Berlagak Fotografer

39
263

Ada seorang fotografer blogger sebagai teman perjalanan itu sangat menyenangkan lho. Sudah pasti aku dijadikan obyek terus menerus, candid ataupun dengan arahan dan instruksi “harus pasang senyum”. Foto yang dihasilkan seribu lebih boleh kugunakan suka-suka. Jumlah foto yang banyak  darinya ditambah lagi foto dari keluarga sendiri (foto dari suami dan ananda) akan sangat sayang kalau cuma disimpan, he..he…, saatnya narsis nih…

eMak LJ itu banyak banget motret aku lagi berlagak fotografer, meskipun alat yang kupakai hanya telepon genggam, hi..hi.. bolehlah aku disebut telepongrafer saja. Menurutku sih sebaiknya foto yang tampil di blog itu karya sendiri, tak masalah alatnya hanya telpon genggam, yang penting harus berani tampil he..he…Kalau fotografer itu kan punya sisi keindahan, nah aku yang merasa tak punya “sense of beauty ‘ memadai itu, cukup mencari yang agak unik-unik saja.

Taruko

Contohnya fotoku  yang ini (pernah tampil di Tour de Ranah Minang : Menuruni Ngarai Sianok). Aku sedang membidik aliran air Batang Sianok yang akhirnya kutampilkan di   Weekly Photo Challenge : Movement .

Pemain Suling

Foto pak tua pemain suling  di wilayah Danau Di Atas dan danau Di Bawah, gunung Talang  ini pernah tampil di Lirik Lagu Borondong Garing. Aku suka sekali lihat komposisi foto ini, menampakkan dua obyek yang sama-sama asyik dengan pirantinya. Kamera yang kupegang itu punya LJ, dipinjamkan karena baterai teleponku habis.

belanja ikan bilih

Foto yang ini pak suami yang ambil. Belanja ikan bilih di tepian danau Singkarak tetap sambil memotret mayat ikan bilih bergelimpangan (istilahnya mama Calvin).

Cemara Puncak Lawang

Di puncak Lawang, titik tertinggi untuk melihat pemandangan danau Maninjau aku lihat ada plang peringatan yang mengambil ayat Al Qur’an. Keasyikan melihat plang ini  jadi tak sadar  polahku diperhatikan  si eMak.  Tempat ini asyik lho, sepi, tinggi, dingin, dan penuh cemara menjulang, sering dijadikan tempat peluncuran glider (paralayang). Papan peringatan ini juga pernah muncul di Sebelum Bertindak.

plang di pohon cemara

SHARE
Previous articleFotografer Keliling
Next articleIkon Kuliner Indonesia

39 COMMENTS

  1. kagum dengan foto yang di Puncak Lawang. Pohonnya besar-besar Mba Monda. Pasti adem dan asri banget ya.
    Entah kenapa memang menyenangkan mengambil foto orang yang sedang memotret.. 😀

  2. xixi, masih ada banyak yang belum dipakai toh..?

    kk itu malah jeli melihat sesuatu yang detil.. klo aku senengnya lihat yang jelas dihamparan mata sajah. makanya selalu butuh berkali-kali ke suatu tempat, sekedar untuk menyerap suasana #tjieehhh..

  3. Bissaaa saja bikin istilah telepongrafer, ato boleh juga tuh hempongrafer hhh.
    Menjadi asyik ya Mbak kala perjalanan kita mencari obyek sediri dan dijadikan obyek fotografer lain. Hasilnya keren

  4. Biarpun pakai HP tetep saja hasil foto mbak bagus2… pantas saja, selalu serius begitu mengambilnya…sampai tak tahu dijadikan bahan bidikan ya mbak 🙂

    • hi..hi…, makasih…
      masalah kl moto pake hp ya gitu, nggak bisa ngatur fokus.., harus pas banget biar hasilnya nggak burem

  5. Setuju, nek bisa ya pake foto sendiri. Meskipun aku nek moto asal jepret ae hihihi…
    Kalau di sana signnya ada hurup arabnya to
    Itu arab melayu po mbak?

    • Una kalau moto untuk kontes itu luar biasa …, cakep2 fotonya, terpesona aku sama foto2 museum katedral

      kurang jelas ya tulisannya? Tulisan Arab Alquran yang lengkap tanda bacanya

    • apalagi kalau motret si emaklagi motret Kin…, stylenya beraneka lho…tapi karena lagi motret aku …nggak bisa deh balas motret gayanya…

    • yang motoinnya keren kan mbak…..
      emang lokasinya juga mantteeep deh ..bisa lihat indahnya danau dari situ, si bungsu bilang kayak di Eropa

  6. Telepongrafer? 😉
    Kayaknya saya juga lebih sering menggunakan HP untuk foto2, Bun. 🙂

    Duo Ibu ini emang jago moto yaaaaaaaak.
    Foto2nya cantik2. Bidiknya juga pinter, jadi hasilnya pun TOK CER. 😉

  7. Foto yang di puncak lawang itu adalah … sudut foto – dan balance style … yang Bundo Dentist Banget …. khas nya LJ

    Salam saya

  8. Wah mbaaak, rupanya foto-foto yang ke Minangkabau itu masih banyak tersisa yaaaa…kenangan yang masih dikenang, pasti lebih banyak lagi 😀
    Salam buat mbak LJ.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.