dari teman lokasi wiskulnya. Kami pilih menuju ke Empal Gentong Krucuk, di jalan Slamet Riyadi. Selama ini makan Empal Gentong hanya di hajatan pernikahan, makanya ingin makan yang asli di tempat asalnya, penasaran dengan rasa otentik. Tanya sana sini akhirnya ketemu, paling gampang  patokannya  di lampu merah sesudah Balai Kota, belok kiri (posisi Balai Kota di kiri jalan).

empal gentong Cirebon

 

 
Sewaktu tanya jalan pada seorang mbak, katanya “ooh.. cari empal gentong yang rame itu?” Memang betul banget, rumah makan Empal Gentong Krucuk ini dipenuhi pengunjung, parkir mobil pengunjung juga berderet cukup panjang. Semua meja panjang sederhana terisi penuh, untungnya kami datang pas ada orang yang selesai makan.  Kata salah satu pramusaji, saat ramai bisa menghabiskan bahan baku daging sapi 1 kwintal sehari.
Empal Gentong itu salah satu makanan khas dari Cirebon yang sudah sangat dikenal, selain juga Nasi Jamblang, Nasi Lengko dll. Kalau di daerah lain Empal Gentong ini bisa disamakan dengan soto, soto yang bersantan. Empal Gentong Krucuk menyediakan kuah bersantan encer dan kuah bening yang disebut Empal Asem, (rasa asamnya diperoleh dari irisan belimbing wuluh).

empal gentong cirebon

Di rumah makan ini bagian penyajian ditempatkan di bagian depan. di sebelah kanan ada bagian Empal Gentong, bahan pilihan bisa daging atau jeroan sapi dipotong dan disiapkan ke mangkuk, lalu petugas lain menyiramkan kuah yang terus dipanasi dengan tungku berbahan bakar kayu . Di sudut ini saja ada 4 pekerja, sehingga pelayanan  bisa cepat mengalir. Di sudut kiri rumah makan ada bagian pembakaran sate sapi. Pengunjung bisa pilih sate sapi sebagai tambahan.

Tak berapa lama menunggu  hidangan tersaji di depan kami. Semangkuk Empal gentong, semangkuk empal asem dan 10 tusuk sate sapi siap disantap. Uniknya taburan empal gentong ini memakai irisan daun kucai dan cabe bubuk. Potongan daging tak terlihat, entah karena dagingnya terlalu sedikit atau kuahnya yang ekstra he..he.. Tapi memang perpaduan aneka bumbu seperti bawang merah dan putih, kemiri, kunyit, lada dan pala yang dilarutkan dalam santan encer pas banget, seimbang. Rasa asam pada empal asem juga ringan sehingga terasa menyegarkan, dipadukan dengan sate sapi yang empuk menambah kenikmatan.

Harga semangkuk empal gentong dan empal asem masing-masing Rp 18.000 dan satu tusuk sate Rp 3.000. Rekomendasi banget deh tempat ini. Rasa masakan lezat, tempat bersih, harga murah dan lokasi gampang dicari, semua unsur yang dicari konsumen ada di tempat ini.