Bung Hatta Kita

24
185
Rumah Bung Hatta 1

Kunjungan ke rumah kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi   sudah masuk dalam rencana setelah tahu dari LJ tentang keberadaan rumah ini.

Bung Hatta salah seorang proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia adalah tokoh idolaku. Apalagi setelah baca buku Bung Hatta , pribadinya dalam kenangan, yang disunting oleh putrinya sendiri,Ibu Meutia Farida Swasono, semakin mengetahui pribadinya. Beliau tak hanya  seorang yang sangat santun, tertib dan disiplin, tetapi juga penyayang. Beliau sangat suka membaca dan mencintai buku. Sikap membaca dengan cara yang tertib, duduk rapi di kursi dengan buku terbuka di atas meja, tak boleh ada lipatan di bukunya. Koleksinya pun dirawat dengan baik.Tak heran koleksi buku yang sudah berumur puluhan tahun masih ada dan mengisi Perpustakaan Bung Hatta di Bukittinggi.

Yang membuatku terkesan, ketika ada rencana  sanering ( pemotongan nilai uang tetapi harga barang tetap,sehingga daya beli masyarakat menurun) beliau tak menceritakan kepada istrinya. Tentu saja Ibu Rahmi Hatta sebagai ibu rumah tangga yang memperhitungkan keuangan keluarga sama terperanjatnya dengan banyak orang. Bukankah itu berarti Bung Hatta seorang pemimpin  yang tak mementingkan keuntungan pribadi ?

 

Rumah kelahiran Bung Hatta yang sempat dimiliki orang lain akhirnya dibeli oleh pemerintah daerah dan diperbaiki seperti aslinya.

Rumah Bung Hatta

Rumah Bung Hatta 1

Rumah berlantai dua ini bukanlah  rumah gadang, tetapi tampaknya masih mengikuti pakem rumah gadang, dinding bagian depan rumah terbuat dari papan dan dinding belakang dari anyaman bambu,  ada rangkiang (lumbung padi), dapur yang terpisah di belakang  dan ada kamar bujang di dekat dapur. Ada juga kandang kuda yang sudah kosong dan bendinya.  Rumahnya sangat asri  dan cantik ya. Untuk masuk ke rumah ini gratis dan hanya mengisi buku tamu yang ditunggui oleh seorang ibu petugas, tampaknya dari Pemda setempat.

Rumah Bung Hatta 2

 

 

 

 

Rumah ini menyimpan koleksi benda-benda asli milik keluarga Bung Hatta,ada perangkat furnitur, mesin jahit tua, sepeda ontel ,foto-foto dan silsilah keluarga.

Rumah Bung Hatta 3
Di depan ranjang tempat Bung Hatta dilahirkan

Kamar orang tua Bung Hatta terletak di lantai dua, sedangkan di lantai bawah adalah kamar-kamar para pamannya. Kamar bujang ini untuk anak lelaki yang sudah akil baliq, mengikuti tradisi lama di mana anak lelaki tidak lagi tidur di rumah orang tua, tetapi di surau.

Sungguh terkesan datang ke sini karena rumah dirawat apik, bersih dan asri sehingga tampak cantik.

 

24 COMMENTS

  1. saya juga kagum dengan bung hatta,.. saya mengkoleksi buku buku beliau… wah semoga satu hari bisa kesana deh…. terima kasih sharingnya

  2. Gema detik-detik proklamasi yang disemangati putra Indonesia kelahiran Bukik. Trim mbak Mon, boleh ikut belajar di sini.

  3. yang punya acara akhirnya inspeksi langsung ke lokasi.. beneran gak yang ditulis sama eMak.. 😛

    rumah ini menyenangkan, aku betah di sana.. andaikan boleh nginep, kita nginep berdua ya kak.. klo sendirian kuatir kursinya muter sendiri.

  4. saya juga kagum dengan bung hatta, terutama tentang konsep ekonominya, yang makin kesini ternyata makin menjauh semangatnya dari pemikiran bung hatta. sekarang cenderung kapitalis.

    bu mon, kayaknya safari ramadan nya keliling sumbar ya? 🙂

  5. saya hanya menyesalkan kenapa rumah seperti itu harus dijual, tapi alhamdulillah udah dibeli lagi oleh pemerintah

    salam kenal mbak monda 😀

  6. keren yah Bung Hatta
    bisa gitu lho tahan rahasia gak ngasi tau klo duit mo dipotong
    padahal klo pejabat sekarang mah kayaknya udah pasti nimbun barang tuh
    emang dari dulu sosok Bung Hatta selalunya penuh kesederhanaan ya Kak
    beruntungnya kak Monda sudah sempat mampir ke rumah Bung Hatta.

  7. syukurlah masih terawat tuh peninggalannya
    suka miris dengan penguasa negeri ini yang kadang cuek akan artefak sejarah
    alur sejarah dibikin sesuka hati gimana situasi politiknya
    hadeuh..

  8. Negarawan yang sederhana
    Saya merasakan perubahan uang 1000 menjadi 1
    Mau nonton bioskop di Jombang, HTM semula 300 kok menjadi 3 rupiah (kan berarti 3000 rupiah)
    Langsung balik bakul-pulang dengan kuciwo, uang gak cukup padahal sudah ngonthel 8 km lho….

    Salam hangat dari Jombang

  9. Kak Monda,

    Aku pernah berkunjung ke Bukittinggi, dan melintasi rumah Bung Hatta… tapi sayang sekali tidak sempat mampir krn keterbatasan waktu yang ada

    Salam,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.