Cuci Mata : Batik Garut dan Batik Tasikmalaya

52
696
pengrajin Batik Tasikmalaya

Ketika berwisata ke dua kota terkenal di Jawa Barat yaitu  ke Garut dan Tasikmalaya tak lengkap rasanya bila tak cuci mata ke outlet batiknya. Kedua kota ini memang sudah lama dikenal mempunyai kerajinan batik tulis dengan warna dan motif  yang berbeda dari motif asal kota lain.  Batik Garut dominan  bermotif geometris, batik Tasikmalaya hampir sama motifnya tetapi dengan warna-warna  yang lebih cerah. Sayangnya Batik Garut hanya sempat dinikmati saat cuci mata di counter hotel. Ingin lihat batik Garut  langsung di tempat produksinya  agak susah dan makan waktu  karena para pengrajinnya tersebar sedangkan kami harus segera melanjutkan perjalanan.

batik Garut
Batik Garutan

Di Hotel Santika Tasikmalaya kami mendapatkan peta pariwisata kota ini. Di peta terlihat keseriusan Pemerintah Daerah menata kotanya.  Berbagai jenis kerajinan dikumpulkan di satu wilayah, yang tentunya akan memudahkan kunjungan wisatawan. Untuk kerajinan anyaman ada di  Rajapolah, kerajinan kelom geulis dan sentra batik di jalan Mitra Batik.

Kebetulan sekali jalan Mitra Batik ini ada dalam rute perjalanan pulang yaitu jalan Tasikmalaya – Nagreg.  Kami pilih rute ini karena ingin  sekalian lewat jalan  Lingkar Nagrek. Maklum  terpengaruh foto-foto cantik teman blogger. Mama Olive.  Tapi sayang kok malah  kelewatan jalan Lingkar itu  he..he.., batal deh berfoto cantik). Sekedar info jalur  Tasikmalaya – Nagreg ini jalannya berliku naik turun dan penuh dengan kendaraan besar. Laju kendaraan  jadi  lebih lambat,  makanya untuk kendaraan pribadi lebih baik pilih jalur satu lagi, jalan yang  melewati kota  Garut.

Di jalan Mitra Batik  Tasikmalaya ini banyak  outlet batik kecil yang terlihat kurang memanjakan wisata cuci mata dan belanja. Kami akhirnya mampir ke sebuah jalan kecil. Kebetulan saja sih dapat outlet ini, tadinya bermaksud  putar arah saja, ternyata malah sampai ke gerai cukup besar, namanya @gnesa.

Di toko @gnesa banyak  pilihan jenis batik yang dipajang. Terliha ada batik tulis, dan ada juga batik cap. Oleh petugas toko kami ditawarkan untuk  melihat ke bagian belakang ke tempat produksi batiknya. Tentu saja tak menolak, malah dengan senang hati.

pengrajin Batik Tasikmalaya

 

Pengrajin Batik Tasikmalaya

 

Pengrajin Batik Tasikmalaya

 

Di bagian belakang  toko  ada ruangan  yang cukup luas. Aroma khas lilin malam yang dipanaskan terasa langsung menyapa hidung. Terlihat banyak pengrajin di sana. Para ibu duduk di atas dingklik  membuat batik tulis dengan canting.  Sedangkan  di pojok belakang terlihat beberapa orang  pengrajin pria  berdiri dan membuat batik cap dengan stempel logam.

Kuperhatikan gerakan para ibu yang sedang duduk   membatik di bagian depan.  Aku  minta ijin  untuk memotret kegiatan mereka.  Para ibu ini sangat ramah dan terlihat riang gembira dan banyak bercanda saling menggoda. Khas sifat wanita tatar Sunda yang ramah tamah. Mereka  mau menjawab pertanyaanku   tentang motif yang sedang dibuat.

Galeri Batik Tasikmalaya

Di kelompok ibu-ibu yang sedang menggoreskan canting  membuat motif lampit, tiba-tiba ada yang nyeletuk   menyuruhku difoto sambil  membatik. Mula-mula kutolak karena ada rasa sungkan takut merusak motif kainnya. Tapi karena jiwa narsis masih menggelora akhirnya aku ikut  beraksi memegang canting, tetapi malamnya sudah  kering he..he… sementara si ibu yang posisinya kuserobot ikut berakting memberi petunjuk. Terima kasih banyak ya ibu-ibu akhirnya bisa bergaya seolah pengrajin batik.  Dan tentu berkat keramahan para karyawan di bagian produksi  ini tanpa malu-malu langsung pilih beberapa helai kain untuk dibawa pulang.

 

 

 

 

 

 

52 COMMENTS

  1. Gaya wisata Bu Monda ini luar biasa. Perjalanannya bener2 dimanfaatkan untuk tahu apa yang menjadi khas sebuah daerah kunjungan. Bikin tips persiapannya donk Bun, biar ditiru he he.

    • Baca artikel ini, ingetan saya jadi ke mana-mana neh 😀
      Jl Mitra Batik, jalur saya sekolah dulu .. jadi kangen neh pengen ke Tasik ..
      Rajapolah kesebut, Nenek saya asli sono wkwkwk.
      Makasih Bu 🙂

      • Kemarin sempat heran, kenapa dari Garut pulangnya gak lewat jalan baru yang indah itu. Rupanya terjawab di artikel ini.
        Berarti Bu Monda ambil lewat Malangbong ya … terus pas di nagrek gak belok kiri tapi langsung naik ke tanjakan nagreg …

          • jalan2 begini kayaknya nggak persiapan banyak, cuma udah sering baca2 aja, diinget2 mana yg mau didatangi aja gitu kang Yayat,
            ke Rajapolah lewat doang nggak mampir, sempat cuci mata dari mobil sapu nya keliatan kokoh ya
            Mitra Batik itu bukan hanya nama jalan ya?

  2. Tasik dan Garut hasil produksi khusus batiknya sekarang ini sudah mulai dikenal loh Bun, apalagi dengan motif yang cerah yang banyak diminati sekarang ini.

    Salam wisata

    • iya pak, motif batik dari Jawa Barat ini lebih kecil daripada motif klasik jadi bisa dipakai untuk acara non formal jafi lebih gampang populer

  3. cieehhh yang ngebatik.. 😛

    batik warna bunga warna warni itu keren ya kak.. warnanya pas banget,
    klo dipake terasa cantik dan ringan..

    • iya oom banyak daerah kini punya motif batik, dari Banten dan Betawi juga ada

      ada daerah yg semula nggak punya tradisi membatik sekarang belajar dan bisa berkembang
      contohnya batik Papua

  4. Jalan-jalan yang komplit nih mbak Monda, wisata alam ada, kearifan lokal budaya, budaya batik penggerak roda ekonomi, menunggu kejutan berikutnya… Duh tangan terampil, membatik luwes, memainkan tang gigi prof…. Salam

  5. beli batik garutan sama saya aja deh ..*hihihi, malah promosi .. 😀

    Salah satu khas batik garutan & tasik itu emang warna2nya yang ceria.

  6. Kebudayaan Batik Indonesia dengan keanekaragaman corak dan jenisnya, sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. Sungguh unik ya mb …..
    Asyik dong bisa jalan jalan, sekalian dpt pengalaman membatik……

  7. pengen ke garut tapi belum kesampean. padahal sudah browsing beberapa tempat yang nanti layak dikunjungi kalau ke sana. dan sepertinya ke ‘bengkel’ tempat pembuatan batik spt ini menarik untuk dikunjungi. tapi ga tau deh nanti orang rumah tertarik atau tidak 🙂

  8. kolektor batik dong mbak?
    iya nih batik dari berbagai daerah itu punya motif masing2.. yang unik jadi pengen punya semuanya

  9. Saat ini banyak daerah yang memiliki ciri khas batiknya ya Bu.
    Dulunya (khususnya Jawa) orang cuma kenal Batik Solo, Jogja dan Pekalongan. Sekarang, Kendal juga sudah punya sentra batik yg berciri khas

  10. Kak Monda, aktingnya yahud deh! Hehe. Pasti asyik banget ya jalan2 sambil cuci mata, melihat langsung tempat produksi batiknya. 🙂
    Trims for share, jadi ikut merasakan feelnya deh.

    • dari motifnya mbak, dari warnanya juga bisa
      warna cerah biasanya dari daerah pesisir seperti Cirebon, Madura
      kalau dari Jogja dan Solo warnanya kecoklatan atau gelap dan motifnya juga klasik

  11. Selama ini kalau pulkam ke Garut ndak pernah mampir-mampir ke tempat wisata. Sowan keluarga melulu jadwalnya 😀

    Tapi waktu ke Tasik saya sempat mampir ke tempat yang banyak pengrajin batiknya. Kemungkinan besar lokasi yang sama dengan yang dikunjungi Ibu Monda. Sungguh batiknya penuh warna, mirip-mirip batik dari Cirebon dan Pekalongan.

    • Pagit ada darah Garut ya…, senang dong pulkamnya ke tempat yang asri
      ya kulihat juga agak mirip motifnya ya, juga warna2 cerahnya

    • di Jakarta bisa belajar mbatik juga Pu, datang aja ke Museum Tekstil di bilangan Tanah Abang
      atau ke Museum Bank Mandiri bersama ibu Indra Tjahyani (terjadwal.., ibu Indra punya situs sendiri lho, bisa dicek jadwalnya di sana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.