Ditondong Horbo dan Borok Sikutan

37
307

Jika berniat mengunjungi sahabat atau sanak keluarga biasanya kita membawa oleh-oleh atau buah tangan berupa makanan. Janggal rasanya datang hanya tangan kosong.

“Kok …, repot-repot bawa oleh-oleh sih?”

Tuan rumah lalu membawanya ke dalam. Galibnya dia lalu menyuguhkan minuman dan mungkin juga ada kue-kue. Sajian yang kita bawapun diletakkannya di meja berserta dengan hidangan buatannya sendiri.

“Silahkan kak dicicipi kuenya , buatanku sendiri lho”.

macarons

 

Meski dipersilahkan kita tak mengambil makanan bawaan kita, kalau diambil juga nanti ditondong horbo” yang secara harafiah berarti ditanduk kerbau. Itu yang diucapkan orang di kampungku di Tapanuli Selatan.

Istilah Betawinya borok sikutan. Kedua istilah ini juga bisa dikenakan pada apapun yang sudah diberikan ke orang lain tetapi kemudian diminta kembali. Di daerah teman ada istilah seperti itu jugakah ?

37 COMMENTS

  1. iya, banyak juga gaya seperti itu di Jatim. Oleh-oleh kita juga disuguhkan lagi.
    Berarti, tuan/nyonya rumah yang menyuguhkan oleh-oleh yang kita bawa sambil berkata “silahkan dicicipi ” mengharap kita ditanduk kerbau donk…

    Kadang ada yang bilang ” wah maaf, tamu jauh kok malah disuguhi anggur”. Itu artinya pemilik rumah tak menyuguhkan apa-apa selain air minum. Maklum tanggal tuaaaaaaaaaaa.

  2. hehhe, di bukik namanya apa yaaa..?
    aku biasanya ikut menyuguhkan makanan yg dibawa tamu,
    biar aku bisa sambil nyicipin juga kan.
    menurutku tamunya akan senang.

    tapi klo kk bawa macarons ke rumah aur,
    aku sumputin di kamar deh.. wkwkk

  3. Jadi ingat kembali istilah borok sikutan. Dulu waktu kanak-kanak sering mendengar istilah ini..” Eh diminta lagi, nanti borokan lu..” Kata teman kalau saya menginginkan barang atau duit yg sudah saya berikan..

    Jadi Tapsel ada juga istilahnya, ditindong horbo 🙂

  4. Wah, ternyata sama ya budayanya dengan di daerah saya. Kalau bahasa emak saya (banjar) disebut buruk sikuan 😀
    Malau2in kalo diambil lagi 😀

  5. kalau saya lebih memilih borok sikutan ketimbang ditanduk kerbau he he he he…

    saya sendiri sering mendengar kata ‘borok sikutan’ saat di jkt. dan umumnya kata-kata ini sebagai ledekan saja buat orang yang mengambil lagi apa yg sudah diberikan ke orang lain.

    • lha …siapa ya yang tiang Jawi…he..he..nggak tau Una…
      kukira tadinya juga yg punya istilah gitu orang kampungku doang…he..he..

  6. kalau di daerah saya kadang-kadang makanan yang di bawa tamu dimakan juga sama tamunya, terutama kalau tamunya ya keluarga dekat … *kalau keluarga dekat bisa di bilang tamu nggak ya … 😀

    • kalau yang seperti dibawain ke saudara,tanteku misalanya..dia selalu bilang “nggak apa2, nggak bakalan ditondong horbo”
      ya udah dimakan juga, apalagi kalau sengaja bawa makanan favorit

  7. wah istilahnya disunda apa ya bun saya gak tahu. tapi kadang saya dan teman2 kalau menjenguk teman yang sakit atau melahirkan bawa kue sendiri dan minuman maksudnya supaya tidak merepotkan mereka. makanan dan minumannya untuk menyuguhi kita juga 🙂

    • hi..hi…,biarpun diomong ditondong horbo tetap aja kalau makanan yang kita bawa itu boleh dimakan juga

  8. Budaya universal dengan istilah lkokal ya mbak,
    Bali gondhok ada juga trimbilen (mata bintiten) di daerah kami, indahnya berbagi berkah dalam silaturahmi.
    Bila kopdar saling beroleh2 buku ya. Salam

    • ya ..ternyata umum ya mbak di seluruh Indonesia, ada rasa sungkan makan yang dibawa untuk si tuan rumah

  9. Oleh-olehnya kelihatan enak, makanya disuguhkan lagi
    itu alasan utama. Mungkin juga karena merekaberpikir bahwa kadang orang membawa oleh-oleh dengan tujuan menyenangkan yang didatengin sampe dibela2in beli, padahal dia sendiri belum mencicipi makanya diajak mencicipi bersama.

    Di Bali hal kaya gitu sering..malah kadang tamunya bawa kudapan sendiri
    jadi nggak ngrepotin tuan rumah 🙂

  10. wah uni ga tau istilahnya bunda monda, tapi memang sedikit ga sopan ya bunda, klo kita makan oleh2 yg kita bawa buat tuan rumah 🙂

  11. macaronnya punya siapa tuh…? rasanya kok sekarang sudah tidak ada tradisi begitu lagi ya… oleh oleh disajikan… saya sih tidak pernah ketemu lagi yang begituan.. hehehe

  12. Seinget saya dulu waktu kecil dibilang ntar “timbilen” loh kalo minta lagi barang yang sudah dikasih. Ternyata ada istilahnya ya…

  13. Bah, baru tahu pulak aku ada istilah ini.
    Tapi kalau tuan rumah yang minta apalagi dipaksa, awak makan laaa sikit, biar tak kuciwa dirinya.

    Kupikir tadi jadi tondong horbo, atau tamunya kerbau. hahaha…
    Sai na adong do ate, istilah-istilah unik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here