Berkurban dan Silaturahmi

36
117
tusuk sate

 

tusuk sate

Pemandangan di foto atas, banyak dijumpai pada setiap hari raya Idhul Adha atau hari raya kurban. Kios kagetan di pinggir jalan menjajakan segala perlengkapan memasak sate yaitu   pemanggang , tusuk sate dari bambu dan arang, bahkan kipasnya. Lengkap, hanya tinggal membeli bumbu saja di pasar

Selain masyarakat kurang mampu, daging kurban juga diberikan pada orang yang berkurban. Nah, biasanya orang yang berkurban ini berbagi dengan  sanak tetangga untuk membakar sate beramai-ramai. Berkurban menjadi ajang silaturahmi.

Di hari raya itu kami sekeluarga juga silaturahmi dengan seorang saudara sepupu, sebutlah bang A, atas undangannya, karena kami sudah lama tidak berbincang akrab. Paling hanya bertukar sapa ala kadarnya bila bertemu sesekali, apalagi dia ini termasuk sepupu tingkat ketiga atau keempat begitulah, saudara dari nenek.

Ngobrol ngalor ngidul akhirnya cerita terbawa ke masa lalu. Dia cerita terinspirasi dari almarhum ayahku, yang pertama ditemuinya ketika di SD, ketika itu ayahku sudah bekerja. Apalagi, ayah bang A itu terus mengulang cerita tentang ayahku, pemuda yang menamatkan SMA hanya di kampung, tetapi  tembak langsung bisa kuliah di Bandung, dan jadi tukang insinyur pertama di kampung. Bang A termotivasi untuk kuliah di tempat yang sama dan jadi tukang insinyur juga. Sebagai anak tentu saja bangga dong….he..he…

Bukan hanya bang A yang termotivasi, kami juga. Jadi timbal balik  saling memotivasi. Ini karena keberhasilannya mendidik anak-anak di belantara ibukota. Ketiga anaknya pintar, ramah, komunikatif, semuanya pernah mengikuti pertukaran pelajar ke luar negri dan sekarang sudah mendapat pekerjaan yang baik. Beruntung juga bertemu mereka,alhamdulillah, silaturahmi tak ada ruginya.  Aku berharap anak-anakku yang sedang berjuang untuk  masa depannya, bisa tertulari semangat dan termotivasi mengikuti jejak  saudaranya.

36 COMMENTS

  1. yang seru adalah ketika menyembelih, mengiris dilakukan rame-rame dengan warga dan diakhiri mbakar sate bareng. ada banyak cerita seru yang menyertainya dan Ini adalah sisi positip untuk menyambung silaturahim dengan warga dan tetangga

  2. malam minggu kemarin di RT sini diadakan silaturahmi bun sekalian makan-makan dan bakar sate. bunda makin tenar nih setelah jadi model 🙂

  3. Bang A terinspirasi dari alm papanya kakak.. kita terinspirasi dr bang A.. anak2 juga begitu.. jadi saling menginspirasi.. Alhamdulillah.

  4. senang bisa bersilaturahim saat Idul Adha, kalau di tempat sy mah Idha sepi… penyembelihan terpusat di Balai desa
    yang ramai justru di dapur masing-masing, dengan keluarga sendiri tentunya 😀

  5. Kalau aku pengennya anak anak aku nanti kuliah di luar negeri bun 😀 *balada dirisendiri yg gak pernah diizinkan sekolah jauh* ~_~

  6. ya memang harus bareng2 mbak kalau mau menyembelih sapi atau domba, susah juga kalau dilakukan sendiri

    sebenarnya banyak makna yang tersirat dalam acara penyembelihan hewan kurban di idul adha

  7. Positif banget Mba Monda hasil silaturahimnya.. Kadang ada yang menjadikan ajang berkumpul keluarga untuk bersaing dan menunjukkan kelebihan duniawi ya Mba.
    kalo begini kudu sering-sering bertemu ya Mba. biar bisa terus sharing kebaikan.. 😀

  8. silaturahim memang selalu menyenangkan dan menghasilkan suatu kebaikan ya BunMon
    bukan hanya utk rukhaniah saja, namun juga urusan duniawi …
    luar biasa sekali silaturahim kali ini ya BunMon… 🙂

    sayangnya tahun ini aku qurban melalui dompet dhuafa saja, jadi gak bisa lihat atau menikmati rame2 si sapi yg disembelih didepan mata, seperti tahun2 sebelumnya
    salam

  9. Silaturahmi itu memang penmting dan sangat dianjurkan. Silaturahmi juga Insya Allah akan membuat hidup kita semakin berarti dan ada limpahan rejeki.

    Salam hangat dari Surabaya

  10. Buat ibu-ibu, silaturahmi seperti ini biasanya sekaligus jadi ajang berbagi resep. Ada yang bawa oleh-oleh hasil masakan sendiri, atau tuan rumah menjamu tamunya dengan kreasi resep andalan keluarga. Kalau pihak yang dibawain atau nyuguhin oleh-oleh berkenan dan suka masakan itu, biasanya lalu saling tukar menukar resep dan tips memasak deh.. 🙂

  11. Membangun keakraban dengan kerabat jauh, akhirnya mempersempit jarak ya Mbak Mon..Jadi tahu bahwa antar keluarga bisa saling menginspirasi..

  12. kalo dikeluargaku, yang nyate ini semuanya laki-laki mulai dari ngiris daging, nusukin daging ke tusuk satenya sampe ngebakar sate. Yang perempuan nyiapin bumbu kacangnya saja… Ngga tau tapi kaya udah jadi semacam tradisi aja yah…

  13. tahun ini saya tidak merasakan daging kurban, selain karena tinggal sendiri memang tidak terdata di RT karena menumpang tinggal di kantor tempat saya bekerja. tidak punya dapur juga sih 😀

  14. Silaturrahim memang bisa memperpanjang umur sepertinya ya Kak,
    dari cerita masalalu, ucap syukur dan senyum terus,
    apalagi dilakukan dihari istimewa untuk berbagi.

  15. Silaturahmi selalu bikin happy yah Bun…
    kalo dikeluargaku ketemu minus makan sate… abis pada gak mau repot bakar2… hehehe… padahal jaman dulu waktu eyang2ku masih ada, justru itu yang bikin heboh deh… bakar2 sate… 😀

    • kita memang mesti saling tertular positif, sepertiku juga yang selalu dapat insight dari tulisan mbak Prih

  16. Wah… di kampung saya gak segitunya penjual peralatan sate itu, Mbak. Mungkin warga lebih suka daging diolah dengan cara dimasak biasa. 🙂
    Senangnya bisa bersilaturrahim, Mbak. Apalagi seperti itu, bisa saling berbagi 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.