Berperahu di Situ Patengan

58
215
Situ Patengan Ciwidey

Situ Patengan dan Patenggang itu ternyata tempat yang sama, ucapan dan tulisan tidak sama, sudah seperti kaidah bahasa asing saja ya. Karena penasaran sempat kutanyakan hal ini pada tukang perahu lho. Katanya, mungkin lebih gampang menyebut Patenggang sehingga nama ini yang lebih terkenal.

Dan, ternyata bukan hanya aku yang tak paham. Di bis, diadakan permainan merubah nama menjadi deretan angka dengan patokan tuts telpon. Si teman pembawa acara menyebut Situ Patengan, tetapi semua merubahnya menjadi deretan angka yang melambangkan Situ Patenggang.

Situ Patengan Ciwidey

 

Situ Patengan ada di Ciwidey yang telah diceritakan diΒ  tulisan dengan judulΒ Strawberry Fields Forever di kaki gunung Patuha. Kami datang ke Situ Patengan setelah dari Kawah Putih. Situ ini dikelilingi oleh pohon teh diselingi dengan pohon kayu manis, bagian dari perkebunan teh Rancabali. Karena ada perkebunan teh pastilah pemandangan hijau terhampar sepanjang jalan, kebun teh di manapun selalu menawan bukan ?

Seperti umumnya tempat-tempat lain di Nusantara, hampir selalu ada legenda tentang terjadinya suatu tempat. Legenda terjadinya Situ Patengan ini adalah kisah sepasang kekasih, Ki Santang dan Dewi Rengganis yang dipertemukan di tempat ini, di pulau berbatu di mana ada batu besar yang disebut Batu Cinta. Untuk ke Batu Cinta ini tentu saja harus berperahu. Pilihannya ada perahu angsa, perahu motor atau perahu dayung.

Situ Patengan Ciwidey

 

Naik perahu ini sebetulnya penuh perjuangan batin untukku, he..he…. Naik perahu dayung rasanya gamang, goyang, oleng sewaktu baru mulai bergerak, takut karena tak bisa berenang. Penakut tetapi tak mau ketinggalan serunya pengalaman berperahu di situ yang tenang dan indah. Alhasil, selama menuju pulau hanya diam dan senyum saja tak ikut keceriaan teman-teman, masih menikmati rasa gamang. Selama di perahu, aku kok jadi teringat fiksi karya salah satu teman blogger yang mengambil setting di sini, kisah cinta penumpang dan pengayuh perahu yang ternyata seorang mliuner (jangan-jangan si tukang perahu kami ini seorang konglomerat juga ya, he..he…) ……, kucoba mengingat karya siapa ..tapi belum berhasil. Acungkan tangan dong penulisnya.

Untuk naik perahu ini harus membayar lagi di luar harga tiket. Harga perahu tergantung negosiasi dengan pendayung perahu. Perahu yang kami naiki menarik tarif Rp 20 ribu per orang. Muatan perahu cukup banyak. Bisa muat lebih dari 18 orang.

Situ Patengan Ciwidey

 

Di pulau ini banyak titik yang indah untuk berfoto. Ada batu besar berbagai ukuran dan tinggi. Ingin naik ke batu yang terbesar, paling tidak setengah ketinggiannya, tak mau membatalkan niat meskipun terpeleset. He..he.. emak-emak naik ke tempat tinggi tentu saja tak selincah remaja belia, naik dan turunnya harus merayap. Penasaran kapan lagi ke tempat ini kan…?

Situ Patengan Ciwidey

Untunglah sepulang dari pulau, suasana hati sudah lebih baik, rasa takut sudah berkurang, dan bisa menikmati perjalanan.

58 COMMENTS

  1. whuihh, asiknya yang naik perahu ke batu cinta..

    situ patengan di ingatan emak itu seukuran telaga.. emak hanya sekali ke sana, di tahun 90-an, waktu itu masih banyak bagian yang tertutup enceng gondok.

    • waktu itu nggak nampak eceng gondoknya, udah dibersihkan mungkin mak
      atau nggak keliatan krn kami cuma fokus ke batu cinta itu aja

  2. Aku kemarin berusaha jalan di atas kayu yang berada di atas telaga saja rasanya sudah trataban, merinding. Bu Dokter koq ya berani naik ke batu itu ya? #geleng2.

    Perahunya cetek, menakutkan.
    Aaaaaaaaaaaah, menakutkan semuanya, tapi pemandangannya indah. πŸ™‚

  3. oalahhh gitu rupanya
    pas baca judul tadi kupikir kurang huruf eh gak taunya hehehe

    kak, gak tahan hatiku liat kakak bergaya di atas batu itu lho hihihihi … mestinya berdua si abang tuh difoto disitu, pasti lebih keren lagi.

  4. Wkwkwkwk, mbak aku pernah nulis fiksi tentang Patenggang
    Ceritanya tukang kapalnya punya kebon teh πŸ˜›
    Itu bukan ya… yang Bu Mon maksud, atau bukan? πŸ˜€
    Pengen ke sana lagi euy… pas aku ke sana, pas sepi gitu… jadi naiknya cuma 10 ribu hehe πŸ˜€ Padahal yang naik cuma berdua… πŸ˜€

    • Aku pernah baca tulisan Una yang itu..keren!

      Btw, mba .. rasanya tiap saya kesana ga ada yg menarik buat dibahas karena keseringan pergi dan bukan buat jalan-jalan. Tapi bawa ice box yang segede-gede apa tau.. jadi ga pernah terasa romantis.
      Kenapa auranya beda ya? Apakah ada yang salah dengan diriku ini? hihi..

  5. Tempat yang indah dan bernuansa alami, namun banyak cerita yang menarik tentunya bagi setiap orang yang berkunjung disana. Dari kisah pemandangan dan batu cintanya, sampai ke misteri batu cintanya. He…x9

    Pengalaman yang mengasyikan ya Bu.
    Sukses selalu

    Salam Wisata,

  6. Putri duyung cantik dengan pose bak peragawati profesional lho jeng.
    Terus terang sepanjang hidup ini saya belum pernah melihat dan piknik ke danau lho, kecuali ke Bendungan Jati Luhur.

    Apik pemandangan dan modelnya
    Salam hangat dati Surabaya

  7. Dari mulai perjalanan sampai ke tempatnya sangat asyik untuk dinikmati ..
    Ciwidey memang membetahkan .. Sayang terlalu sore saya dulu ke sana karena jika sore tertutup kabut yang menyebabkan pandangan di perjalanan jadi terbatas.
    Trims Bun, kapan2 saya ke sana lagi he he

  8. menjelajah bandung ya bunda? zemangat bersenang-senang ya bunda, jangan lupa coba juga jajanan kulinernya πŸ™‚

  9. belum pernah kesini nih… tempatnya bagus banget ya… harus jadwalin jalan jalan keliling indonesia nih… hiks…

  10. Asslaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda…

    Dalam kesempatan yang ada (sibuk) hari ini, saya dengan hati yang tulus ikhlas ingin mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IEDUL ADHA 1433H.

    Semoga takbir yang bergema membawa seribu keberkatan bersama-sama erti pengorbanan sebenar.

    MAAF ZAHIR DAN BATIN.

    Salam Iedul Adha dari Sarikei, Sarawak.

    • oh…, kak dahulu rumah dekat sungai besar ya?

      ha..ha..putri duyung yang nggak bisa renang itu kak

  11. kalo naik perahu seperti itu aku jadi membayangkan yang enggak-enggak, mbak. πŸ˜€
    karena belum bisa berenang.

  12. Jadi kangen dengan main perahu-perahu an, sunguh hal yang menarik jika dapat Kopdar sambil main Perahu-perahuan. *siap-siapin rencana*

  13. Wah dirimu sudah kesana ya kak….diriku masih rencana….:)
    Indah banget tempatnya ya? Dan dengan berperahu pula, asyik banget itu kak, ntar ajak siapa kesana ya? Jd ga sbr deh eike, hihi…. ingin tampak spt putri duyung jg…:D

  14. Cuacanya masih dinginkah?
    saya dulu kesana tahun 2008, bayar perahunya masih 15 ribu per orang. Nggak pake tiket masuk karena kesana naik angkot, barengan ama para pedagang strawberry, langsung turun di dalam

  15. Aiih…cantiknyaaa si putri duyung yang ini.. πŸ™‚
    Ah, ini satu lagi tempat yg selalu batal terkunjungi selain Kawah Putih…*langsung dicatet tebal2 deh..*

  16. Kalo ga salah Bun, di legendanya Ki Santang dan Dewi Rengganis itu harus berpisah di Batu Cinta, makanya jd lebih terkenal dg sebutan situ Patenggang, karena dlm bhs sunda patenggang itu artinya (kurleb) berjauhan.
    Etapi karena itu cuma dongeng belom tentu benar jg ya Bun hihihihi

    • nambah satu kata Sunda lagi deh, …patenggang,
      ada juga yg nulis asal namanya dari pateang-teangan , kl nggak salah he..he..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.